NovelToon NovelToon
Penghangat Ranjang Tuan Mafia

Penghangat Ranjang Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Enemy to Lovers
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Cherry Anabell kerap menjadi sasaran kekerasan keluarganya. Ia dirundung, dipukul, dikurung, bahkan dipaksa menikah dengan pria yang hampir dua kali usianya demi uang.

Namun semuanya berubah ketika Cavell Rose, Capo dei Capi yang paling ditakuti di dunia mafia, datang ke rumahnya.

Tanpa penjelasan, Cavell membawanya pergi. Awalnya ia berniat menjodohkan Cherry dengan sahabatnya. Namun semakin lama Cherry berada di dekatnya, semakin sulit bagi Cavell untuk mengabaikan perasaannya.

୨ৎ MARUNDA SEASON V ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana untuk Cherry

“Kenapa semua pertanyaan ini?” tanya Farris dengan nada curiga.

“Gak ada,” gumamku. “Cuma memastikan Kamu Gak macam-macam.” aku hampir menutup telepon, lalu menambahkan, “Cari beberapa pengawal. Kamu terlalu ceroboh.”

“Aww ... aku tahu Kamu pedu—”

Sebelum dia selesai bicara, aku memutus panggilan dan memasukkan HP kembali ke saku.

Aku mendengar gerakan di belakangku. Sesaat kemudian Vloo berdiri di sampingku.

Dengan mata tetap mengarah ke danau, dia bertanya, “Kamu baik-baik aja?”

Aku menghela napas berat.

“Iya.”

“Mama kamu?”

“Dia baik-baik aja.”

Vloo mengangguk lalu menoleh ke aku. “Kamu mau melakukan apa dengan Cherry?”

Gak ada yang tahu. “Awalnya aku ingin menjodohkannya dengan Farris.”

“Awalnya?” tanya Vloo. “Kamu berubah pikiran?”

“Farris sudah berkencan dengan seseorang. Sepertinya serius.”

“Jadi sekarang kamu mau apa?”

Aku merasakan seseorang menatapku. Saat menoleh, aku melihat Cherry berdiri di dekat pintu dengan ekspresi khawatir.

Dia berjalan mendekat dengan hati-hati. “Aku juga ingin tahu jawaban pertanyaan itu.” Lidahnya menyapu bibirnya. “Karena itu menyangkut hidup aku.”

Aku berbalik menghadapnya. Saat mata ku bertemu dengan matanya, Vloo berkata, “Sepertinya aku harus pergi.” Dia menuruni tangga menuju halaman dan berjalan ke arah beberapa penjaga.

Cherry keluar ke balkon dan memeluk tubuhnya sendiri.

Saat dia mencoba menggosok lengannya yang terbuka untuk menghangatkan diri, aku berkata pelan, “Masuk ke dalam. Di dalam lebih hangat.”

Dia menurunkan tangannya lalu mengepalkan tinju di sisi tubuhnya. Wajahnya menegang dan dia mengangkat satu alis.

“Apa yang Kamu rencanain buat aku?” tanyanya.

Aku melangkah mendekat, memaksanya mendongak untuk mempertahankan kontak mata.

Dengan suara rendah aku bilang, “Dengan cara Kamu terus menantang aku seperti ini, aku bisa aja memutuskan membunuh Kamu daripada ngirim Kamu balik ke Langkawi.”

Kepanikan muncul di matanya. “Balik ke orang tua aku?”

Dia Gak takut aku membunuhnya. Cherry melangkah lebih dekat. Untuk pertama kalinya sejak aku melihatnya, dia menatapku dengan permohonan.

“Jangan kirim aku balik ke orang tua aku.” Itu bukan pertanyaan, tapi tuntutan. “Aku punya uang. Aku bisa tinggal sendiri. Aku bakal menghilang.”

Orang seperti dia Gak akan pernah bisa menghilang. Dia selalu akan menonjol.

“Kamu pingin aku biarin Kamu pergi,” gumamku.

Dia mengangguk cepat. Secercah harapan muncul di mata cokelat mudanya.

“Kamu itu putri mafia,” Aku mengingatkannya.

Dia mengerutkan kening. Ekspresinya campuran sedih dan marah.

“Aku capek diperlakukan seperti budak.” Kesedihannya menghilang sampai dia terlihat seperti ratu yang kuat. “Aku bukan milik siapa pun.”

Aku mempersempit jarak di antara kami sampai tubuh kami hampir bersentuhan.

“Aku memiliki semua yang ada di kota ini.” aku menunduk sedikit, menatap matanya. “Termasuk kamu, tuan ratu.”

Cherry Gak mundur.

Sebaliknya, dia mengejutkanku saat dia menempelkan tubuhnya ke tubuhku. Kemarahan menegang di wajahnya.

Dengan suara rendah dia berkata, “Aku bukan milik siapa pun.”

Alih-alih kehilangan kesabaran, sudut mulutku terangkat. Senyumku jelas mengejutkan Cherry.

“Kamu perempuan yang menyebalkan,” gumamku.

Kerutan muncul di dahinya. Dia menatapku bingung.

“Kamu Gak marah?”

Aku menggeleng.

Aroma segarnya mengelilingiku. Aku merasakan getaran halus di tubuhnya. Sebelum aku bisa menahan diri, tangan aku naik ke lehernya. Ibu jariku menyentuh memar yang mulai memudar.

Aku benci meninggalkan bekas di kulitnya. aku berharap besok bekas itu sudah hilang.

Mataku kembali ke matanya, dan aku melihat pupilnya melebar. Untuk sesaat aku membiarkan diriku merasakan semuanya.

Jantung aku berdetak sedikit lebih cepat. Keinginan untuk menyentuh lebih dari sekadar lehernya mengalir di darahku.

Ketegangan di antara kami semakin kuat. Setiap detik yang berlalu membuat tubuhnya semakin gemetar. Mungkin perempuan ini cukup kuat untuk bertahan di sisiku.

Begitu pikiran itu muncul, aku langsung melepaskannya dan mundur selangkah.

“Masuklah, Cherry. Obrolan ini sudah selesai.”

Perempuan keras kepala itu tetap berdiri di depan aku. “Kamu belum jawab pertanyaanku.”

“Aku belum memutuskan apa yang akan aku lakukan sama kamu.”

“Kapan Kamu akan mutusin?” tanyanya.

Aku mulai kesal dengan semua pertanyaan ini. aku memiringkan kepala lalu berkata pelan, “Masuk.”

Dia ragu sebentar, lalu menghela napas. Dia menjauh dari aku dan masuk ke dalam rumah.

Aku seharusnya mengirimnya kembali ke orang tuanya.

Aku menggeleng, sama sekali Gak menyukai ide itu.

Gak ingin memikirkan Cherry lebih lama lagi, aku berjalan menuju tempat Vloo sedang berbicara dengan para penjaga.

1
Muft Smoker
next kak ,, cerita ny bagus
Ra
good
Rin Jarin
keren
Aditya hp/ bunda Lia
niat mau dijodohin sama farris tapi malah jadi nya sama dia sendiri ... 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!