NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Dokter

Benih Rahasia Sang Dokter

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Anak Genius / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:900.4k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Ashela Safira, seorang gadis yang membanting tulang demi melunasi utang ayahnya, terpaksa merelakan kesucian yang ia jaga selama ini direnggut oleh pria asing.

Merasa harga dirinya telah hancur, ia memilih melarikan diri dan menghilang setelah malam panjang itu. Namun, di tengah pelariannya, Ashela justru mendapati dirinya hamil.

Sementara itu, Elvano Gavian Narendra, seorang dokter berhati dingin, terbangun dan mendapati gadis yang bersamanya telah pergi.

Rasa sesal seketika menghantamnya saat melihat bercak merah di atas ranjang, yaitu sebuah tanda bahwa ia telah menodai seorang gadis asing yang bahkan tidak ia ketahui identitasnya.

Bagaimana kelanjutannya???
YUKKKK GAS BACAAAA!!!

IG @LALA_SYALALA13
YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Yang Dinantikan Tiba

Ashela yang melihat pemandangan itu dari sudut ruangan harus berulang kali mengedipkan mata agar air matanya tidak jatuh.

Pemandangan itu begitu indah sekaligus menyakitkan. Ayah dan anak yang tidak saling mengenal, berinteraksi dengan begitu hangat seolah-olah ada benang merah yang menghubungkan mereka tanpa perlu kata-kata.

Selama pemeriksaan itu, Elvano juga sesekali mengajak Ashela mengobrol ringan. Ia bertanya tentang kehidupan di Sukabumi, tentang kebun teh, dan tentang bagaimana Ashela membesarkan Leo sendirian.

"Anda wanita yang sangat mandiri, Bu. Tidak mudah membesarkan anak dengan kondisi seperti ini sendirian di tempat yang jauh dari kota," puji Elvano saat mereka sedang melihat Leo yang asyik menggambar di kertas lipat.

"Saya hanya melakukan apa yang harus saya lakukan sebagai seorang ibu, Dok. Leo adalah segalanya bagi saya," jawab Ashela, tetap menjaga suaranya agar tidak emosional.

"Ayahnya... apakah dia benar-benar sudah tidak ada?" tanya Elvano secara impulsif. Ia segera merasa tidak enak. "Maaf, saya tidak bermaksud lancang."

Ashela terdiam sejenak, menatap punggung Leo. "Bagi saya, dia sudah tidak ada, Dok. Dia memilih dunianya sendiri, dan saya memilih untuk menjaga harta paling berharga yang dia tinggalkan tanpa dia sadari." lirih Ashela pelan.

Elvano mengangguk perlahan. Ia merasa ada kepahitan dalam suara Ashela, namun ia menganggapnya sebagai kekecewaan seorang istri yang ditinggalkan. Ia tidak pernah sedikit pun menghubungkan cerita itu dengan dirinya sendiri. Baginya, dunianya dan dunia wanita ini terlalu jauh berbeda untuk bisa bersinggungan di masa lalu.

Seminggu berlalu, dan Leo sudah diperbolehkan pindah ke ruang perawatan biasa. Elvano tetap menjadi dokter yang paling sering mengunjungi mereka. Bahkan, para perawat mulai berbisik-bisik tentang perubahan sikap sang direktur yang mendadak menjadi sangat perhatian pada pasien kelas hibah itu.

Suatu sore, Elvano mendapati Ashela sedang kesulitan menggendong Leo menuju kursi roda untuk diajak jalan-jalan ke taman rumah sakit. Tanpa ragu, Elvano melepaskan jas dokternya dan mendekat.

"Biar saya saja, Bu." ucapnya.

Dengan cekatan dan lembut, Elvano mengangkat tubuh kecil Leo ke dalam dekapannya. Leo spontan melingkarkan tangannya di leher Elvano, membuat pria itu tertegun sejenak sebelum tersenyum lebar.

"Ayo, Jagoan. Kita lihat ikan di kolam bawah," ajak Elvano.

Mereka berjalan menuju taman rumah sakit. Elvano mendorong kursi roda Leo, sementara Ashela berjalan di sampingnya. Di mata orang asing, mereka tampak seperti sebuah keluarga kecil yang sedang menikmati sore yang cerah.

Di taman, Elvano duduk di bangku taman bersama mereka, mengabaikan beberapa panggilan telepon dari asistennya. Ia merasa tenang berada di dekat mereka. Ada sebuah rasa damai yang tidak bisa ia temukan di meja operasi atau di dalam rapat-rapat bisnisnya yang kaku.

"Ibu Ashela, jika nanti Leo sudah boleh pulang, pastikan dia tetap kontrol rutin. Saya akan meminta yayasan untuk menanggung semua biaya transportasi kalian dari Sukabumi ke sini setiap bulan, tapi saya sarankan untuk tinggal beberapa waktu di ibu kota agar tidak membahayakan kondisi Leo. " ujar Elvano.

"Baik dok, tapi dokter sudah melakukan terlalu banyak..." ucapnya terpotong.

"Saya ingin memastikan hasil kerja keras saya terjaga dengan baik," Elvano tersenyum, menatap Leo yang sedang menunjuk ikan mas koki dengan semangat.

"Anak ini punya masa depan yang cerah. Saya ingin melihatnya tumbuh besar." ucap Elvano.

Ashela hanya bisa mengangguk pelan. Di dalam hatinya, ia merasa sangat bersyukur sekaligus takut. Kebaikan Elvano adalah berkah bagi Leo, namun kedekatan ini adalah bom waktu bagi rahasianya.

Namun untuk saat ini, melihat Leo bisa bernapas dengan lega dan tertawa di bawah sinar matahari, Ashela memutuskan untuk mengesampingkan ketakutannya.

Ia membiarkan momen ini mengalir. Ia membiarkan Elvano memberikan perhatian kecilnya, membiarkan Leo merasakan sosok ayah meski tanpa label tersebut.

Di bawah langit ibu kota yang mulai meredup, detak jantung mereka seolah selaras yaitu sebuah harmoni yang lahir dari keajaiban medis dan ikatan batin yang tak terlihat oleh kasat mata.

Elvano menatap langit, merasa hidupnya jauh lebih berarti dalam tujuh hari terakhir ini daripada tujuh tahun sebelumnya. Ia tidak tahu bahwa takdir sedang mempermainkannya dengan cara yang paling manis sekaligus paling ironis.

Dan Ashela, hanya bisa berdoa agar kebahagiaan sederhana ini tidak berakhir dengan kehancuran saat kebenaran akhirnya terungkap nanti.

Pagi itu, udara di dalam Narendra Hospital terasa jauh lebih ringan bagi Ashela. Setelah hampir tiga minggu hidup dalam kecemasan di antara aroma antiseptik dan bunyi monitor yang monoton, hari yang dinantikannya tiba.

Leo akhirnya diperbolehkan pulang dari ruang perawatan. Meskipun jahitan di dadanya masih memerlukan perawatan intensif dan ia diwajibkan melakukan kontrol rutin setiap beberapa hari dalam sebulan ke depan, setidaknya Leo tidak lagi harus terikat pada ranjang rumah sakit.

Ashela menyadari bahwa menempuh perjalanan bolak-balik Sukabumi-Jakarta dalam kondisi Leo yang baru pulih adalah risiko besar sesuai dengan saran Elvano beberapa waktu lalu.

Dengan sisa tabungan yang ia kumpulkan dari kebun teh dan sedikit bantuan uang saku dari yayasan, ia memutuskan untuk mencari kontrakan petak yang murah di pinggiran ibu kota. Ia hanya butuh tempat untuk bernaung selama beberapa minggu sebelum benar-benar kembali ke kampung nya yang tenang.

"Leo sayang, duduk di sini sebentar ya? Jangan turun dari kursi roda. Mama mau ke meja administrasi sebentar untuk ambil surat rujukan dan obat," ucap Ashela lembut sambil mengusap pipi putranya yang kini sudah mulai berisi.

"Iya, Mama. Leo tunggu di sini," jawab Leo patuh. Tangannya memeluk erat boneka beruang pemberian Elvano.

Ashela memarkirkan kursi roda Leo di area tunggu lobi utama yang cukup ramai, namun tetap terpantau dari meja administrasi yang hanya berjarak beberapa meter. Ia sengaja memilih sudut yang dekat dengan pilar besar agar Leo tidak terganggu oleh lalu lalang orang, lalu ia bergegas menuju loket untuk mengurus berkas-berkas terakhir.

Di saat yang bersamaan, sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam mengkilap berhenti tepat di depan lobi utama.

Seorang wanita paruh baya turun dengan langkah yang memancarkan otoritas dan kemewahan. Mama Zoya, dengan kacamata hitam bermerek dan tas kulit buaya yang melingkar di lengannya, melangkah masuk ke dalam rumah sakit dengan raut wajah kesal.

Kemarahannya sudah di ubun-ubun. Elvano benar-benar sudah keterlaluan. Anaknya itu sudah hampir dua minggu tidak menginjakkan kaki di rumah besar mereka.

Bahkan, undangan makan malam penting dengan kolega bisnis Papa-nya kemarin malam diabaikan begitu saja dengan alasan pasien kritis.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Konok Neng
jika mak esihh sendirian boyong aja shela ke jakarta kan udah jaadi keluarga bagi kamu selama 4 thn
Konok Neng
aduh aku ngos ngosan bacanya
s
👍👍👍
Farida Dalle
Maaf thor, setahu aq wktu Asha mrlahirkan itu kan cuma di rumah kntrakan mak Esih wjtu hujan deras tp mak Esih ttp prgi memanggil hidan desa yaitu mak Ijah, koq ceritanya di RS Sukabumi, maaf thor jd heran bin penasaran🤭🤔
Farida Dalle
knp yah aq sngt2 tidak nyaman setiap kali Asha memanggil suaminya dg Vano sj, kesannya agk gimaaana gitu thor🤔
Farida Dalle
kenapa Asha selalu memanggil nama siaminya tanpa embel2 thor, rasanya agak kurang sopan deh🙏
Farida Dalle
Duh.... thor cari mertua di mana yg sprti mama Zoya? klu mertua di dunia nyata itu, boro2 mendukung, ngomongin di belakang iya, katanya anknya setengah mati cari duit🤭😂🤣
Lala_Syalala: yokkk kak cari sama2,,, author juga butuh nihhh🤭🤭
total 1 replies
Farida Dalle
Duhhhhh thor, di mn. bisa dpt calon mertua yg sebaik ini??? 😂
myhee
kebayang lagi 😭😭😭😭
myhee
weit ini cukup drama ya
myhee
setelah sekian lama begadang
myhee
akhirnya ~~~~
Farida Dalle
pasti dibaca dong thor,soalnya ceritanya bgs,kan penasaran dg kelanjutan ceritanya,iya gak sih
🥰
Farida Dalle
sangat menarik, aplgi tdk ada drama2 yg tdk prnting dr mama Zoya, kamu hrs bnyk2 beesyukur Asha, tyh calon mertismi sngt baik dn meneroma km apa adanya, pdhl konglomerat lho ini, hehe... lanjut thor dn ttp semangat💪
tahukami Wel
keren
Anonim
🤣🤣🤣🤣🤣
Neng Tuti
aahhhh El aku padamu😍😍😍
Ayu Ayu
bagusss banget
Neng Tuti
aaah author membuka kisah Leo dengan cara begini😪
Shanty
typo nya kebangetan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!