NovelToon NovelToon
Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Perperangan / Dikelilingi wanita cantik / Identitas Tersembunyi / Action / Epik Petualangan
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Jenar Karana harus mengejar para pembunuh yang telah mencelakai guru nya, Resi Mpu Tagwas dan membawa lari Mustika Naga Api milik Padepokan Pesisir Selatan. Menurut Resi Mpu Tidu, di kotak kayu yang menjadi tempat Mustika Naga Api ini tersimpan mengenai rahasia tentang dirinya.



Berbekal sepasang pedang pemberian eyang gurunya Maharesi Siwanata yang disebut sebagai Pedang Taring Naga dan Pedang Awan Merah serta ilmu kanuragan yang tinggi, Jenar Karana memburu gerombolan pembunuh itu yang konon katanya berasal dari Kerajaan Pajajaran.



Berhasilkah Jenar Karana melakukan tugasnya untuk merebut kembali Mustika Naga Api yang juga menyimpan rahasia jati diri nya? Temukan jawabannya dalam kisah RAJAWALI SAKTI DARI PESISIR SELATAN, tetap di Noveltoon kesayangan kita semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lima Setan Gembel Gunung Asem 3

"Siapa aku sebenarnya? Itu tidak penting...

Tapi para pengacau seperti kalian tidak layak dibiarkan begitu saja..!! ", jawab sosok bayangan hitam yang tak lain adalah Jenar Karana sembari kembali mengerahkan Ilmu Silat Cakar Rajawali Pesisir Selatan nya.

Bagaimana bisa Jenar Karana beraksi menahan Lima Setan Gembel Gunung Asem ini?

Senja hari selepas pulang dari Kepatihan, Jenar Karana terus kepikiran dengan sosok pengemis mencurigakan yang ia lihat di depan istana Kadipaten Bhagawanta. Dia mulai menyalakan api unggun di halaman samping kediaman Senopati Wanaraja untuk menghangatkan badan dari dinginnya cuaca Kota Bhagawanta.

Limbu Jati dan Si Kundu yang mengajak melihat tontonan sandiwara di kediaman salah satu orang kaya Kota Bhagawanta pun ia tolak.

"Ayolah Jenar...

Mumpung kita belum berangkat ke Galuh Pakuan. Aku dengar pemainnya cantik cantik apalagi sinden nya uhhh mantap. Rugi kalau tidak menonton", bujuk Si Kundu yang sangat berharap Jenar Karana mau bersama dengan nya. Bukan apa-apa, sangu nya pas-pasan sedangkan bekal perjalanan mereka semuanya dipercayakan oleh Resi Mpu Tidu pada Jenar Karana.

"Aku sedang malas Ndu...

Kau saja nonton sama Kang Limbu. Dia juga pegang banyak duit, kau pasti bisa puas jajan apa saja dengan nya", tolak Jenar Karana. Si Kundu segera menoleh ke arah Limbu Jati yang dibalas dengan anggukan kepalanya.

"Ya sudah kalau begitu. Kami berangkat dulu. Kau jangan kelayapan kalau sendirian", ujar Si Kundu sebelum ia melangkah keluar dari rumah Senopati Wanaraja.

Baru saja Si Kundu dan Limbu Jati keluar, Jenar Karana menambahkan potongan kayu kering ke api unggun saat tiba-tiba telinganya yang peka mendengar suara udara yang terbelah oleh gerakan seseorang. Kemampuan ini juga merupakan bagian dari Ilmu Silat Cakar Rajawali Pesisir Selatan yang harus diasah selama bertahun-tahun. Mata dan telinga mereka harus peka terhadap apapun.

Jenar Karana yang sudah menguasai Ilmu Silat Cakar Rajawali Pesisir Selatan dengan sempurna tentu saja memiliki kemampuan pendengaran peka dan penglihatan tajam jauh lebih baik daripada Si Kundu maupun Limbu Jati.

Penasaran dengan apa yang sedang terjadi, Jenar Karana yang mengandalkan Ajian Sepi Angin nya melompat tinggi ke pucuk pohon sawo yang ada di dekatnya. Matanya menyapu sekeliling dan melihat lima orang sedang terburu-buru melesat keluar dari istana Kadipaten Bhagawanta. Salah satunya adalah gembel yang ia lihat di depan Istana Kadipaten Bhagawanta tadi siang. Jelas bahwa mereka adalah orang yang baru berbuat kejahatan di dalam istana.

Berpegang pada pemahaman ini, Jenar Karana segera mengerahkan Ilmu Silat Cakar Rajawali Pesisir Selatan nya. Kuku nya memanjang dan meruncing, ditambah dengan ia mengerahkan tenaga dalamnya yang menciptakan cakar bercahaya kuning kemerahan. Maka dengan cepat ia mengayunkan kedua cakar tangannya ke arah mereka.

Shhrraaaaaakkk shhrraaaaaakkk!!

Sepuluh larik cahaya merah kekuningan setipis bilah pedang kembali menerabas cepat ke arah Lima Setan Gembel Gunung Asem.

"Bangsaaaaatttt.... !!! "

Sambil mengumpat keras, Dangiran dan kelompoknya kembali melompat menghindari serangan maut Jenar Karana. Mereka mengerti bahwa sekali terkena serangan maut ini, nyawa taruhannya. Mereka berlima langsung menyebar ke empat penjuru. Usai mendapat perintah dari Dangiran, Citraksa dan saudara kembarnya Citraksi serta Randu dan Brastawa langsung menerjang Jenar Karana.

Shhrreeeeeeeetttt shhrreeeeeeeetttt shhrreeeeeeeetttt shhrreeeeeeeetttt!

Empat senjata yang terdiri dari dua golok, satu tombak pendek dan pedang terayun ke arah tubuh Jenar Karana. Dua golok menyasar ke arah kaki sedangkan tombak pendek dan pedang mengincar ke arah leher dan kepala.

Dengan cepat Jenar Karana menangkap bilah pedang dan tombak pendek sambil menghentakkan kaki nya ke tanah. Tubuh nya melenting ke udara sambil mencengkram dua ujung senjata lawan. Setelah itu ia merubah gerakan tubuh nya dengan melancarkan tendangan keras ke arah Brastawa dan Randu.

Dhhaaassss dhhaaassss...

Ooouuuuuuggghhhhh!!!

Randu dan Brastawa terpental ke arah yang berlawanan usai tendangan keras Jenar Karana menghajar wajah dan dada. Tak terima kawan nya dijatuhkan, Citraksa dan Citraksi kembali menerjang ke arah Jenar Karana sambil mengayunkan golok mereka ke arah Jenar Karana yang baru saja mendarat.

Shhrreeeeeeeetttt shhrreeeeeeeetttt!!

Merasakan angin dingin terbelah dari belakang oleh senjata Citraksa dan Citraksi, Jenar Karana dengan cepat menekuk dengkul nya hingga serangan keduanya hanya menyambar udara kosong. Selanjutnya Jenar Karana dengan cepat mencengkram kedua betis si gembel kembar sambil berdiri dan menendang tangan mereka berurutan. Akibatnya golok terlepas dari genggaman dan keduanya orang bertubuh kurus ini langsung dalam posisi tergantung.

"Bajingan!! Lepaskan kami....!!! ", teriak Citraksi sambil berusaha meronta melepaskan diri.

Belum sempat Jenar Karana menanggapi permintaan Citraksi, Dangiran yang geram melihat anak buahnya dipecundangi dengan mudah melesat maju ke arah mereka.

Jenar Karana tersenyum sinis sambil menendang Citraksi dan Citraksa hingga tubuh mereka pun melayang ke arah Dangiran.

Dhhiiieeeeessss dhhiiieeeeessss..!!!

Dangiran mau tak mau harus menahan lemparan tubuh kedua rekan nya hingga bergerak mundur sebelum mendarat di tempat nya berdiri semula. Dia langsung menatap ke arah si kembar Citraksa dan Citraksi.

"Kalian baik-baik saja? ", tanya Dangiran segera.

" Kami tidak apa-apa Kakang. Sebaiknya kakang hati-hati terhadap orang ini. Dia bukan orang sembarangan.. ", jawab Citraksa sambil meringis mengurut dada nya yang terkena tendangan Jenar Karana.

Dangiran menganggukkan kepala.

Perlahan ia melepas kunci di tongkat besi nya. Lalu perlahan menghunus sebilah pedang yang tersembunyi dalam tongkat besi itu. Ini juga membuktikan bahwa ia dalam keadaan terdesak karena Pedang Pembalik Langit yang menjadi senjata andalannya tak pernah keluar sekalipun ia dikepung oleh ratusan orang.

"Mau main pakai senjata ya? Baik, aku ladeni..!! "

Setelah berkata demikian, tangan kanan Jenar Karana menarik gagang Pedang Taring Naga yang tersandang di punggung kanannya. Pedang dengan bilah melengkung ini memancarkan pamor putih redup dengan hawa dingin yang membuat bulu kuduk berdiri.

Dangiran menggeram keras sebelum melesat maju ke arah Jenar Karana sambil mengayunkan pedang nya. Jenar Karana tersenyum tipis sambil menyambut serangan musuh dengan senjata nya.

Thhrraaaaaaaaannnnngggg!!!

Keduanya pun segera mengandalkan kepandaian ilmu silat berpedang nya agar mampu mengimbangi musuh. Tetapi setelah sepuluh jurus berlalu, ilmu berpedang dari Kitab Pedang Tanpa Wujud yang dipelajari oleh Jenar Karana mulai menunjukkan keunggulan nya. Gerakannya cepat dan kerap kali membuat Dangiran mati langkah hingga harus pontang-panting menyelamatkan diri.

"Kalian cepat bantu aku..!!! ", teriak Dangiran yang keteteran dengan serangan cepat Jenar Karana.

Randu dan Brastawa saling pandang sebelum keduanya ikut mengeroyok Jenar Karana. Tapi keduanya juga dibuat kewalahan dengan gerakan cepat musuh mereka ini. Satu tebasan Jenar Karana berhasil menebas leher Randu usai ia menghindari sabetan pedang Brastawa dan Dangiran.

Chhrrraaaaaaaaaassssss....

Aaaaaaaaaarrrrrrrrggggghhh!!!

Randu menjerit keras sebelum roboh dengan luka menganga di lehernya. Brastawa yang melihat sahabat karib nya tewas di tangan Jenar Karana, marah besar sambil menerjang ke arah lawan tangguh nya. Gerakan nya ngawur dan ini berhasil diatasi oleh Jenar Karana dengan tenang.

Saat Brastawa mengayunkan pedang nya ke arah Jenar Karana yang baru saja menghindari serangan Dangiran, sang murid Padepokan Pesisir Selatan mengayunkan cakar tangan kiri nya yang berkuku tajam ke arah perutnya.

Shhrraaaaaakkk...

Aaaaaaaauuuuuuuugggghhh!!!

Kekuatan luar biasa kuku tajam Jenar Karana merobek perut Brastawa hingga usus nya terburai keluar. Brastawa yang masih meraung kesakitan tak memperhatikan saat Jenar Karana memutar tubuhnya dan menyabetkan Pedang Taring Naga ke lehernya.

Chhrrraaaaaaaaaassssss!!!

Tak ada yang terdengar dari mulut Brastawa saat pedang Jenar Karana mengakhiri hidupnya. Dia tersungkur bersimbah darah dengan luka menganga pada lehernya.

Dangiran diam diam gentar juga melihat kehebatan bertarung musuhnya kini. Untung saja gelap malam hari menutupi semua nya jadi hanya terlihat ia mundur selangkah ke belakang, menjajari si kembar Citraksa dan Citraksi yang gemetar ketakutan. Apalagi saat Jenar Karana memutar kepalanya ke arah mereka sambil memegang Pedang Taring Naga yang berlumuran darah.

Dengan suara berat namun terdengar seperti suara malaikat pencabut nyawa, Jenar Karana pun berucap dingin,

"Hayo siapa lagi yang mau mati?! "

1
Mujib
/Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅
Mujib
👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪
Mujib
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!