NovelToon NovelToon
Because Of You

Because Of You

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: aresss

21+
[Penuh dengan adegan dewasa yang explicit (jelas), pertengkaran, alkohol, kata-kata kasar, dan gaya hidup bebas]

Sebuah cinta segitiga yang menghadapkan Kenny Charlotte Cullen pada sebuah kisah yang penuh amarah, nafsu, cinta, tawa, dan tangis dengan dua pria yang benar-benar mencintainya dengan cara yang berbeda.

-Kau adalah kelemahanku-
~Scout Damian Sharp

-Aku bertahan karena tanpamu aku tidak tau bagaimana caranya hidup-
~Harry Julio Smith

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aresss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegiatan normal 1

Happy Reading Gais..

****

Lolita melihat Harry yang di papah oleh karyawan restoran ke mobilnya. Tak habis-habisnya dia memikirkan kegiatan apa yang harus di lakukan dengan senyum konyolnya.

"Trimss... " ucap Lolita dan memberi tip pada kedua karyawan itu. Lolita berjingkrak bahagia menuju mobil. Masuk ke mobil dan menatap Harry yang terbaring tak berdaya di bangku penumpang.

"Aku senang hari ini kau sedih sayang...."

Dengan itu Lolita melajukan mobilnya menuju apartemennya. Lalu tersadar akan satu hal.

"Mobil Harry?".........."Aih.. Besok itu bisa di urus. Malam ini urusanku adalah dia"

****

Lolita berusaha sekuat tenaga membopong tubuh Harry. Lolita bahkan melepas heelsnya. Lalu semua penderitaan itu selesai saat mereka berdua jatuh di ranjang Lolita. Lolita terengah-engah kelelahan.

Belum mulai saja sudah kelelahan seperti ini

Pikir Lolita. Setelah mengatur pernapasannya, dia segera melepas pakainnya dan meninggalkannya dalam pakaian dalam saja.

Aku benar-benar bersemangat.

Lolita membuka sepatu Harry dan kemeja Harry. Lolita tertawa senang dan meneguk air ludahnya. Dia menyentuh dada bidang itu. Mengelus dan mengecupnya. Wangi musk, mint, kayu-kayuan, dan alkohol berpadu menjadi satu pada aroma Harry yang membuat pikiran Lolita berkabut oleh nafsu. Lolita benar-benar kehilangan akal.

Oh my.... Dia benar-benar sangat jantan.

"Ken....." bisik Harry parau. Pelan dan menyedihkan.

Lolita berhenti melakukan aktivitas melepas gesper Harry. Lolita menatap Harry.

"Ken... Kenny....." Harry berbisik lagi dan begitu menyedihkan. Itu membuat seluruh bulu kuduk Lolita meremang. Lolita bangkit dari tempat tidur.

"Well... Mengecewakan Mr.Smith. Kau menyebut wanita lain di ranjangku, itu benar-benar mengecewakan...... Tapi, kau menyebut nama sainganku. Okay, aku akan bersaing dan berusaha membawamu secara sukarela ke ranjangku." Lolita segera pergi menuju kamar mandi dan segera mandi. Dia kesal dan marah tapi berusaha tetap optimis.

Setelah memakai pakaian tidurnya, dia segera menuju tempat tidur. Lalu berbaring di samping Harry. Lolita bertumpu pada satu tangannya, lalu menatap Harry.

Setidaknya harus ada kenang-kenangan dari malam pertama kita yang gagal.

Lalu yang terjadi adalah, Lolita meninggalkan jejak dengan mulutnya pada leher, pundak dan daerah lain. Kini, badan Harry penuh dengan bercak merah segar.

Besok pasti akan membiru.

"Kenangan malam kita, Harry....Good night, my dear.." Ucap Lolita seraya mengecup lengan Harry untuk terakhir kalinya sebelum jatuh dalam kegelapan.

*****

Harry POV

"Ahk...!!!!"Aku terbangun dengan nafas terengah-engah. Aku bermimpi di 'terkam' oleh Lolita. Sial. Itu menjijikkan dan menakutkan.

"Ahk..." Lalu aku terkejut kedua kalinya saat melihat aku di kamar antah berantah dan..

"Ahk.....!!!" kali ini aku berteriak lebih kencanh saat melihat aku tidak memakai baju, lalu mengintip di balik selimut. Oh.. Thank you God. Aku masih pakai celana.

"Ahk!!!"

"Ahk!" aku berteriak terkejut saat mendengar teriakan yang lain dan aku melihat Lolita berjalan ke arahku, dengan handuk melilit di tubuhnya. Pertanda dia baru selesai mandi.

"Terkejut yah? Aku pun begitu, menyadari ada pria tampan di tempat tidurku" dia terkekeh.

"Bagaimana bisa aku di sini?"

"Bisa juga kau bicara non formal.Kau mabuk dan bla bla bla, akhirnya kau sampai di sini" Lolita membuka lemari bajunya dan melepas handuknya tanpa rasa malu padaku. Aku mengalihkan pandanganku dari tubuhnya yang polos dan tidak tertutup.

"Setidaknya pakai bajumu entah di mana"

"Inikan kamarku...Balikkan badanmu... Padahal tak usah malu-malu, kan ini New York. Free" ucapnya santai. Lalu dia melewatiku menuju meja rias dan mengerikan rambutnya dengan hari dryer, dia sudah memakai setelan trainingnya berwarna abu-abu.

"Jam berapa sekarang?" aku memakai kemejaku yang tercampak sembarangan di lantai. Entah mengapa aku mulai curiga pada wanita ini

"Satu siang"

"Apa?!"

"Kau suka teriak-teriak yah? Lagian ini hari minggu dan ini masih pukul 10 pagi."

"Kau ini..."

"Mau pulang?"

"Iyah"

"Biar kuantar, mobilmu tingal di parkiran kemarin."

"Aku bisa panggil taxi"

"Konyol, taxi jarang beroperasi hari minggu yang dingin." balasnya lagi dan itu benar. Dia bersandar di meja rias, menatapku lekat.

"Yah sudah" aku menyerah mengiyakannya.

****

"Kau nampak kesal" ucapku acuh tak acuh padanya. Aku pura-pura sibuk melihat ponselku. Dari ujung mataku, aku tau dia tengah melihatku sekarang.

"Ini memang air mukaku yang asli"

"Oh." ucapku singkat. Sejujurnya aku berterimakasih padanya atas pertolongannya semalam. Jujur, pasti sulit membawa tubuhku ini dengan tubuhnya yang mungil.

"Aih...." dia memukul setir saat lampu merah.

"Calm down... Ada apa? Hanya lampu merah dan kau suka juga bilang aih, aih...."

"Sesekali berkunjunglah ke Asia, banyak yang bilang begitu kok..."

Aneh... Dia jadi ketus dan sedikit lebih diam.

"Hahaha..." secara mengejutkan dia tertawa. Ternyata tidak, dia tidak berubah.

"Kau terkejut yah karena aku ketus... Itu hanya sedikit game..."

Game apaan?

"Kau aneh...." bisikku pelan dan menatap lurus ke ponselku.

"Aku mendengarmu..." ucapnya girang. Lalu kami sampai di parkiran. Aku keluar dari mobil dan dia juga. Lolita berdiri dan bersandar di bahu mobil

"Thank you...."

"Hanya itu?"

"Apa?"

"Kencan kita kemarin 55% cukup sukses... Jadi kita harus meningkatkanya menjadi 1.000%"

Aku sadar akan tatapan itu sejak kemarin, dia menyukaiku. Aku bukannya terlalu percaya diri, tapi untuk ukuran pria-pria di umurku aku cukup tampan. Jadi wajar saja dia menyukaiku begitu.

"Lolita... Aku..."

"Ssst.... Harry, orangtuaku maupun orangtuamu ingin kencan kita berhasil. Dan kau tau prinsip apa yang kutanam. I want it, I got it..."

Dia berbicara omong kosong lagi.

"Aku tau kau menyukai wanita lain dan aku akan bersaing dengan adil.Jadi, Kita harus kencan. Keluargamu berpihak padaku dalam perjodohan ini, terutama Cassie.Bye-bye Harry..." Lolita pun berbalik dan masuk ke dalam mobil. Lalu dia menurunkan kaca jendela mobilnya "Aku punya hadiah untukmu, periksa saat mandi yah..."

Lalu setelah itu dia pergi. Hadiah apa yang di bicarakan? Bagaimana dia tau aki menyukai wanita lain? Hah... Dia hanya berbicara omong kosong. Aku masuk ke dalam mobil dan berpikir bahwa kapan aku bisa menyingkirkan Lolita dan kapan Kenny bisa berada di dekapanku.

****

Scout POV

Aku menatap beberapa lembaran foto yang di berikan anak buahku. Aku sudah tau sejak awal Kenny bertemu Harry. Jujur itu membuatku marah dan menyakitkan, namun aku menahannya. Aku menahannya untuk kebaikanku dan untuk Kenny.

Aku kecewa, cemburu dan sakit hati. Namun, si Pak tua itu pernah berkata padaku bahwa perasaan bukan sesuatu yang bisa di paksakan. Aku harus pelan-pelan, mengingat betapa jahatnya aku dulu pada Kenny.

Aku bangkit berdiri dan menghadap kaca besar di ruang kerjaku. Aku melihat dedaunan mulai berguguran, entah mengapa melihat itu aku malah membayangkan diriku. Begitu rapuh dan lemah. Perasaan menggelikan ini memang membuat siapapun menjadi rapuh dan lemah.

Aku menarik napas dan meremas gambar saat Harry mengecup Kenny, meremasnya seolah aku benar-benar bisa menghancurkan Harry melalui foto itu.

"Pergilah..." perintahnya pada anak buahku. Ini membuatku benar-benar membuatku frustasi. Lalu ketukan pelan terdengar.

"Masuk..." Aku tidak suka di ganggu saat ini. Aku menunggu siapa pun yang masuk untuk berbicara..

"Scout..." Kenny, jujur mendengar suaranya membuatku naik pitam.

"Apa?" geramku marah tanpa memandangnya.

"Kau mau makan siang bersama?" Aku membalikkan badan dan mengangkat satu alisku padanya. Terkejut akan ajakannya. Dan yang ada dia malah salah tingkah dan gugup.

"Well.. Aku memasak, dan lagi kau belum makan, bukan?" Dia salah tingkah. Jujur, melihatnya seperti ini malah meredakan amarahku. Betapa lemahnya perasaan seperti ini.

"Ummmm...."

"Tenanglah, aku tidak memasukkan racun di sana jika itu yang kau khawatirkan..." dia memutar bola matanya jengkel. Aku terkekeh, oh Ken... Perasaan apa ini? Kenapa aku bahagia hanya melihatnya bertingkah manis seperti itu.

"Tidak... Aku hanya senang setelah merasakan kegaduhan di sini dan itu semua karenamu." aku berbisik dan menyeringai penuh makna.

****

MrsFox//Aress

1
Reni
Thank you beb, ini keren 👍❤❤
Aini fitri
Bagus sekali, seruuu, bikin terharu
la_vG
luar biasa
Aura Bahagia
karyanya selalu terbaik
Aura Bahagia
lope sekebon
Luh Somenasih
ikut berkeringat thor
Luh Somenasih
jenni sinting
Lusi Amelia
PLISSSS KAK. Aku baru banget tau karya mrs Foxyyyyy. Skh author nulisnya di PF mana yaah? Plissss kasih tauuu. Suka banget sama ke 4 ceritanyaa! 🥹
LittleLie
masih penasaran isi kotak silver ini kaka foxxyyy 😭😭😭
LittleLie
Luar biasa
Syarie Zulkarnaini
keren pakek banget 👍😘
Syarie Zulkarnaini
Thor cerita novel yang THE ONLY ONE .. kenapa gak di tulis d sini aja . masih penasaran Thor . plis 😭
Lusi Amelia: Kakk, author Foxy skg nulis di mana ya?
total 1 replies
bunga cinta
bisa bisa
bunga cinta
membara
bunga cinta
wes mboh lah, karepmu dewe
bunga cinta
seru
bunga cinta
jungkir balik
bunga cinta
sakitnya baru terasa
bunga cinta
sediiiihhhh, cinta datang terlambat
bunga cinta
apa yang akan terjadi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!