NovelToon NovelToon
Takdir Membawa Cinta

Takdir Membawa Cinta

Status: tamat
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:479.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ratih mirna sari

Bukan hal yang mudah menjalani kehidupan sebagai seorang anak tiri, Vabilla Ahsyaniza, seorang perempuan baik hati yang selalu mendapat perlakuan tidak pantas dari ibu tirinya, dia mencoba untuk tetap ikhlas menjalani semua yang ditakdirkan didalam hidupnya.

Ibu tirinya itu sangat membenci Billa karena dia adalah anak hasil hubungan gelap suaminya dengan perempuan lain.

Pertemuannya dengan laki-laki bernama Bisma membuat Billa semakin gencar dihina oleh ibu tirinya.

Bisma menyukai Billa sejak pertemuan pertama mereka, diapun berusaha untuk masuk kedalam kehidupan Billa, tanpa mengetahui apa yang akan Billa hadapi nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratih mirna sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisma yang susah move on

Bisma yang baru tiba dikelas langsung menghampiri Dicky yang sudah terlebih dahulu duduk dibangkunya.

"Selamat ya! Loe udah jadian Billa." Ucap Bisma.

Dicky sedikit menoleh kearahnya, dia tersenyum simpul.

"Iya, makasih." Balas Dicky singkat.

"Gue harap loe bisa jaga dia dengan baik. Gue mohon jangan kecewain dia." Ucap Bisma kemudian.

"Tanpa loe suruh juga gue akan lakuin itu." Jawab Dicky ketus.

Bisma sebenarnya malas melihat budi Dicky, namun dia berusaha untuk tetap bersikap sewajarnya.

"Gue percaya kok kalau dia jodoh gue, mau apa yang terjadi, dia pasti akan berbalik sama gue, gimanapun jalan ceritanya." Ucap Bisma percaya diri.

Dicky tertawa mendengar perkataan Bisma.

"Loe kalau mau mimpi jangan disekolah deh, mending dikasur aja sana!" Ucap Dicky meledek Bisma.

"Buat sekarang loe boleh bicara gitu. Tapi liat aja nanti waktu yang bakal bungkam mulut loe itu." Balas Bisma.

"Iyalah, terserah loe. Yang penting sekarang gue lagi bahagia-bahagianya sama Billa. Dan masalah nanti, ya gimana nanti aja deh. Nggak usah difikirin sekarang." Ucap Dicky.

"Ok, tapi kalau loe sampai berani sakitin dia, loe berurusan sama gue." Tegas Bisma.

Dicky tak menjawab perkataannya.

Bismapun memalingkan pandangannya dan duduk dibangkunya.

***

Billa sangat merasa gelisah, dia terus berfikir jalan apa yang akan dia ambil untuk masalah ini?

Namun dia harus segera mengambil keputusan sebelum Felly mengetahui yang sebenarnya.

Billa menemui Dicky didepan kelasnya. Wajahnya terlihat sangat kusut.

"Ada apa sayang?" Tanya Dicky.

"Kamu sayang sama aku?" Billa balik bertanya.

"Iyalah sayang, kalo nggak buat apa aku minta kamu jadi pacar aku?" Dicky balik bertanya.

"Ok, kalo gitu kamu mau kan lakuin apa aja buat aku?" Tanya Billa kemudian.

"Iya tentu dong sayang, apa sih yang nggak buat kamu. Asal itu bisa bikin kamu seneng aku akan berusaha lakuin itu." Jawab Dicky sambil memegang tangan Billa.

"Kalo gitu aku minta tolong sama kamu buat jagain Felly, bahagiain dia disisa hidupnya. Kamu jadian ya sama Felly." Ucap Billa dengan berat hati.

Dicky terkejut dengan permintaan pacarnya itu, permintaan macam apa itu? Dia baru mendengar jika seorang kekasih memintanya untuk berselingkuh.

"Apa maksud kamu?" Tanya Dicky yang tak mengerti dengan ucapan Billa.

"Aku mau kamu pacaran sama Felly, dia bilang sama aku kalo dia suka sama kamu, kamu penyemangat dalam hidupnya." Ucap Billa dengan mata yang memerah.

"Apa? Aku kenal juga nggak sama dia. Kamu jangan halu deh, pacar aku itu kan kamu. Masa aku harus pacaran juga sama dia? Kamu bener-bener ngaco ya." Ucap Dicky tak habis fikir.

"Kamu kan udah janji sama aku mau lakuin apa aja." Ucap Billa.

"Iya, tapi bukan gini." Balas Dicky.

"Aku mohon. Ini semua demi Felly. Ini adalah keputusan aku, kita harus bisa bikin Felly bahagia disisa hidupnya. Dia sahabat aku, aku nggak bisa nolak permintaan dia, atau dia bakalan down lagi." Ucap Billa sambil tertunduk.

"Terus kamu mau ngorbanin aku? Ngorbanin perasaan kamu?" Tanya Dicky memegang pundak Billa.

Dicky sangat tak tega melihat kekasihnya itu yang kebingungan.

"Selama aku mampu aku akan coba buat berusaha. Tapi aku nggak bisa lakuin itu sendiri, aku butuh kamu bantu aku." Ucap Billa.

"Kamu memang punya hati yang tulus, aku salut sama kamu. Dan itu yang membuat aku cinta sama kamu." Ucap Dicky, Billa menyusut air matanya dan mencoba untuk tersenyum.

"Jadi kamu mau kan?" Tanya Billa.

Dicky mengangguk pelan.

"Aku lakuin ini demi kamu, bukan karena Felly." Ucap Dicky.

"Makasih ya, Ky." Billa tersenyum, senyum yang dipaksakan.

Dicky membalasnya dengan senang hati.

***

Billa menghampiri Felly yang tengah duduk dikelas sendirian.

"Kamu dari mana Bill?" Tanya Felly memulai pembicaraan.

"Aku habis ketemu sama Dicky." Jawab Billa tak bersemangat.

"Oh ya, terus-terus?" Tanya Felly antusias.

"Dia mau ngajak kamu jalan pulang sekolah nanti." Jawab Billa berbohong.

Padahal Billa yang memintanya.

"Apa? Dia ngajak aku jalan? Kamu serius Bill?" Tanya Felly dengan sumringah.

"Iya." Jawab Billa singkat.

Entah apa yang dia rasakan saat ini, apa dia harus bahagia atau bersedih.

Bahagia karena sahabatnya itu kembali ceria, sedih karena dia harus mengorbankan orang yang dia cintai.

"Aaaa makasih ya Bill. Kamu memang sahabat aku yang paling baik." Ucap Felly sambil memeluk Billa.

Billa tersenyum, walau senyum yang dipaksakan.

Namun melihat Felly seceria itu sedikit menutupi kesedihannya.

***

Bisma benar-benar dibuat galau oleh Billa, isi otaknya terus dipenuhi oleh bayangan perempuan itu.

Dia berjalan ogah-ogahan dikoridor sekolah. Suasana disana sudah mulai sepi, hanya ada beberapa orang yang masih berlalu-lalang.

Dia melihat Billa diujung koridor sana yang juga tengah berjalan kearahnya.

Bisma mencoba menepis bayangan perempuan itu, namun semakin lama, sosok itu semakin tergambar jelas.

Ternyata itu bukan hayalan Bisma, itu memang benar-benar Billa yang berjalan kearahnya.

Bisma mencoba untuk tidak menoleh, saat berpapasanpun dia tetap mengarahkan pandangannya kedepan.

Billa sedikit menoleh kearah Bisma, tapi laki-laki itu terlihat cuek. Dia sama sekali tak menyapa dirinya, jangankan menyapa, menolehpun tidak.

'Nggak kaya biasanya dia kaya gini.' Ucap Billa dalam hati.

Mungkin laki-laki melakukan apa yang Billa minta, dia benar-benar menjauh dari kehidupan Billa.

Tapi mengapa rasanya ada yang mengganjal dihati Billa? Rasanya aneh ketika Bisma tak menyapanya.

Dia sedikit merasa tak enak hati karena telah mengusir Bisma dari kehidupannya.

Billa segera menepis perasaan itu, bagaimanapun juga dia hanya menginginkan yang terbaik untuk hidupnya.

Dia kembali melanjutkan langkahnya tanpa mengharapkan Bisma menoleh kearahnya.

Bisma menoleh kebelakang, terlihat punggung perempuan itu yang semakin menjauh.

Maafin aku Bill, untuk saat ini aku sedikit menjauh dari kamu. Tapi aku janji, aku akan kembali dan perjuangin kamu.

Biar aku tenangin dulu hati dan fikiranku. Biar aku instrofeksi diri, biar aku yakinin hati aku kalau aku bener-bener nggak bisa hidup tanpa kamu.

Kepura-puraan ini membuat hatinya tak menentu, rasanya ingin sekali dia memeluk perempuan itu dan mengatakan bahwa dia sangat mencintainya.

Namun dia sungguh tak berdaya, dia tak mampu untuk melakukan hal itu. Perempuan itu sudah terikat janji dengan orang lain.

***

Felly celingukan sendiri, dia sedang menunggu Dicky diparkiran, dia merasa tak sabar akan bertemu dengan pujaan hatinya yang dia impikan selama ini.

Dari kejauhan, telihat laki-laki itu yang berjalan kearahnya.

Jantung Felly berdetak tak beraturan ketika melihatnya, apa dia akan pingsan ketika suatu saat Dicky menembaknya?

Entahlah, fikiran Felly begitu konyol.

"Hai." Sapa Dicky sesaat sampai diparkiran. Dia memperlihatkan senyum termanisnya.

Dia berusaha untuk melakukan apa yang dikatakan Billa. Jika dia harus bersikap manis kepada Felly.

Felly menatap Dicky, senyumnya masih sama seperti waktu itu, hangat juga menenangkan. Fikir Felly.

Felly tersenyum mengingatkan hal itu.

"Hai juga." Jawab Felly.

"Gimana keadaan kamu? Udah baikan?" Tanya Dicky.

"Ya, aku baik. Berkat do'a dan dukungan dari orang-orang disekitar aku. Termasuk kamu." Jawab Felly.

"Kamu bisa aja. Maaf ya waktu kemarin jenguk nggak bawa apa-apa. Buru-buru soalnya." Ucap Dicky.

"Nggak apa-apa kok, kalian jenguk aja aku seneng banget." Jawab Felly.

"Oh ya, kita jadi jalan sekarang?" Tanya Dicky.

"Kemana?" Felly balik bertanya

"Ketempat yang bisa bikin perut kenyang." Jawab Dicky.

"Hah?" Tanya Felly sedikit tertawa.

Dickypun naik keatas motornya.

"Pake helem ini, sini aku pakein!" Seru Dicky sambil menunjukkan helmnya.

Tanpa berfikir panjang Felly langsung mendekat, Dicky segera memakaikan helm itu pada kepala Felly.

Jantung Felly berdetak lebih cepat ketika wajahnya dan wajah Dicky hanya berjarak beberapa senti.

Felly tersenyum menatap wajah tampan Dicky. Felly benar-benar dibuat salah tingkah olehnya.

"Udah, yuk jalan!" Seru Dicky.

Dengan cepat Felly segera naik keatas motor Dicky. Dickypun segera tancap gas.

Ternyata Billa memperhatikan mereka dari kejauhan, dia yang melihat kedekatan mereka merasa sangat sedih.

Apa benar keputusan yang dia ambil saat ini? Apa dia tak akan menyesal dikemudian hari? Entahlah, biar waktu yang menjawab semua pertanyaan itu.

Felly dan Dicky terlihat sangat serasi, Billa tak bisa menyangkal itu.

Semoga aja kekhawatiran aku ini nggak takkan pernah terjadi, aku percaya jika Dicky benar-benar mencintaiku dan tak mungkin hatinya berubah begitu saja.

Billa percaya jika Dicky akan menjaga hatinya, sepenuhnya, hanya untuk dirinya.

***

1
Agustina Kusuma Dewi
waktu yang akan mengubah segalanya
Agustina Kusuma Dewi: woke..ntar berlanjut kl fah kelar
total 2 replies
Agustina Kusuma Dewi
kesini lg setelah bukan kesalahan takdir.. 😘😍
☠ Novita ☘𝓡𝓳『⃟𝐉 🍒⃞⃟🦅
aku mampir kak. Bantul support juga ya
ohana
ceritanya bagus tp nama karakternya jd bikin cenat cenut, hehehehe
TiiehAtieh: baca juga THE SECRET ya kak, banyak misterinya juga 😄😊
total 1 replies
ohana
start baca.... hbis baca sherin sama nindi
TiiehAtieh: ini novel berantakan kak 🙈 maklum ya, karya pertama 🤭
total 1 replies
Nia Kurniasih
di fitnah lg nie kayanta billa
Nia Kurniasih
dasar ya ibunya bodoh demi mncari kbhgiaan sendiri tega anak di kasihkan ke bpknya apa susahnya dia ug urus minta jatah biaya anaknya
Nia Kurniasih
mampir ah kmari
Manami Slyterin
seru
Byna Hasnawati
billa perempuan yg tdk tau bersyukur. dpt suami yg baik tdk disyukuri.
TiiehAtieh: belum sadar dia kak, 😁
total 1 replies
Byna Hasnawati
kematian Felly bkn kesalahan Billa. maux dia jgn lari. lbh baik dibicaran dgn baik. billa kan tdk tau kalo felly mau dtg. yg paling bersalah adalah Dikky yg menggantung Billa. maux Dikky menjkskan yg sebenarx.
liana aksa
aku datang twins B si tampan yang licik
Nilam Nuraeni
punya teman baik itu bikin mood bagus loh Bill, semangat buat author nya💪🌹
sunflower: kak cara buat views banyak gimana ya kak, soalnya masih pemula😁😅💚🙏
total 1 replies
Nilam Nuraeni
Bisma sama Billa Thor😁 jangan sama yang lain ya
Nilam Nuraeni
geregetan astaga
Nilam Nuraeni
lanjut
Nilam Nuraeni
egois banget sih ortu🤧
Nilam Nuraeni
semangat kak
Nilam Nuraeni
jejak dulu kak🤗
Jati Setiawan D
Totally alur cerita, emosi dan trickynya sangat menghibur.....terus semangat u berkarya, Hadil tdk pernah berkianat thd effort thor.....
TiiehAtieh: terimakasih kak, kalo berkenan baca juga yuk karyaku yang judulnya BUKAN SALAH TAKDIR, Msih on going udh tembus 108 episode... masih butuh banyak dukungan disana
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!