Riana... ia sempat berpikir Apakah ada dirinya di dunia lain tapi ia tidak tahu? Pertanyaan itu terus melanda di pikiran Riana. namun...
Brakk! ia tertabrak oleh mobil laju karena Ada seseorang yang mendorongnya.. dan...
Apa yang terjadi dengan riana? selamat? mati? atau semacamnya? Ayo lihatt!
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis tapi ending sesuai mood, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyelidikan 3
"Kenapa?" Tanya Verios ke carissa (ibu lisa)
"tidak, sayang~ ayo tidur saja" Ucap carissa dengan tersenyum
"Pasti kau mengkhayal lagi" Ucap verios sambil tersenyum
Carissa duduk di dekat verios, lalu tersenyum "Mungkin"
Disisi lain
"Taman ini... Apa benar disini?" Tanya zane dengan Kebingungan
Riana mengangguk "Sepertinya, karena Jalannya mengarah kesini" Jawabnya
Zane hanya diam, Melihat sekeliling dengan tangan yang ada Di dalam kedua saku
Riana pun terus melihat Peta dan berjalan sesuai Jalan di peta dan zane mengikuti Riana dari belakang
Mereka pun sampai, dan berdiri di sebuah Pohon sakura besar
Riana pun menutup peta itu lalu menaruh di Saku jubah nya "Ini ya..." gumamnya
"Jadi? Dimana?" Tanya Zane sambil memperhatikan dengan teliti
Riana mengangguk sambil menatap Pohon sakura yang besar bermekaran, Angin Menerjang Dedaunan yang jatuh dari pohon, Rambut riana Mulai di terjang angin ke kiri
Riana pun tiba tiba Mengingat sesuatu
"Nak... Semoga Kau bisa Hidup bahagia.. Ibu sayang Kamu.."
"Bwaa"
Suara gebrekan pintu pun membuat Seorang ibu yang memegang bayi terkejut, memeluk bayi itu debgan erat.
"Lepaskan Anak itu!"
"T-tidak ... tidak akan!"
"Berani, huh?!" Ctass!!
seorang Ibu yang memegang bayi itu mulai mundur tapi masih menggenggam bayinya "Tidak.. Aku tidak akan menyerahkan Bayiku!!"
"B-berikan aku Waktu.. Kumohon.. Aku ingin melihat Anakku Di umur 4.." Ucap ibu itu dengan mata berkaca kaca
Seorang pria yang memegang cambukan itu pun akhirnya menghela nafas "Baiklah! Aku akan Membiarkan mu Di sini sampai 4 tahun!"
Pria itu dan para penjaga Itu akhirnya mulai pergi
Ibu itu menghela nafas Lalu tiba tiba Bayi itu merengek
Ibu itu mengayunkan tangannya "Sh, sh, sh, tenang lah. Ibu ada disini.."
....
....
Angin sepoi-sepoi Menerjang daun daun sakura bertebaran di Angin
Ctakk
"bu, ibu ada buat apa di kepalaku?" Tanya seorang anak yang berumur 4 tahun balita
Ibu itu tersenyum "Sebuah bunga yang berbentuk aksesoris untukmu"
"Ohh, Baiklah! Aku tidak sabar melihat Karya Ibu!" semangat Anak balita itu
Beberapa menit kemudian, Aksesoris bunga Sakura Itu akhirnya selesai
"Sudah, sayang~"
Anak balita itu melihat ke atas, melihat aksesoris Bunga sakura di atas Kepalanya "Wahh! Aku menyukainya, Buu"
Ibu itu tertawa kecil "Bagus jika kau menyukai nya~"
Tiba tiba ada seorang Duke Yang datang "Hey, sudah Waktunya"
Ibu itu terdiam, sedikit Takut tapi dia harus Bertanggung jawab atas janjinya
Ibunya pun berlutut di depan Anak balita itu dengan tersenyum lembut dan terakhir kalinya
"Nak... Bisa kan kalau ibu meninggalkan kak Riana?" Tanya Ibu itu sambil tersenyum
Anak balita itu Hanya terdiam, masih berpikir lalu akhirnya mengangguk "Bisa.. Tapi.. Ibu mau kemana?"
"Ibu ada urusan beberapa hari bersama ayahmu" Ucap ibunya dengan lembut "bisa Kan? Ibu sudah mengajari mu untuk Mandiri tanpa ibu.."
Anak balita itu hanya Mengangguk "ehm.. Ya.. Jadi, Ibu akan meninggalkan ku Sementara?"
Ibu itu mengangguk "ya.. Jaga diri baik-baik ya sayang" Ucap ibu itu sambil membelai wajah anaknya
Anak balita itu akhirnya Mengangguk Tapi ia enggan di tinggali Ibunya walaupun sudah di ajari mandiri, tapi mau bagaimana lagi? Anak itu pun menjawab "Baik, bu"
mata ibunya pun berkaca kaca lalu akhirnya berdiri, memeluk Anaknya lalu berjalan menjauh
Anak itu memperhatikan kepergian Ibunya, Mengepalkan tangannya dengan erat. Lalu akhirnya berteriak "Ibu!"
Ibu nya pun menoleh ke belakang, Terdiam
air mata Anak itu turun, Perlahan "Ibu.. Ibu jangan melupakan ku dan kembali lah cepat!"
Ibunya pun terdiam lalu tersenyum lembut mengangguk "pasti..." Gumam Ibunya lalu pergi
.
.
.
"Ibu... Kenapa ibu tidak kembali?"
.
"Kumohon ibu.. Kembali lah.."
Bayang-bayangan sebuah tempat rahasia di dekat Akar sakura
.
.......
.....
"Riana?! Bangun lah!!"
Riana langsung terbangun, Berdiri dengan cepat "Kita dimana??"
Zane pun menghela nafas lega "Masih di tempat sama, Apa pohon sakura ini Angker sampai Kau bengong tiba tiba pingsan?"
Riana Menggelengkan kepalanya "Tidak.. Mungkin aku kelelahan..."
Zane menghela nafas "Lalu kenapa Kau memaksa penyelidikan Kecilmu?"
"Aku ingin membebaskan Ibuku" Ucapnya dengan berharap
"Baiklah, Baiklah. Kau cukup keras kepala"
Riana pun tertawa kecil, lalu berjalan mendekati Pohon Sakura itu. Mencari cari Jalan kesana
"Ngapain?"
"Mencari Pintu masuk" Balasnya "ayo bantuin"
"hm"
Mereka berdua pun mencarinya di dekat akar akar pohon sakura yang besar itu.
Beberapa saat kemudian, Riana Tiba tiba menekan sesuatu "Huh?"
sebuah Pintu yang tiba tiba terbuka tepat di bawah Riana "apa yang-" Riana pun terjatuh ke dalam Pintu itu
Zane pun kebingungan "Kau menemukan sesuatu?" Zane pun menoleh ke riana tapi riana tidak ada
"Riana?"
Zane pun melihat sebuah pintu yang terbuka "Riana?"
Zane pun terkejut melihat Riana yang Terbaring di bawah sana "R-riana?!"
Riana Mencoba membuka mata, ia pun berbaring sambil memegang lehernya "Duh..."
"Riana!!" tiba tiba Pintu itu mau tertutup tapi Zane menahannya "Riana, bertahan lah!"
Riana pun terkejut melihat suara zane, ia melihat ke atas dan melihat Zane menahan pintunya. Ia melihat sekeliling Ruangan Aneh itu lalu menoleh ke zane "Lepaskan lah Pintunya! Jaga saja di atas!!"
"tapi!!" Teriak zane sambil menahan pintunya yang memaksa untuk menutup
"Tenang saja!! Aku baik baik saja!" Teriak riana "Makasih ya!! Tutup sajaa!" ucapnya dengan tersenyum
Zane terdiam melihat senyuman itu lalu akhirnya menghela nafas, Matanya Tampak ingin menyusul tapi Sekarang tidak bisa. Akhirnya Ia melepaskan pintu itu yang membuat Ruangan bawah itu jadi gelap
Riana pun menghela nafas lalu mengambil sebuah Batu bara dan Kayu yang ia bawa diam diam
Riana Menggesekkan Batu baranya ke kayunya lalu akhirnya Mengeluarkan api, Membuat ruangan itu bercahaya.
Riana melihat sekeliling Ruangan yang gelap itu, namun ia melihat Sebuah pemrograman Lampu kuno memakai Sebuah Saluran Api.
ia pun Mengalirkan Api ke obor obor Yang saling menyambung, dan obor obor yang Ada di lorong itu menyala yang membuat riana tertegun
"Ini dia... Baiklah, mari kita Mulai penyelidikan nya~"