NovelToon NovelToon
Dibuang Sang Pangeran, Bertahta Di Hati Kaisar

Dibuang Sang Pangeran, Bertahta Di Hati Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Balas Dendam / Time Travel
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Aura Luminar bukan lagi gadis naif yang bisa dibodohi. Bangkit dari kematian akibat pengkhianatan tunangan nya dan selingkuhannya, dia datang dengan jiwa yang baru, membawa dendam untuk menghancurkan orang-orang yang sudah membunuhnya.

Kaisar Zane Caliber, dingin, dominan, dan tidak tersentuh. Pria kejam yang tidak pernah memberi ampun pada musuhnya, gila kerja, dan tidak pernah tertarik dengan wanita mana pun, membuat takhta Permaisuri kosong tanpa pendamping.

Sebuah permainan berbahaya dimulai saat Aura sengaja memancing perhatian sang Kaisar, untuk belas dendam dengan mantan tunangan nya, sang Pangeran yang telah mencampakkan nya.

Akankah Zane tetap berdiri kokoh sebagai penguasa yang tak tersentuh, atau justru terjerat dalam pesona dan perangkap yang diciptakan Aura?

_____________

"Lahirkan keturunan untuk ku, akan kuberikan kekuasaan di bawah kaki mu."~ Kaisar Zane Caliber

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENYUSUP YANG MANIS

Sementara itu, di Istana Kekaisaran, Nico baru saja melangkah masuk kembali ke ruang kerja pribadi Kaisar Zane.

Di belakangnya, para prajurit meletakkan kembali tiga peti berukir emas yang berisi kain sutra dan permata biru itu di sudut ruangan.

Kaisar Zane yang sedang duduk santai sembari memutar-mutar cangkir teh mendongak, menatap tumpukan peti yang kembali utuh tanpa berkurang satu apa pun.

"Kenapa barang-barang itu kembali lagi, Nico?" tanya Kaisar Zane dengan suara beratnya yang datar.

Nico merapikan seragamnya, lalu meringis pelan sembari mengusap tengkuknya.

"M-maaf, Yang Mulia... Lady Aura menolak seluruh pemberian Anda," jawab Nico jujur.

Kaisar Zane menaikkan sebelah alisnya, tidak terlalu kaget tapi tetap penasaran.

"Lalu? Apa ada sesuatu yang dia katakan?" cecar sang Kaisar lagi.

Glek

Nico menelan ludahnya susah payah, dia ragu-ragu sejenak, takut jika kalimat asli gadis itu akan membuat sang penguasa emosi parah.

"Sampaikan saja, Nico. Aku tidak akan memenggal kepalamu," ucap Kaisar Zane dingin seolah tahu jalan pikiran pengawalnya.

Nico menghela napas lega, lalu mengutip kalimat Aura secara utuh.

"Lady Aura bilang... beliau bukan wanita murahan yang bisa disuap pakai batu akik dan kain warna-warni," terang Nico berhati-hati.

"Beliau juga bilang, kalau Anda kekurangan wanita untuk dijadikan Permaisuri, suruh Anda cari wanita lain yang mau dibeli pakai harta. Karena beliau bukan wanita yang bisa ditundukkan cuma dengan tumpukan sampah mewah," lanjut Nico menatap wajah majikannya ragu-ragu.

Keheningan menyelimuti ruang kerja yang megah itu selama beberapa detik.

Bukannya marah atau emosi seperti yang dibayangkan Nico, Kaisar Zane justru meletakkan cangkir tehnya perlahan, lalu terkekeh pelan.

Tawa renyah dan dingin itu perlahan berubah menjadi tawa tipis yang sangat menawan.

"Gadis itu benar-benar menganggap permata langka kerajaan sebagai sampah mewah?" batin Kaisar Zane menggelengkan kepala, merasa sangat gemas sekaligus tertantang.

"Beliau juga menambahkan bahwa beliau sangat membenci pria yang sok berkuasa seperti Anda, Yang Mulia," cicit Nico menambahkan dengan suara pelan.

Kaisar Zane berdiri dari kursi kebesarannya, merapikan jubah hitamnya yang tegap.

"Bagus sekali," ucap Kaisar Zane singkat dengan kilatan jahil di mata hitamnya.

"Bagus, Yang Mulia?" tanya Nico membelalakkan matanya heran.

"Artinya dia tidak bisa dijinakkan dengan cara biasa," ucap Kaisar Zane menyunggingkan senyum miringnya.

"Wanita itu benar-benar bernyali besar. Berani menghina hadiah seorang Kaisar tepat di hadapan utusannya," puji Kaisar Zane tanpa rasa tersinggung sedikit pun.

"Yang Mulia... Anda tidak marah?" tanya Nico tidak percaya, memberanikan diri bersuara.

Kaisar Zane mengalihkan pandangannya ke luar jendela besar, menatap langit sore ibu kota dengan senyuman tipis di bibirnya.

"Marah? Untuk apa?" balas Kaisar Zane santai.

"Semua wanita di kekaisaran ini selalu merengek dan bersujud memohon perhatianku dengan cara menjilat, tapi Aura Luminar... dia berbeda," lanjut Kaisar Zane dengan nada suara yang terdengar sangat tertarik.

"Gadis itu punya taring, dan dia tidak takut menggunakannya padaku," tambah Kaisar Zane penuh kekaguman terselubung.

Nico mengembuskan napas lega dalam hati, bersyukur karena nyawanya masih selamat hari ini.

"Lalu, apa rencana Anda selanjutnya, Yang Mulia? Apakah Anda akan mendatangi kediaman Duke Luminar secara langsung?" tanya Nico hati-hati.

"Tentu saja," jawab Kaisar Zane, tersenyum miring.

"Semakin keras dia meronta dan menolak ku, semakin seru pula proses saat aku meruntuhkan keangkuhannya itu," lanjut Kaisar Zane menyeringai tipis.

"Tinggalkan aku sendiri, Nico, aku ada urusan penting malam ini," perintah sang Kaisar tegas.

"Baik, Yang Mulia," jawab Nico membungkuk dalam lalu keluar ruangan, membiarkan sang penguasa merencanakan kegilaannya sendiri.

Malam harinya di kediaman Duke Luminar.

Suasana kamar tidur Aura tampak sangat hening.

Cahaya rembulan masuk melalui celah jendela yang sedikit terbuka, menerangi ruangan yang didominasi warna biru lembut itu.

Aura tertidur lelap di atas kasur mewahnya, meringkuk nyaman di bawah selimut tebal dengan napas yang teratur, wajahnya yang biasanya dipenuhi tatapan galak dan senyum sinis kini terlihat begitu tenang dan polos.

Srek...

Tanpa menimbulkan suara sedikit pun, bayangan hitam bergerak cepat melompati balkon kamar Aura.

Pintu balkon yang tidak dikunci rapat perlahan terbuka.

Kaisar Zane melangkah masuk dengan sangat anggun, mengenakan pakaian serba hitam tanpa jubah kebesarannya.

Pria yang ditakuti seluruh kekaisaran itu baru saja nekat menyelinap masuk ke kamar seorang gadis.

Kaisar Zane menghentikan langkahnya beberapa senti di samping tempat tidur Aura.

Pria bertubuh tinggi tegap itu menunduk, mengamati raut wajah gadis berkepala batu yang sejak pagi sukses mengacak-acak jalan pikirannya.

"Tidurmu sangat nyenyak setelah mencaci makiku seharian, hm?" gumam Kaisar Zane bersuara sangat pelan.

Pria dewasa itu berlutut dengan satu kaki di samping ranjang, menyamakan tingginya dengan Aura yang sedang tertidur miring.

Tangan besar Kaisar Zane perlahan terangkat, jemari kokohnya bergerak pelan merapikan helai rambut panjang Aura yang menutupi sebagian pipinya.

Gerakannya sangat halus dan berhati-hati, takut jika gadis galak ini terbangun dan mendadak mengambil pisau di balik bantalnya.

"Kau nakal sekali gadis kecil," batin Kaisar Zane, terkekeh kecil.

Aura sedikit bergerak, merapatkan selimutnya hingga ke batas dada, namun sama sekali tidak terbangun dari tidur lenyapnya.

Kaisar Zane menyunggingkan senyum tipis nya, senyuman hangat yang tidak pernah dia perlihatkan pada siapa pun di dunia ini.

"Sombong, galak, dan bermulut tajam..." bisik Kaisar Zane pelan, menatap bibir merah alami milik Aura yang sedikit terbuka.

"Tapi saat tidur, kamu kelihatan sangat cantik dan menggemaskan," batin Kaisar Zane tertawa kecil dalam hati.

Pria itu mendekatkan wajahnya sedikit, memandangi bulu mata lentik Aura yang terpejam rapat dari jarak yang sangat dekat, jarinya yang kasar mengusap lembut garis rahang Aura yang halus dengan penuh kelembutan.

"Kamu pikir kamu bisa lari dariku, Lady Aura?" gumam Kaisar Zane rendah di depan wajah Aura.

"Mau seberapa keras kamu menolak ku, pada akhirnya kamu tetap akan berdiri di sampingku," lanjut sang Kaisar dengan nada dominan tapi penuh kelembutan yang teramat dalam.

"Untuk saat ini akan aku biarkan kamu tidur damai sayang, tapi tidak untuk malam-malam berikutnya," bisik Kaisar Zane, tersenyum kecil.

Cup

Kaisar Zane mengecup pelan kening Aura, sebuah kecupan singkat yang begitu hangat.

Aura hanya melenguh pelan dalam tidurnya, membalikkan posisi tubuhnya membelakangi Kaisar Zane tanpa menyadari keberadaan sang penguasa di kamarnya.

Andai saja gadis itu tahu apa yang baru saja Kaisar Zane lakukan, sudah bisa dipastikan Aura akan mengamuk dan mematahkan tulang leher pria itu.

Kaisar Zane berdiri kembali, merapikan bajunya sembari menatap punggung gadis itu dengan kilatan mata yang makin mantap.

"Selamat malam, calon Permaisuriku," bisik Kaisar Zane tersenyum tipis, sebelum akhirnya keluar lewat pintu balkon.

1
Septi Wijaya
nanti kaisar cemburu loh...
Mutiara Nisak
naaahhh,....yg model begitu yg d sukai sm aura,meskipun dirimu pemimpin ,tp... ndak gengsi buat jadi rakyat kecil,sekali2 gpp,apalagi aura d ajak makan d pinggir jln,pasti bkln melongo liat dirimu yg gmn gitu.....😄😄😄
Septi Wijaya
ayo Pepet terus kaisar... sampai dapat 😃😃
mery harwati
Zane ini kopi bwt mu agar kau tidak kelepasan bicara dalam penyamaranmu di depan rakyatmu Zane 🤣💪
mery harwati
Zane siapkan jawaban cerdasmu dalam penyamaran saat Aura menjelek jelekan Kaisar di kios kue di depan rakyatnya sendiri 😀
mery harwati
🤣🤣 ternyata Zane gak kalah ide dengan Aura, coba Zane ajak Aura makan & kalian beradu argumentasi tentang hukum pemerintahan Kaisar Zane karena sang Kaisar kan lagi menyamar jadi Aura bisa jelek²in Kaisar di depannya langsung, berani gak Zane membalas ejekan Aura di depan rakyatnya sendiri, pasti kuatir kebongkar Kaisar Zane 🤣
Mutiara Nisak
kyk nya si aura kean ajian sirep nya sang kaisar,makanya kening nya di curi sm bibir nya kaisar aja g terganggu sama sekali....so sweet pisan sang kaisar....😍😍😍
Septi Wijaya
widdiihhh... kaisar nyamar jd rakyat biasa buat ambil hati Aura yaaa...
effort nya ga main-main loo
🥰🥰🥰
good luck kaisar💪
Tiara Bella
kaisar Zane sampe nyamar jd rakyat biasa demi deket² dngn lady Aura....wkwkkwkw....
Tiara Bella
Aura pules bngt tidurnya....dikecup aja smpe gk bangun....
miss blue 💙💙💙
pepet terus zane 🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
coba kalo berani kecup tuh jidat pas orangnya bangun 🤣🤣
miss blue 💙💙💙
akhirnya terbongkar juga. kita kira bukti itu mau di tukar sama apa ya yg diminta aura sama zane🤔🤔🤔🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
kaisar gak akan marah, paling dia ketawa liat kelakuan aura 🤣🤣
Maria Lina
kebelet ya zane kebelet kawan wkwk
guest1053527528
wah..wah .makin seru niih Thor lanjut thor
IG : hofi03_skrniii: stay tuned yaaa bebbb🫶🏻
total 1 replies
mery harwati
Pria tua yang tak tau trik untuk membuat wanita kepala batu jatuh hati🫢
Coba ajak makan, klo jawabannya terserah, brati tambah runyam urusan menahklukan hatinya 😛
IG : hofi03_skrniii: ahahaha 😅
total 1 replies
miss blue 💙💙💙
mantap 👍👍👍🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣 kamu kayaknya yg bakal nyerah 🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
umur kaisar berapa kak???
miss blue 💙💙💙: woooaahh siap di panen itu mah 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!