Daniel merupakan seorang agen rahasia yang sedang menjalani misinya untuk mencari para pengkhianat negara termasuk keturunan mereka. Dalam menjalankan misinya, tanpa sengaja ia menolong seorang gadis bercadar yang sedang dihadang oleh para penjahat saat gadis itu hendak pulang ke rumahnya. Tanpa Daniel ketahui jika gadis bercadar itu adalah targetnya yang selama ini ia cari. Apakah Daniel tega membunuh gadis itu demi misinya ataukah ia harus mengkhianati agen nya sendiri demi cintanya? ikuti cerita mereka penuh dengan misteri dan setiap adegannya sangat menegangkan...!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Berita Anyar
Alea dan Daniel memutuskan untuk pergi ke daerah pegunungan dengan menggunakan mobil van dengan si kembar. Mobil mewah yang dirancang indah di interior nya bak sebuah rumah kecil yang bisa bepergian ke manapun tanpa harus mencari penginapan.
Di dekat danau dengan warna air yang sangat indah dari perpaduan alam dengan pepohonan hijau menambah kesan damai yang mereka dambakan. Di sini van mereka terparkir.
"Semoga keberadaan kita disini tidak terdeteksi oleh para penjahat", ucap Alea sambil meracik beberapa makanan siap saji yang akan ia masak untuk sarapan pagi mereka.
"Tidak usah kuatir kak. Kami sudah menutup akses jangkauan pencarian mereka melalui satelit", ucap Arka sambil mengunyah biskuit.
"Walaupun kalian hebat untuk hal ini, tetap saja kita harus lebih hati-hati", ucap Daniel merasa bersalah pada istri dan adik iparnya.
"Insya Allah. Berlindunglah pada Allah...! niscaya sehebat apapun musuh tidak akan mengalahkan kekuasaannya", ucap Arka.
Daniel tersenyum mendengar ucapan ipar kembarnya itu. Walaupun begitu, ucapan si kembar membuat Daniel makin yakin akan keberadaan sang kuasa yang selalu menyematkan dirinya ditengah maut menghadang.
"Ok, makanannya sudah matang. Tolong bantu aku untuk hidangkan makanannya di meja...!" pinta Alea pada ketiga pria yang sedang seru ngobrol saat ini.
"Baik nyonya...!" canda Aska mengangkat satu baki sup roti. Sementara Daniel dan Arka mengangkat lauk lainnya. Alea menyiapkan buah sebagai pelengkap sarapan mereka pagi itu.
Makan bersama dimulai. Alea melayani suaminya terlebih dahulu. Setelah itu baru si kembar. Daniel merasa sangat bahagia karena semenjak menikah dengan Alea, banyak hal baru yang ia pelajari. Alea yang santun padanya dan apapun menjadi kebutuhannya Alea selalu menyiapkan untuknya termasuk kebutuhan biologis bahkan Alea yang lebih dulu menggodanya. Daniel tidak paham jika urusan ranjang yang mulai lebih dulu istri maka jaminan surga untuk istrinya karena menyenangi hati suaminya.
"Kak Daniel, setelah sarapan kita memancing ya", pinta Arka.
"Tentu saja. Itu jadwal pertama kita hari ini. Besok kita baru berburu...!" ajak Daniel.
"Aku di sini saja ya. Aku harus memeriksa laporan keuangan perusahaan", ucap Alea dan Daniel serta si kembar memaklumi pekerjaan Alea yang merupakan bos perusahaan milik mereka.
"Tidak masalah. Lagian kami mancingnya dekat dengan Van kita. Jadi kamu bisa melihat keasyikan kami saat memancing", ucap Daniel.
"Baiklah. Tapi jangan berenang ya. Kalau mau mandi di tepi saja", balas Alea.
"Baik ibu negara", goda Aska.
Usai menyantap sarapan, Alea segera membersihkan piring kotor sementara Daniel menyiapkan laptopnya Alea di samping van putih itu.
Si kembar sudah sibuk dengan alat pancing mereka. Daniel ikut bergabung dengan adik iparnya. Suasana kembali hangat saat mendengar gelak tawa si kembar yang telah menemukan figur kakak sekaligus ayah di Daniel.
Alea sengaja membuka berita internasional sebelum mulai melakukan aktivitasnya. Alea menikmati berita pagi itu lalu mulai membuka file . Ia mulai serius sehingga tidak memperhatikan lagi layar ponselnya yang menampilkan foto suaminya sebagai DPO. Sesekali matanya menatap ke arah tiga pemuda beda generasi itu. Senyum terukir indah di wajahnya yang tidak mengenakan cadar.
Ponsel Alea yang satunya mulai berdering. Namun Alea mengabaikan panggilan dari pak Tio. Ia ingin menyelesaikan pekerjaannya secepatnya agar bisa bergabung dengan keluarganya yang sudah mendapatkan tangkapan mereka berupa ikan yang cukup besar.
"Alea. Kamu di mana? bagaimana kalau karyawan tahu kalau Daniel merupakan seorang kriminal walaupun berita ini tidak masuk akal. Apakah ini sebuah konspirasi?" gumam pak Tio terlihat gelisah.
Malam tiba. Alea merapikan tempat tidurnya sambil menunggu Daniel memeriksa situasi di luar. Si kembar sibuk membuka aplikasi yang berhubungan dengan keamanan tempat mereka menginap saat ini terutama binatang buas.
"Bagaimana kalau ada serigala yang datang menganggu kita?" tanya Aska.
"Kita tinggal tembak mereka apa susahnya?" geram Arka yang tidak suka ditakut-takuti dengan binatang buas itu. Bagi Arka mendengar suara lolongan serigala sangat horor baginya. Tapi beruntunglah Van mereka dilengkapi kaca berlapis yang memiliki kedap suara.
"Kau ini selalu saja mengambil tindakan instan", Aska melihat berita. Matanya membulat penuh dengan tatapan tercengang.
"Arka, lihat ini....!" Aska menarik tangannya Arka.
"Ada apa? bisakah kamu tidak mengangguku?" geram Arka.
"Ada berita tentang kak Daniel", bisik Aska.
"Baguslah. Kakak kita itukan orang hebat", puji Arka penuh rasa kagum.
"Tapi kak Daniel dianggap sebagai pembunuh, Arka", ucap Aska membuat Arka berhenti men scroll permainan di ponselnya.
Ia menarik ponselnya Aska dan melihat berita tentang Daniel. Ia mulai cemas dengan keadaan kakak iparnya itu.
"Mana mungkin kak Daniel membunuh bosnya? bukankah tiga bulan ini ia selalu bersama kita?" tanya Arka.
"Sepertinya ada yang ingin menjebak nya. Kita harus caritahu dan menghapus berita ini. Sudah lama kita tidak meretas berita yang penuh dengan fitnah karena kepentingan politik", ucap Aska.
"Bagaimana kalau kak Alea dan kak Daniel mengetahuinya? apakah kita akan pulang secepatnya?" tanya Arka.
"Orang dewasa lebih tahu langkah baik apa yang mereka putuskan. Kita tidak perlu sok mengatur urusan ini", ucap Aska.
"Tapi kalau kita diamkan bisa jadi kita tidak bisa keluar dari negara ini", ucap Arka.
"Kita tunggu besok saja. Biarkan malam ini kedua kakak kita itu istirahat", bisik Aska.
"Baiklah. Sepertinya mereka sudah tidur di bawah sana", ucap Arka yang tidur di tingkat atas.
Aska mulai mencari pusat data berita viral tentang kakak iparnya itu di negara adidaya itu. Ia mulai menghapus satu persatu berita itu secara permanen. Media terkait dibeberapa stasiun televisi dibuat gempar dengan adanya penghapusan data.
"Ada apa ini? mengapa beritanya tiba-tiba menghilang?" omel kepala redaksi berita pada bawahannya.
"Data kita telah diretas, tuan", ucap sang anak buah.
"Mana mungkin pusat data kita bisa diretas? temukan peretasnya dan ancam dia...!" titah sang bos.
"Kami sudah melacaknya tapi hasilnya nihil tuan. Mereka tidak bisa terdeteksi", sahut sang anak buah.
"Tidak mungkin. Nasib kita akan berakhir jika berita ini dihentikan", ucap Tuan Ben yang mendapat perintah langsung dari tuan Reagan.
"Saya akan mencoba menemukan peretas itu tuan. Tolong tenangkan diri Tuan", ucap Daimler.
Tuan Ben makin panik ketika mendapatkan telepon dari tuan Reagan. Sementara itu tuan Marlon yang tahu dirinya akan dibunuh oleh orang suruhannya tuan Steven berhasil melarikan diri. Yang membuatnya kesal, ponsel Daniel sulit dihubungi saat ini.
"Aku harus menyelamatkan diriku dari kedua setan itu. Yah, tempat yang harus aku datangi adalah ayah kandungnya Daniel. Aku akan memberitahukan ayahnya Daniel bagaimana busuknya kedua sahabatnya Steven dan Reagan", ucap tuan Marlon yang saat ini sedang mencarimu tempat berlindung.