Menceritakan kisah gadis desa bernama Aida Saputri yang merantau ke Ibukota dan pada akhirnya menjadi seorang bodyguard dari Raisa Aditama putri pengusaha terkenal Wira Aditama dan Lisa Aditama. Saat dirasa telah mampu memegang perusahaan, Raisa diangkat menjadi CEO di perusahaan orangtuanya. Yang akhirnya mempertemukannya dengan CEO perusahaan lain bernama Arman Raharja.
Kisah cinta di mulai, terjadilah cinta segitiga. Raisa mencintai Arman, sedangkan Arman malah mencintai Aida. Sementara Aida sudah memiliki calon suami yang ia cintai. Lantas apa Arman akan berpindah ke Raisa yang jelas-jelas mencintainya. Atau bertahan dengan cintanya yang tak terbalas.
Selain Arman sang CEO ada sosok Aji yang berprofesi sebagai Bodyguard yang juga mencintai Aida. Di saat menanti hari H pernikahan calon suami Aida kecelakaan dan akhirnya meninggal dunia. Di akhir kisahnya siapa yang akan menjadi pendamping hidup Aida?
* Arman sang CEO yang angkuh,dingin, serta melakukan segala hal demi merebut hati Aida
Ataukah
*Aji sang bodyguard yang tulus mencintai tanpa pamrih justru rela mengorbankan nyawanya demi orang tercinta
Ikuti kisah Aida hingga berakhir indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurjanah Sity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Bertemu Dia 3
Aida kembali melanjutkan langkahnya dengan hati yang masih dongkol. Baru beberapa melangkah tiba-tiba dari arah samping ada seseorang yang melangkah dengan cepat. Tabrakan pun tak bisa di hindari.
Byur...
Kopi yang ia bawa membasahi kemeja seseorang. Aida terkejut dan hanya bisa terpaku, ia tersadar setelah mendengar jeritan seseorang.
"Awww.... panas....panas", teriak lelaki yang ia tabrak sambil mengipas-ngipas bajunya yang basah oleh kopi basah.
"Maaf Pak. Saya gak sengaja", ucap Aida sambil menunduk.
"Kamu... Setiap ketemu kamu, saya selalu sial",ucapnya lagi sembari memasih memegang Ponsel miliknya.
Mendengar suara yang tak asing, Aida memberanikan diri mendongak ke atas sambil melihat wajah pria yang ia tabrak.
Astaghfirullah... Bapak itu lagi. Kenapa bisa disini.
"Kan saya sudah minta maaf pak. Lagian Bapak juga salah jalan selalu sambil telfonan", bantah Aida.
" Kamu berani menyalahkan sa...", ucapannya terhenti saat seseorang mendekat.
"Ada apa ini?", teriak seseorang.
Mereka berdua menoleh, nampak Ardi disana. Ya memang sedari tadi ia masih diam di tempat sambil menatap kepergian Aida. Ia juga melihat sendiri saat Aida menabrak seseorang. Seorang pria asing yang menabrak Aida langsung memarahi Aida. Melihat sang pujaan dimarahi membuatnya meradang, sungguh tak rela melihatnya. Ia segera menghampiri mereka dan menanyakan ada apa.
*C*ihhh.... sok jadi pahlawan kesiangan. Biar dipuji Aida hah... batin Arman.
Selamat..... untung pak Ardi datang. Meski aku masih jengkel sama orang ini, setidaknya ia telah menolong telingaku. Telingaku tak jadi sakit mendengar omelannya.
Heran nih orang punya darah tinggi kali ya... Tiap ketemu bawaanya ngomel melulu. Untuk kali ini makasih pak Ardi.
"Anda siapa? saya tidak ada urusan dengan anda. Urusan saya dengan dia"ucap Arman sambil menunjuk ke arah Aida dengan jarinya.
"ya... karena saya melihatnya. Saya berhak ikut campur",
"Lebih baik Anda minggir dari sini", bentak Arman.
"Tidak. Saya akan pergi setelah anda meminta maaf pada gadis ini. Ini bukan hanya kesalahan dia",
"Ah... percuma berbica dengan Anda", ucap Arman sambil menarik tangan Aida.
Aida yang terkejut reflek menyerahkan nampan berisi cangkir kopi yang berada ditangan kirinya ke pak Ardi. Ardi pun reflek menerimanya. Aida telah ditarik Arman menjauh dari Ardi, hal ini membuatnya tersadar dan segera membuatnya mengejar Aida.
"Mau anda bawa kemana dia",
"Saya bawa ke atasannya. Agar mau tanggung jawab", ucap Arman tegas.
Emosinya semakin meningkat saat Ardi mengejarnya.
"Diam di situ. Berani kamu mengikuti saya. Saya pastikan anda akan menyesal", bentaknya lagi.
Ardi hanya terdiam. Ia tahu siapa sosok dihadapannya. 'Arman Raharja' pimpinan AR coorporation. Wajahnya wara-wiri di surat kabar bisnis. Orang yang begitu berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun pikirannya masih kacau, ia takut hal buruk terjadi pada pujaannya, sementara ia tak bisa berbuat sesuatu. Hanya do'a terbaik ia ucapkan.
Mereka telah jalan menjauh. Arman masih memegan lengan Aida. Dan sekarang ia mencengkeram kasar lengan Aida, hingga membuatnya mengaduh kesakitan. Arman menahan emosinya yang mulai meluap. Ia tak suka dengan sikap Ardi yang sok-sokan menjadi superhero untuk Aida.
"Aawww...sakit pak. Jangan asal tarik-tarik", ucap Aida meronta mencoba melepaskan tangannya.
"Saya mau bawa kamu ke CEO. Saya mau kamu tanggung jawab",
"Ya tapi tidak perlu tarik-tarik pak. Mana kasar kan sakit. Lagian kita bukan muhrim, tidak boleh pegang sembarangan seperti Bapak tadi",
"Kalau tidak saya pegang kamu akan kabur",
"Saya bukan orang seperti itu. Saya akan ikuti Bapak. Asal jangan pegang-pegang lagi.
"Apa aku bisa percaya",
" Saya berjanji demi Allah tidak akan kabur. Apa anda belum yakin",
" Baiklah ikuti saya, jangan jauh-jauh", Aida hanya membalas dengan anggukan.
Maafkan aku sayang. Aku tak bermaksud menyakitimu. Aku hanya marah lelaki itu berusaha sok baik padamu. Aku iri melihatnya, aku belum bisa bersikap manis padamu. Karena aku ingin dekat denganmu dengan caraku sendiri.
kasihan aida gara-gara metode PDKT Arman yg wow!!
\(°o°)/
bersikap galak dan sering ngebentak......😂😂😂
OB KERUDUNG BIRU