Selamat datang di kisah cinta rakyat jelata. Yang di tulis di pinggir kota. Tidak perlu mengkhayalkan yang serba wah. Karena ini hanya tulisan receh dari seorang rakyat jelata. Silahkan di baca dan nikmati! Barangkali nasib kita sama.
Alya Rahmawati (18 tahun) gadis manis, baik hati, dan rajin menabung. Demi cita-citanya yang mulia, dia bekerja sebagai petugas tiket di bus kota milik pemerintah kota Semarang.
Pertemuannya dengan seorang laki-laki bernama Gusti Agung Prasetyo (29 tahun) yaitu laki-laki mapan, salah satu Direktur utama di PT. Asia Maju Abadi membuat gadis itu ragu. Haruskah dia membuka kisah cinta baru atau bertahan terbelenggu dengan kisah masa lalunya bersama Mas Rudi (21 tahun) yang entah tiada ujung dan kejelasannya.
Akan aku buktikan kalau cintaku tidak pernah salah. Aku akan tetap menunggu~Alya Rahmawati
Jika ucapan adalah doa, maka setiap hari aku akan berucap, bahwa kamu adalah jodohku~Gusti Agung Prasetyo
Biarkan aku egois untuk memilikimu. Karena hanya aku yang berhak untuk itu~Rudi Setiawan
Bagaimana kisah mereka bergulir, jatuh bangun Alya mengejar cita-citanya, konflik internal didalam lingkungan kerja, dan perjuangan Gusti mendapatkan cinta Alya.
Mampukah Alya lepas dari belenggu kisah masa lalunya bersama mas Rudi???
.
.
.
.
❤️❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifa Mukherjee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 12: Visi dan Misi
" Ya otak saya kan emang standar bos. Maka nya saya cuma jadi kacung."
" Sadar diri juga ternyata."
Memelototkan matanya. Jamalga seakan ingin menelan hidup-hidup bosnya. Andai bukan di kantor, tentu mulut lamis nya akan membalas dengan omongan yang seribu kali lebih pedas.
" Atau gini aja bos!"
" Apalagi?"
" Sini tak bisikin!
Membisikan sebuah rencana yang membuat Gusti terlihat mengangguk-anggukan kepalanya. Perlahan Gusti paham dan terlihat setuju dengan ide yang di bisikan asisten sekaligus temannya itu.
Mereka hanya berdua di dalam ruangan Gusti. Tapi tingkah keduanya yang berbicara saling berbisik bukankah sangat konyol. Sadar akan kekonyolan mereka. Gusti mengernyitkan
dahi dan sedikit mendorong tubuh Jamalga.
" Eh...kita hanya berdua. Kenapa harus bicara bisik-bisik!"
" Hehehe...si bos juga mau aja saya bisikin. Saya kan hanya terbawa suasana." Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Hisss.... lanjutkan lagi ga usah pakai acara bisik-bisik."
"Jadi maksud saya kita harus mengetahui semua informasi tentang gadis itu! Alamat rumahnya, orang tua, teman-temannya, makanan kesukaannya, hobinya, tempat favorit nya. Kalau perlu kita juga harus tau tentang mantan-mantan kekasihnya.!"
" Apa itu tidak berlebihan?"
" Bos ini masalah kerja saja bisa encer otaknya, giliran masalah wanita kenapa jadi o'on amat! Amat aja ga o'on banget!"
" Kamu ngomong apa?" Memasang wajah mengintimidasi.
" Hehe ...ampun bos keceplosan. Pokoknya mulai detik ini saya janji siap membantu bos mendekati gadis itu. Makanya sebelum kita beraksi kita harus tahu semuanya tentang gadis itu."
" Oh ya? Terus apa yang akan kamu lakukan?"
" Siapa nama gadis itu? Besok saya jamin seluruh data informasi tentang dia sudah ada di meja bos." Ucapnya dengan sombong.
" Kau yakin bisa mencari informasi tentangnya? Namanya Alya Rahmawati. Lakukan dengan baik. Jangan sampai dia curiga!"
" Yakin, tapi setelah itu, apa imbalan untuk saya?"
" Kau minta apa?"
" Hmmm...berfikir sesaat. Saya minta 10% saham perusahaan bos! Bisa?"
" Keluar sekarang dan kemasi barang-barang mu!!! Dasar ngelunjak!!!"
" Hahaha...bercanda bos. Barangkali bos setuju ini kan demi cinta. Kata orang cinta itu buta!"
" Ahh sudahlah lakukan dulu tugasmu! Biar saya yang memikirkan imbalan mu nanti."
" Siap bos! Siap melaksanakan visi dan misi dari bos!''
Berdiri dan berniat segera meninggalkan ruangan.
" Tunggu dulu! Coba ulangi apa visi dan misi saya!"
" Visi bos yang pertama adalah Mengejar cinta Alya Rahmawati. Kedua, menikahi Alya Rahmawati. Ketiga, hidup bahagia bersamanya sampai ajal memisahkan kalian berdua." Mengucapkan dengan suara yang lantang dan jelas.
" Hahhahaha (tertawa puas)....bagus! Kau tahu apa yang aku inginkan! Pergilah aku tidak mau menunggu besok!"
" Siap bos!" Belum juga melangkahkan kakinya. Gusti memanggilnya lagi.
" Tunggu dulu! Kau jangan sampai gagal menjalankan misi mu!
Membalikan badannya dia memaksakan senyuman.
"Hehe...iya bos". Dalam hati dia mengumpat.
Sialan si cumi ~ Jamalga.
...***...
Menjalankan misinya yang pertama. Dia harus mendapatkan semua informasi tentang Alya Rahmawati. Tapi dari mana harus memulainya. Dia sebenarnya masih bingung. Hehee...
Nama yang tidak asing tapi dimana aku mendengar nama itu? Memutar memori otaknya.
Flashback on....
Tiga bulan yang lalu...
Berdiri di samping pos satpam yang berada di area pabrik tempatnya bekerja.
" Hallo bos, mobilnya sudah siap. Mau saya antar apa mau pulang sendiri?"
" Tunggu di lobby saja, sebentar lagi aku turun!"
" Ok!"
Mematikan sambungan telepon. Jamalga berhenti ketika mendengar dua orang satpam yang sedang membicarakan sesuatu.
" Lihat pak gadis berambut panjang itu! Cantik ya pak. Kalau keterima kerja disini langsung aku jadikan gebetanku pak." Kata Uya satpam junior dan masih muda.
" Oh itu iya manis sekali...sebentar coba cek berkas lamarannya. Oh namanya Alya Rahmawati. Ahh...tapi umurnya belum ada delapan belas tahun, mana bisa lolos seleksi berkas?" jawab pak Dito satpam senior.
" Sayang sekali, apa beneran Ndak bisa pak buat pengecualian dia kita loloskan?" Tambah Uya.
Mendengar percakapan mereka sontak membuat telinga Jamalga panas. Dia yang sudah bertahun-tahun menjadi asisten bos besar di pabrik ini sangat menjunjung tinggi peraturan yang telah di buat management.
" Heh...sedang apa kalian? Lakukan tugas sesuai prosedur! Jangan berani berfikir untuk melakukan KKN di sini. Sekalipun calon pelamar cantiknya melebihi Song Hye Kyo. Paham!"
Mendengar bentakan dari seseorang yang sudah pasti mereka kenali. Nyali mereka menciut.
" Ehh....iya pak paham. Maaf..." Keduanya menunduk.
Jamalga meninggalkan mereka berdua dan berjalan cepat menuju Lobby. Karena dia yakin kalau yang sampai lobby bosnya duluan, dia pasti akan kena semprot.
*Flashback off...
Gue ingat sekarang, Alya Rahmawati nama pelamar yang Uya bilang cantik. Tapi apa mungkin dia orang yang sama? Mendingan gue cek ke HRD barangkali berkasnya masih ada. ~Jamalga*
Tidak butuh waktu yang lama, dia sampai di ruangan HRD. Bertemu dengan Hilda asisten Kepala bagian HRD.
" Permisi mbak, bisa saya minta tolong sebentar."
" Oh mas Jamal, mau minta tolong apa ya?"
" Mbak bisa Carikan berkas lamaran pelamar yang kira-kira masuk tiga bulan yang lalu."
" Atas nama siapa pak?" Tidak banyak tanya, karena dia tahu laki-laki di depannya ini adalah asisten kepercayaan bos besar.
" Alya Rahmawati"
" Sebentar ya pak." Berjalan mendekati rak-rak yang berisi berkas-berkas lamaran. Agak kerepotan karena terlalu banyak berkas yang menumpuk. Tapi untung saja berkas yang dia cari ketemu.
" Ini pak berkasnya. Tapi orang ini tidak lolos seleksi pak. Karena usianya baru tujuh belas tahun saat melamar."
" Oh iya saya tahu. Terimakasih ya. Berkasnya biar saya bawa. Ga papa kan?"
" Ga masalah pak bawa saja."
Umurnya baru Tujuh belas tahun. Ga salah tu si cumi jatuh cinta sama ABG.
...***...
Berjalan ke lantai atas menuju ruangan Gusti. Dia hanya perlu memastikan apa betul berkas Alya Rahmawati yang saat ini dia pegang adalah orang yang membuat bosnya tergila-gila. Kalau betul orang yang sama tentu dia tidak perlu repot-repot lagi.
Tanpa mengetuk pintu.
" Bos"
" Apalagi?"
" Lihat ini. Apa dia gadis yang bos maksud?"
Menunjukan pas foto berwarna berukuran 4x6 yang tertempel di surat lamaran kerja.
Membelalakkan matanya Gusti merasa melihat bulan di siang bolong. Cantik sekali.
" Iya benar dia orangnya. Dari mana kau mendapatkannya?" Merebut paksa berkas itu.
" Saya bilang juga apa bos. Jangan ragukan seorang Jamalga!" Membusungkan dadanya dengan sombong. " Gadis ini tiga bulan yang lalu melamar kerja disini, tapi karena belum cukup umur jadi tidak lolos seleksi. Bos yakin jatuh cinta sama gadis di..." Tidak meneruskan pertanyaan. Jamal yakin akan kena marah. Lebih baik dia tanya saat di rumah saat statusnya otomatis berganti menjadi teman.
" Gadis apa?"
" Gadis di-fo-to maksud saya."
" Apa aku perlu menjawab pertanyaan mu?"
Hisshhh...pengen aku jitak tu pala. Sabar sabar Jamal. Demi kucing yang nunggu elo kasih makan di rumah.
" Baik bos silahkan dibaca dulu, saya keluar dulu."
" Hemm"
*Misi pertama berhasil. Next ke level selanjutnya.
_
_
_
_
_
_
_
_
_
Curcol :
Hari ini otor lihat pesawat terbang. Berhubung otor lagi bokek. Otor teriak aja
" Montor mabur kei duwite suwek ga papa, tak tambale!!!" hahaha
Like & komen biar tambah semangat nulis.🔥🔥🔥*
Otore kayak e tetangga satu kecamatan..
Krn di bab atas Ada tempat namanya Tlogosari...
Nuruti ego mulu tuch bocah..
Gedeg juga
OH Tuhan, otak itu apkh fungsinya?????
Tolol
Jangan Berlindung Dari kata anak berbakti klo km sendiri g mo Berjuang... Lemah
Gusti jg msh mau2nya di gituin
Kyk ga Ada cewex lain saja, Berjuang sudah tp klo sepihak yo bego namanya
Berjuang itu mesti 2 belah pihak klo Cmn sepihak yo ajur jum..
Bkn tdk mgk Dia akan gitu kelak..
Ya meski sdh ketebak klo gusti yg Sama alya, Cmn klo head to head rudi VS alya, kmd alya milih rudi ya jatuhnya oon...
Beberapa tahun g ngasih kbr, trs di mna letak tanggung jawabnya? Cowox kyk gini Pantesnya buang ke laut...