NovelToon NovelToon
Heavenly Earth

Heavenly Earth

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:6.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: nenengsusanti

Jika Atap ibadah saja sudah berbeda, lalu bagaimana kita bisa menjalani hubungan yang sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 13

🍁🍁🍁🍁🍁🍁

"Yayang..."

Kahyangan tersentak kaget saat ia melihat seorang yang sangat ia kenal ada hadapannya.

"Kamu ngapain?" tanya Air, matanya melirik kearah Alex yang berdiri tepat di sisi gadis itu.

"Hai, Ay" sapa Alex ramah seperti biasa.

"Hem" sahutnya tanpa berkata.

Kahyangan yang panik hanya bisa diam, pemuda di depannya itu juga punya jiwa posesif seperti adiknya.

Ia tak kan membiarkan milik saudaranya di sentuh orang lain, itulah yang pernah Air katakan saat Bumi memantapkan hubungan mereka.

"Aku mau jenguk temenku, Ay" jawab Kahyangan akhirnya, ia bersikap setenang mungkin seperti biasanya.

"Siapa?" tanya Air.

"Christin" jawab Alex.

"Gue gak nanya sama Lo!" sentak Air, sikapnya pada pria itu masih sama.

Alex pun hanya mendengus kesal, mantan saingannya itu tetap saja tak pernah ramah padanya.

"Kamu sendiri lagi apa?" tanya Kahyangan mengalihkan pembicaraan.

"Ambil obat Cahaya" jawabnya singkat, aura mencekam Sangat terasa diantara mereka bertiga.

Alex akhirnya memberi kode pada Kahyangan agar ia dan gadis itu cepat pergi dari hadapan Air.

Kahyangan yang mengerti menganggukkan kepalanya.

"Ay, kita duluan ya, udah di tungguin" pamit Kahyangan pada kembaran kekasihnya itu.

"Nanti pulang minta jemput Bumi aja" titah Air pada gadis itu.

"Bumi gak bisa di hubungin, udah dua jam chat aku gak satupun dibalas, mungkin lagi sibuk" ucap Kahyangan.

"Oh, dia lagi proyek baru. Tadi pagi mau pergi sama kak Nella" jelasnya yang baru ingat

Kahyangan diam sejenak, selama mereka bersama baru kali ini tak memberi kabar sama sekali padanya.

"Oh, gitu" Ada rasa kecewa yang jelas terlihat di wajah cantik Kahyangan.

Air yang sadar langsung menarik tangan Kahyangan menjauh dari Alex, ia butuh bicara empat mata dengan gadis itu.

"Kalian bertengkar?" tanya Air Langsung.

"Enggak, semalam baru abis ketemu, dia kasih aku buku banyak banget tapi sedari pulang Bumi sampai detik ini gak ada kabar, aku telepon susah bahkan chat aku pun belum sama sekali dia baca" jelas Kahyangan yang mulai merasa aneh dengan sikap kekasihnya itu.

"Biasanya gak gitu kan?"

Kahyangan mengangguk, hatinya resah tak menentu.

"Dia sama kak Nella kemana? biasa bilang sama aku bahkan ajak aku, apalagi dia tahu aku gak kuliah" tanya gadis itu penasaran.

"Papa lagi kenalin Bumi ke anak salah satu client nya, dan mereka kesana buat ketemu" terang Air.

"Sama Papa?"

"Enggak, cuma Bumi sama kak Nella" jawab Air.

Kahyangan diam, ia menarik nafasnya dalam-dalam.

Tentu ada rasa Kesal dan cemburu dalam hatinya kini, bagaimanapun ini pertama kalinya Bumi pergi tanpa sepengetahuannya.

"Ya udah, aku ke atas dulu" Pamit Yayang pada kembaran kekasihnya itu.

"Ya, aku juga mau pulang" sahut Air.

keduanya berpisah membawa pertanyaan yang sama

Ada apa dengan Bumi?...

.

.

.

Usai menjenguk temannya, Kahyangan dan Alex langsung pulang karna gadis itu mendadak merasakan sakit di kepalanya, Alex yang merasa khawatir akhirnya hanya menurut.

"Kamu kenapa?, kalo sakit kenapa sekalian periksa" ucap Alex

"Aku hanya butuh istirahat"

Tak ada percakapan apapun selama perjalanan pulang, sampai mobil tepat berhenti di depan rumah Kahyangan.

Gadis itu terperanjat kaget, saat ia melihat kendaraan mewah Bumi ada didepannya saat ini.

"Apa perlu aku yang jelasin ke Bumi?" tawar Alex

"Gak usah, ini urusanku dengannya, Lex"

Kahyangan langsung turun setelah mengucapkan terima kasih pada temannya itu.

Didepan teras rumahnya sang kekasih jelas sedang menunggu.

"Bu..." sapa Kahyangan.

Yang di panggil hanya menoleh sekilas lalu bangun.

"Ini untukmu, aku pamit"

Bumi memberikan satu paperbag pada kekasihnya, ia lalu mencium kening Kahyangan sebelum akhirnya pergi.

"Tunggu, Bu" cekal Kahyangan, namun dengan sangat lembut Bumi melepasnya.

.

.

.

.

.

.

"Aku pulang, kita bicarakan nanti"

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🔥🔥🔥

1
Rista Awwalina
keren
mommy neng
aku baru mampir baca ini thor.. setelah baca judul lain2nyaa heehee
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🙏🏼
SNN 💠
/Good/
SNN 💠
Sombong...
Maritanias
😘
Desi Lestari
cerita Mitha dan Iqbal ada gak
Amelia suhartono
aku selalu suka karya mu,singkat, padat,suka suka pokok nya😊
Jumi Eko
Bagus
kalea rizuky
ne nanti ibunya samudera bukan sih
kalea rizuky
waduh yusuf murtad demi merlyn
Dewi Utami
asli buat nguras air mata saat baru baca.
sempat hampir menjalin hub dgn yg beda agama, tapi aku langsung mundur karna imanku tak sekuat itu. sebelum perasaan terlalu dalam lebih baik mundur teratur.
Hardiana Rahim
gila berjamaah ini mah😂😂😂
Hardiana Rahim
bahas apaa sih🤔😁
Sipora Ira
Luar biasa
Sipora Ira
Buruk
ibeth wati
ya Alloh kok bisa nangis ya AQ wlo ini hny cerita novel ada rasa haru dan bahagia
Lulu embul
Astaghfirullah mak othor 🫣🫣😂😂
Lulu embul
jiplakan bumi banget 🤪🤪🤪
Lulu embul
Ngalahin bapaknya Oey..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!