Vixura Auristella Xavier adalah seorang putri konglomerat yang pintar di segala bidang, ia ditembak mati sang adik tiri yang selama hidup begitu disayanginya, serta mempunyai kekasih yang sangat ia cintai, tapi nyatanya keduanya begitu tega berkhianat demi bisa merebut kekayaannya.
Sedangkan, Quirin Zeline Alister adalah seorang gadis cantik yang diusir keluar rumah oleh ayah kandungnya sendiri demi membela sang adik yang berbeda ibu, hingga ia menyerah dalam hidup dan meninggalkan semua beban dunia dengan cara melompat dari gedung.
Sungguh tidak disangka, setelah terbangun jiwa Xura sudah berada didalam tubuh Quirin yang sedang terbaring lemah dirumah sakit.
Hari demi hari, satu persatu rahasia mulai terungkap, bahkan di tubuh yang sedang di tempatnya terdapat sesuatu yang mengerikan.
Akankah Xura mampu bertahan menjalani kehidupan Quirin dan membalaskan dendam mereka berdua?, ataukah Xura justru menyerah dengan banyaknya masalah yang tengah menimpanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aozyrin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesedihan
Al menatap Quirin "Aku ingin mengatakan sesuatu, tulangmu belum sepenuhnya menyatu, jadi jangan mencoba menggerakkan kakimu, penyembuhannya akan memakan waktu yang lama"
Quirin yang di tatap, juga menatap Al hingga pandangan mereka bertemu dan menimbulkan aura dingin di sekitar mereka
Xeno dan Xia juga merasakannya dan melihat ke sumber aura, Xeno yang tau apa yang terjadi membisikkan ke arah Xia "Hey, jangan pernah membuka mulut beracun mu di situasi genting seperti ini"
Xia yang mendengar hanya mengangguk dan menutup mulutnya dengan rapat
"Ternyata bisa serius juga dia, dari mana asal aura dingin ini?" batin Quirin
Quirin mencari sumber dan tatapannya terhenti pada Zee. Al yang merasakannya hanya menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal
"Aku hanya ingin mengatakan hal ini saja, aku permisi" ucap Al pergi menjauh sebelum kata-kata keramat di lontarkan padanya
"Jangan menatap dokter Al seperti itu" ucap Quirin datar
"Tidak" ucap Zee acuh melirik Quirin
Quirin melirik kearah Zee dan membuat lirikan mereka bersautan
"Ada apa? apa itu adalah kebiasaanmu?" tanya Zee
"Maksudmu?" tanya Quirin
"Apa kau tidak sadar? kau selalu melirik orang seperti itu" ucap Zee
"Ooo" jawab Quirin singkat
"Apa menjadi dingin pada orang lain juga merupakan kebiasaanmu?" tanya Zee santai
"Mungkin" jawab Quirin acuh
"Tuan muda, kau mengatakannya dingin, bukankah kau sedang mengatai dirimu sendiri?, sepertinya tuan muda perlu kaca, haha" ucap Xeno memotong pembicaraan dan melihat kearah Zee
"Tidak sopan, beraninya kau memotong pembicaraanku!" ucap Zee sambil menatap tajam Xeno
"Maaf" Xeno mengalihkan pandangan kearah lain
Zee kemudian mengalihkan pandangannya kepada Quirin
"Kau, tetaplah berada di sini selama satu minggu lagi!" perintah Zee datar
"Memangnya aku bisa pergi kemana?, walaupun aku menginginkannya, aku tidak bisa. Kau tidak lihat?, saat ini aku tidak bisa berjalan" ucap Quirin
Zee yang mendengar jawaban Quirin hanya berdehem karena merasa kasihan padanya
"Hey, aku sangat bosan berada disini, biarkan aku keluar sebentar" ucap Quirin putus asa
Zee hanya menatapnya dengan diam
"Apa kau dengar? aku bilang, aku ingin keluar sekarang, bisakah kau mengabulkannya?" tanya Quirin
"Tunggulah sampai kau pulih, aku berjanji akan mengajakmu keliling dunia ini" ucap Zee
Xeno dan Xia yang masih berada di situ tercengang
"Siapa bilang aku ingin keliling dunia denganmu?" tanya Quirin acuh
"Sebaiknya kau sekarang fokus pada pemulihan mu" ucap Zee mengalihkan pembicaraan
"Bagaimana mungkin pasien bisa pulih jika mereka merasa bosan berada disini?" tanya Quirin dingin
"Apa kau tidak bisa menurut?" tanya Zee kembali
"Ah sudahlah, tidak ada guna berbicara denganmu, kau bahkan tidak bisa mengabulkan keinginanku" ucap Quirin dingin
"Tuan muda, saya dan nona Xia akan keluar, kalian lanjutkan saja pembicaraan kalian" ucap Xeno
"Kau, mengapa aku harus ikut keluar denganmu?, aku ingin menemani sahabatku" ucap Xia
"Diamlah, kau susah sekali menurut, tunggu sampai aku menjahit mulutmu agar kau tidak bisa berbicara" bisik Xeno
Xeno menggenggam tangan Xia dan menariknya keluar dari ruangan
"Kalau dia mengancammu, teriakkan saja namaku okey Quirin sayang, aku pasti langsung mendobrak pintu ini" teriak Xia sambil mencoba melepas genggaman Xeno
"Hmmm" dehem Quirin
Setelah diluar ruangan, Xia memberontak sekuat tenaga dan dilihat oleh Vano, Gavin, Staren dan Arnius
"Berhentilah menarik ku seperti lembu, lepaskan!" ucap Xia kesal sambil menepis tangan Xeno
Semua yang mendengar celetukan itu tertawa
"Bisakah kalian berhenti tertawa? apa menurut kalian ini lelucon?" tanya Xia kesal
Merekapun saling pandang dan terdiam secara bersamaan
Di lain sisi
Di negara yang sama memiliki rumah dengan ukuran tanah luas dan sangat megah terdapat sepasang ibu dan anak yang sedang tertawa bahagia.
Mereka ibu tiri dan adik tiri Quirin yang sangat senang setelah melihat sebuah berita tentang kematian seseorang, mereka benar-benar yakin korban yang di sebutkan dalam berita itu adalah Quirin.
"Wow, bukankah ini terlalu cepat untuk mendapatkan kejutan?, Apa ini kado ulang tahunku?, Bu, apa kita juga akan merayakannya sekarang?" Teriak adik tiri bernama Allura Lytica Alister yang bersemangat sambil memandang lurus ke arah TV
"Kalau memang kau menginginkannya, kenapa tidak?, ayo kita rayakan" jawab ibu tiri yang bernama Nicalis Harvy sambil tersenyum
"Baguslah, kita tidak perlu mengotori tangan kita" ucap Lura sambil duduk di sofa dan menyilangkan kaki
"Tentu saja, dia itu mempunyai jiwa yang lemah, sebenarnya ibu tau dia akan berakhir seperti ini dan kamu tau kan ibu sangat membencinya" ucap Calis dengan wajah sumbringah sambil melipat kedua tangan
"Hheemm, dulu dia sangat merepotkan, selalu merebut perhatian ayah dan menjadi satu-satunya putri kesayangan ayah. Sekarang, lihat hasilnya" ejek Lura
"Berterimakasihlah padanya karena sekarang ayahmu hanya mempunyai seorang putri" ucap Calis santai
"Heh, dia selalu ingin membuat ayah merasa bangga padanya, dia menyibukkan dirinya seperti berang-berang. Tapi apa?, ayah sendirilah yang mengusirnya dari rumah. Bukankah itu terdengar seperti sebuah drama? aku ingin tertawa mengingatnya" ujar Lura kegirangan sambil bertepuk tangan
"Itu karena aktingmu sangat bagus, kau berhasil menghasut ayahmu hingga dia luluh padamu dan selalu memberi anak itu hukuman" ujar Calis memuji
Diruang kerja, seorang pemimpin keluarga bernama Grizogan Alister, lelaki paruh baya yang berwajah teduh dan memiliki sifat tegas, sedang melihat berita.
Setelah mendengar detail berita, Ia terkejut bukan main, karena ia benar-benar yakin bahwa itu adalah putri sulungnya, bagaimana tidak, baju yang di kenakan korban merupakan baju pemberiannya saat ulang tahun putrinya yang ke-22.
Ia yang berdiri terduduk di lantai, ia sangat menyesali perbuatannya terhadap putri sulungnya.
Nafasnya memburu dan tidak beraturan, ia menangis sejadi-jadinya hingga membuatnya semakin sesak, itu semua karena putri yang dulu ia sayangi telah tiada
Ia ingin menjerit tetapi seakan suaranya tercekat di tenggorokan, badannya gemetar, ia merasakan sakit yang menjalar kehatinya
Degg
Degg
"Apa aku benar-benar keterlaluan padanya saat itu?, nak, apa kau merasa sangat kecewa pada ayah?, apa hidup terlalu melelahkan bagimu hingga kau tanpa pikir panjang mengakhiri hidupmu?" batin Grizo penuh pertanyaan sambil memukul dadanya
"Nak, aku hanya ingin memberimu hukuman karena adikmu mengatakan bahwa kau selalu mengganggunya, apa aku salah?, aku tidak pernah membayangkan kau akan melakukannya sampai sejauh itu, apa ini caramu menghukum ayah, Quirin?" batin Grizo berurai air mata
"Kau tau bahwa ayah sangat menyayangimu, saat ayah mengusirmu, ayah juga merasa tersiksa" ucap Grizo yang terduduk lesu dengan wajah pucat
"Ayah menyesal, sunguh menyesal, kembalilah sayang" ucapnya menyesal penuh air mata
Ia mengingat kembali saat dia menyiksa Quirin, bagaimana Quirin memohon ampun dan diacuhkan olehnya.
Ia bahkan tidak memberinya makan dan minum hingga membuat putrinya sakit, ketidakperduliannya terhadap Quirin memang sangat keterlaluan, ia mengira putrinya hanya pura-pura untuk mendapatkan kasih sayangnya kembali.
Jadi dengan cara itulah ia menghukum Quirin agar tidak selalu bertengkar dengan adiknya yang memiliki tubuh lemah.
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏