NovelToon NovelToon
Hanya Mempelai Pengganti

Hanya Mempelai Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rina kim

Pernikahan bisnis yang sudah di rancang sedemikian rupa terancam batal hanya karna mempelai wanita kabur di hari pernikahan. Bintang, selaku kakak yang selama ini selalu di sembunyikan terpaksa harus menggantikan Lidya.
"Yang ku inginkan adalah Lidya! Kenapa malah dia yang menjadi mempelainya?!" Pekik Damian pagi itu.
"Kita tidak punya pilihan, hanya ada dia."Jawab sang ayah.
Damian menatap Bintang dingin, "Baiklah, akan ku perlihatkan padanya apa yang namanya pernikahan itu."Balasnya dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyaman

Di dalam pesawat menuju ke negara yang hendak mereka kunjungi Damian tak henti hentinya bersikap romantis kepada Bintang, bukan karna keinginannya tapi karna di kursi sebelah Wicaksono dan Raisa terlihat terang terangan mengamati mereka. Sesekali keduanya tersenyum dan melambaikan tangan setiap kali tatapan mereka bertemu pandang dengan Bintang atau pun Damian.

"Jika begini sepertinya mereka juga akan masuk ke dalam kamar dan mengganggu kita tidur."Ujar Damian setengah berbisik, tangannya menggenggam erat tangan Bintang apalagi saat melihat gadis itu yang nampak sangat tegang, seolah pertama kali menaiki pesawat.

"La- lalu bagaimana tuan? Apa yang harus kita lakukan?"Tanya Bintang dengan nada yang bergetar, menyadari itu Damian pun langsung menoleh ke arah gadis itu dengan kening yang berkerut.

"Kamu takut?"Tanyanya dengan raut wajah tak percaya.

"Ini pertama kali aku naik pesawat, jadi agak gugup."Jawab Bintang dengan gugup.

"Pertama kali? Jangan bercanda, bukankah Lidya sering pergi keluar negeri dan kamu pasti ikut karna setahuku kalian tidak di beda bedakan."Ujar Damian tak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh Bintang.

Bintang diam untuk beberapa saat, dia agak bingung ketika hendak menjawab Damian. Jika dia membantah dia takut hal ini akan berpengaruh kepada keluarga Bramono yang sudah membesarkannya.

"Biasanya saya nyusul naik kapal, tuan."Balas Bintang karna seumur hidupnya dia memang belum pernah naik pesawat bahkan dia tidak pernah di ajak jalan jalan oleh keluarga Bramono. Fungsinya di rumah keluarga Bramono hanya sebagai pembantu pribadi bagi Lidya dan untungnya gadis itu selalu memperlakukannya dengan baik meskipun keluarganya tidak.

"Ahh sudah ku duga."Balas Damian, awalnya dia agak ragu tapi mendengar jawaban Bintang pria itu hanya menganggukkan kepalanya pelan.

"Jadi apa rencana tuan? Kita nggak mungkin begini terus, kan?"Tanya Bintang dengan nada penasaran.

"Tentu saja nggak mungkin! Kalau begitu aku rugi kamu menang banyak."Ujar Damian dengan nada pelan dan tak terima jika dirinya harus terus bersama dengan Bintang.

"Lalu apa yang harus kita lakukan?"Tanya Bintang sekali lagi.

"Nanti, aku juga sedang memikirkan cara. Sekarang kita pake cara seperti ini saja untuk menenangkan mereka, semoga saja mereka percaya."Ujar Damian dengan nada pasrah.

"Iya, tuan."Balas Bintang patuh.

"Kamu aktingnya yang bener dong, awas saja kalo sampe papa dan Raisa curiga!"Ucap Damian sedikit mengancam.

"Iya tuan, saya tahu."Ujar Bintang, dia semakin mendekatkan dirinya pada Damian bahkan menyenderkan kepalanya pada bahu pria itu.

Deg deg deg!

Damian tiba tiba saja merasakan panas di tubuhnya, ini aneh tidak biasanya tubuh pria itu bereaksi secepat ini dan rasanya benar benar sesak di bawah sana.

'Ini aneh, kenapa bagian sana mengeras secepat itu?' Pikir Damian dengan nada tak terima, seharusnya dia tidak merasakan ini dan tetap fokus pada cintanya kepada Lidya.

'Kenapa rasanya nyaman dan seperti aku sudah terkoneksi dengannya?' Batin Damian, matanya jatuh menatap ke arah puncak kepala Bintang. Dari sudut pandangnya, hidung mancung gadis itu nampak jelas. Dia cantik, hanya saja terlalu kurus untuk Damian yang menggemari body khas spanyol.

Perlahan, tangannya terangkat untuk mengelus kepala Bintang bahkan tanpa permisi terlebih dahulu kepadanya.

Merasakan belaian Damian di kepalanya, sontak Bintang langsung menatap penuh heran kepada pria itu dan Damian yang baru saja menyadari tindakannya pun hanya bisa bersikap senatural mungkin.

"Jangan kepedean, aku cuma akting aja. Ingat ya, kamu cuma orang yang gantiin Lidya buat sementara waktu jadi aku nggak bakalan jatuh cinta ke kamu."Ujar Damian dengan nada yang dingin, Bintang hanya menganggukkan kepalanya pelan dan diam diam menikmati elusan di kepalanya itu.

"Baik, saya mengerti kok tuan."Balas Bintang. Sejak dahulu dia mendambakan bisa berada di posisi yang mendebarkan seperti ini dengan pria idamannya atau mungkin kekasihnya tapi dia tidak menyangka jika dia akan mengalami momen mendebarkan ini dengan kekasih adiknya sendiri.

'Sangat nyaman.'Gumam Bintang di dalam hatinya. Rasa takut yang semula menyergap tiba tiba saja hilang seiring dengan rasa nyaman yang pelan pelan menghampirinya bahkan membuat rasa kantuk yang dia kira tak akan menghampirinya pelan pelan menyapanya dengan sangat lembut.

Setelah menghabiskan sekitar lima jam perjalanan mereka pun akhirnya sampai di salah satu bandara yang ada di negara dingin itu.

"Bangun."Panggil Damian dengan lembut, tentunya karna ada Wicaksono dan istrinya yang tengah mengamati pria itu.

"Hoaam."Bintang menguap, sudah lama rasanya dia tidak tidur senyaman ini meskipun dalam posisi duduk.

"Bangun, Bintang. Kita sudah sampai."Kali ini Raisa yang berucap.

"Iya ma, maaf Bintang ketiduran."Ujar gadis itu tak enak hati.

"Nggak apa apa, kenapa harus minta maaf. Udah malam, pantas kalau kamu ngantuk. Habis ini kita langsung ke hotel saja, mama sama papa udah booking hotel buat kita."Ujar Raisa, ini yang membuatnya sangat menyukai Bintang gadis ini sangat sopan dan lemah lembut, dia juga merasa sangat di hargai olehnya.

Damian menghela nafasnya, dia sudah menebak ini sejak keduanya memutuskan untuk mengikuti mereka dan Damian yakin akan banyak kejutan kejutan kuno yang mungkin sudah di siapkan oleh keduanya.

"Iya nggak apa apa, nak."Imbuh Wicaksono. Mendengar itu Bintang benar benar terharu karna selama ini jika dia tertidur ketika belum waktunya tidur dia akan mendapatkan makian dari Widya dan juga Bramono.

"Ayo kita turun."Ajak Damian, dia enggan berlama lama menghadapi percakapan ini karna dia benar benar sudah sangat lelah dan ingin segera beristirahat.

"Iya ayo."Balas Bintang, dia kemudian langsung mengekori Raisa dan juga Wicaksono yang sudah pergi terlebih dahulu saat Bintang masih mengemasi beberapa barangnya.

"Hati hati."Ujar Damian dengan nada pelan ketika Bintang yang terlihat masih mengantuk itu sedikit oleng dan menjatuhkan beberapa barangnya.

Jujur saja, melihat Bintang yang seperti ini jiwa provider Damian tiba tiba bergema dan ingin menjaga gadis itu. Meskipun hanya sepintas, tapi entah kenapa rasanya dia ingin menjaga Bintang yang terlihat sangat ceroboh itu.

"Iya tuan, maaf jika aku sedikit ceroboh."Ujar Bintang, dia memang sedikit clumsy dan terus menjatuhkan barang, hal itu dia dapatkan karna bentuk trauma yang dia terima dari keluaga Bramono sebelumnya.

"Hm."Balas Damian singkat. Setelahnya tak ada lagi percakapan yang terjadi di antara mereka, keduanya berjalanan beriringan sambil terkadang saling romantis ketika Wicaksono dan Raisa memperhatikan.

Dingin langsung menyergap Bintang saat mereka keluar dari pesawat, kebetulan saat itu memang sedang musim dingin dan salju nampak mulai turun seiring dengan mereka yang keluar dari airport seolah olah menyambut keberadaan mereka di negara ini.

Bintang tersenyum senang, ini adalah pertama kalinya dia melihat salju dan dia benar benar merasa sangat bahagia saat melihat jutaan salju yang nampak sangat menawan dan mengenai beberapa bagian bumi.

"Wahhh cantiknya."Gumam Bintang tanpa sadar, Damian menoleh dan kembali merasa heran tapi dia tidak mengatakan apa apa dan tetap diam sembari melanjutkan langkahnya.

"Bintang kamu nggak dingin?"Tanya Raisa saat melihat Bintang yang hanya mengenakkan rok pendek dengan baju kaos tipisnya.

Dingin, tentu saja Bintang merasa sangat dingin tapi gadis itu berpura pura kuat karna merasa tidak enak jika harus merepotkan Wicaksono, Raisa dan juga Damian tentunya.

"Nggak ma."Balas Bintang, mendengar itu Damian hanya memutar bola matanya dengan malas karna dia tahu telinga gadis itu bahkan sudah memerah.

"Pake ini."Ujar Damian, dia mengeluarkan jaketnya dan memberikannya kepada Bintang. Perbedaan tinggi badan keduanya membuat baju Damian langsung menelan tubuh Bintang hingga mencapai dengkul gadis itu.

"Terimakasih."Balas Bintang dengan nada pelan, meskipun dia tahu jika Damian hanya berpura pura dia tetap merasa besyukur karna kepekaan dari pria itu.

"Biasa pengantin baru, masih manis manisnya."Sindir Wicaksono.

"Iya, papa dulu juga begitu."Balas Raisa dengan nada pelan.

"Semoga aja kita cepet dapat cucu ya ma."Ucap Wicaksono lagi.

"Iya, pa."Balas Raisa.

Mendengar itu baik Bintang dan Damian hanya mengedikkan bahu mereka acuh karna bagaimana pun pernikahan mereka tidak nyata dan hanya sebatas pura pura sembari menunggu mempelai sesungguhnya kembali.

1
Wirda Wati
ntar kamu kehilangan bintang baru tau rasa.
Reni Anjarwani
orang kok kejam bgt damian , makanya slidiki benar kemana larinya kekasihmu jangan asal nuduh bintang yg tdk2 katanya orang kaya nyari bukti kaya gitu kok goblok bgt yaa
Dymas mulya
mulutnya lemes amat
Haikal Jibran alkhalifi
jangan biarkan bintang mempunyai perasaan suka sama Damian Thor, biar Damian aja yg cinta sendiri, buat karakter bintang kalem,tapi tegas
Wirda Wati
semakin seruuuu👍
Wirda Wati
Semoga kamu menyesal Damian nantinya
Wirda Wati
Hempaskan bintang
Wirda Wati
semoga bintang sehat bisa balas dendam sama damian🤣
Wirda Wati
Damian memang bodoh
partini
ini novel ada di sebelah juga ya Thor
pinkeu_gongju: bukan kaka, terimakasih dukungannya ya ka😍
total 3 replies
Dymas mulya
lanjut thor
Dymas mulya
gemes banget sama yang honeymoon kedua🤣🤭
Dymas mulya
Penasaran sama alurnya, semangat thorr
pinkeu_gongju: jangan lupa kepoin terus ya kaka
total 1 replies
Dymas mulya
Lanjut kaka🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!