NovelToon NovelToon
KUJUAL PERAWANKU DEMI NENEK

KUJUAL PERAWANKU DEMI NENEK

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: akos

Kisah seorang cucu yang relah mengorbankan mahkotanya demi menyelamatkan nyawa sang nenek.

Rindu nama gadis itu, dia harus bertemu dengan seorang pria yang sangat kejam dan juga di takuti di kota itu.

Apa yang akan terjadi berikutnya yuk mari ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon akos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. KE MENSION MILIK FATHUR.

"Iya tapi kamu pulang ya!. Suhu badan kamu terlalu tinggi jadi kamu harus dapat perawatan yang insentif," Rindu membelai lembut pucuk kepala bocah itu.

"Iya Mom, tapi Mommy janji, Mommy harus ikut Akos kelumah?," balas Akos yang masih memeluk erat tubuh Rindu dan tak ingin melepaskanya.

Sebelum menjawab Rindu menatap kearah Fathur.

"Kamu ikutlah ke Rumahku, Setelah putraku sembuh kamu boleh pulang kerumahmu," ujar Fathur samar-samar dan hampir tidak kedengaran.

"Baiklah, Kakak akan ikut bersamamu, asalkan kamu mau minum obat yang di berikan oleh Dokter,"

"Benalkah, Mommy mau ikut kelumah kami?," Akos melepaskan pelukanya dan memandang lekat kearah Rindu.

Rindu hanya mengangguk sembari tersenyum manis

"Oleh....oleh Akos punya Mommy. Oleh.... oleh," Akos melompat dan menciumi pipi Rindu secara bertubi-tubi.

Setelah berpamitan dengan ibu kepala, ketiganya pun keluar dari dalam gedung sekolah menuju kearah mobil.

Akos yang ada dalam gendongan Fathur tidak henti-hentinya memegangi rambut panjang milik Rindu.

Bocah yang kurang kasih sayang seorang ibu itu, begitu gembira tak kala Rindu ada di dekatnya.

Baginya, kehadiran Rindu melengkapi ruang hatinya yang selama ini hampa tanpa kehadiran seorang ibu.

Setelah tiba di mobil, Rindu segera membuka daun pintu mobil bagian belakang lalu duduk disana.

Akos ikut masuk kesana, walau Fathur menyuruhnya untuk menemaninya di depan sekalian memantau keadaanya.

"Sayang kamu duduk di depan dan temani Daddy ya!," ucap Fathur sedikit menunduk dan memasukkan sedikit kepalanya melalui jendela mobil.

"Akos tidak mau, Akos mau duduk dengan Mommy, iyakan Mom," Akos segera menghamburkan pelukanya pada Rindu.

"Biarkan dia bersamaku. Aku bisa menjaganya dengan baik jadi tenanglah!," ucap Rindu kembali membelai pucuk kepala bocah itu dengan sangat lembut sambil menatap kearah Fathur.

"Baiklah kalau itu maumu," Fathur pasrah dan melangkah menuju pintu mobil bagian depan.

Setelah semuanya sudah berada di dalam mobil. Fathur menghidupkan mesin mobilnya dan menjalankanya meninggalkan area sekolah.

Di sepanjang perjalanan Akos terus mengoceh, bocah itu terus menceritakan bagaimana ke hidupanya bersama Daddynya selama ini.

"Mom, Daddy itu sebenalnya penakut. Daddy takut kalau mati lampu. Daddy selalu masuk ke dalam kamal Akos dan bersembunyi di dalam selimut," ocehnya sambil sedikit tertawa.

"Benarkah?," balas Rindu.

"Benar Mom, Deddy juga tidak pandai masak loh. Pelnah kami main kemping-kempinan di depan lumah. Akos menyuluh Daddy untuk masak mie istant tapi dia tak tahu. masa Daddy memasukkan mienya terlebih dulu balu airnya. Kan aneh,"

Seketika tawa Rindu pecah mendengar ucapan Akos.

Fathur yang berada di depan sedang mengendarai mobilnya sedikit merasa malu apa lagi Rindu menertawainya tidak tanggung-tanggung.

"Sayang kamu jangan menceritakan kekurangan Daddy di depan orang lain. Kita berdua sudah janji bukan!, kalau rahasia itu cuman kita berdua saja yang tahu," protes Fathur sambil menatap keduanya di dalam kaca spion yang masih terus saja menertawainya.

"Tapi Daddy!, Mommy ini bukan orang lain loh. Dia adalah olang yang paling Akos sayangi," Akos kembali memeluk manja pada Rindu.

"Terus Daddy?," tanya Fathur sedikit mengeryitkan dahinya.

"Daddy nomor 2," balas Akos.

"Kamu ini," Fathur menggeleng-gelengkan kepalanya.

Tidak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi pun memasuki halaman rumah milik Fathur.

Bangunan megah yang berdiri tepat di pusat kota.

Fathur memasukkan mobil mewahnya kedalam garasi setelah itu ketiganya pun keluar dari dalam sana.

Mata Rindu tidak henti-hentinya memandangi rumah mewah milik Fathur. Bangunan megah dengan desain Eropa di padukan dengan nuansa nusantara membuat bangunan itu terlihat sangat elegant dan memanjakan mata bagi yang melihatnya.

"Baru lihat bangunan mewah ya!, dasar kampungan," bisik Fathur di telinga Rindu yang saat itu masih bengong memandang bagian luar bangunan megah tersebut.

Rindu tidak menjawab, hinaan dari Fathur benar adanya. Seumur-umur baru kali ini dia menginjakkan kakinya dan melihat secara langsung bangunan yang bak istanah dan mungkin masih banyak orang belum tentu bisa melihat atau menginjakkan langsung kakinya di bangunan megah tersebut.

"Mom, Ayo masuk, Akos akan menunjukkan kamal Akos untuk Mommy," ajak Akos yang saat itu berada pada gendongan Fathur.

Rindu mengangguk dan memaksakan dirinya untuk tersenyum.

Ketiganya pun masuk kedalam bangunan megah itu di sambut beberapa pelayan yang sudah sedari tadi berjejer di depan pintu.

Fathur terus masuk kedalam sambil menggendong tubuh mungil Akos dan tentunya diikuti oleh Rindu dari arah belakang.

Mereka memasuki sebuah kamar yang ukurannya terbilang cukup luas. Beberapa robot-robotan dan mobil-mobilan terletak rapi dalam kamar tersebut.

Fathur meletakkan tubuh kecil milik putranya diatas pembaringan.

"Sayang kamu istirahatlah, sebentar lagi Dokter Herman akan kemari untuk memeriksamu,"

"Aku udah tidak sakit lagi dad!, coba pegang kening Akos, sudah tidak panas bukan?," Akos mengambil tangan Fathur dan meletakkanya diatas keningnya.

"Biarpun suhu badanmu sudah turun tapi kamu harus tetap di periksa untuk jaga-jaga siapa tahu suhu badanmu akan naik kembali seperti tadi," bujuk Fathur.

"Baiklah, tapi janji, Mommy akan telus berada bersamaku disini,"

"Kalau itu maumu daddy setuju asalkan kamu mau menuruti kata daddy," Fathur mencium kening milik Akos.

Rindu yang melihat ikatan cinta antara Ayah dan anak itu ikut terharu. Bagaimana tidak, Fathur yang selama ini terlihat dingin dan arogant ternyata memiliki sisi lembut sama halnya manusia pada umumnya.

"Hay kamu, kamu tinggallah di sini untuk sementara waktu. Semua kebutuhanmu akan diurus oleh Bi Ona," tatap Fathur pada Rindu.

"Tapi ini hanya sementara waktu bukan?, Setelah putra Tuan sembuh Saya bisa pulang lagi kerumah Saya,"

"Tentu saja, Aku juga tidak mau menampung gembel sepertimu di rumahku ini," jawab Fathur sinis.

Rindu menyunggingkan bibirnya mendengar ucapan Fathur yang selalu saja menghinanya.

Tidak lama kemudian muncul Dokter Herman dari arah pintu di temani oleh Bi Ona.

Sebelum masuk kedalam ruangan itu, Bi Ona mengetuk pintu terlebih dulu.

Fathur dan Rindu segera mengarahkan pandanganya kearah pintu.

"Masuklah," ucap Fathur mempersilahkan keduanya untuk masuk.

"Terima kasih Tuan. Ayo Dok, silahkan masuk," ajak Bi Ona pada Dokter Herman.

Keduanyapun masuk dan segera menghadap Fathur.

"Apa boleh Saya memeriksa Tuan muda sekarang?," ujar Dokter Herman sedikit tertunduk pada Fathur.

"Silahkan," balas Fathur singkat.

Tanpa menunggu lama Dokter Herman segera melakukan tugasnya.

"Tuan muda Akos boleh buka mulutnya sebentar," ujar Dokter Herman pada Akos.

Bocah kecil itu segera membuka mulutnya sesuai dengan perintah Dokter Herman.

Dokter Herman beralih ke bagian mata kiri dan kanan secara bergantian.

1
Nurjana Bakir
lanjut
ollyooliver
gak masuk akal, jelas" rindu masih perawan tapi dibilang jalang,perempuan hina lah..trus nih pesona rindu sebagai pemeean utama gak kuat. bahkan setelah kejadian itu fathur tdk memikirkan rindu maksudnya ada daya tarik dari rindu untuk membuat fathur terus mengingat rindu..

gak cocoklah jadi pemeran utama wanita
ollyooliver
bukannya perjodohan mereka batal? trus knp tingkah rany seperti ini seolah fathur menerima kehadiran rany yg jelas tdk disukanya begitupun akos
siska@ggrei85
athor.. kok gak ada cerita rindu yang ke makan anak cowok nya sih.. penasaran deh di makam kan dmn..
RatuElla11: halo kak, mampir juga yuk kekaryaku, "Istri Simpanan Pemuas Tuan Eden."
total 1 replies
Ratna Ningsih
aaah jadi rindu serindu rindunyakaaaaaaan...sampek sampek mggak sabar mau nengok dedek bayi🤣🤣🤣
Ratna Ningsih
is abang abangan...hilamh sudah tuuuh gelar presidennya
Ratna Ningsih
🤣🤣🤣🤣🤣
Ratna Ningsih
/Facepalm/sakit perutku gigiku kering..gara gara fatur..lagaian bunga juga tidak minta di.bantu..
Heny
Rindu jng lebay km punya anak
Heny
Alhamdulillah smg mrk bahagia
Heny
Klau sdh mengakui halal kan biar sah
Heny
Rindu pergilah yg jauh biar Fathur menyesal
Heny
Akos anak siapa thor
Heny
Panti asuhan F dan R Fathur dan Rindu
Heny
Duh tuan Fathur jng galak2 ntar bucin
Heny
Cerita nya bagus thor
Heny
Akos ngomong nya jng cadel
Heny
Akos sdh tk knp ngomong msh pelat
Heny
Thor buat Rindu pergi yg jauh kasian selalu dihina
Heny
Rindu pergilah menjauh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!