Clarissa wanita cantik yang sangat ceria, berumur 22 tahun, ia adalah anak perempuan yang kuat dan mandiri.
Ibunya memperlakukannya dengan buruk, ibunya lebih menyayangi anak laki-lakinya. Bahkan ibunya lebih menyayangi menantu perempuannya di banding Clarissa.
Tantangan hidupnya tidak sampai di sana,
Clarissa jatuh cinta pada Zayn Austin, cinta pada pandang pertama.
Namun pria yang Clarissa sukai selalu berwajah datar dan bersikap dingin. Tapi itu semua tidak meredupkan semangat Clarissa untuk mengejar cintanya.
Akankah Clarissa mampu meluluhkan hati Zayn?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13 Hipnotis
Clarissa merasa sangat senang, bisa berduaan dengan Zayn Austin, apalagi pria itu mau bicara panjang lebar dengannya, memang sedikit aneh. Tapi itu bukan masalah besar, justru adalah anugerah.
Clarissa menyukai wangi parfum yang Zayn kenakan, sangat wangi dan memabukkan.
Zayn Austin sedang fokus dengan ponselnya, Clarissa justru menggunakan kesempatan itu untuk menatap Zayn Austin sepuasnya.
Lihatlah pria itu sangat tampan apa lagi saat sedang serius, rambutnya yang rapi sungguh pemandangan indah, Zayn Austin menoleh pada Clarissa.
Clarissa justru menampakkan senyumnya saat ia ketahuan memandangi Zayn, Clarissa tidak malu-malu seperti wanita pada umumnya.
Zayn Austin mengernyit, merasa heran pada sikap Clarissa yang tidak ada malu-malu, justru semakin mejadi.
"Kak Zayn, kamu tinggal di mana? " ujar Clarissa berbasa-basi, dari pada dia hanya senyum saja, bukankah lebih baik ia bicara.
"Kenapa? " Zayn Austin balik bertanya.
Clarissa menggaruk kepalanya, lalu berkata, "Memangnya tidak boleh bertanya? "
"Aneh saja, perempuan kok menanyakan alamat rumah," ujar Zayn, lalu kembali fokus pada ponselnya, saat sebuah notifikasi telah muncul.
Clarissa merasa sangat gemas pada mahluk satu ini, ia tidak tahu harus bagai mana mendekati Zayn Austin, Clarissa tidak punya akal lagi, karena saat berbicara Zayn Austin justru menjawab dengan singkat, membuat Clarissa kehabisan kata-kata.
"Apa Aku dekati Frans saja, dia juga tak kalah tampan dari Zayn Austin, dari pada Aku harus terus berharap pada kulkas yang kaku dan dingin," batin Clarissa.
Saat Zayn Austin menoleh, Clarissa sedang bengong, hingga pria itu mengernyit, Tiba-tiba wanita di sampingnya itu berubah lagi, dan kini justru melamun.
"Hei! " Zayn Austin menegur Clarissa.
Wanita cantik itu mengernyit, lalu membatin, "Pria ini memang tidak memiliki perasaan. "
"Emmm...Kak Zayn, apakah Frans masih lajang? " ujar Clarissa.
"Kenapa? " Zayn Austin balik bertanya dengan singkat.
"Aku lihat-lihat dia cukup tampan, jadi Aku mau kenal dia lebih banyak," ujar Clarissa menunjukkan senyum manisnya, berharap Zayn mau mendukungnya.
"Mimpi! " ujar Zayn Austin dengan tak senang, nadanya semakin dingin .
Mata Clarissa berkedip-kedip, ia cukup terkejut dengan sikap Zayn, yang terlihat sangat tidak suka.
Zayn Austin menghela nafas, ia melihat Clarissa yang diam saja, mungkin terkejut dengan reaksi dirinya. Ia juga tidak tahu kenapa bisa bereaksi berlebihan seperti tadi.
"Frans tidak sebaik itu, jadi kamu tidak perlu mengenal dia terlalu dalam, " ujar Zayn Austin menatap Clarissa, entah kenapa ada rasa tidak nyaman saat Clarissa menanyai tentang Frans sahabatnya.
Clarissa memanyunkan bibirnya, tanpa mengatakan apapun.
Untuk pertama kalinya Zayn Austin melihat Clarissa yang biasanya berisik, kini wanita itu diam dan justru memanyunkan bibirnya seperti anak kecil.
Entah kenapa melihat sikap Clarissa Zayn tidak merasa kasihan, justru ia merasa lucu melihatnya, Zayn Austin dengan sengaja mengangkat tangan kirinya dan menaruhnya di atas sandaran kursi, sedangkan pandangannya masih lurus kedepan.
Clarissa melirik ke belakang, di mana tangan Zayn Austin yang seperti akan memeluknya, Clarissa sering melihat orang-orang yang berpacaran dengan posisi ini, Namun sekuat tenaga Clarissa menahan diri untuk tidak menampakkan senyumnya.
"Masih ingin tahu tentang Frans? " tanya Zayn Austin, setelah cukup lama keduanya saling terdiam.
Clarissa menggeleng, ah ia jadi tak berdaya, jantungnya sangat sulit di kondisikan, yang terus berdebar-debar dengan sangat kencang, Clarissa takut Zayn mendengar detak jantungnya.
Zayn Austin mendekatkan wajahnya dan menatap wajah cantik Clarissa dari dekat, jaraknya cukup dekat hingga membuat Clarissa menunduk malu.
Zayn Austin mengernyitkan keningnya dan tersenyum tipis, untung saja Clarissa tidak melihat karena wanita itu terus menunduk, membuat Zayn Austin leluasa memandangi wajah cantik itu.
"Sa," ujar Zayn Austin dengan suara basnya.
Hati Clarissa langsung meleleh mendengar Zayn Austin memanggilnya begitu lembut, perlahan Clarissa mengangkat pandangannya hingga tatapan keduanya bertemu.
Melihat kecantikan alami Clarissa dari dekat, Zayn Austin pun merasa sedikit gugup, namun ia mampu menutupinya.
"Jangan merespon pria manapun, termasuk Frans," ujar Zayn Austin memperingati Clarissa, dengan nada lembut. Tapi tegas.
Clarissa seperti telah di hipnotis, ia mengangguk begitu saja, menerima perintah dari Zayn, tanpa bertanya alasannya.
Zayn Austin berdiri dan mengulurkan tangannya, Clarissa bingung namun ia tetap menerima uluran tangan Zayn Austin.
Zayn Austin pun melangkah, Clarissa mengekor begitu saja, ia seperti seorang yang terhipnotis menerima apa yang Zayn Austin lakukan tanpa bertanya sedikitpun.
Clarissa masuk ke sebuah transportasi umum, yang sudah biasa ia naiki, Clarissa kembali menoleh ke belakang pada Zayn Austin yang berdiri di sana menatap padanya. Clarissa melambaikan tangan pada Zayn Austin, pria tampan itu pun melambaikan tangannya.
Haii para readers, tolong di like ya, kasian authornya.
Di Like gak menghasilkan uang guys cuma penyemangat untuk para authornya ☺