NovelToon NovelToon
Cinta Terpendam

Cinta Terpendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis / Komedi
Popularitas:139.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Marta Linda

Cinta terpendam adalah perasaan suka diam-diam. Mencintai sendiri.
Setiap insan pasti pernah merasakan Cinta Terpendam.
Memendam cinta walau hanya sehari, atau bahkan lebih.Terlepas dari cinta itu terbalas atau tidak. Tetap cinta itu itu sempat terpendam.

Beruntung bagi seseorang yang memendam cinta, saat cintanya terbalas. Terlepas berapa lama cinta itu terpendam.

Namun, bagaimana jika cinta terpendam berlabuh pada seorang pembenci?

Khadziya Putri seorang gadis berusia 17 tahun, tiga tahun memendam cinta membuatnya tersiksa akan sakitnya mencintai dalam diam.

Reynan Prayoga laki-laki yang membuatnya berdebar-debar, membuat Ziya salah tingkah, tapi dia juga mematahkan hati Ziya.

Reynan begitu membenci Ziya, setiap berhadapan Reynan akan melontarkan kata kasar dan pedas.



Kenapa Reynan begitu membenci Ziya? Akankah benci berubah jadi cinta?
Mungkinkah cinta terpendam cukup lama akan terbalas?

Ikuti kisahnya di Novel ini. Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marta Linda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Berhasil

Hai readers dan para author kece tekan LIKE sebelum membaca, kasih komentar setelah membaca. Makasih banyak banyak buat kalian yang sudah memberi Like setiap episode. Tekan❤ untuk mendapatkan notif kelanjutan ceritanya.

Terima kasih😚😍 selamat membaca, semoga suka. Ailopyu all...

*****

"Kali ini ibu maafkan, tapi jangan di ulangi!" kata ibu tegas

"Ibu tidak suka kalian jalan tanpa izin dari ibu." Sambung ibu.

"Ibu tidak akan melarang kalian menjalin hubungan selagi kalian bisa menjaga batasan." Tegas ibu.

"Ingat. ibu tidak suka jika kau menyentuh Ziya, meski ibu setuju dengan hubungan kalian." Ibu memperingati Redo.

Ziya meringis melihat ibunya menginstimidasi Redo, Redo tersenyum kaku mendapati perlakuan ibu Ziya. Ziya menyentuh lengan ibu berusaha menghentikannya.

"Bu..." Lagi-lagi ucapan Ziya terpotong karena ibu menyelanya.

Setelah puas memberi wejangan untuk kedua insan yang dia rasa sedang di mabuk asmara, ibu mempersilahkan Redo untuk pulang.

Redo merasa lega karena akan keluar dari ketegangan yang tengah dia rasakan.

"Saya pamit Bu. Ziya aku pulang." Pamit Redo

Sebelum Redo melangkah, ibu kembali bersuara.

"Besok-besok kalau ke sini bawa makanan ya!" celetuk ibu yang berhasil membuat Redo berbalik.

"Iya Bu," jawab Redo dengan mengangguk.

Redo melangkah meninggalkan rumah Ziya menaiki mobil, mobil melaju seiring dengan suara klakson berbunyi. Setelah bayangan mobil Redo menghilang Ziya bersuara.

"Ibu apa-apaan sih?" gerutu Ziya

"Dia itu bukan pacarku bu," Sambungnya

"Ibu malu-maluin aja," Lanjutnya

Ibu tersenyum mendekati Ziya lalu memegang lengannya.

"Tidak perlu malu, ibu pernah muda sepertimu. Ibu mengerti, ibu kan sudah katakan tadi, ibu tidak melarang kamu berhubungan dengan dia. Jadi tidak usah merahasiakan ini dari ibu." Tutur ibu

"Ibu, dia bukan pacar Ziya. Ziya tidak punya pacar." Jelas Ziya kembali meyakinkan ibu.

"Sudahlah, ibu tau kamu malu sama ibu. Malu mengakui kalau kamu punya pacar. Ibu mengerti, tidak apa-apa." Jawab ibu menepuk pelan pundak Ziya kemudian berlalu memasuki rumah.

Ziya mendesah karena tidak mampu meyakinkan ibu untuk meluruskan kesalahpahaman ibunya. Dia merutuki dirinya yang tidak bisa mengelak saat Redo meminta singgah.

Redo mengendarai mobil dengan santai, masih tersisa ketegangan di wajahnya. Nada dering ponsel mengalihkan pikirannya, dia meraih ponselnya tertera nama Khaira di sana.

Sebelum menjawab panggilan dari Khaira, Redo terlebih dahulu menepikan mobilnya.

"Ya hallo," jawab Redo setelah menekan tombol hijau di layar ponsel miliknya.

"Bagaimana?" tanya Khaira di seberang sana.

"Misi berhasil," ucap Redo

"Bagus." Balas Khaira

"Kau harus membayar mahal untuk ini. Kau tau? aku mendapat ultimatum dari ibunya." Tegas Redo

"Maksudmu? kau bertemu ibunya? apa ibunya tidak menyukaimu?" Khaira membrondong Redo dengan pertanyaan

"Kau membuatku pusing. Bisakah kau bertanya satu-satu. Aku bertemu ibunya karena aku singgah ke rumahnya, kau tenang saja meski aku mendapat banyak wejangan tapi ibunya menyukaiku," jelas Redo

"Bahkan ibunya mengira kami mempunyai hubungan dan dia menyetujui hubungan kami." Ucap Redo tertawa

"Wah bagus itu, kerja bagus." Timpal Khaira

"Langkah kita semakin mudah, dengan restu ibunya tidak sulit untukmu menaklukkan hatinya." Sambungnya

"Tentu saja, tidak sulit bagiku menaklukkan seorang gadis dengan ketampananku ini. Bahkan ibunya mengakui ketampananku." Kata Redo bangga

"Cih, kau membuatku geli." Jawab Khaira

"Selesaikan tugasmu, buktikan apa ketampananmu bisa menjerat hati Ziya." Tantang khaira.

"Tentu saja. Jika itu terjadi kau harus ingat janjimu." Tegas Redo

"Oke, tujuh hari waktumu dari sekarang." Balas Khaira.

Panggilan terputus setelah Khaira mengakhirinya, Redo kembali menyalakan mesin dan melajukan mobilnya menuju ke kediamannya. Tidak lama mobil mewah itu memasuki gerbang menjulang tinggi, tampaklah rumah mewah dengan desain modern ala Eropa terpampang di sana.

*****

Pagi ini Ziya sudah siap di kelas, dia sengaja datang lebih pagi tidak sabar ingin bertemu Khaira. Tidak lama orang yang dia tunggu tampak memasuki kelas mendekat ke arahnya dengan senyum mengembang di wajahnya. Khaira menduduki kursinya dan menyapa Ziya yang memasang wajah masam.

"Hai Ziy, kau kenapa pagi-pagi sudah masam begini?" tanya Khaira heran

"Kenapa kau menggunjing di belakangku?" tanya Ziya kesal

"Kenapa kau menceritakan semua tentangku pada Redo? kau ingin mempermalukan aku?" Sambungnya

Khaira mengernyit, "semua?" tanyanya heran.

"Bisa-bisanya kau menggunjing temanmu." Kata Ziya

"Aku tidak menggunjingmu, aku hanya menceritakan yang baik-baik tentangmu. Aku memberitahu dia kalau aku punya sahabat baik sepertimu, aku bangga mempunyai sahabat sepertimu membuatku tidak bisa mengontrol diriku saat membahas tentangmu." Jelas Khaira

Ziya mengerutkan dahi, "membahas? kenapa kalian membahas tentangku? apa yang kalian bahas? kalian membicarakan aku?" Ziya membrondong Khaira dengan pertanyaan

Khaira merutuki dirinya yang lepas kontrol mengakibatkan dia keceplosan. Dia gelagapan mendapati pertanyaan dari Ziya. Setelah beberapa detik terdiam dia menemukan jawaban untuk alasannya.

"Bukankah aku sudah katakan, aku bercerita bukan membahas. Aku hanya menceritakan kebaikanmu dan dia penasaran denganmu. Dia ingin bertemu denganmu, dia juga ingin dekat denganmu. Ya.. ya itu, karena itu aku mengenalkanmu padanya kemarin." Kata Khaira meyakinkan Ziya.

"Kau begitu penasaran? apa jangan-jangan kau tertarik padanya?" Khaira menggoda Ziya mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Aku dukung kau bersamanya. Dia laki-laki baik, tampan, tajir, ramah. Lengkap, semua ada padaya." Sambungnya

"Sepertinya dia juga tertarik padamu, aku bisa lihat itu dari matanya." Kata Khaira meyakinkan.

Ziya berdecak, "Aku baru saja mengenalnya, bagaimana bisa kau mengambil kesimpulan seperti itu. Kau sama saja dengan ibuku, menyebalkan." Ucap Ziya kesal

"Sama dengan ibumu?" tanya Khaira pura-pura tidak tahu.

"Sudahlah, aku malas membahas itu." Balas Ziya acuh

Ziya menyudahi perbincangannya dengan Khaira, dia yakin jika tidak di hentikan perbincangan bisa panjang.

Dia malas membahas kejadian kemarin yang kembali mengingatkan dia pada ibunya yang salah paham.

Dia tidak mau bertambah pusing dengan pertanyaan yang akan di lontarkan Khaira padanya jika tau apa yang terjadi.

Bel berbunyi, jam pelajaran terakhir sudah berakhir. Tampak murid berhamburan keluar kelas, Ziya dan Khaira jalan beriringan menuju gerbang. Seperti biasa di depan gerbang mereka berpisah, Khaira melangkah menuju mobil jemputan sementara Ziya menuju halte depan sekolah.

Ziya menyeberang jalan menuju halte, setibanya di seberang tampak mobil merah yang dia kenali menghampirinya. Kaca mobil terbuka menampakkan wajah Redo di dalam sana dengan senyum mengembang di wajahnya. Redo turun menghampiri Ziya.

"Hai Ziy, mau pulang?" kata Redo

Ziya terperangah dengan kedatangan mobil Redo di hadapannya, membuat dia terdiam tidak menjawab.

"Ziy." Sapa Redo sedikit membungkuk mendekati wajah Ziya.

Ziya tersadar saat wajah Redo tepat di depan wajahnya. Redo kembali menegakkan tubuhnya saat Ziya mundur selangkah.

"Aku antar pulang oke!" Pinta Redo

Redo mendekati pintu dan membukanya untuk Ziya, "Masuklah!" kata Redo lembut

Ziya seperti terhipnotis dengan perlakuan manis Redo, dia melangkah memasuki mobil. Redo menutup pintu dan memasuki pintu kemudi lalu melajukan mobil menuju rumah Ziya.

"Kau tidak keberatankan jika aku mengantarmu pulang mulai hari ini?" tanya Redo meminta persetujuan Ziya.

Bersambung...

*****

Bagi readers yang membaca novelku CINTA TERPENDAM dan THE POOR GIRL, makasih banyak banyak. Mungkin ke depannya salah satu novel aku tidak di lanjutkan ceritanya. Tolong bantu aku, kasih saran novel mana yang sebaiknya aku lanjutkan?

Jujur, ini berat bagiku. Tapi aku harus pilih salah satu, aku tidak bisa fokus menulis 2 novel sekaligus. Sering ke tuker nama tokohnya.

Tulis di kolom komentar, novel mana yang kalian pilih untuk di lanjutkan. Terima kasih😍😍

1
Lestiani Silaban
asik
Lestiani Silaban
seruu
Lestiani Silaban
lanjut thor uda lm kli ni nunggu kelanjutannya blm ada jga
Lestiani Silaban
lanjut
Ilyas Ilyas
thor knp dirimu tege membuat diriku mati penasaran😭😭😭
Ndii Mutiq
aku juga chaniago lo thor,🤭😅
Ndii Mutiq
ziya emng ngk sklh lgi thor?🤔
Jeon Jungkok ❄️❄️❄️
sabar yah ini itu awal dari rasa akan penyesalan dari reynan karena ketika kamu sudah pergi jauh sejauh-jauhnya dan tidak akan berbalik lagi maka dia akan menyesalinya seumur hidup jika kau memafkan nya tapi kau tidak kembali dan dia akan berubah menjadi sosok yang pengertian dan lemah lembut jika kau mau memaafkan nya dan kembali padanya meskipun pilihan ke dua sangat baik tapi kau tetap harus pergi meninggalkan nya dan ingat perlakuan kasar nya padamu buat dia untuk menyesal dan buktikan bahwa kau baik-baik saja tanpanya!!!!! tetap semangat menjalani hidup tetap tersenyum meski hati mu terluka ingat ya
Jeon Jungkok ❄️❄️❄️
turut berdukacita yah thor semoga amal ibadah nya diterima oleh yang maha kuasa dan di lapangkan kubur nya...,amiin
Jeon Jungkok ❄️❄️❄️
ridho apakah kau menyesalinya, yahmemang jika nasi sudah jadi bubur kita tidak bisa berbuat apa-apa begitu pun dengan penyesalan yang datang di akhir kesenangan kita tidak tau apa resiko yang menunggu kita
Jeon Jungkok ❄️❄️❄️
jujur gue gak tau dan gak mau untuk tau menahu siapa dia dan apa nama dia.., dan gue gak kenal dan gak mau untuk mengenal gue baed mood karena dia suka nyakitin hati wanita meskipun itu hanya cewek culun seorang saja tapi menurut gue karena dia gak menghargai perasaan ziya berarti dia juga gak menghargai perasaan seorang ibu dan gue benci itu yah meskipun gue tau kalo perempuan itu sangat merepotkan tapi gue tetap menghargainya NGERTI LO!!!
Ilyas Ilyas
lanjud dong thor
Ilyas Ilyas
up
Nur Hasiah
semangat kak💪💪
Nur Hasiah
kak author kapan Up?
chonurv
tetap semangat ya
chonurv
bagus ibu
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
v kusuma ( ig : @evymuda )
Maafkan aku yang telat mampir... Boomlike eps yang tertinggal smangat upnya ya thor salam CKBDPM & SAM 💪😍
Elisabeth Ratna Susanti
sip👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!