"Gue mau nyari calon laki dah... Kalo kaya gini terus pacaran sama ini nggak boleh, sama itu juga nggak boleh.. Mamah tuh mau yang gimana sih?"
_MARSHA ADELIA_
"Seberapa jauh kamu pergi, aku bakal tetap milikin kamu, cantik".
_ALFAN WIJAYA_
Kisah mereka dimulai saat marsha sudah merasa lelah dengan kisah cintanya yang selalu nggak dapat restu dari mamanya. Sampai suatu kejadian mempertemukan marsha dan Alfan yang cuek tp ternyata sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Marmaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku-Kamu
Saat semua orang terpana melihat sunset, Sita yang saat itu akan memanggil Marsha.. Tiba-tiba terpaku melihat adegan disampingnya. Marsha sedang ciuman sama Alfan. Dari semuanya hanya Sita yang melihat itu sampai akhirnya Marsha berteriak
"Aaaa.... Ngapain sih lo? "ucap Marsha mendorong Alfan dan langsung membekap mulutnya sendiri.
Sita yang saat itu terpaku melihat adegan sebelumnya sontak berteriak kaget.
" Ngapa sih lo, Sha? Ngagetin gue tau"cerocos Sita yang memdapat anggukan dari yang lainnya.
"Ngga... "balas Marsha dengan rona merah di pipinya.
" Apa tadi bener ciuman pertama gue ya? "gumamnya dalam hati, sambil terus memegang bibirnya.
" Kenapa, Sha? "tanya Alfan tiba-tiba yang ternyata masih tetep berdiri disampingnya.
Marsha terpundur sedikit untuk menghindari Alfan, yang saat ini membuat jantungnya maraton.
" Guys... Yu balik bentar lagi mo pasang ni, "Ajak Jak sambil berjalan berbalik arah. Mereka pun mengikuti Jak balik ke villa.
Sampai di villa semuaasuk ke kamar masing2, yang saat itu Marsha tinggal sekamar dengan Sita, Ayu dan Resa, Jak dan Rendi, Arga dan Diki, sedangkan Alfan sendirian dan kamarnya tepat berada disebrang kamar Marsha. Ternyata semuanya sudah diatur sama Alfan. Marsha sendiri bahkan ngga tau kalo kamarnya dekat dengan Alfan, dasar Marsha emang dasarnya cuek, jadi dia mah sabodoan sama urusan orang.
Malam itu mereka makan malam bersama, sedangkan makanan nya sudah Alfan pesan dari restoran terdekat. Setelah makan mereka berkumpul di ruang kelurga sambil nonton film.
"Ganti sama yang romantis kek, biar baper "celetuk Rendi.
" Iya, komedi mulu,sakit perut gue"timpal Arga.
"Yaelah, yang punya bokin, enak baper, lah gue jomblo mo baper ma sapa, tega lu pade"tolak Diki.
"Lagian lo, suka sama cewe yang udah punya cowo, pelakor lu"cerocos Sita.
"Njiiir bacot lu, Ta! Kapan gue jadi pelakor, masa gue rebut laki orang, najis banget"umpat Diki.
Semua hanya tertawa melihat celoteha cewe bawel sama cowo tengil di hadapannya.
Marsha tiba-tiba berdiri dan beranjak pergi.
"Mo kemana lo, Sha? "tanya Resa.
" Kebelet gue, anterin yu! "ucapnya sambil narik tangan Resa.
" Ogah, ah! Timbang ke toilet doang, Sha. "jawab Resa cuek. Marsha emang penakut, apalgi kalo gelap dia pasti ngga mau sendirian di rumah.
" Iiih, atuhlah anterin, ngapa sih? "ucap Marsha merajuk.
Semua itu tak lepas dari pantauan Alfan, dia pun beranjak mendekati Marsha, setelah dikasih tau sama Jak kalo Marsha itu penakut.
" Ayo, sha sama aku aza"ajak Alfan sambil menarik tangan Marsha. Marsha yang emang udah kebelet langsung ngikutin Alfam dari belakang. Toiletnya memang ada di lorong yang lumayan jauh dari ruang keluarga.
Ketika Marsha masuk ke toilet, Alfan menunggunya di kursi meja makan, saat Marsha keluar dari toilet tiba-tiba
Prett.... Lampu padam dan semua memjadi gelap.
"Alfaaan.... Gue takut! "teriak Marsha yang langsung terduduk lemas di depan toilet.
" Sha, tunggu disana! "ucap Alfan sambil menyalakan lampu di gedgetnya. Nampak Marsha sedang terduduk dan menenggelamkan kepalanya ke lututnya, tubuhnya bergetar, bahunya terguncang, Marsha menangis.
" Sha, Sha,,, kamu ngga papa kan? "ucap Alfan sambil memegang bahu Marsha. Marsha mendongak dan langsung memeluk Alfan.
" Gue takut, Al! "ucapnya sambil terisak.
Alfan pun membantu Marsha berdiri, tapi gadisnya itu nampak lemas, akhirnya Alfan menggendong Marsha ala bridal dan lanhsung membawa ke ruang keluarga. Marsha mengalungkan tangannya di leher Alfan dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Alfan.
"Eh, kenapa Marsha, Al? "tanya Jak khawatir.
" Tadi dia teriak pas lampu padam, terus nangis, ya udah gue gendong aza. "jawab Al sambil membaringkan tubuh Marsha di sofa.
Marsha memang pobia gelap jadi, dia suka mendadak lemas tiap berada di kegelapan. Alfan langsung memberikan minum pada Marsha yang tadi diambilkan Sita. Karena Sita tau kalo Marsha pobia gelap, ternyata Jak juga tau dari Marsha.
Malam semakin larut, mereka pun memutuskan untuk tidur, agar besok fresh saat bermain di pantai. Sementara Marsha masih terbaring lemas di sofa, dia masih shok. Akhirnya Alfan pun menggendong Marsha lagi ke kamarnya agar dia bisa istirahat di kamar.
"Kamu yakin ngga mau ke rumah sakit, Sha? "tanya Al sambil berjalan menuju kamar Marsha. Marsha hanya menggeleng dan memejamkan matanya. Ada rasa nyaman saat ia bersandar didada bidang Al.
Alfan membaringkan Marsha di ranjang, lalu menyelimutinya.
" Istirahat ya, sayang! Cup..! "ucap Al sambil mengecup kening Marsha. Marsha hanya memejamkan matanya tanpa mau menjawab ucapan Al, apalagi jantungnya dibuat maraton lagi dengan kecupan di keningnya.
Saat itu Sita lagi minum di dapur, jadi Sita masuk kamar saat Al udah keluar dari kamar mereka.
"Udah tidur, Sha? "ucap Sita sambil ikut berbaring di samping Marsha.
" Ta! "ucap Marsha tiba-tiba.
" hmm"gumam Sita.
"Gue pernah cerita kan ke lo, kalo first kiss gue cuma buat suami gue. "lanjut Marsha.
" Iya, berarti Al itu calon laki lo, Sha"balasnya sambil beranjak duduk.
"Ko, lo bilang gitu sih, Ta? "tanya Marsha heran sambil ikut duduk dan menyandarkan kepalanya di kepala ranjang.
"Maaf, ya, Sha, tadi gue liat lo ciuman sama Al, tapi beneran gue ngga sengaja" ucap Sita sambil menunjukan 2 jari telunjuk dan tengahnya.
"Itu bukan seperti yang lo pikirin, Ta! "ucap Marsha sambil menggigit bawah bibirnya. Marsha pun menceritakan kejadian sebenernya pada Sita, dan hanya diangguki oleh Sita.
" Emang ciuman tuh emang kaya gitu ya, Ta"tanya Marsha polos.
"Et dah bocah, emang beneran lo ngga pernah ciuman, Sha? Mantan lo aza banyak"imbuhnya.
"Iiih emang lo tiap pacaran dikasih, gue mah ogah, prinsip gue yang pertama itu buat suami gue. "tegas Marsha.
" Hahaha... Dasar lo ntar minta lagi aza sama Al, biar tau rasanya gimana? "kekeh Sita yang mendapat tabokan di tangannya.
" Udah ah kita istirahat, biar besok fresh, Ta "ucap Marsha sambil membaringkan kembali tubuhnya.
" Ok, eh tapi lo beneran udah ngga apa2, Sha? "ucap Sita Khawatir.
" hmmm"gumam Marsha yang memang sudah mengantuk.
Keesokan harinya semua orang di vila Alfan sudah bersiap untuk ke pantai. Mereka semua memakai pakaian santai dan kacamata hitam bertengger di setiap mata mereka, menambah kecantikan dan ketampanan para remaja yang menuju dewasa itu.
Seperti biasa para cewe duluan berangkat dan diikuti para cowo, tapi hari ini Alfan dan Jak masih di vila, mereka bilang nanti akan nyusul.
Mereka semua bermain di pantai dengan. Sangat bahagia tak terkecuali Marsha. Diki yang tengil selalu menggoda cewe2 yang lewat di depannya. Sementara Arga asyik memotrek kegiatan teman-temannya dengan tingkah mereka yang kadang kekanakan.
Mereka puas bermain sampai akhirnya perut mereka berontak minta diisi. Akhirnya mereka pun balik ke villa buat makan siang.
"Eh, Sha tadi ada cowo tinggi liatin lo mulu sambil senyum2 lagi"celoteh Ayu saat berjalan pulang.
"Masa sih, ganteng ngga "goda Marsha.
" Tapi kayanya gue pernah liat deh tuh cowo, tapi diman ya? "ucap Ayu sambil memegang keningnya.
" Yaelah, ngga usah dipikirin kali, Yu, cuekin aza gue aza ngga peduli"ucap Ayu yang didengar oleh Rendi di belakang.
"Pantesan Al, ngebet banget sama ni cewe ternyata lo emang beda, Sha"gumam Rendi sambil tersenyum.
Alfan dan Jak yang ngga ikut ke pantai nampak memyambut mereka dan langsung mempersilakan teman - temannya makan.
Mereka pun makan siang bersama, bahkan semua makanan di meja makan bersih tanpa sisa.
Alfan yang tiba-tiba menghampiri Marsha langsung berjongkok dan memegang tangan Marsha.
"Marsha Adelia, maukah kamu jadi pendamping hidup aku untuk selamanya? Aku tau aku banyak kekurangan tapi aku bener2 sayang sama kamu, aku bakal berusaha untuk terus buat kamu bahagia"ucap Alfan di depan teman2nya.
Marsha yang saat itu berada di halaman dengan banyak bunga di sekitarnya hanya diam terpaku dengan jantung yang mulai maraton dan pipinya terasa panas.
"terima... Terima... "sorak teman2nya.
Marsha mencerna lagi semua perkataan Alfandan apa yang ia lewati bersamnya, serta restu mamah yang sulit ia dapatkan ternyata mudah banget bagi Alfan.
Akhirnya Marsha mengangguk mengiyakan dengan rona merah di pipinya.
" Jadi kamu mau jadi pacar eh istri aku, Sha"ucap Alfan antusias lalu menyematkan cincin berlian di jari manis Marsha dan refleks menggendong Marsha dari depan.
"Aaaalll... Turunin gue! "teriak Marsha sambil memukul bahu Alfan.
" Makasih, sayang! "ucap Al sambil menurunkan gadisnya dan memeluknya.
Momen itu tak luput dari pantauan seseorang yang mengepalkan tangannya dengan geram.
" Shiit...! "
Bersambung.....
Ayo tebak siapa ya...