Alana adalah jaksa muda yang cerdas, karirnya menanjak drastis, berkacamata tebal, kaku, dan berpenampilan tidak menarik untuk menyembunyikan kecantikannya karena ia memiliki trauma di masa lalu terkait dengan kecantikan. Suatu ketika Alana menerima banyak sekali ancaman dan setelah itu, teman kantornya mengajaknya ke perusahaan besar yang menyediakan jasa bodyguard. Alana terpaksa mendatangi perusahaan besar itu meskipun ia tahu pemiliknya adalah pria yang selalu ia hindari, Archie Cwvendish. Archie adalah kakak tirinya Arthur dan Arthur adalah mantan pacarnya Alana. Archie juga dulunya tutornya Alana dan Archie diam-diam jatuh cinta pada Alana tapi Archie memilih mundur saat Arthur mengatakan bahwa Arthur mencintai Aluna. Apa yang akan terjadi saat Alana nekat menemui Archie dan meminta Archie menjadi bodyguard-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apakah Salah?
Ketika pihak kepolisian masuk untuk menanyai Simon dan petugas kepolisian yang lain mengecek CCTV lewat ponselnya Alana, Archie melangkah mendekati Alana, "Rumah kamu sepertinya butuh dibenahi"
"Ya, kau benar" Sahut Alana dengan wajah lelah bercampur kesal.
"Semua pintu dan jendela aku lihat rusak parah. Aku sudah berkeliling sebentar tadi pas kamu ditanyain oleh polisi tadi. Pintu kamar kamu juga jendelanya juga rusak parah. Baju kamu dikeluarkan semua dari dalam lemari dan sepertinya kena injak"
"Hah?! Lalu, aku pakai baju apa?" Alana berkacak pinggang lalu mendengus kesal. "Dasar brengsek pria itu. Kau berhasil menangkapnya atau tidak?"
Archie melirik ke ponselnya dan pesan text dari Raymond, "Sudah saya ambil, Bos," membuat Archie terpaksa membohongi Alana, "Dia berhasil kabur, Na"
Aku akan mencari tahu dalang di balik semua ancaman dan teror yang menyerang kamu dengan cara menginterogasi orang yang aku tangkap tadi lalu aku sendiri yang akan menghukum mereka semua karena mereka sudah lancang membuat gadis yang sangat aku cintai kelelahan dan ketakutan. Batin Archie.
"Na, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu setelah ini........"
"Setelah ini aku mau cari hotel" Potong Alana.
"Hah?" Mulut Archie sontak menganga lebar.
"Rumahku nggak bisa ditempati sementara ini. Makanya aku mau cari hotel dan bisakah kamu telpon asisten kamu untuk mencarikan tukang renovasi rumah yang terpercaya?"
Archie semakin membuka lebar mulutnya.
"Bisa kan?"
Archie mengatupkan mulutnya lalu buru-buru berkata, "Bisa tapi dengarkan aku dulu!"
Alana mendengus kesal. "Apalagi? Aku harus buruan cari hotel sama ke butik buat beli baju"
"Jangan tinggal di hotel, Na! Bahaya. Kamu diteror dan rumah kamu diserang. Kalau kamu di rumah, bayangkan apa yang bakal terjadi sama kamu?"
"Aku bisa saja mengalami hal yang lebih buruk daripada yang dialami oleh Simon" Jawab Alana dengan wajah yang mulai tampak ketakutan. Gadis itu bahkan mengusap lengannya karena ia merinding.
"Nah, hal yang sama bisa terjadi kalau kamu tinggal di hotel bahkan bisa lebih buruk karena hotel itu area komunal, area publik, bisa diakses banyak orang dari berbagai kalangan dan tidak bisa kamu waspadai satu per satu. Mereka bisa saja menyamar jadi bell boy, pengantar makanan dan lain-lain, Na" Archie berucap dengan wajah serius.
Alana tercengang lalu ia menghela napas panjang kemudian berkata, "Yeeaahh, kamu membuatku merinding karena semua ucapan kamu benar. Lalu, aku tinggal di mana sementara rumahku direnovasi?"
"Mau tidak mau kamu harus tinggal di rumahku"
"Hah?! Enak aja. Aku nggak mau" Sembur Alana.
"Kamu harus mau, Na" Archie mulai menyipitkan matanya.
Alana berkacak pinggang setelah membetulkan letak kacamatanya, "Kenapa aku harus mau? Aku bisa tinggal di rumahnya Delia dan......."
"Aku tidak bisa melindungi kamu kalau kamu tinggal di rumahku, Al" Suara Delia menginterupsi ucapannya Alana.
Alana menoleh kaget ke Delia dan Archie mengangguk ke Delia saat Delia menatapnya.
Delia kemudian mengarahkan pandangannya ke Alana dan berkata, "Aku cewek, Al dan aku tidak bisa ......."
Archie langsung memotong ucapannya Delia, "Kamu bisa membahayakan teman kamu kalau kamu tinggal di rumahnya karena orang yang menargetkan kamu dalam buruannya akan terus mengejar kamu ke manapun kamu pergi. Apa kamu mau rumah teman kamu diacak-acak dan kalian di........"
"Stop!" Alana memekik dengan wajah ketakutan.
"Bukannya aku menolak kamu numpang di rumahku, Al, tapi aku takut kamu kena bahaya dan aku tidak bisa melindungi kamu" Sahut Delia.
Alana langsung memeluk Delia, "Iya, Del, aku paham kok"
Aku juga pengen dipeluk seperti itu sama kamu, Na. Hiks! Batin Archie sambil meraup kasar wajah tampannya.
Delia kemudian mengajak Alana melangkah untuk melihat kondisinya Simon sambil berbisik, "Siapa pria tampan yang sedang melangkah di belakang kita, Al?"
Alana balas berbisik, "Dia bodyguard aku. Bukankah kamu yang....."
"Siapa namanya? Tampan sekali, Al" Delia masih berkata dengan cara berbisik.
Alana pun ikut berbisik, "Archie Cavendish"
"Hah?!" Delia sontak berteriak kencang lalu menoleh ke belakang dan membuat Archie menghentikan langkahnya sambil bertanya, "Ada apa? Alana kenapa?"
Alana menjawab tanpa menoleh ke belakang, "Alana baik-baik saja"
Delia meringis ke Archie dan setelah berkata, "Maaf," ke Archie, ia berbisik ke Alana, "Archie Cavendish itu seorang dokter dan dia pemilik perusahaan......"
Sementara Archie kembali melangkah dan pandangannya tidak pernah lepas dari punggungnya Alana.
Kasihan kamu, Na. Punggung sekurus itu harus menanggung kejutan dan beban yang sangat mengerikan. Batin Archie.
"Ya, aku tahu dan jangan teriak lagi!" Bisik Alana di telinga Delia.
Delia mendengus geli lalu berbisik, "Maaf soalnya aku kaget kenapa si pemilik perusahaan yang adalah dokter tiba-tiba jadi bodyguard kamu karena kabarnya si pemilik perusahaan tidak pernah mau jadi bodyguard siapapun"
"Benarkah?" Bisik Alana sambil melirik ke belakang.
"Iya" Bisik Delia.
"Yeeaahh, mungkin karena dia teman lamaku jadi dia mau jadi bodyguardku"
"Ah! Dia pasti punya banyak teman lama tapi dia tidak pernah mau jadi bodyguard siapapun selama ini, Al"
Alana hanya diam tapi dia kembali melirik ke belakang.
Saat langkah Alana dan Delia sampai di depan Simon, Archie mencekal pelan pundak Alana.
Alana menoleh, "Ada apa?"
"Bukankah kamu harus segera ke butik" Jawab Archie.
Alana mengangguk lalu ia berpamitan ke Delia dan Simon, "Maaf, ya, Mon, aku tidak bisa menemani kamu ke rumah sakit"
"Ah, tidak apa-apa" Jawab Simon dengan senyum.
"Ada aku, Al. Aku akan jaga Simon teman kita dengan baik" Sahut Delia.
"Terima kasih, Del" Alana mengusap bahu Delia. "Bye Simon" Alana lalu melambaikan tangannya ke Simon.
Simon tergagap dan membalas lambaian tangannya Alana dengan senyum yang terlihat bagi Archie adalah senyum yang terpaksa ditarik.
Ketika Archie dan Alana melangkah ke mobilnya Archie, pria tampan itu berkata, "Jangan terlalu dekat dengan Simon"
"Kenapa?" Alana menoleh kaget ke Archie.
"Dia ada di rumah kamu dan meskipun CCTV menemukan dia tampak tidak bersalah" Archie membentuk tanda kutip di udara dengan dua jarinya lalu kembali berkata, "Dia tetap aku curigai"
"Hei! Dia baik sama aku selama ini dan dari dulu dia baik sama aku" Sembur Alana.
"Dia menyukai kamu, Na"
"Hahahaha" Alana tertawa ngakak. "Siapa yang bakalan suka sama cewek dengan penampilan seperti ini"
Archie langsung menghadapkan tubuhnya ke Alana lalu mengait pinggang Alana dan memaksa Alana melangkah mundur sampai punggung gadis itu membentur pelan pintu mobil dan Alana tidak merasakan sakit karena tangan Archie melindungi punggung dan kepalanya Alana.
Alana mengerjap kaget lalu buru-buru menyemburkan, "Kau mau apa?! Kenapa mendorongku sampai seperti ini?"
Archie menatap lekat wajah Alana dari jarak yang sangat dekat dan Alana sontak menunduk karena ia tidak kuat ditatap intens dari jarak yang sangat dekat oleh pria yang dulu pernah ia taksir. Archie mencubit pelan dagu Alana dan menaikannya agar gadis itu menatapnya.
"Lepaskan aku!" Desis Alana dan mata Alana tampak sayu menggoda. Dengan dada yang berdebar-debar dan darah yang be desir hebat, Alana tidak mampu berteriak kencang dengan sorot mata tajam.
Archie mengusap lembut dagu Alana dengan ibu jarinya sambil berkata, "Kamu cantik, Na dan aku akan buktikan ke kamu kalau kamu itu cantik" Suara Archie terdengar serak.
"Buk-buktikan apa?" Alana bertanya dengan lutut kaki yang terasa lemas. Dia belum pernah mendengar Archie memujinya cantik.
"Membuktikan ke kamu bahwa kamu itu cantik" Tegas Archie dengan masih mengusap lembut dagu Alana dan suaranya pun masih terdengar serak.
Alana sontak mematung tapi matanya mengerjap beberapa kali dengan bibir sedikit terbuka.
Arrrghhhhh! Imutnya. Kalau aku menciumnya sekarang apakah salah? Batin Archie.