Kisah seorang ilmuan gila yang melawan pemerintah dunia yang dzalim
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Michael Jack, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rey vs Yi Lai Wa
Sementara itu, di sisi yang lain Rey tengah melawan seorang raja Necromancer bernama Yi Lai Wa.
Yi Lai Wa merupakan raja dari kerajaan mayat hidup di sebagian wilayah Benua Oseania. Ia memiliki rambut putih panjang dan selalu melayang ke mana pun ia pergi. Ia juga sering disebut sebagai 'King of Necromancer'.
Necromancer merupakan ahli nujum yang berasal dari mitologi kuno, khususnya Yunani. Necromancer adalah penyihir yang menggunakan kekuatan hitam untuk membangkitkan mayat yang telah mati, memanggil kembali roh dari Helheim (neraka), serta memanipulasi jiwa.
Rey menodongkan pedangnya ke leher Yi Lai Wa. "Raja mayat hidup, Yi Lai Wa."
"Ada apa gerangan Anda membuat kerusuhan?" tanyanya.
Yi Lai Wa tersenyum sinis. "Sang legenda Hutan Roh, Rey Alvino. Senang berjumpa denganmu."
"Maaf saja ya, kedatanganku bukan untuk mencari masalah denganmu, melainkan dengan pemimpinmu, Jack," jawabnya.
"Pemimpin? Hahahaha... JANGAN BERCANDA!" balas Rey sambil menebaskan pedangnya hingga membuat kepala Yi Lai Wa terpisah dari tubuhnya.
"Aku tidak pernah dipimpin oleh siapa pun, dan alasanku membantu Jack adalah karena kita memiliki misi yang sama, yaitu menjatuhkan Pemerintah Dunia."
"Cih... misi yang tidak akan pernah tercapai," ucap Yi Lai Wa sambil menyambungkan kembali kepalanya ke tubuhnya.
Yi Lai Wa kemudian mengulurkan tangannya kepada Rey. "Daripada kau melakukan hal yang sia-sia seperti itu, lebih baik kau ikut bersamaku menjadi bawahan Pemerintah Dunia."
Rey tanpa mengucapkan sepatah kata pun langsung memotong tangan Yi Lai Wa sebagai bentuk penolakan.
"Jadi itu jawabanmu. Baiklah, sudah cukup bermain-mainnya," ucap Yi Lai Wa sambil mengambil tangannya dari tanah dan memasangnya kembali.
"HAI SEGALA JANG TELAH ROBOEH, BANGKITLAH DI BAWAH PERINTAH KOE!!!"
Seketika muncul pasukan arwah dan mayat hidup dari dalam tanah yang langsung menyerang Rey.
Rey pun segera memanggil para hewan roh suci untuk membantunya.
"KELUARLAH!!! QILIN, XUANWU, BAI HU, QING LONG!!!"
Hewan roh suci merupakan enam makhluk suci dalam mitologi Tiongkok yang masing-masing memiliki simbol tersendiri. Di antaranya adalah:
Long (Naga putih yang berada di dalam tubuh Rey), yang merupakan simbol keagungan, kekuatan, dan kekuasaan.
Qilin (makhluk yang menyerupai kuda dan rusa dengan sisik serta tanduk), yang merupakan simbol kedamaian dan kebesaran.
Fenghuang (Phoenix ungu yang berada di dalam tubuh Jack), yang merupakan simbol kebangkitan dan keharmonisan.
Xuanwu (kura-kura hitam dengan ular yang melilit tubuhnya sebagai pelindung utara), yang merupakan simbol ketahanan dan umur panjang.
Bai Hu (harimau putih pelindung barat), yang merupakan simbol kekuatan dan peperangan.
Qing Long (naga hijau pelindung timur), yang merupakan simbol pergantian musim.
Rey kemudian memerintahkan keempat hewan suci tersebut untuk menyerang pasukan undead. Qilin langsung maju dan menginjak-injak pasukan zombie. Xuanwu menciptakan domain air yang mampu menghisap apa pun yang berada di dalamnya. Bai Hu menerjang pasukan zombie dan mencabik-cabiknya dengan ganas. Qing Long menciptakan pohon raksasa yang mengirim kembali roh-roh ke Helheim.
Sementara itu, Rey dan Yi Lai Wa terus saling menyerang. Rey berkali-kali meledakkan tubuh Yi Lai Wa, namun dengan sihirnya Yi Lai Wa selalu berhasil menyatukan kembali tubuhnya yang telah hancur.
Yi Lai Wa kemudian memanggil dua roh raksasa dari Helheim untuk membantunya melawan Rey.
"Hahaha... aku mungkin kalah dalam pertarungan langsung, tetapi bukan berarti aku tidak bisa mengalahkanmu!!!"
Kedua roh itu langsung menyerang Rey hingga membuatnya terpojok.
"Sial... jika terus begini... aku akan kehabisan energi."
"KELUARLAH KITSUNE, BAKU!!!"
Kitsune merupakan rubah putih berekor dalam mitologi Jepang. Ia dapat mengubah ukuran tubuhnya menjadi raksasa serta dapat berubah wujud menjadi seorang wanita yang sangat cantik. Ia merupakan simbol kecerdikan dan keindahan.
Sementara Baku merupakan yokai pemakan mimpi buruk dan harapan dalam mitologi Jepang. Ia memiliki tubuh beruang, kepala gajah, mata badak, ekor lembu, serta cakar harimau. Ia melambangkan kedamaian sekaligus kehancuran.
Kedua yokai tersebut kemudian menyerang dua roh raksasa itu, sehingga Rey dapat kembali fokus menyerang Yi Lai Wa.
Sementara itu Yi Lai Wa terus-menerus melarikan diri dari kejaran Rey. Ia terbang ke sana kemari untuk menghindari serangan Rey.
"Hei... berhenti kau, sialan!!!" teriak Rey.
"Sial... jika terus begini cepat atau lambat aku akan mati," gumam Yi Lai Wa.
Mereka terus saling mengejar hingga tiba di sebuah makam kuno. Di sana Rey melihat Yi Lai Wa sedang melakukan sebuah ritual aneh. Namun ketika Rey menyerangnya dengan bola sihir, serangan itu justru memantul seolah menabrak dinding tak terlihat.
"Hyahahahaha... Rey, kali ini... KAU AKAN MATI!!!" teriak Yi Lai Wa kepada Rey.
"HAI MAUT JANG BERKEREDJA DALAM KELAM, SATOEKAN DZIWA KOE DENGAN BAYANGANMOE!!!"
Yi Lai Wa kemudian menyatu dengan Grim Reaper, roh pencabut nyawa. Ia mengayunkan sabitnya hingga memunculkan aura yang sangat mencekam. Setiap serangannya membuat kehidupan di sekitarnya mati dan menjadi hampa.
"Sial... kekuatan apa itu?!" teriak Rey.
"Hyahahahaha... inilah kekuatan yang akan mengirimmu ke Helheim!" balas Yi Lai Wa.
Yi Lai Wa langsung menyerang Rey. Ia mengayunkan sabitnya berkali-kali hingga membuat Rey kewalahan, karena setiap senjata yang digunakan Rey untuk menangkis langsung berkarat dan hancur.
"Sial... bagaimana caraku mengalahkannya?"
Pada saat yang sangat kritis itu, Rey tiba-tiba membangkitkan kekuatan baru, kekuatan besar dari dua hewan penguasa yaitu naga putih dan ular hitam. Seketika kekuatan itu membentuk energi yin-yang dalam tubuh Rey.
"Energi ini... sihir dan qi bersatu!"
Tanpa berpikir panjang, Rey langsung berbalik dan menerjang Yi Lai Wa. Rey mengayunkan pedangnya untuk menyerang, begitu pula Yi Lai Wa yang menyerang dengan sabitnya.
Benturan kedua senjata itu memancarkan energi mematikan yang membuat wilayah di sekitarnya menjadi hampa tanpa kehidupan. Mereka berdua pun terpental karena kekuatan yang sama kuatnya.
"Kekuatan besar apa itu?" tanya Yi Lai Wa.
"Tentu saja kekuatan yang akan mengalahkanmu," jawab Rey.
"Hmph... mengalahkanku? JANGAN HARAP!!!" teriak Yi Lai Wa.
Yi Lai Wa kemudian menyerap energi kehidupan di sekitarnya. Ia berniat meledakkan dirinya agar bisa membunuh Rey sekaligus kembali ke Helheim.
"Dengan ini... berakhirlah sudah!!!" ucap Yi Lai Wa, diikuti dengan tubuhnya yang meledak dahsyat.
Rey yang sudah kehabisan energi hanya bisa menunggu kematiannya. Namun pada saat-saat terakhir, ia diselamatkan oleh Rio dan yang lainnya yang baru saja kembali dari perang di Samudera Pasifik. Mereka segera terbang membawa Rey menuju tempat yang aman.
"Tuan Rey, kau tidak apa-apa?" tanya Rio.
"Ya, aku tidak apa-apa. Terima kasih banyak, teman-teman," jawab Rey.
Pio kemudian mengambil alih komando pasukan dan memerintahkan seluruh pasukan untuk mundur sementara waktu, karena invasi kali ini berlangsung sangat kacau hingga menewaskan ratusan pasukan serta warga sipil yang tidak bersalah.