Satria Wira Pratama adalah Seorang pimpinan perusahaan besar yang terkenal dingin dan juga sangat kejam. Tiba-tiba menjadi tak berdaya menghadapi seorang OG yang super ceroboh. Melinda Permata Sari, seorang gadis yang berasal dari keluarga menengah kebawah memiliki tiga adik laki-laki yang super protektif terhadap kakak perempuan mereka.
Jarak usia keempatnya tidak terlalu jauh sehingga sering Linda (Panggilan Melinda ) dicap sebagai seorang play girl karena gonta ganti pasangan.
Kehidupan Linda yang biasa-biasa saja mulai berubah semenjak dia pindah bekerja di sebuah Perusahaan Adi Kuasa di Kota Metropilitan ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Belas
Usai dari menonton, Linda juga ketiga adiknya menuju sebuah pasar malam.
Begitu sampai, Motor mereka parkirkan di tempay parkir yang biasa dijaga oleh preman setempat.
Linda mendapat hormat dari mereka, para preman itu setidaknya enggan kepada Linda.
Linda dan adik-adiknya mulai bermain panahan. Salah satu wahana permainan yang mengasikkan.
Masing-masing mendapat lima anak panah untuk ditembakkan ke papan. Disana sudah ada banyak sekali nomor untuk hadiah terpampang di papan sasaran.
Linda mengincar hadiah elektronik juga barang besar lainnya sambil tersenyum licik.
Linda dan ketiga adiknya berhasil mendapatkan hadiah paling wah dan woowww di stand itu.
Saat tinggal satu anak panah, Linda dihampiri oleh seorang pria
"Maaf, mbak! Jangan buat kami bangkrut..." Bisik orang itu kepada Linda.
Namun Linda hanya tersenyum.
"Tenang saja, saya hanya akan bermain. Dan nanti kalian ambil lagi hadiahnya di belakang. Saya hanya ingin bersenang-senang." Kembali Linda melanjutkan aksi nya
Dan pria bertubuh tegap itu mundur perlahan.
Kemudian pria lainnya menghampiri lelaki tadi.
"Lo jangan ganggu dia main.. kalo nggak mau bonyok!" Tegur salah satu pria itu
"Gue cuma nggak mau tutup stand sore ini.."
Dengan wajah lemas satunya menjawab.
"Tenang saja, dia tidak pernah mau ambil hadiahnya. Dia hanya ingin bersenang-senang. Bahkan dia bantu biar stand kamu ramai." Tambah pria yang satu
Dan benar, melihat Linda sangat mahir meminkan busur panahnya, membuat yang lain penasaran dan ikut mencoba.
Mereka melihat Linda sangat mudah memainkan permainan itu. Tapi setelah dicoba lumayan bikin emosi juga. Yang ternyata tak semudah yang mereka lihat..
Pemilik Stand menyerahkan semua hadiah yang diperoleh keempat saudara itu. Dengan senang hati dan wajah dibuat gembira mereka menerimanya lalu memberi isyarat agar salah satu pelayanan stand mengikuti mereka.
Setelah berada di tempat lumayan sepi, Linda dan adik-adiknya menyerahkan semua hadiah yang ia peroleh tanpa terkecuali.
Dengan wajah gembira, pelayan itu menerima semua hadiah yang diperoleh Linda dan membawanya kembali ke stand untuk dipajang.
Melihat hadiah ditambah lagi, pengunjung semakin ramai mengerumuni Game itu
Linda dan ketiga adiknya beralih ke permainan selanjutnya begitu seterusnya. Hingga mereka kelelahan.
Para pemilik Stand berterimakasih kepada Linda karena telah membuat stand mereka ramai.
Linda hanya tersenyum dan berlalu menuju sebuah kedai. Disana Linda mengajak adik-adiknya makan.
Ferry, Indra dan Ikhsan tidak lagi terkejut dengan kelakuan kakaknya. Karena itu sudah sering mereka lakukan hanya untuk bersenang-senang.
Malam yang melelahkan, usai makan mereka mengambil motor lalu membayar parkir namun tidak diterima oleh penjaga parkirnya.
Setelah Linda melotot karena tidak ada yang mau menerima uang parkir, akhirnya penjaga itu menerimanya.
Setelah mereka berlalu, penjaga parkir terlihat sangat lega dan mengelus dadanya.
"Untung aja...."
Puas bermain di luar, mereka kembali ke rumah dengan wajah bahagia.
Ditengah jalan hampir saja mereka terserempet mobil. Padahal mereka sudah menepi, sepertinya mobil itu kehilangan kendali. Hampir saja Linda mengumpat sebelum mulutnya dibekap oleh Ferry.
"Lepas nggak dek!!" Bentak Linda, namun tidak didengarkan oleh Ferry.
"Tangan mu bau jengkol bocah!!!" Linda sengaja mengigit tangan Ferry yang tak mau lepas.
Ferry nampak meringis menahan sakit bekas gigitan Linda.
"Dasar singa!!! Jadi cewek nggak bisa kalem. Kapan nikahnya kalo jadi aja cewek galak gini..." Ferry masih mengumpat karena masih jengkel dengan kakaknya yang menggigit tangannya dengan sengaja.
"Lagian itu tangan kamu bau. Main taro aja dimulut. Kalo mbakmu yang cantik ini keracunan gimana???
"Iiihhh najis, sok cantik amat!!" Ya emang cantik sih hehehe
Ferry terkekeh, geli sendiri menghadapi kakak perempuannya.
"Yang ada aku yang keracunan mbak!! Digigit singa buas, kalo kena virus ganas mati aku!!!"
Keduanya masih berdebat tanpa perduli banyak mata memandang mereka.
Yang tidak tahu bahwa mereka kakak adik pasti mengira bahwa keduanya adalah pasangan kekasih yang sedang rebutan permen.
Ikhsan tak tahan melihat kelakuan kedua kakaknya itu.
Ikhsan turun dari motor, lalu menarik Linda agar berpindah ke motor Indra.
Diganti Ikhsan yang nangkring di motor Ferry.
"Dahh kita pulang! Berangkaaattt!!!!" Ikhsan menepuk pundak Ferry agar segera mejukan motornya.
Tak lama keempatnya sampai rumah.
Disana ternyata sudah ada Bayu.
Bayu adalah orang yang lumayan dekat dengan keluarga Linda.
Hahhh ngapain tu cowok gila disini. Linda menatap penuh kebencian pada Bayu
Bayu pun paham dengan sikap Linda, dan hanya mengangguk saja.
☘☘☘