"Dia cinta pertamaku, dan aku ingin berjuang untuk mendapatkannya"
Irena, gadis berkacamata yang sebelumnya bahkan tidak mempunya teman pria, namun tiba-tiba jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang pria tampan bernama Andreas. Pertama kali merasakan jatuh cinta, membuat dia antusias untuk bisa mendapatkan hati pria itu. Meski tidak jarang perjuangannya sama sekali tidak dihargai oleh Andreas. Bahkan pria itu seolah tidak menganggap kehadirannya.
"Sebaiknya kau berhenti berjuang dengan perasaanmu itu, karena aku tidak akan pernah membalas perasaanmu, semuanya hanya sia-sia"
Berbagai macam penolakan Irena bisa pahami, dia tidak menyerah begitu saja. Namun, ketika Andreas sendiri yang mengatakan jika dia tidak akan pernah mencintainya, karena ada perempuan lain yang dicintainya. Maka saat itu semua harapan runtuh tanpa jejak, semua perjuangan sia-sia. Dan Irena mulai mundur, mengasingkan diri dan mencoba melupakan cinta pertamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiba-tiba Bertemu
Pekerjaan berjalan dengan lancar, adiknya kuliah dengan aman meski sambil bekerja paruh waktu. Tanpa terasa sudah hampir 2 tahun sejak dimana dia di tolak begitu menyedihkan oleh Andreas. Selama itu juga dia tidak pernah bertemu lagi dengan pria itu. Irena menemani Yumna yang sedang hancur, pernikahannya ternyata tidak sesuai harapan. Suaminya berselingkuh dengan anak dari Pak Direktur. Saat itu keadaan Yumna sedang hamil, dan keadaannya langsung drop. Pendarahan dan itu membuat Irena takut setengah mati.
Irena melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit. Melihat Yumna yang mengaduh kesakitan dengan darah yang mengalir di kakinya. Irena berteriak ketakutan saat sudah sampai di rumah sakit, meminta Dokter dan perawat segera membawa Yumna.
"Tolong teman saja, dia pendarahan" teriak Irena.
Beberapa perawat datang dengan brangkar, membopong tubuh Yumna dari dalam mobil dan memindahkan ke brangkar. Ketika perawat mendorong brangkar itu menuju ruangan darurat, Irena mengambil tas dan ponsel Yumna dari dalam mobilnya. Ketika dia berbalik dan kembali masuk ke Rumah Sakit, Irena tertegun melihat seseorang yang berdiri disana.
"Ada apa kau disini?"
Irena tertegun dalam sejenak, tidak pernah berpikir akan bertemu dengan Andreas disini setelah dua tahun berlalu, dan baru Irena sadari jika rumah sakit ini adalah milik keluarga Andreas. Jadi pantas saja dia berada dsana.
"Temanku sakit, aku permisi dulu"
Irena segera pergi meninggalkan Andreas yang masih membeku di tempatnya. Awalnya dia hampir tidak mengenali Irena saat melihat penampilannya yang benar-benar berubah. Pantas saja Davin dulu pernah berkata padanya jika penampilan Irena sudah berubah drastis, ternyata memang benar.
"Temannya sakit? Siapa ya?"
Menghilangkan rasa penasaran, Andreas segera pergi mengikuti Irena. Melihat gadis itu yang begitu panik, membuat Andreas tanpa sadar menghampirinya dan memegang tangannya. Wajah irena terlihat sangat terkejut dengan kedatangan Andreas.
"Ada apa Kak?" tanya Irena yang langsung melepaskan tangannya dari pegangan Andreas.
"Siapa yang sakit? Kenapa kau begitu khaawatir?"
"Temanku, dia sedang berada di dalam"
Andreas melihat Irena yang begitu panik, terus mondar-mandir di depan ruang pemeriksaan. Tangan Andreas sudah terangkat, ingin menenangkan gadis itu, tapi urung ketika irena terlihat menghindar. Beberapa saat Dokter keluar dari ruangan, membuat irena langsung menghampirinya.
"Pasien harus melakukan operasi sekarang juga kalau tidak ingin dua-duanya tidak selamat"
Tangan Irena sudah bergetar, dia hanya seorang diri sekarang. Menamani sahabatnya. "Bayinya?"
Dokter menggeleng pelan, sudah memberikan jawaban sebelum mengatakan apapun. "Bayinya sudah tidak selamat, sekarang hanya ada kesempatan menyelamatkan Ibunya. Dimana suaminya? Harus ada tanda tangan persetujuan dari pihak keluarga"
Irena memejamkan mata, air mata lolos begitu saja. Dia tahu jika Yumna menunggu kehadiran calon bayinya itu selama dua tahun ini, bahkan rela berhenti bekerja hanya untuk fokus progam hamil. Dan sekarang dalam sekejap semuanya hancur karena pengkhianatan suaminya.
"Biar saya saja yang tanda tangan Dok. Suaminya sudah tidak ada"
"Ah, baiklah"
Irena membubuhkan tanda tangan persetujuan tindakan pada sahabatnya yang sedang berjuang diantara hidup dan mati. Ketika Yumna di bawa ke ruang operasi, Irena hanya menatapnya dengan kosong. Terduduk lemas di kursi tunggu, mengusap wajahnya dengan frustasi.
"Ya Tuhan, semoga Yumna baik-baik saja"
Dokter yang bersiap masuk ke dalam ruangan operasi sudah memakai pakaian steril. Mengangguk hormat pada Andreas yang berada disana.
"Berikan yang terbaik untuk pasien"
"Baik Tuan"
Andreas berbalik dan menatap Irena yang duduk dengan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Perlahan Andreas menghampirinya.
"Kau tenang saja, temanmu akan baik-baik saja"
Irena mendongak dan menatap Andreas, sudah hampir dua tahun tidak lagi bertemu dengan pria ini. Dan sekarang Irena harus bertemu lagi, di saat dia bahkan sudah ingin melupakannya.
"Ya, terima kasih"
Sikap dingin dan acuhnya ini, membuat Andreas sedikit tertegun. Tidak menyangka akan melihat ekspresi itu. Bahkan seingatnya ekspresi wajah Irena saat bersamanya, akan menunjukan keceriaan dan pipi yang memerah karena malu.
Andreas duduk di samping Irena, ada sedikit kecanggungan diantara mereka. "Em, bagaimana kabarmu?"
Tangan Irena meremas tali tas miliknya, pertanyaan Andreas benar-benar membuatnya menahan diri agar tidak mengatakan apa ang sekarang ada dalam pikirannya.
"Baik"
Keduanya kembali diam, bahkan Andreas tidak berani berkata apapun lagi. Entah kenapa dia tiba-tiba merasa gugup, melihat gadis cupu yang dulu dengan lantang dan berani ingin mendekatinya. Tapi sudah dia tolak, dan membuatnya benar-benar tidak pernah menunjukan diri lagi di depannya.
"Maaf, aku pergi dulu mau urus pembayaran"
Irena segera pergi meninggalkan Andreas disana. Rasanya takut sekali melihatnya terlalu lama, takut rasa lama kembali tumbuh tanpa di duga.
Berdiri di depan cermin wastafel, Irena mencuci wajahnya untuk menenangkan diri. Menatap pantulan wajahnya sendiri.
"Kenapa dia harus kembali muncul di hadapanku?"
Perasaannya sedang mati-matian dia coba untuk tutup, tapi ketika pria itu tiba-tiba kembali muncul di hadapannya, getaran yang sama masih muncul dalam diri Irena. Jauh di lubuk hati terdalam.
*
Setelah pertemuan di rumah sakit waktu itu, tidak ada lagi pertemuan kedua atau ketiga. Irena benar-benar menghindar, dan hanya berharap tidak bertemu Andreas lagi saat dia mengunjunginya ke rumah sakit.
Saat ini Irena beralih menemani Yumna yang terpuruk. Sekarang Irena hanya sendirian jika pergi kemana-mana, karena keadaan Yumna yang masih ingin sendirian. Bahkan sudah hampir satu tahun menemani keterpurukan Yumna, sampai akhirnya keadaannya mulai membaik. Yumna sudah ingin mencari kembali pekerjaan dan Irena yang membantunya mencari.
Dan suatu hari, pertemuan tidak sengaja diantara Irena dan Bara dalam pertemuan bisnis. Kebetulan Shafa juga ikut dalam perjalanan bisnis itu. Irena jadi ada teman, karena sudah cukup lama juga dia tidak bertemu dan mengobrol santai dengan Shafa.
"Papaku sedang mencari sekretaris baru untuk Kak Davin. Bisa bantu kamu carikan, Ren? Aku butuh yang cocok karena sudah banyak sekali sekretarisnya yang berhenti karena sikap arogan Kak Davin"
Tanpa berpikir panjang, dalam ingatan Irena langsung tertuju pada sahabatnya yang saat ini sedang butuh pekerjaan.
"Aku ada teman, dia sudah berpengalaman jadi sekretaris, nanti aku bilang sama dia ya"
"Iya Ren, terima kasih ya. Kamu coba saja siapa tahu teman kamu akan cocok"
Irena mengangguk, bisa membantu Yumna untuk mendapatkan pekerjaan adalah hal baik.
"Ren, kamu tahu jika Natasha telah kembali?"
Irena langsung menoleh, menatap Shafa dengan alis berkerut bingung. "Natasha?"
"Wanita masa lalu Kak Andreas, tunangannya yang hilang"
Deg...
Bersambung
Shafa adalah adiknya Davin, dan Bara adalah suaminya. Baca selengkapnya di Cerita Di Balik Luka, biar pada paham ya.. Sudah tamat di Noveltoon.
kan papa Andreas seorang diri pasti Irena
menerima dengan senang hati wanita tulus biasanya mau melakukan hal baik
tujuan nya baik pasti akan selalu di sayang
banyak orang,,,ga sabar papa Andreas gendong cucu menjaga nya dan teriak Irena anak mu nagis minta susu ,,, bagaimana bahagia nya papa Andreas ,,,ibu ayah di kelilingi banyak orang baik'
akan kelain hati ❤️🌹🌹😂😂sweet banget si bikin n baper unyu unyu
seolah mengakui bahwa Ak lah ibu nya ,,,
ibu yang seperti apa ,,, tidak seperti keluarga calon mertua putramu hidupnya sederhana tidak punya harta berlimpah hanya cukup buat makan dan hidup sehari-hari tetapi sangat menyayangi putra dan putrinya hingga putramu selalu merebes matanya ketika melihat calon mertuanya menasehati anak anak nya dengan lemah lembut ,,,
ak sudah mak 😂jadi ngalah deh buat yang masih jomblo 😁
untung ga pingsan,,, aduh itulah para tuan tua sultan kalau sudah BUCIN mana ad yang bisa menggangu nya bisa senyap sekejap
sare,,,Tuhan tidak tidur,,sudah kehilangan pekerjaan mana menanggung adek atau orang tua atau cicilan dan di tambah tidak bisa bekerja di kantor manapun di beklis
pada mimpi' apa semalam lihat Yumna istri Bos Gavin mantan suaminya kan jahat sekarang nasibnya di hotel prodeo,,,👍😁