NovelToon NovelToon
Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fafacho

"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"


~~Ares Reindart Darmaji~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13.

Ares duduk di tempat tidurnya, dia mengepalkan tangannya. Dia membayangkan tdi saat di kolam renang, Dimana miliknya begitu tegang dan juga jantungnya yang berdebar tak karuan.

“Apa yang terjadi denganku, kenapa aku tak bisa menahan diri” gumamnya merasa kesal dengan dirinya sendiri.

Saat mengingat itu jantungnya Kembali berdebar lebih cepat, Ares memegang dadanya sendiri.

“Sadar res, kenapa kau bisa terpengaruh seperti ini” ucapnya lagi berusaha menekan perasaannya.

Ares langsung menyambar ponsel di nakas meja sebelah tempat tidurnya, dia segera menelpon seseorang.

“halo bang, ya saya Kapten Ares.” Ucap Ares saat panggilan di Seberang sana di angkat.

“Ada apa kapten Ares?”

“Saya minta tolong lagi bang, saya ingin menyudahi tugas saya sebagai ajudan. Saya ingin Kembali ke batalyon bang. Bisa bantu saya lagi” pinta Ares, ia sudah tak sanggup lagi menjadi ajudan Flo. Bodo amat baru berjalan seminggu lebih, ia menyerah.

“APA? Tidak bisa main pindah begitu saja Kapten Ares..bukannya kamu sendiri yang menerima tawaran menjadi Ajudan waktu itu. “

“Ya karena saya ingin naik Tingkat dalam kesatuan bang, tapi se..”

“Tidak bisa dan itu sudah keputusanmu, mau mengundurkan diri harus menunggu satu tahu masa tugas sebagai ajudan”

Mendengar itu Ares terdiam, dia bingung harus apa.

“bang, saya mohon” pintanya memohon.

“Tidak bisa, sudah saya sibuk. Saya masih banyak pekerjaan”ucap senior Ares di Seberang sana. Dan panggilan langsung berakhir.

“Aish sial..” umpat Ares.

“kenapa bang,.” Ucap Topan yang baru masuk kaget dengan ucapan Ares barusan.

“Nggak pa-pa, pura-pura nggak dengar aja” jawab Ares, dia menggenggam kuat ponsel di tangannya.

Topan duduk di tempat tidurnya masih sesekali menatap Ares yang tampak kesal sendiri, dalam benak Topan bertanya-tanya entah apa yang membuat seniornya itu mengumpat dan tampak kesal.

Ares lalu berdiri dari duduknya, dia berjalan keluar melewati Gofar begitu saja yang akan masuk kedalam.

“kapten Ares kenapa?” tanya Gofar pada Topan yang duduk melihatnya.

“Nggak tahu bang, dari saya masuk dia udah marah. Kayaknya dia lagi ada masalah, apa mbak Flo bikin bang Ares kesel” ucap Topan.

“mungkin,”

Ares berjalan menuju dapur, tapi langkahnya terhenti saat mendengar tamparan keras.

“ANAK TIDAK TAHU DIUNTUNG, KAU SELALU SAJA MEMBUATKU MALU. HARUSNYA KAU TIDAK DILAHIRKAN” Victor mengamuk sehabis menampar Flo yang hanya berdiri diam depan pria itu.

Victor baru pulang dan baru sampai dirumah, ia langsung mencari putrinya itu. Karena ia mendapat infomasi dari orang-orang suruhannya soal kelakuan Flo. Bahkan beberapa artikel sudah mereka tahan agar tidak terbit.

“Ya terus kenapa kau menghamili Flora, sampai terlahir aku. Katanya nggak cinta tapi hamil tuh istri yang di jodohkan denganmu itu. Istri bodoh pertamamu itu melahirkanku”

“ANAK KURANG AJAR,.” Victor akan menampar Flo tapi Flo bisa menahan tangan papanya itu.

“Aku bukan anak kecil yang bisa kau siksa seperti dulu VICTOR” Flo menatap Papanya taka da sorot takut dimatanya.

Victor menarik tangannya, menatap marah putrinya.

“pergi dari hadapanku sekarang” ucap Victor menyuru Flo pergi.

“Pergi? Kau dan keluargamu yang pergi dari hadapanku. Kau lupa semua asset ADINATA GROUP ATAS NAMA SIAPA?””Kakek memberikan semua padaku mengerti, kau yang lebih memilih cinta daripada keluarga nggak layak dapat semua” lanjut Flo mengejek papanya.

“kalau kau baik denganku, mungkin aku bakal memberikan semua padamu. Jadilah papa yang baik padaku. Kenapa? KENAPA? Kau tidak pernah menganggapku anak? Aku juga anakmu, karena kau tidak mencintai mama ku kau tidak menganggapku anak..aku salah apa Victor. Bahkan kau hanya diam saat keluarga istrimu ingin membunuhku waktu itu..” mata Flo berkaca-kaca saat mengatakan itu. Dia tidak butuh semua, ia hanya butuh kasih sayang tapi apa yang tak pernah mendapatkan kasih sayang itu.

Setelah mengatakan itu Flo pergi melewati Papanya begitu saja, Ares yang melihat Flo akan pergi langsung bersembunyi sebelum Perempuan itu menyadari kehadirannya.

………………

“mau kemana?” tanya Ares menahan Flo yang akan naik ke motornya.

“Bukan urusanmu, sudah sana pergi.” Lirih Flo.

“Kau tidak ingat dengan aturan yang aku tulis waktu itu”

“nggak, udah gue sobek-sobek puas. Lepasin,” ucap Flo, menarik paksa tangannya dari cengkraman Ares. Lalu ia akan naik lagi ke motor tapi Ares malah berdiri di depannya.

“Perasaan bicaramu berubah-ubah kadang bahasa gaul kadang ucapan orang normal”

“Apasih terserah gue lah mau ngomong apa, minggir sana atau gue tabrak”

“Nggak, saya nggak akan minggir. Hari ini kamu tidak boleh pergi kemana-mana karena pak Victor aka nada tamu” Ares masih berdiri di depan Flo.

“Harusnya hari ini lo senang gue nggak ganggu lo, mau gue buat nggak tenang hari ini” ucap Flo

Ares diam saja, dia masih ditempatnya.

“Aish, nih orang. Mau lo apa sih” akhirnya Flo turun Kembali dari motornya.

“Mau saya kamu masuk kedalam” jawab Ares singkat.

“Oke, lo pengen gue masuk kedalam kan. Kalau begitu ayo ikut gue” ucap Flo menarik tangan Ares mengajak pria itu pergi.

“kemana?” tanya Ares.

“Nanti juga tahu kemana” jawab Flo masih menarik tangan Ares, Ares hanya berjalan mengikuti saja melewati taman belakang.

Flo membawanya ke Gudang, lebih tepatnya bukan Gudang sih tapi seperti rumah kecil di belakang rumah. Rumah kecil yang kini di jadikan Gudang itu tampak kotor dengan banyaknya debu.

Ares melihat sekitar sedangkan Flo membuka kain yang menutupi sebuah sofa yang ada di ruangan itu. Dia lalu duduk di sofa tersebut,

“Duduk sini, nggak usah bingung. Ini rumah gue, tempat gue tidur dulu” ucap Flo sambil menepuk sofa di sebelahnya. Ares tak bergeming dia masih berdiri.

“hissh, lo  budeg ya. Gue bilang duduk sini” ucap Flo.

Dengan terpaksa Ares duduk di sebelah Flo, baru saja ia duduk Flo tiba-tiba saja berbaring di pangkuannya.

Ares sedikit terkejut dan dia akan menyingkirkan kepala Flo dari pangkuannya tapi ucapan Flo menghentikannya.

“Kali ini aja, jangan nolak. Gue butuh sandaran, kali ini aja perduli sama gue setidaknya ada satu orang yang perduli dalam hidup gue” ucap Flo terkesan memohon suaranya bergetar,

Ares melihat Flo yang menatapnya, dia akhirnya tak jadi mendorong Perempuan itu. Dia mendiamkan saja Flo yang tidur di pangkuannya saat ini.

Flo tiba-tiba saja memeluk pinggangnya, Ares sedikit kaget dan akan melepasnya tapi Flo semakin erat memeluknya. Jujur, ia sangat gugup saat ini, gugup karena posisinya menurutnya begitu intim. Ares akhirnya hanya bisa pasrah dan mendiamkannya saja, meskipun ia gugup.

***

1
Piet Mayong
jadi bener Ares suka sama adek tirinya Flo??
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
Fafacho: disini belum author ceritain
total 2 replies
vita
ceritanya menarik dan bagus
Piet Mayong
ini juga pejantan mau mau aja di sosor...
😄😄😄
Piet Mayong
nekat amat jadi cewek kau Flo....terlalu frontal 🤭🤭🤭
Piet Mayong
semoga Ares g jatuh cinta sama Flo, beda level ini wir....
Piet Mayong
bener bener cewek gila si Flo ini ya Thor...
hehehehhe...
lanjut ya
Piet Mayong
jangan mau meluk cewek hantu laut res...
hahhahaha
Piet Mayong
gak ada penjelasannya gitu
Fafacho: penjelasan soal apa ya kak?
total 1 replies
Saefuroh Zt
aq nungguin updetnya
Piet Mayong
flo udh mulai nekat...
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
Piet Mayong
bagus ini ceritanya....
lanjut lagi donk....
Piet Mayong
rajin up ya Thor biar aku rajin juga ngasih gift
Piet Mayong
apakah ada udang di balik batu??
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!