Crystal Kusuma sih bungsu dari keluarga Kusuma yang terobsesi pada sang daddy sejak bayi.
Sedari dalam kandungan bayi mungil berusia dua tahun tersebut selalu ingin berada dekat dengan Jimmy Kusuma sang daddy.
Mereka pikir itu hanya ketertarikan biasa putri kecil pada daddynya. Siapa sangka obsesi tersebut malah berubah menjadi dosa terlarang selama belasan tahun?
Dosa terlarang dimana sang daddy Jimmy Kusuma pun tidak menyadarinya.
Selama ini kematian-kematian pegawai di kantor hukumnya, jimmy kira semata hanya kecelakaan biasa.
Tapi mereka salah, semua itu adalah dosa yang dilakukan Crystal kecil.....
Lalu dosa apa itu? Apa yang bisa dilakukan oleh bayi berusia dua tahun?
Saksikan eklusif disini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cloud_berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 1 : Prolog
Crystal Kusuma, putri tunggal dari delapan bersaudara Kusuma muda. Bocah perempuan berusia dua tahun yang selalu ingin menempel pada sang daddy, Tuan Jimmy Kusuma.
Tidak seperti kebanyakan bocah seumurannya yang ingin selalu bersama ibu mereka. Crystal malah ingin selalu bersama sang daddy.
Berbeda dari ketujuh saudara laki-laki kembarnya. Yang ingin bersama ibu mereka Alice Murphy sepanjang waktu.
Gadis kecil itu selalu mengikuti kemanapun daddynya pergi. Termasuk ketika Jimmy pergi ke perusahaannya ataupun dinas keluar negeri.
Crystal selalu ingin berada dekat dengan Jimmy.
Parahnya bocah perempuan itu bahkan mengikuti Jimmy saat mandi atau BAB. Tak jarang Jimmy membawa putri kecilnya mandi bersama.
Jika Jimmy menolak membawa putri kecilnya bersamanya. Dapat dipastikan Crystal akan mereog didepan pintu kamar mandi sampai ia keluar dan menggendongnya.
Jimmy tersenyum halus mengamati putri kecilnya yang tengah asyik menikmati matoa buah kesukaannya.
Mulut mungilnya yang tadinya bersih kini telah penuh warna dari matoa yang ia makan. Jimmy menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah putri kecilnya.
Rasanya ia hampir tak percaya putri kecilnya yang baru berusia dua tahun dapat melululantahkan mansion seluas 2500 m².Jika ia tak membawa gadis kecil itu ke perusahaannya.
Andai tidak ada cctv di mansionnya. Jimmy tidak akan mempercayai ucapan istri dan pelayan di mansionnya.
Lihatlah gadis kecil itu duduk begitu patuh di atas sofa di ruangannya. Tak pernah sekalipun putri kecilnya menganggunya ketika ia sedang bekerja.
Crystal baru akan menghampirinya saat perutnya lapar.
Ataupun saat ia ingin minum susu dan pergi tidur. Putri kecilnya itu bahkan bisa pergi ke toilet sendiri dan membersihkan dirinya sendiri.
Sehingga Jimmy tidak perlu repot-repot mengurusnya.
Ketika gadis kecilnya itu pup atau pee. Crystal bisa melepaskan celananya sendiri dan memakainya kembali sendiri.
Ia juga bisa membersihkan pantat kecilnya sendiri menggunakan washer jet dan mengelapnya sampai kering menggunakan handuk.
Sebelum memakai celananya kembali persis seperti yang diajarkan oleh Mommynya.
Alice Murphy memang sosok ibu yang luar biasa. Ia bisa mengajarkan putri kecilnya untuk mandiri diusianya yang masih balita. Jimmy akui jika istrinya adalah sosok ibu paling hebat di seluruh dunia.
Alice sangat pintar dalam mendidik anak-anaknya. Bukan hanya sih bungsu yang sudah mandiri di usia balita. Ke tujuh putranya juga tak kalah mandiri dari sih bungsu.
Bahkan diusia mereka yang masih balita mereka sudah pandai membaca dan menulis. Walau tulisan mereka sangat cakar ayam. Tapi kemampuan anak-anaknya telah melampaui anak-anak normal.
Anehnya ketujuh putranya sangat suka membaca buku ilmu pengetahuan bukannya buku dongeng, seperti kebanyakan anak-anak lainnya.
Sayangnya, hubungan Jimmy dengan Alice tidaklah seindah yang di bayangkan. Karena kesalahan fatal yang diperbuat Jimmy di masa lalu.
Membuat Alice sangat membenci dirinya.
Andai bukan karena Crystal yang begitu menempel padanya sejak dalam kandungan. Alice pasti sudah menceraikannya dari lama.
Membawa putri kecil mereka pergi meninggalkan dirinya dan anak-anak mereka lainnya.
Beruntung Crystal sangat menempel padanya. Jimmy dengan sengaja memanfaatkan putri kecilnya supaya Alice membatalkan perceraian mereka.
Hari itu Jimmy sengaja menyuap hakim untuk memberikan hak asuh Crystal pada istrinya. Tepat seperti dugaannya Alice langsung membatalkan perceraian mereka detik itu juga.
Bukan hanya membatalkan perceraian, Alice pun tak lupa menghadiahi sang hakim dengan ciuman sendal terbang di keningnya. Sebelum ia meninggalkan ruang sidang dengan gondok.
Mau ditaruh di mana nanti mukanya. Jika ia benar-benar bercerai dari suaminya. Namun ia malah mengunjungi mantan suaminya ke perusahaannya setiap hari.
Perkara putri kecilnya yang tak mau diam jika tidak bertemu sang daddy. Bisa jadi Headline berita gosip setiap hari nanti ia. Lebih baik ia tak usah bercerai dan menahan gondoknya setiap hari.
Melihat wajah menyebalkan milik suaminya.
Setidaknya Alice tidak harus menanggung rasa malu yang sangat memalukan. Mengunjungi mantan suami ke perusahaannya sambil menggendong bayi. Lagi pula Jimmy tidak akan selalu berada di rumah.
"Daddyy......" Panggil bayi perempuan itu menghampiri sang daddy dengan wajah dan tangan yang belepotan.
"Sudah selesai?" Menatap lembut penyelamat hidupnya.
"Hmmm..... Mau susu....mau bobok" Menunjukkan wajah imutnya. Menepuk-nepuk perutnya sambil tersenyum.
"Minta Bibi Helena membuatnya... " Perintahnya lembut. Lantas gadis kecil itu langsung berjalan keluar mencari sekretaris daddynya Helena.
Utukkkk.....utukkkk......utukkk......
Crystal berjalan keluar sambil menggoyangkan pinggulnya kesana-kemari. Menambah kesan imut dan menggemaskan. Kulitnya yang seputih dan sehalus tisu membuat siapa saja betah berlama-lama menatapnya.
"Dasar centil...." Batin Jimmy melihat tingkah putri kecilnya.
Helena mengangkat sudut bibirnya ketika seorang bocah perempuan menghampirinya dengan wajah dan tangan belepotan. Bocah perempuan itu adalah Crystal putri kesayangan bosnya. Gadis kecil pembawa keberuntungan.
"Bibi mau susu....." Pintanya pada Helena pelan.
Mendengar gadis keberuntungannya memanggil namanya. Wajah Helena langsung berubah sumringah saat itu juga. Helena pikir putri kecil bosnya telah melupakan dirinya. Karena dirinya pulang kampung ke Jayapura tanah kelahirannya selama beberapa hari tanpa berpamitan.
Padahal Helena sengaja menitipkan 2 kg matoa dari perkebunan keluarganya pada Asisten Clyde Murray, untuk Crystal. Supaya bocah perempuan berwajah imut itu tetap menyukainya.
Namun sedari pagi Crystal tak kunjung meminta dibuatkan susu olehnya. Membuat hati kecilnya gunda gulana. Jujur saja sejak istri bosnya Nyonya Murphy tidak datang ke perusahaan bersama anak-anaknya yang lain sebulan lalu.
Gaji Helena ditingkatkan menjadi dua kali lipat hanya karena ia membantu bosnya membuat susu untuk bayi perempuan dihadapannya. Tentu Helena tidak ingin kehilangan sumber uangnya.
"Kemari bibi bersihkan dulu wajah cantik ini." Ujarnya memanggil Crystal agar mendekat. Gadis kecil itu mendekati Helena perlahan. Menatap Helena penuh harapan, berharap Helena memberinya sekeranjang matoa lagi.
"Manis sekali." Helena membersihkan wajah dan tangan Crystal yang belepotan menggunakan tisu basah.
"Thank you, bibi." Ucapnya lembut menunjukkan senyuman manisnya. Berharap Helena terpikat oleh senyumannya dan memberikannya buah matoa lagi.
"Bibii..."
"Hmmm....." Helena mengangkat tubuh Crystal ke dalam gendongannya. Membawa gadis kecil ke dalam ruangan bosnya.
"Matoa...." Tuturnya malu-malu.
"Minta sama daddy. Bibi tadi membawa sekaranjang besar matoa" Jawabnya santai tanpa tahu gadis kecil di pelukannya sudah menghabiskan semua matoa yang dibawanya.
Bahkan Crystal juga sudah merampas matoa yang ia bagikan kepada teman-temannya. Saat ia dan bosnya serta asisten clyde mengadakan rapat tadi.
"Nanti daddy...marah..." Mengerjap-ngerjapkan matanya imut.