NovelToon NovelToon
CEO Tengil Meet Guru Tomboy

CEO Tengil Meet Guru Tomboy

Status: tamat
Genre:CEO / Romansa / Keluarga & Kasih Sayang / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: IAS

Arjuna atau yang biasa dipanggil Juna karena kegemarannya bermain dan mendaki gunung membuat ARJ Adventure.
Juna tidak mau bekerja di Dewa Corp Company atau DCC perusahaan milik sang kakek. Dia lebih suka menekuni hobinya, karena hal itu dia dianggap sebagai orang yang tidak berguna. Namun berbeda dengan sang ayah, Dharma membebaskan apa saja yang akan Juna lakukan selama itu positif. Mendapat dukungan ayah dan ibunya membuat Juna bersemangat walau selalu diremehkan oleh sepupunya Dante Dewantara yang begitu obesi menjadi pemilik DCC.

Gendis seorang guru di sebuah sekolah swasta terkenal di negeri ini DIS Dewantara International School yang mempunyai cita cita keliling Indonesia selalu mendapat perlakuan buruk dari Maylin, teman SMA nya yang sekarang menjadi kepala HRD di DIS.

Bagaimana Juna dan Gendis menghadapi masalah mereka, dan bagaimana mereka saling berhubungan?
Ikutin terus kisah Juna dan Gendis ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CTMGT 13

Sementara itu di kediaman Dewantara situasi nampak canggung. Walaupun ini acara makan malam namun di pikiran Dorman dan Wanda ini adalah drama persidangan dan di pikiran Darma ini adalah boomerang yang akan menyerang balik dirinya karena jelas Juna tidak hadir disitu.

Mati aku, papa pasti akan menghukumku. Batin Dorman dan Wanda. Ternyata mereka punya pemikiran yang sama. Anehnya bukan lah Alina yang mereka khawatirkan tetapi malah diri mereka sendiri. 

Alina tidak ada dalam acara malam itu, lebih tepatnya sengaja tidak dihadirkan karena takut ia akan histeris mengingat kembali pertengkaran kedua orang tuanya.

Makan malam berakhir dengan apik, tanpa suara, tepatnya tidak ada yang berani bersuara karena sang empunya rumah tidak suka ada pembicaraan selama makan berlangsung. Setelah usai semua diarahkan ke ruang keluarga.

"Mari tuan, nyonya." Ucap Roy yang merupakan orang kepercayaan Dewantara. Dari Roy lah Dewantara tau semua kelakuan anak, menantu, dan cucunya. Bahkan Juna yang tengah berada di lombok pun ia tahu, karena Roy menempatkan mata-mata di salah satu peserta trip Juna. Dilihat dari luar memang Dewantara terkesan acuh dengan cucu sulungnya itu namun sebenarnya ia sangat peduli.

"Duduk" Ucap Dewantara tegas.

"Darma, kemana anak tak berguna mu itu."

"Juna sedang ada trip ke Lombok pa." Padahal papa sudah tau masih berlagak tanya, Darma bermonolog dalam hati.

Pasti ini akan panjang, batin Anjeli pula.

Dorman dan Wanda yang mendengar perkataan Dewantara pun merasa lega, setidaknya mereka tidak  terkena sidang paripurna malam ini. Terlebih jika membahas tentang keponakannya itu bisa akan sangat lama.

"Darma , Anjeli,... Apa kalian tidak bisa menasehati anak kalian. Apa akan seperti ini terus. Apa kata orang jika tahu cucu tertua seorang Dewantara kerjaannya hanya keluyuran tidak jelas. Dari jaman kuliah anak itu sudah selalu membangkangku. Tadinya aku biarkan, sekarang malah semakin menjadi. Apa aku harus ambil sikap sendiri begitu Dar?"

Deg… Darma dan Anjeli menelan saliva masing-masing dengan susah payah. Jika sang papa sudah berkata akan mengambil sikap maka yang terjadi Jun akan langsung diseret ke kediaman utama tanpa ampun.  

"Pa, Darma sudah berbicara dengan Juna. Tapi dia kukuh tidak memimpin perusahaan. Dibilang malah lebih baik Dante saja yang menggantikan Darma. Baginya apa yang dia kerjakan ini adalah hidupnya pa. Dan dia percaya Dante mampu memimpin perusahaan." Jawab Darma panjang. 

"Heeeh, emang mau jadi apa kalo keluyuran saja kerjanya. Mau jadi seperti apa masa depannya." Dewa bukannya tidak senang dengan kegiatan Juna, tapi ia hanya mengkhawatirkan masa depan Juna. Apa bisa seorang guide pendakian seperti itu mempunyai masa depan yang bagus. Bagaimana di akana menghidupi keluarganya nanti. Sungguh Dewa amat pusing dengan tingkah cucu sulungnya itu.

"Dan kalian berdua, siap-siap aku akan mengeluarkanmu dari perusahaan Dorman. Kalian akan ku kirim ke pelosok desa sana." Ucap Dewa sambil mengarahkan  jari telunjuknya ke arah Dorman dan Wanda.

"Pa… mana bisa begitu." Jawab Dorman dan Wanda bersamaan.

"Pergilang ke desa. Dan belajarlah bertanggung jawab serta intropeksi kesalahan-kesalahan kalian. Jika kalian sudah berubah maka baru kalian bisa kembali lagi ke sini. Roy, siapkan keberangkatan Tuan Dorman dan Nyonya Wanda secepatnya." 

Perintah Dewantara sudah tidak bisa di tentang. Dorman dan Wanda hanya bisa tertunduk lesu.

"Pa terus bagaimana di sana nanti kita hidup." Protes Dorman.

"Iya pa, di sana ada pelayan tidak. Terus kita makan bagaimana. Terus jika ingin belanja bagaimana?" Tambah Wanda

Dewa mendengus kesal begitu juga Darma dan Anjeli.

"Astaga Wanda. Apakah itu yang selalu dalam pikiranmu. Sebagai seorang ibu apakah kau memikirkan Alina dan Dante. Permata yang kau pikirkan saat dikirim ke desa hanya lah bagaimana nanti kau bisa makan atau tidak, bisa berbelanja atau tidak. Ya Tuhan Wanda, apakah Alina tidak kau pikirkan sama sekali. Seharusnya jika kamu pergi jauh yang harus pertama kamu pikirkan adalah anakmu. Bagaimana Alina nanti jika ku tinggal, bagaimana Alina menjalani hari-harinya tanpa aku ibunya. Seharusnya itu wanda….!!!" Anjeli menjerit kesal dengan ucapan Wanda sampai nafasnya tersengal-sengal dan bahunya bergetar karena saking marahnya. 

Wanda pun menunduk, tidak berani lagi menampakkan air mukanya.

Nampak dari kejauhan Dante hanya bisa menatap nanar. Walau dia tidak di ruangan yang sama dengan kedua orang tuanya namun ia bisa mendengar percakapan mereka semua dengan jelas. Tidak terasa air mata menetes di pipinya, hati Dante sangat sakit dengan sikap mommy and daddy nya. Betapa bersyukurnya kamu bang, kamu mendapat orang tua yang begitu baik. Tidak seperti orang tuaku. Batin Dante menangis. Jadi biarkan aku saja bang yang memimpin DCC. Kamu sudah banyak sekali memiliki keberuntungan setidaknya biarkan lah aku memiliki DCC. Ambisi Dante kembali meluap.

Malam itu benar-benar sangat menguras emosi baik Dewa, Darma, maupun Anjeli namun tidak dengan Wanda dan Dorman. Mereka hanya nampak lesu karena keputusan sang papa. 

Darma dan Anjeli pulang ke rumah mereka dengan perasaan was-was akan anaknya nanti. 

"Mas, bagaimana ini. Kalau nanti papa benerna bertindak." Anjeli memeluk lengan suaminya dengan sedikit mencengkeram, nampak dia begitu khawatir. 

"Tenang, tidak apa-apa, aku yakin papa tidak akan bertindak gegabah. Sur kamu tetap awasi Juna ya." Jawab Darma, sembari memberikan perintah kepada Suryo.

Di tempat lain Dorman dan Wanda tengah sibuk dengan pemikiran mereka.

Apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus kabur keluar negeri, batin Dorman.

Aku mesti bagaimana, aku tidak mau jika teman sosialita ku tau aku dikirim ke kampung, aku pasti malu, apa aku kabur saja, batin Wanda.

"Mom, Dad, jangan lakukan apa yang kalian pikirkan itu. Jika kalian nekat aku yakin kakek akan lebih kejam." Ucap Dante yang tau jalan pikiran kedua orangtuanya.

"Dasar anak sialan, bukannya membantu malah menjerumuskan." Dengus Dorman.

"Dad, ini yang terbaik untuk kalian. Oh come on, apa kalian mau seperti ini terus berfoya-foya sampai mati?"

" Damn… anak tidak tahu diuntung bisa-bisanya kamu menyumpahi orang tuamu mati."

"Terserah… terserah apa saja yang mau kalian lakukan aku tidak peduli. Tapi jika terjadi apa-apa jangan datang padaku untuk meminta uang. Ingat aku ini anak kalian bukan mesin penghasil uang." Dante pergi dengan kesal, tangannya mengepal erat, hatinya sakit orang tuanya tidak pernah menganggap anak-anaknya ada. 

Jika kalian tidak menginginkan kami, untuk apa kami dilahirkan mom, dad. Batin Dante. Ia menangis sendiri di dalam mobilnya. Hatinya begitu sakit, ia sangat iri kepada Juna yang mendapatkan limpahan kasih sayang dari Darma dan Anjeli.

⛰️⛰️⛰️

Di Lombok, pendakian berjalan lancar, saat ini juna beserta rombongan telah berada di penginapan Sembalun. Rasa capek, lelah, dan senang membaur jadi satu. Semua kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri dan beristirahat. Besok mereka belum akan pulang ke kota J, mereka akan mampir ke Gili Trawangan. Paket trip yang diberikan Juna memang bukan kaleng-kaleng. Ia menambahkan Gili Trawangan menjadi destinasi wisata santai setelah pendakian Gunung Rinjani yang berat.

"Ya halo tuan. Iya tuan. Semuanya lancar tanpa ada kendala. Baik tuan. Saya akan selalu mengawasi Tuan muda. Siap tuan." orang itu pun menutup telpon dan menyimpannya. ia pun melihat ke kanan dan ke kiri, memastikan agar tidak ada yang mendengar pembicaraan telpon tersebut.

TBC

Nah… Siapa yang telpon, dan siapa yang ditelpon. Lanjutannya bab selanjutnya, oke. 

Jangan lupa like, komen, dan vote ya. Biar othor tambah semangat nih.

Terimakasih

Matursuwun.

1
Pak Cipto
awal cerita yang menarik.....
Netty Netty
very good
Netty Netty
mata2 dewantara😄
Netty Netty
sdh bagus thor, berasa mendaki 🤣
Netty Netty
😍
Netty Netty
/Casual/
Netty Netty
👍
Ika Alif
salam Thor aku baca karya author tidak urut dari karya pertama awal baca karya author cerita kai...semangat thor
Hasna Nursyafah
wahhhh ada rama bapaknya mr.sun 😂
Dandelion
aku cari2 kisah cinta si om dan tantenya chan..ternyata ada novel plg awal 😁😂
Sri Supriatin
saya banjir air mata, padahal sdh nenek2/Sob//Sob/
Jumi Eko
bagus
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
pertama kali baca karya kak author ini pas baca babysiter untuk yayah... dari situ aku mulai lihat karya2nya yang lainya juga, ternyata semua seru... tetap semangat berkarya kak...
Mazree Gati
rumah gede dua lantai ga punya art,,yg nyapu sama ngepel siapa,,,?????
Sunarmi Narmi
Berdoa dn minta ke Authornya Ndis supaya Maling kundang dpt karma /Grin//Grin//Grin//Grin/
echa purin
👍🏻
Babar Dbabarian
seperti nya ini cerita pengalaman pribadi mu ya thor, aku juga dulu suka keluar masuk hutan tapibsekarang aku sudah tua tak sanggup lagi untuk mendaki tapi aku sangat merindukan itu semua untuk melepas semua beban masalah
falea sezi
author cewek kah
falea sezi
keren
Andrea
/Heart//Heart//Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!