❌Dilarang promo, bukan areanya ❌
Follow ig author 👉 Yellow_bitz
Mungkin diluar sana tidak tau apa rasanya memang benar "mencintai" atau sekedar "nafsu"......
Ini dialami oleh gadis manis, Silvia Salmanira, ia yang awalnya bahagia dengan pernikahan tantenya, Mira.
Tetapi yang dibahagiakan menjadi bencana, om nya sendiri, Queretta Thomas, melakukan hal bejat yang mungkin akan membekas seumur hidup pada kehidupan Salma.
Akankah ada titik terang dari kelamnya hidup Salma?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yellow_bitz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12: Kuhancurkan semuanya
Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula 🔰
.
Pov Thomas
Mira sialan! Kenapa kau sangat senang sekali rumah itu jadi?! Tidak bisa, aku tidak bisa tinggal diam!
Aku akan memikirkan sesuatu bagaimana caranya agar bisa memperlambat waktu agar lama untuk pindah ke rumah ku!
Aku tidak mau terpisah dari keponakanku, dia adalah canduku! Susah payah aku mendapatkan tubuhnya dan ku pergi sementara cuma sekali aku mencicipi nya?
Aku akan mengambil suatu rencana, lihat saja nanti! Kulihat keponakanku makan dengan tenang, terlihat manis dan anggun, kenapa dia mau menjauh dari ku?!
"Assalamu'alaikum"
Kudengar suara yang tidak Asing di telingaku, ya bocah sialan itu datang ingin menjemput keponakanku untuk pergi ke kampus bersama sama.
"Ummm mama, papa, tante, Salma pergi dulu ya... Assalamu'alaikum.... "
Kubalas salamnya walaupun dia tidak menyapaku, aku benar-benar merasa tersaingi oleh bocah sialan itu!
Lihat saja, aku akan memisahkan kalian dengan caraku tersendiri, karena Salma hanya milikku seorang!
.
Pov Salma
Terasa kurang nyaman bersama Brian, entah mengapa aku sedikit geli dan merasa takut dengan Brian.
"Bee, kok ngga pegangan? Ayo pegangan, nanti aku ngebut loh"
Aku gemetar, aku tidak mau memeluk perut Brian, aku sangat takut dengan pria, sangat takut.
"Stop stop..... "
Kutepuk pundaknya, ia merespon ku dan berhenti di pinggiran jalan.
"Kenapa bee? Pengen pipis? "
Aku turun dari motornya tanpa memegang pundaknya, aku berdiri di pinggir jalan sambil menatapnya.
"Ngga apa apa, kamu duluan aja, aku naik angkot aja"
Brian menatapku aneh, dia menarik tanganku, aku dengan reflek berteriak histeris, karena ciri dipegang oleh Brian hampir sama dengan dipegang oleh si bejat itu.
"Lepasin aku!!! Kyaaaaaa!!!! "
Teriakanku mengundang warga datang, mereka menjadi mencurigai Brian.
"Mbaknya kenapa? "
Kenapa para pria ini? Kenapa pria pria ini datang mendekati ku, aku takut......
"Jangan dekati saya!"
Aku berlari dari kerumunan para pria itu, aku tidak mau mereka macam macam denganku!
"Salma! "
.
Pov Brian
Aku dicurigai oleh warga dan dituduh menculik, padahal Salma sendiri yang hari ini notabene nya dia terlibat aneh dan agak berbeda.
"Jangan dekati saya!"
Apa, dia berlari?! Ada apa sebenarnya ini?! Para warga sebagian bingung melihat itu, sebagian mengejar Salma, aku hidup kan lagi motorku dan mulai mengejarnya.
"Jangaaaan!!!! "
Salma kamu kenapa?! Kamu sekarang aneh! Ada apa yang terjadi padamu?!
Aku akan mengejarnya dan meminta penjelasan padanya.
Ku kebut kan lagi laju motorku dan aku berhenti didepannya, ia terjatuh hingga tersungkur, aku lepas helmku dan turun dari motorku.
"Jangan! "
"Bee, kamu kenapa?! Kamu aneh sekali! Ada apa sebenarnya sampai kamu jadi begini bee?! "
Wajahnya benar-benar ketakutan, entah apa yang ia takutkan.
"Jangan pegang tanganku...... "
Salma menghempaskan tanganku, aku merasa heran dengan perilaku Salma hari ini.
"Aku ingin naik angkot, kamu pake motor aja"
"Ngga bee, kamu menjadi tanggungjawab aku, karena dari rumah mu aku izin untuk menjemputmu dan pergi kekampus bareng kamu.... "
Salma tampak murung dan menganggukan kepalanya, apa bentakan ku tadi sangat membuatnya takut?
Ku naiki motorku, dia sangat takut dan dengan perlahan memegang pundakku, biasanya dia sampai memelukku dan langsung meloncat saja.
"Pegang perutku ya, kita hampir terlambat ini"
Salma menganggukan kepalanya dengan pelan, aku mulai kasihan melihat ekspresi dan tingkah lakunya hari ini.
.
Pov Thomas
Ku setir mobilku menuju ke rumah ku yang sudah dibangun dan siap di tempati, tetapi aku tidak ingin tinggal disana dan selalu menatap Mira si sampah itu.
Aku sampai di depan rumah yang selesai dibangun dan aku memarkirkan mobilku, aku turun dan kulihat badan konstruksi sudah membereskan barang barang mereka.
"Kalian ingin kemana? "
Badan konstruksi itu hanya tersenyum ke arahku, cih aku tak butuh senyum mu itu, simpan saja senyum itu!
"Pembangunan rumah bapak telah selesai, tunggu seminggu lagi mungkin bisa ditempati pak, makanya hari ini kami mulai berberes dan 2 hari lagi mungkin petugas PLN akan datang ke sini menyambungkan aliran listrik ke rumah bapak"
Agh kenapa bisa secepat itu! Aku tidak mau setiap hari menatap sampah itu!
"Kenapa wajah bapak terlihat kurang senang? Apakah cukup lama menunggu seminggu lagi untuk menempati rumah ini? "
"Tidak usah banyak tanya! Memangnya kau siapa banyak bertanya denganku?! "
Aku benar-benar kesal, cepat sekali pembangunan rumah ini selesai, apakah Mira meminta para pekerja konstruksi ini bekerja borongan?
Aku melihat sekitar rumahku, memang terlihat bagus dan rapi, tetapi akan hancur kerapian dan bagusnya rumah ini dengan tinggal berdua dengan si sampah itu.
Aghh!
Aku harus memikirkan sesuatu, memangnya aku tidak bisa menghancurkan rumah ini.
Tik, ku jentik kan jariku, pikiran itu akhirnya kudapatkan, akan kuhancurkan semuanya.
'Akan kuhancurkan rumah ini! '
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak 👣👣
masak sudah diperkosa,si ceweknya anteng² aja gak mau ngelaporin si prianya,
MALAES X NGELANJUTIN BACA NOVEL INI,
gak realita banget