Delavar sudah lama memendam rasa pada seorang wanita bernama Amartha. Tapi, Amartha selalu menolaknya karena alasan dia sudah hamil tanpa tahu siapa ayah bayi yang sedang dikandung.
Delavar yang mengetahui hal tersebut pun meminta Amartha untuk bercinta dengannya. Sebagai imbalan, Delavar akan mengakui bayi dalam kandungan Amartha sebagai anaknya.
Apakah Amartha bersedia menerima tawaran tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 13
Dariush menengok kondisi sekitar basement. Ternyata masih sepi dan kakinya mulai bergerak di bawah bagian mobil belakang hingga kap yang menutup bagasi terbuka. Dia memasukkan pak tua menyebalkan itu ke dalam sana. “Bagasi ini pun masih terlalu bagus untukmu, kau lebih cocok ku seret di jalan raya,” ucapnya menghina Papa Max. Tapi yang diejek tak bisa mendengar.
Pria yang tingginya satu centimeter di bawah Delavar itu menutup bagasi dengan kencang dan membuka pintu mobil yang ada di samping kemudi. “Lalu siapa yang menyetir kalau kau duduk di belakang bersama Amartha?” tanyanya seraya menatap ke arah kembarannya yang sedang asyik mengelus rambut wanita yang saat ini sedang terpejam dengan berbantal paha Delavar.
“Kau, ini kuncinya.” Delavar memberikan sebuah remot kepada Dariush dan kembarannya berdecak seraya mencibir dirinya.
“Kau juga harus membantuku mendapatkan seorang wanita karena aku sudah banyak direpotkan olehmu,” pinta Dariush. Dia berpindah ke kursi kemudi tanpa keluar mobil.
“Ck! Susah, kau menyukai wanita yang menganggapmu sebagai musuh,” jawab Delavar. Dia bergeleng kepala karena kembarannya sedari awal mendekati seorang wanita dengan cara yang salah dan berakhirlah dianggap sebagai musuh oleh orang tersebut, hingga wanita yang disukai oleh Dariush bahkan tak mau mengenal dan berbicara sedikit pun dengan anak kedua keluarga Dominique itu.
“Mau bagaimana lagi, kau tahu sendiri bagaimana wanita yang ku suka,” balas Dariush seraya menghidupkan mesin mobil.
“Ya, ya, ya! Lebih baik kau cepat jalankan mobil ini! Sialan, senjataku mulai mengeras!” titah Delavar tak sabaran. Sedari tadi dia sudah menahan miliknya yang berkedut seperti hendak membesar. Ternyata kali ini sudah tak tahan ditambah kepala Amartha yang saat ini berada dalam pangkuannya.
“Heh! Baru juga menjadi bantal kepala Amartha, anakmu sudah bangun saja,” cibir Dariush. “Lemah sekali!” Kakinya mulai menginjak pedal gas karena kasian dengan Delavar.
“Bukan, jika aku berhasrat secara normal tak pernah seperti ini.” Delavar semakin merasa kegerahan. Dia melonggarkan dasi yang terasa mencekik. Dan matanya sulit sekali berpaling dari sosok cantik yang selalu menyita perhatiannya. “Cepat, Dariush! Rasanya aku ingin telanjang di sini,” keluhnya seraya mengibaskan tangan untuk menambah angin di wajahnya. AC mobil yang baru dibeli lima bulan lalu itu bahkan tak membuatnya kedinginan.
“Memangnya apa yang kau makan sampai seperti itu?” tanya Dariush. Dia melihat kembarannya dari spion depan.
“Spaghetti yang pak tua itu belikan untuk Amartha.”
“Pft ....” Dariush menahan tawanya. “Mungkin makanannya sudah dicampur oleh obat perangsang, makanya kau seperti cacing kepanasan,” kelakarnya.
“Sial! Untuk apa pak tua itu menjebak anaknya sendiri?” Delavar penasaran, tapi juga berang. Dia benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran Papa Max sampai bermaksud memberikan obat perangsang.
Dariush mengedikkan bahu tak terlalu yakin dengan pemikirannya. “Kita tanya langsung saja dengan pak tua itu.”
Delavar sudah tak tahan lagi, dia membuka jas dan kemejanya di dalam mobil hingga badan atletisnya terekspose. “Besarkan AC itu!” titahnya.
“Ini sudah paling dingin. Kalau mau lebih dingin lagi, kau bawa freezer ke dalam mobilmu,” seloroh Dariush. Dia juga kasian dengan kondisi kembarannya, kakinya kian menginjak gas lebih dalam dan melesatkan mobil seperti pembalap.
Akhirnya sampai juga kendaraan roda empat itu di mansion Dominique. Delavar segera keluar dan tak lupa menggendong Amartha. “Bawa pak tua ke gudang, jangan sampai dia mati kehabisan oksigen di dalam bagasi!” titahnya.