kisah tentang seorang gadis berjilbab yang diangkat anak.hidup dengan penuh penderitaan,membiayai kuliah dengan bekerja part time sampai akhirnya selesai kuliah dan menjadi seoran guru di salah satu SMP begitu banyak cobaan hidup yang dialaminya
sehingga pada suatu hari bertemu dengan seorang pria yang akan mengubah hidupnya.
pria tersebut seorang duda mempunyai anak perempuan berusia 11 tahun.akankah Dinda bisa menerima duda tersebut dan menerima masa lalu Dinda yang tidak tau latar belakang keluarganya.
ini novel pertama ku jadi mohon maaf mungkin ada bahasa yang kurang bagus masih tahap belajar😁🙂
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pejuang receh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"12"
Setelah menerawang jauh mengingat kejadian dimasa lalunya bersama keluarga angkatnya.tiba-tiba hp Dinda berbunyi "trut ...trut... (he...he..anggap aja begitu bunyi nya😁🤭) tanda ada wa yang masuk.
Dinda pun tersentak dari lamunannya.dilihatnya ada wa masuk dari nomor tak dikenal.
"**assalamualaikum buk Dinda"
"waalaikumsalam ini siapa ya?" jawab Dinda
"ini Luna buk dinda,masak ibuk gak nengok profil foto Luna" .
"aduh maaf ya lun ibuk gak lihat" jawab Dinda**
dan dimulai lah percakapan Luna dan Dinda karena Luna merasa rindu dengan buk Dinda padahal baru saja jumpa tadi di sekolah.
setelah selesai percakapan wa nya Luna pun mengakhiri obrolan wa nya karena ayahnya sudah pulang kerja.
Dinda pun bergegas mengambil beberapa tugas siswa yang akan di nilai karena habis magrib Dinda mesti ngajar les anak tetangga yang akan datang ketempat kos Dinda.
di sebuah rumah di kota yang sama terlihat ayah dan anak yang sedang memulai percakapan karena ayahnya yang baru pulang kerja langsung mencari anaknya yang sedang mengerjakan tugas sekolah.
" gimana sekolah nya hari ini nak?" tanya pak Aldi kepada Luna sambil membuka kancing atas bajunya dan melipat lengan tangannya.
"sekolah nya enak yah teman-teman dan gurunya juga baik,dan tau nggak yah tadi ada guru namanya buk Dinda wajahnya mirip banget dengan bunda" jawab Dinda penuh semangat dan dengan sorot mata yang sulit untuk diungkapkan.
"oh ya.. "jawab ayah Luna sambil mengernyitkan keningnya.
"iya yah wajahnya memiliki kemiripan sama bunda cuma buk Dinda tu lebih tinggi dan wajahnya agak lonjong kalau bunda kan bulat, nanti kapan-kapan Luna kenalin sama ayah"ucapnya dengan raut wajah yang sangat senang.
belum Aldi melihat anak gadisnya segembira itu semenjak kematian istrinya.
"ibu Dinda itu yah pake jilbab orang nya anggun dan cantik kata teman-teman belum married,tau gak yah tadi sebelum pulang Luna minta dipeluk sama buk Dinda dan buk dindanya mau lho yah ... kata Dinda dengan senyum dan mata yang sangat berbinar-binar.
dan dengan setianya Aldi mendengar cerita anak gadisnya mulai dari nama teman-teman nya sampai guru-guru nya tapi lebih banyak yang diceritakan Luna cuma gurunya bernama Dinda.
Aldi pun merasa senang melihat anaknya sangat gembira disekolah baru nya dan belum pernah anaknya sedemikian senangnya.
setelah selesai mendengar cerita anak nya Aldi pun pergi meninggalkan Luna untuk mengganti pakaian nya.
sesampainya dikamar nya Aldi pun segera mengganti pakaiannya dengan baju kaos dan celana pendek selutut, memang Aldi sangat suka memakai pakaian itu untuk di rumah.
ia pun merebahkan badannya masih pukul 05:00 WIB Aldi memang sengaja pulang tidak terlalu sore biar bisa bercengkrama dengan Luna kasihan Luna kalau tidak ada teman.sebisa mungkin Aldi bercerita dengan anaknya menanyakan apa saja yang dilakukan nya disekolah.
semenjak istri nya meninggal pada saat melahirkan adiknya Luna,Aldi bertekat akan membesar kan Luna sendiri tidak akan menikah.
orang tua Aldi pun sudah menyuruh nya untuk mencari istri tapi Aldi tetap kekeuh tidak mau menikah.
akhirnya orang tua Aldi pun menyerah dengan pilihan anaknya dan apa bila ada waktu luang kedua orang tua Aldi akan menjenguk anak dan cucunya.