NovelToon NovelToon
Noda Kopi Di Jaket Abu-abu

Noda Kopi Di Jaket Abu-abu

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Romansa
Popularitas:882
Nilai: 5
Nama Author: BOCCI

Selena Victoria, siswi SMA 16 tahun yang egois dan kadang menjengkelkan, tapi memiliki hati yang lembut. Hidupnya berubah drastis setelah insiden kopi tumpah ke jaket cowok paling ditakuti di sekolah. Dengan bantuan bestie-nya Rora, juara olimpiade sains dan matematika yang nyentrik, Selena harus menghadapi konsekuensi aksinya dan belajar tentang empati. 😐

baca yuk Novel aku "Noda Kopi di Jaket Abu"!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BOCCI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

beda agama gk ngaruh

Setelah drama "Santan Gratis" yang melukai harga diri Zeus, mereka akhirnya sampai di markas. Selena masuk dengan gaya bos besar, menjinjing plastik belanjaannya yang sekarang sudah jadi simbol kemenangannya atas sang Pangeran Mafia.

"Misi... pahlawan santan datang!" seru Selena sambil menaruh belanjaannya di meja biliar.

Karena  hari terakhir (yang ternyata diperpanjang secara sepihak oleh Zeus), Selena memutuskan untuk jadi lebih bar-bar dari biasanya. Dia mulai menjaili satu per satu inti Thunder yang lagi asyik dengan dunia mereka sendiri.

Damon:

Lagi asyik angkat beban, Selena tiba-tiba menempelkan bungkus santan dingin ke leher belakangnya. "SANTAN POWER!" teriak Selena. Damon kaget sampai hampir menjatuhkan dumble-nya.

Nathan:

Lagi fokus baca buku tebal, Selena menyelipkan brosur diskon supermarket di sela-sela halamannya.

Axel:

Pas lagi asyik selfie, Selena muncul di belakangnya sambil pasang muka jelek (pose jeleknya malah bikin Axel makin ngakak).

Leon:

Selena mencoba mencuri kunci pas miliknya, tapi Leon dengan sigap menangkap pergelangan tangan Selena tanpa menoleh.

Saat itulah, suasana mendadak hening di kepala Selena.

Ketika Leon memegang tangannya, lengan jaket Leon sedikit tersingkap. Selena melihat sebuah tato hitam di pergelangan tangan bagian dalam. Sebuah gambar petir (thunder) yang dikelilingi oleh rantai berduri.

Selena tertegun. Dia melepaskan tangannya pelan-pelan dan mulai memperhatikan yang lain dengan teliti.

Dia melihat lengan Damon yang sedang berkeringat; tato itu ada di bahu kanannya yang kekar. Axel punya tato yang sama di belakang telinganya, kecil tapi tegas. Nathan memilikinya di pergelangan tangan kiri, tertutup sedikit oleh jam tangan pintarnya. Dan Zeus... Selena melihat tato itu ada di leher bagian samping, setengah tertutup kerah kemejanya.Semuanya identik. Ukurannya mungkin berbeda, tapi desainnya sama persis: The Thunder Chain.

"Kalian..." suara Selena mendadak mengecil. Dia tidak lagi bercanda. "Kalian semua punya tato yang sama?"

Zeus, yang sedari tadi memperhatikan tingkah Selena, berjalan mendekat. Dia menyadari kalau "babu"-nya ini sudah menyadari sesuatu yang sakral bagi mereka.

"Udah jelasin kan, kita bukan cuma sekadar geng motor," ucap Zeus rendah. Dia menarik kerah bajunya sedikit, memperlihatkan tato itu dengan jelas di bawah lampu markas yang temaram.

"Tato ini bukan buat gaya-gayaan. Ini tanda kalau nyawa kita berlima itu satu. Kalau satu rantai putus, semuanya hancur. Ini adalah sumpah setia keluarga Alexander dan para pelindungnya," jelas Zeus serius.

Selena menelan ludah. Rasa jailnya tadi mendadak hilang, digantikan oleh rasa kagum sekaligus ngeri. Tato itu adalah bukti nyata kalau mereka benar-benar terlibat dalam sesuatu yang jauh lebih besar dan gelap daripada sekadar tawuran antar sekolah.

"Rantainya..." Selena menyentuh lengan Leon pelan, melihat tato itu lagi. "Kenapa gambarnya rantai berduri?"

"Karena dunia kami nggak punya pintu keluar, Selena," sahut Leon dengan suaranya yang dalam. "Begitu lo masuk ke lingkaran ini, lo bakal terikat selamanya. Sama kayak lo sekarang."

Selena terdiam. Dia menatap kelima cowok di depannya. Pangeran mafia, algojo, si jenius, sang eksekutor, dan si pemberontak. Mereka semua terikat oleh tinta hitam yang sama.

"Berarti..." Selena mencoba mencairkan suasana yang mendadak berat. "Gue juga harus pake tato gitu? janganlah gw islam gk boleh pake tato, ntar nyokap gue mikir gue anggota yakuza!"

Axel tertawa pecah, memecah ketegangan. "Hahaha! Gaklah, Sel! Tapi kalau mau, gue bisa gambarin pake spidol permanen gambar robot di jidat lo!"

"Malah bercanda"

Selena terdiam sejenak, jarinya masih menggantung di dekat lengan Leon. Ada satu detail lagi yang baru dia sadari saat melihat tato itu dari dekat. Di tengah-tengah petir dan rantai itu, ada aksen salib kecil yang menyatu dengan desainnya.

Pangeran-pangeran mafia ini ternyata punya sisi religius yang tidak pernah mereka tunjukkan di sekolah.

"Kalian semua... Kristen ya?" tanya Selena pelan.

Damon yang baru saja selesai angkat beban mengambil handuk kecil. "Iya. Kenapa? Kaget liat orang kayak kita masih punya Tuhan?"

Selena menggeleng cepat. "Bukan gitu. Cuma... gue baru sadar aja"

Axel terkekeh sambil menyandarkan punggungnya ke meja biliar. "Yoi, Sel. Biarpun di jalanan kita kelihatan kayak preman, kita tetep harus rapi pake kemeja, duduk manis di gereja bareng keluarga besar Alexandra. Itu tradisi turun-temurun. Kakeknya Zeus itu pendiri yayasan besar, jadi kita nggak boleh absen."

Selena mengangguk-angguk paham. Perbedaan ini terasa begitu nyata di kepalanya. Dia teringat Mamahnya yang selalu mengingatkannya sholat tepat waktu dan pengajian di kompleks rumahnya.

"Berarti kalau gue diajak makan bareng, gue harus ingetin kalian doa dulu ya?" goda Selena berusaha mencairkan suasana.

Zeus menatap Selena dengan tatapan yang sulit diartikan. Dia menyadari ada tembok tak kasat mata yang disebut perbedaan keyakinan, tapi baginya, itu bukan penghalang untuk menjaga gadis bar-bar ini.

"Nggak perlu diingetin, kita tahu kewajiban kita," sahut Zeus datar. "Perbedaan itu urusan masing-masing sama Tuhan. Tapi urusan keselamatan lo di dunia ini, itu urusan gue."

Selena tersenyum tipis. "Gaya banget sih lo, Bos Kulkas. Tapi makasih ya. Ternyata kalian biarpun bertato dan sangar, tetep ingat jalan pulang ke 'atas'."

Tiba-tiba, Nathan berdiri dari kursinya dan mengambil sebuah kotak kecil dari dalam laci meja kerjanya. Dia berjalan mendekati Selena.

"Karena lo udah tahu rahasia tato kita, dan karena lo udah 'bertahan' jadi babu kita selama seminggu ini tanpa nangis-nangis..." Nathan melirik teman-temannya yang lain, seolah meminta persetujuan.

Zeus mengangguk sekali.

Nathan memberikan sebuah gelang kulit hitam dengan plat perak kecil di tengahnya. Di plat itu terukir lambang yang sama dengan tato mereka: The Thunder Chain. Tapi bedanya, di balik plat itu tertulis inisial "S".

"Ini apa?" tanya Selena, matanya berbinar.

"Itu tanda perlindungan," Leon yang menjawab, suaranya pelan tapi dalam. "Siapa pun di sekolah ini atau di luar sana yang liat gelang itu, mereka bakal tahu kalau lo ada di bawah perlindungan inti Thunder. Nggak ada yang berani nyentuh lo, termasuk geng 'Donat Gula' itu."

Selena memakai gelang itu di pergelangan tangannya. "Wah... keren juga! Berasa jadi anggota agen rahasia. Tapi ini nggak haram kan? Cuma kulit asli kan?"

"Kulit sintetis kelas satu, tenang aja," jawab Nathan sambil tersenyum tipis.

"Satu hal lagi," Zeus menimpali sambil berdiri tepat di depan Selena, membuat gadis itu harus mendongak. "Gelang itu bukan cuma hiasan. Itu artinya, kapan pun lo butuh bantuan, lo cukup tunjukin itu ke siapa pun yang pake jaket Thunder. Mereka bakal lapor ke gue."

Selena terharu, tapi sifat bar-bar-nya nggak bisa hilang. "Oke! Berarti kalau gue pengen seblak tapi antrenya panjang, gue bisa suruh anak buah lo buat antrein pake gelang ini?"

Axel langsung nepok jidat. "Bukan buat beli seblak, Selenaaa! Itu buat perlindungan nyawa!"

"Ya kan seblak itu sumber nyawa gue!" balas Selena nggak mau kalah.

Bersambung...

1
bochi to the light
minta dukungan nya ya biar aku lebih banyak up nya😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!