Hanya cerita fiksi
Tidak terkait dengan agama manapun
maaf jika ada yang kurang berkenan 🙏
Bella Amanda awalnya adalah gadis cantik yang begitu periang. Tapi sikapnya lambat laun berubah ketika orang-orang membandingkan dirinya dengan adiknya sendiri yang katanya lebih cantik, lebih pintar dan lebih segala-galanya.
Bukan hanya itu Bella juga harus menelan pil pahit saat suaminya dengan tega bermain belakang dengan Belinda, adiknya sendiri dan diharuskan menikah.
Sanggupkah Bella tetap bertahan dengan pernikahannya atau memilih menyerah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airarahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belinda Menangis
Satu bulan berlalu sejak hari pernikahan Bella dan Erlan. Seperti pasangan baru lainnya, Bella dan Erlan terlihat harmonis dan saling mencintai. Seperti saat ini di meja makan, Bella menyiapkan sarapan untuk suaminya dengan telaten. Erlan yang terbiasa makan nasi di pagi hari membuat Bella membuatkan sarapan khusus untuk Erlan karena anggota keluarga lain terbiasa makan roti atau salad saja di pagi hari.
Bella menyendokkan nasi, sayur dan daging asap pesanan suaminya. Pagi-pagi sekali Bella sudah bangun dan memasak sarapan ditemani Bu Marni.
“Makasih ya sayang” ucap Erlan saat Bella menyerahkan piring yang sudah komplit dengan isinya kepada Erlan.
Bella mengangguk dengan senyuman kemudian menarik kursi dan duduk disebelah Erlan. Bella memakan sarapan yang berbeda dengan Erlan karena Bella sudah terbiasa memakan roti sebagai sarapan serta juice tanpa gula. Anggota keluarga yang lain juga sama seperti Bella. Erlan sebenarnya bisa saja mengikuti cara makan keluarga itu tapi Daniel tidak ingin menantunya menjadi merasa terbebani dengan kebiasaan yang ada.
“Ini rumahmu juga, jadi kamu bisa melakukan apapun sama seperti sebelumnya. Jangan terbebani” ucap Daniel saat Erlan pertama kali tinggal disana. Mendapat perlakuan yang baik dari mertuanya membuat Erlan bisa dengan cepat beradaptasi di rumah barunya.
“Kak, aku numpang sampai sekolah ya” ucap Belinda pada sang kakak yang akan berangkat ke kantor bersama suaminya.
“Iya dek” jawab Bella tersenyum. Belinda biasanya membawa mobil sendiri tapi dari kemarin mobilnya sedang diperbaiki di bengkel.
Jam 7 pagi mereka bertiga sudah berangkat bersama. Jarak dari rumah ke sekolah Belinda hanya memerlukan waktu kurang lebih 10 menit.
Saat sampai di depan gerbang sekolah Belinda, seorang pemuda tampan sudah menyambutnya disana.
Erlan geleng-geleng kepala melihat kelakuan bocah itu.
“Lihat adikmu yank” ucap Erlan masih geleng-geleng kepala sambil melihat Belinda yang berjalan sambil berpegangan tangan dengan pemuda itu.
Bella hanya tersenyum.
“Yang penting dia masih bisa menjaga diri” sahut Bella. Ini bukan pertama kali dia melihat Belinda berpacaran jadi itu bukan sesuatu yang baru untuknya.
Erlan tertawa kecil.
“Kamu memang kakak yang baik. Aku beruntung bisa dapat istri seperti kamu” ucap Erlan lalu melabuhkan ciuman singkat di bibir Bella.
…
Bella dan Erlan dipanggil keruangan Daniel untuk membahas pembangunan hotel baru yang akan mereka bangun di Bali. Daniel akan mengembangkan usahanya ke seluruh wilayah di nusantara dan tujuan selanjutnya adalah Bali tepatnya di wilayah Ubud.
Daniel sudah merencanakan semua dengan matang mulai dari lahan, perijinan dan proses pembangunannya. Kalau tidak ada halangan tahun depan hotel itu sudah bisa berdiri.
“Lihat, ini rancangan Felix Construction and Investment, nanti siang kita bertemu Pak Reno membahas lebih lanjut tentang pembangunan hotel kita di Bali” ucap Daniel sambil memperlihatkan rancangan yang sudah dibuat Reno.
Erlan dan Bella melihat hasil design itu bergantian.
“Aku ingin ada tambahan bamboo pa di depan lobby nya” ucap Bella. “Kalau bisa juga ada nuansa Balinya juga di hotel kita. Misalnya ornament batu bata “ usul Bella. Dia memang sudah beberapa kali pergi di Bali dan bangunan disana terkenal dengan ornament ukiran dan batu bata.
Erlan tersenyum memandang wajah istrinya. Selain cantik istrinya ini memang mempunyai banyak ide-ide untuk menunjang kemajuan perusahaan.
“Iya, nanti kita bicarakan lagi dengan Pak Reno ya” sahut Daniel.
...
"Sayang, kamu bisa tolong jemput Belinda di sekolahnya? Tadi dia nelfon sambil nangis-nangis. Aku masih ada janji temu dengan Pak Reno. Pak Budi (nama sopir dirumah mereka) juga sedang cuti" ucap Bella yang saat ini sudah duduk di atas pangkuan suaminya.
"Iya sayang, tapi kasi hadiah dulu" goda Erlan.
Bella pun melabuhkan bibirnya diatas bibir Erlan. Mereka berciuman dengan penuh perasaan.
Keduanya tersenyum saat ciuman itu berakhir.
"Aku mencintaimu" ucap Erlan tepat di atas bibir Bella.
"Aku juga mencintaimu" sahut Bella.
Mereka saling melempar senyum untuk beberapa saat.
Bella kemudian turun dari pangkuan suaminya dan merapikan bajunya yang agak kusut.
"Nanti ajak saja Belinda beli ice cream mas kalau masih nangis. Dia sama dengan ku suka ice cream" ucap Bella menjelaskan.
"Iya sayang" ucap Erlan kemudian menghadiahi kecupan di pipi Bella sekilas sebelum keluar dari ruangannya.
Erlan berjalan dengan langkah kaki lebar karena Bella tadi sempat berpesan kalau Belinda sudah terus menelpon minta di jemput.
"Belinda..Belinda" gumam Erlan karena heran dengan adik iparnya itu.
Saat di lobby Erlan berpapasan dengan seorang pria tinggi tampan dengan seorang asisten yang menggunakan seragam Fellix Construction.
"Oh.. Ini Pak Reno" batin Erlan.
"Ternyata masih muda dan tampan" batinnya pula.
"Ya Tuhan baru segitu saja aku sudah cemburu" ucap Erlan sambil mengelus dada.
Erlan sendiri tidak habis pikir kenapa dia cepat sekali cemburu pada hal yang tidak masuk akal.
Erlan terus meyakinkan dirinya kalau Bella tidak mungkin tertarik dengan pria lain.
"Aku juga tak kalah tampan" ucap Erlan menenangkan diri sendiri. Tak mau berpikiran yang tidak-tidak Erlan pun segera menuju sekolah Belinda.
"Ck ck ck.. Belinda Belinda.. " gerutu Erlan karena adik iparnya itu membuat Erlan sekarang harus rela membiarkan istrinya berduaan dengan pria lain. Padahal Bella tidak berduaan tapi bersama Daniel dan juga asisten Reno. Erlan memang ada-ada saja.
20 Menit berkendara akhirnya Erlan sudah sampai di depan sekolah Belinda.
Rupanya kelas sudah di bubarkan tapi terlihat ada beberapa siswa masih berada di sekolah dan salah satunya adalah Belinda.
Erlan turun dari mobilnya dan menghampiri Belinda.
"Oh jani ini selingkuhan kamu?" tanya seorang pemuda saat Erlan menghampiri mereka.
Erlan yang tidak tau menau tentu saja menjadi bingung. Tanpa di duga pemuda itu langsung menghadiahi bogem mentah pada Erlan.
Erlan yang tidak menyangka akan hal itu tidak sempat menghindar hingga wajah tampannya terkena pukulan dari mantan kekasih Belinda yang bernama Erick.
"Stop Erick, dia kakak ipar aku" teriak Belinda kencang.
Hidung Erlan mengeluarkan darah segar akibat pukulan Erick. Dia menjadi naik pitam dan langsung saja menyerang Erick. Tapi dia masih punya akal sehat dengan tidak memukul balik wajah Erick seperti yang Erick lakukan. Erlan hanya memelintir tangannya hingga Erick mengaduh kesakitan.
"Dasar bocah tidak tau sopan santun" Maki Erlan.
Satpam sekolah yang melihat itu langsung melerai mereka.
Erlan meminta satpam sekolah mengantarnya menemui guru BK. Erick seketika menjadi ketakutan mendengar kata guru BK, tapi Erlan tidak peduli dan tetap menyeret bocah tengil itu menuju ruang BK.
Diruang BK sudah ada Erlan, Erick dan Belinda.
Guru BK geleng-geleng kepala dengan tingkah Erick.
Banyak wejangan yang dia berikan kepada Erick dan meminta Erick untuk meminta maaf pada Erlan.
Erlan menatap sinis pada uluran tangan yang diberikan Erick.
"Maaf kak. Saya sangat menyesal" ucap Erick dengan wajah memelas.
Karena tidak ingin memperpanjang urusan Erlan pun menerima uluran tangan itu.
"Awas kau ya" umpat Erlan dalam hati.
Bersambung...