NovelToon NovelToon
The Crimson Legacy

The Crimson Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyeberangan Dunia Lain / Sistem
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: BlueFlame

‎Thomas Watson—Presiden Amerika Serikat termuda yang pernah menjabat, dengan approval rating 91% dan dijuluki "The People's President" ia meninggal dalam serangan jantung mendadak di usia 52 tahun. Namun kematiannya bukanlah akhir.

‎Ia terbangun dalam tubuh Arthurian Vancroft, satu-satunya Archduke di Kekaisaran Valcrest—seorang legenda hidup yang dijuluki "The Crimson Aegis" karena kehebatannya yang mampu memusnahkan pasukan iblis sendirian. Tapi ada masalah besar: tubuh ini sekarat.

‎Dua bulan lalu, Arthur bertarung melawan Demon god Zarathos dan menang—tetapi dengan harga mengerikan. Dia kehilangan 92% kekuatannya.

‎Lebih buruk lagi? Apapun yang terjadi tidak ada yang boleh tahu.

‎Jika musuh-musuh politiknya—para Duke serakah, bangsawan korup, dan faksi-faksi yang iri dengan kekuasaannya yang hampir setara Kaisar—mengetahui kelemahannya, mereka pasti tidak akan tinggal diam.

bagaimana kisah selanjutnya? Ayo kita lihat bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlueFlame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13. sedikit perubahan

Dengan gerakan tenang, Arthur mengangkat piringnya sendiri—lalu berjalan mengelilingi meja.

Langkahnya pelan,.

Ia berhenti tepat di samping Valerine.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Valerine waspada.

Arthur tidak langsung menjawab. Ia mengambil piring Valerine—yang steiknya telah dipotong menjadi kubus-kubus kecil sempurna—lalu menukarnya dengan piringnya sendiri.

Kini steak yang sudah terpotong rapi berada di hadapannya, sementara potongan normal miliknya berada di depan Valerine.

Arthur kembali ke kursinya dan duduk dengan tenang. Ia menatap Valerine dengan senyum tipis yang sangat lembut.

“Terima kasih atas perhatiannya,” katanya tulus.

Namun bagi Valerine—yang selama tiga tahun mengenal Arthur sebagai pria arogan dan dingin—kalimat itu terdengar seperti ejekan yang halus.

Wajahnya memerah. Bukan karena malu.

Tapi karena marah.

“Aku—AKU TIDAK—ini bukan—!” Ia berdiri mendadak, napasnya cepat. “Dengar, Arthurian Vancroft, jangan salah paham! Aku tidak memotong steak itu untukmu! Aku memotong untuk diriku sendiri karena aku suka potongan kecil! Sejak kecil aku selalu makan seperti itu!”

Arthur hanya tersenyum kecil. Ia mengambil garpu dan mulai memakan steak yang sudah terpotong kecil.

“Mmm, enak,” komentarnya santai. “Potongannya sempurna. Ukurannya pas. Mudah ditelan.”

Ia menatap Valerine.

“Kau ahli memotong steak. Bakat tersembunyi.”

“BERHENTI!” Valerine menudingnya dengan garpu—gerakan yang sama sekali tidak anggun, tetapi ia terlalu kesal untuk peduli. “Berhenti mengasumsikan aku peduli padamu!”

“Aku tidak mengasumsikan apa-apa,” jawab Arthur dengan nada polos. “Aku hanya menghargai usaha yang jelas kau lakukan untuk—”

“Tidak ada usaha!”

“—untuk memastikan aku bisa makan dengan nyaman meski kondisiku sedang lemah.”

“Aku tidak—”

Valerine terdiam mendadak, menyadari dirinya terjebak. Jika ia terus menyangkal, ia tampak terlalu defensif. Jika ia mengakui, berarti ia peduli—dan itu jelas sesuatu yang tidak ingin ia akui.

Skakmat.

Ia duduk kembali dengan gerakan kaku. Mengambil pisau dan garpu, lalu mulai memotong steak di piringnya—padahal potongannya sudah rapi. Kali ini ia memotong dengan gerakan lebih keras dari perlu.

Ctak. Ctak. Ctak.

Pisau menghantam piring dengan bunyi tajam.

Arthur makan dalam diam, menyembunyikan senyum di balik serbet.

Aku sudah gila… kenapa dia imut sekali.

Pikiran itu hampir membuatnya tertawa, tetapi ia menahannya.

Mereka kembali makan dalam diam. Namun kali ini, keheningan itu berbeda. Tidak lagi setegang sebelumnya. Ada sesuatu yang lebih ringan—meski tipis.

Beberapa menit kemudian, Valerine meletakkan pisau dan garpunya. Setengah steaknya sudah habis. Ia meneguk anggur merah dari gelas kristalnya, lalu menatap Arthur.

Tatapannya masih waspada, tetapi tidak sekeras tadi.

“Kau bilang ingin membicarakan sesuatu,”

 katanya dengan nada kembali formal.

Arthur mengangguk. Ia menelan potongan terakhir, lalu meletakkan garpunya dengan rapi.

“Ya,” jawabnya. “Ada perkembangan baru yang perlu kita tangani.”

Ia mengambil perkamen dari saku rompinya dan meletakkannya di atas meja.

Valerine mengambilnya, membuka lipatan, lalu membaca.

Ekspresinya berubah perlahan—dari netral menjadi serius… lalu mengeras.

“Panggilan Kekaisaran,” bacanya dengan suara rendah. “Sidang Dewan Kerajaan. Evaluasi kondisi kesehatan Arcduke. Pertimbangan perubahan struktur teritorial.”

Ia menatap Arthur tajam.

“Mereka akan mencoba merebut wilayah kita.”

“Ya.”

“Siapa?”

Arthur menyeka sudut mulutnya dengan serbet, lalu menjawab dengan nada tenang—namun ada ketajaman tersembunyi di dalamnya.

“Duke Torrhen mengincar Benteng Perbatasan Crimson,” ujar Arthur tenang. “Marquis Blackwell menginginkan Pelabuhan Crimsonvale. Dan Count Ashford…”

Ia berhenti sejenak.

“…aku belum tahu apa yang ia inginkan. Tapi justru itu yang membuatnya paling berbahaya.”

Valerine meletakkan perkamen itu di meja. Ujung jarinya mengetuk permukaan kayu dengan ritme pelan, teratur—tanda ia sedang berpikir keras.

“Ashford,” ulangnya. “Menteri Dalam Negeri. Operator politik. Ia tidak pernah menyerang secara langsung.”

“Benar,” Arthur mengangguk, terkesan oleh ketajaman analisisnya. “Ia bergerak dari balik bayangan. Mengatur orang lain untuk melakukan langkah kotornya.”

Valerine terdiam cukup lama. Mata peraknya menatap lilin-lilin sihir yang melayang, cahaya keemasan memantul lembut di irisnya.

“Dan kau akan menghadapi jenderal peringkat empat itu,” katanya pelan. “Apa kau yakin bisa bertahan dengan kondisimu saat ini? Kau bahkan hampir tidak bisa mengayunkan pedang.”

“Tidak apa-apa. Aku tidak selemah itu.”

“Aku punya mata sendiri,” balas Valerine dingin. “Jadi tidak perlu berpura-pura kuat di depanku.”

Tatapannya langsung menembusnya.

“Aku menyadarinya.”

Arthur terdiam.

“Dan jika aku saja bisa melihatnya,” lanjut Valerine, “anggota Dewan juga akan melihatnya. Terutama Ashford. Ia memiliki jaringan intelijen yang luas. Ia mungkin sudah mencurigaimu.”

“Aku tahu.” Arthur menghela napas perlahan. “Aku akan… mencari jalan keluarnya.”

Untuk pertama kalinya malam itu, suaranya terdengar tidak sepenuhnya yakin.

Valerine memperhatikannya dalam diam. Ekspresinya sulit dibaca—tidak lagi tajam, tetapi juga tidak sepenuhnya lembut.

Beberapa detik berlalu.

“Jika kau membutuhkan aku untuk membantumu,” katanya akhirnya, nada suaranya lebih rendah dari sebelumnya, “katakan saja.”

Keheningan kembali turun di antara mereka.

Valerine segera mengalihkan pandangan—cepat, seolah tidak nyaman dengan suasana yang mulai melunak.

“Jangan berpikir aku melakukan ini demi kebaikanmu,” katanya tegas. “Aku melakukan ini karena jika kau runtuh di hadapan Dewan, wilayah kita—wilayah kita—akan diserang. Dan aku tidak akan membiarkan tiga tahun kerjaku menjaga tanah ini hancur hanya karena kau terlalu keras kepala untuk mengakui bahwa kau butuh bantuan.”

Arthur tersenyum. Bukan senyum menggoda. Bukan pula sindiran.

Senyum yang hangat dan penuh penghargaan.

“Tentu saja,” ujarnya lembut. “Murni pertimbangan rasional. Aku mengerti.”

“Bagus. Selama kau mengerti.”

Mereka saling menatap.

Untuk sesaat—hanya sesaat—ada sesuatu yang berubah di antara mereka.

Bukan ketegangan romantis.

Bukan pula emosi yang meledak-ledak.

Melainkan pemahaman.

Dua orang yang terjebak dalam pernikahan politik, dalam pusaran intrik kekaisaran, perlahan menyadari bahwa mungkin—hanya mungkin—mereka lebih kuat jika berdiri berdampingan.

Tiba-tiba, sebuah jendela sistem muncul di sudut penglihatan Arthur—transparan, tak terlihat oleh Valerine.

╔══════════════════════════════════╗

║ 【OBSERVASI】 ║

╚══════════════════════════════════╝

【ANALISIS SISTEM】

Valerine menunjukkan kepedulian melalui tindakan, bukan kata-kata.

Pembaruan Relasi:

Valerine: +7% -> 0% (Netral)

Perkembangan: dari “Bermusuhan” menjadi “Netral Waspada”

╔══════════════════════════════════╗

Arthur menutup jendela itu dengan pikiran, menyembunyikan senyum kecil yang hampir muncul.

“Terima kasih, Valerine,” katanya pelan—kali ini tanpa nada bercanda.

Hanya rasa terima kasih yang tulus.

Valerine menatapnya. Ada kilatan di matanya—mungkin terkejut, mungkin bingung, mungkin sesuatu yang belum ingin ia beri nama.

Ia mengalihkan pandangan lagi.

“Hm,” gumamnya singkat, lalu mengangkat gelas anggurnya.

Namun sudut bibirnya—sangat tipis, nyaris tak terlihat—terangkat sedikit.

Mereka melanjutkan makan malam.

Masih ada keheningan, tetapi tidak lagi canggung. Bukan lagi seperti dua diplomat yang siap menghunus pedang.

Kini, lebih seperti dua sekutu yang masih berhati-hati.

Percakapan berlanjut tentang rencana menghadapi Dewan, strategi untuk meredam langkah Duke Torrhen dan Marquis Blackwell, serta logistik perjalanan menuju Aurelius. Topik-topik aman. Wilayah netral.

Di sela pembicaraan itu, ada gestur kecil yang tidak dibahas:

Valerine menuangkan anggur ke gelas Arthur saat hampir kosong—tanpa diminta, tanpa komentar.

Arthur mengambil roti terakhir di meja, membelahnya, dan menawarkan setengahnya. Valerine menerima setelah jeda singkat.

Tidak ada momen dramatis.

Hanya dua orang yang duduk di meja bundar, di bawah cahaya lilin melayang, perlahan belajar bahwa musuh tidak harus selamanya menjadi musuh.

Bahwa kemitraan bisa tumbuh dari fondasi pernikahan politik yang retak.

Bahwa bahkan retakan kecil pada dinding es adalah awal dari pencairan.

Dan di dunia yang berusaha menghancurkan mereka dari segala arah—

itu sudah lebih dari cukup.

1
Xiao Ling Yi
Imutnya~
Xiao Ling Yi
Kurangg/Frown/
Xiao Ling Yi
Semangat updatenya Thor~/Smile/
Fel N: Makasih banyak, kak.🥰🥰🥰
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Kawaii😍
Fel N: 🤭🤭🤭😅😅
total 1 replies
Khns_
setting yang detail, penjelasan yang rinci di setiap kejadian, bahasa yang enak dibaca, dan penggambaran karakternya yang joss bgt sih yg bikin betah baca 1 bab lagi, lagi, dan lagi.
Fel N: Makasih banyak, kak.😭😭😭🥰🥰🥰
total 1 replies
Khns_
kakak author update tiap kapan ya?
Fel N: Tiap hari, kak.🥰🥰🥰
total 1 replies
blueberry
lucu bgt pasangan ini🤭
Fel N: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Satu banget nih Thor?/Grievance/
blueberry
semangat thor up nya
Fel N: makasih kak 🥰🥰☺️☺️☺️
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Suka banget sama ceritanya, semangat!!/Smile/
Fel N: makasih kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Lanjut Kak Othor~!💪💪
Fel N: siap🥰🥰🥰☺️
total 1 replies
Jack Strom
Mantap... 😁
anak panda
🔥🔥🔥
Jack Strom
Keren... 😁
anak panda
gasss up 2-3 bab🔥🔥🔥
🤭🤭
Fel N: Semoga bisa yah kak🥰
total 1 replies
anak panda
lanjutt
Jack Strom
Wow... Keren... 😁😁😛😛😛
Jack Strom
Bikin Penasaran... 😁😛😛😛
Fel N: makacih 🥰
total 1 replies
Jack Strom
Mantap!!! 😁😛😛😛
Jack Strom
Eh... Tubuh Arturian itu biologis apa cyborg kah... 🤔🤔🤔...😛😛😛😛
Fel N: biologis kak😭. Nanti bakal ada penjelasan tentang world building nya. jadi bersabarlah kak Jack .🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!