JANGAN DI TUNGGU..
UPDATE TIDAK MENENTU KAPANNYA.. KARENA KESIBUKAN...
Saat SMA di pandang sebelah mata, di permalukan oleh orang yang disukai,di jadikan bahan tawaan karna penampilan yang culun dan di anggap miskin .
hingga memilih pergi, dan melupakan.
kembali dengan identitas asli, dan membuat banyak orang kagum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MCA Ep11
Sesuai rencana, mama julian sudah bersiap akan bertemu dengan alena malam ini, julian dan papanya sedang asik makan malam berdua, mereka belum mengetahui jika mamanya akan pergi bertemu alena dan makan bersama.
Papa julian tentu saja curiga ,melihat dandanan istrinya yang begitu cantik, sama halnya dengan julian, ia pun curiga dengan sang mama. Tidak biasanya dandan cantik dan keluar sendiri malam hari.
julian melirik papanya yang juga sedang meliriknya, mereka memikirkan hal yang sama.
"Mama mau kemana?" tanya papa
"Ada janji sama seseorang, mama tidak ikut makan malam bersama kalian ya pa ,mama sudah mau telat ,takutnya sudah di tunggu" kata helen, membuat suaminya berfikir yang tidak tidak.
Helen langsung pergi setelah mencium tangan suaminya dan berpamitan dengan julian.
"Apa papa berfikiran hal yang sama denganku?" tanya julian.
"Ya... Papa akan mengirim mata mata untuk mengikuti mamamu"
"Siplah, jadi aku tenang" ucap julian melanjutkan makannya.
Alena sudah sampai di restauran, dan duduk sambil memainkan ponselnya, sedangkan mama julian baru saja sampai, ia langsung melihat alena yang sudah dateng lebih dulu, sangat cantik calon menantu idamannya itu.
Helen langsung bergegas mendekati alena...
"Maaf jika aku terlambat" kata helen membuat alena sedikit terkejut, karna sedang bermain dengan ponsel kesayangannya.
"Ehh iya tante, tidak masalah, ayo duduklah" ucap alena
Helen segera duduk di depan alena, sebelum berbicara alena langsung lebih dulu pesan makan malam mereka.
"Kita makan dulu ya tante, sepertinya tante belum makan" kata alena.
"Iya kau benar, tante belum makan malam, karna tidak sabar bertemu denganmu" ucap helen.
Selama makan mereka enggan berbicara, semua kata kata sudah tersusun rapi di otak mama julian, ia harus bisa membuat alena menjadi menantunya atau menjadi kekasih julian lebih dulu.
Alena pun tidak berfikiran negatif tentang pertemuannya dengan nyonya agastara, walaupun terbilang aneh, tapi alena mencoba tenang dan nyaman.
Selesai dengan makannya helen langsung berbicara ke intinya saja.
"Maafkan tante alena, mungkin ini permintaan tante yang sulit kau terima" ucap helen.
"Permintaan? Maksud tante apa?" tanya alena bingung.
"Alena, tante ingin kau ikut ke vila bersama keluarga besar tante dan juga suami tante, kami ada acara keluarga setiap tahunnya, tapi jika kau tidak bisa tidak apa ,tante memaklumi kesibukanmu" lirih helen.
Alena tidak habis fikir ,kenapa mama julian ingin ia ikut, itu adalah acara keluarga, sementara dia bukanlah siapa siapa melainkan orang yang baru dikenalnya.
"Tapi tante, itu adalah acara keluarga, apa tidak masalah jika aku yang bukan siapa siapa ikut dengan tante"
"Tidak masalah, kau adalah calon menantuku, jadi tidak akan masalah" ucap helen spontan.
"Hah? Ma...maksudnya?" alena merasa dirinya salah dengar ucapan helen.
"Tidak nak, kau sudah tante anggap anak sendiri, jadi kau keluarga tante juga, kita akan berangkat di hari minggu, kabari tante jika kau mau ikut"
"Baiklah tante, aku akan usahakan untuk ikut bersama tante" kata alena, helen tentu saja senang
"Emmm... Alena, bisakah kau memanggilku mama? Aku ingin sekali memiliki anak perempuan" ucap helen.
Alena tersenyum dan menganggukan kepala, tidak ada masalah untuk sekedar mamanggil mama bukan.
"Baiklah tante... Ehh maksudku mama" ucap alena
"Termakasih alen, kau baik sekali" kata helen
"Iya ma, sama sama"
Lamanya mereka berbincang ,hingga tak terasa waktu sudah larut malam, helen dan alena pulang dengan wajah berseri seri, lalu mereka pulang dengan kendaraan masing masing.
Hingga sampai rumah alena langsung mendapatkan pertanyaan oleh papanya, karna baru kali ini alena pergi keluar malam hari, dan itu sendirian. Bukan melarang, hanya saja arlan merasa hawatir dengan anak gadisnya, apa lagi keselamatan alena adalah no 1 dari apapun.
"Alen... Kenapa kau tidak izin papa jika keluar hingga larut?" tanya arlan.
"Maafkan aku pa, aku buru buru tadi, lagi pula aku yakin papa pasti mengirim seseorang untuk menjagaku dari jauh" kata alena.
Memang benar, arlan selalu menyuruh mata matanya untuk menjaga alena ,istrinya dan seluruh keluarganya.
"Alen, papamu itu sangat hawatir padamu, walaupun kami tau kau bertemu dengan siapa, tapi setidaknya jika kau lebih dulu meminta izin ,kami akan tenang nak" kata maria.
"Maafkan aku pa, ma, next aku tidak akan mengulanginya ,janji" alena memeluk papanya dengan erat ,hingga arlan membalas pelukan alena.
"Ekhem.. Ada apa ini, kenapa menjadi teletubis begini?" tanya romi yang baru saja datang.
"Romi...." pekik alena.
"Alen, ingat dia kakakmu" tegur arlan pada putrinya agar lebih sopan pada romi.
"Iya iya pa.. Kakak romi" alena mengembungkan pipinya ,membuat semuanya gemas dengan tingkah alena.
"Kau ini masih saja seperti anak kecil alen" maria mencubit pipi alena.
"Auhh mama..."
"Sudah sudah, kau balik kemar saja, dan istirahat, romi ikut papa ke ruangan kerja, ada sesuatu yang perlu papa bahas denganmu" ucap arlan.
"Baik pa..." sahut alena dan romi.
Alena menuruti perintah papanya, melangkah pergi menuju ke kamar....
"Kau sudah makan?" tanya maria pada romi.
"Sudah ma... Tadi aku makan malam di rumah meta" kata romi.
"Kenapa kau tidak makan di rumah mama, apa masakan mama tidak enak seperti masakan calon mertuamu?"
"Tidak ma.. Masakan mama selau enak" romi mencium kening maria penuh kasih sayang
"Baiklah, kalian ke ruang kerja saja, aku akan menyiapkan cemilan dan teh buat kalian berdua" ucap maria.
***
"Mama dari mana saja?" tanya julian walaupun dia sudah tau dari mata mata sang papa ,tetap saja ia penasaran apa saja yang mamanya bahas dengan alena.
"Tidak perlu pura pura tidak tau, papa dan kau sudah mengirim mata mata untuk mama kan? Kalian itu apa apaan sih ,mama itu hanya bertemu calon mantu mama" kata helen menatap kesal suami dan putranya.
"Maafkan aku sayang, aku hanya di paksa oleh julian, dia takut jika kau mencari papa baru untuknya"
"Kenapa aku?" julian tak habis fikir dengan ucapan papanya ,kenapa ia harus jadi kambing hitam.
"Sudahlah, papa tidur di luar saja hari ini, mama capek" ucap helen berlalu pergi.
"Ma, maafkan papa" berusaha membujuk istrinya.
Julian ikut berlalu ke dalam kamar, ia terus memikirkan kata kata mamanya. Apa benar alena akan menjadi mantunya ,menjadi istrinya nanti. Itupun jika alena mau dengannya. Masa lalu telah membuat alena tidak ingin dekat dengannya.
Andai saja waktu bisa berputar ,julian ingin sekali mengulang kenangan pahit itu menjadi kenangan yang begitu manis.
Tapi yang namanya hidup, semua itu sudah rencana yang maha kuasa.
"Calon menantu!!! aku akan berusaha mengabulkan ucapan mama, aku akan berusaha menaklukan hati alena, demi mama dan demi aku" batin julian.
skali2 pebinor lah stlh Yudis munculkan lagi Sam buat Julian cemburu masak Alena trs yg cemburu
Elin hanya mau hartanya saja, tidak mau Prianya
sukses...semangat
mksh