NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Mau Pilih Pangeran Kulkas

Kali Ini Aku Mau Pilih Pangeran Kulkas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: PhepipoOrevi

"Aku telah mati karena cinta, kali ini aku ingin hidup untuk diriku sendiri" atau begitulah yang diucapkan Evelyn awalnya sebelum dia mengenal kepribadian Matthew si Pangeran Kulkas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PhepipoOrevi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pacaran dengan Pangeran Kulkas?

Evelyn masih berdiri di balik jendela kamar lantai dua, melihat sedan hitam Matthew yang perlahan menghilang di belokan jalan. Tangannya terangkat, menyentuh pipinya sendiri yang terasa masih hangat.

Gila. Benar-benar gila.

Hanya dalam kurun waktu beberapa jam, hidupnya jungkir balik. Tadi pagi dia memutuskan Cedric lewat telfon dan  membuat heboh satu fakultas dengan drama kecil tadi siang. Belom lagi sang Pangeran Kulkas nemenin ngopi dan ngajak ngomong. Oh My God, ini sesuatu yang janggal banget tapi entah kenapa Evelyn menikmati moment ini.

"Aku tadi bilang iya, apakah Matthew denger ya? Arrrgghhhh.." Evelyn membenamkan wajahnya ke bantal sambil memukul-mukul kasur. Evelyn tidak percaya yang dia lakukan.

"Karena ini tiga tahun sebelum kematianku, seharusnya aku belum bucin banget ke Cedric dan yah baru beberapa bulan kami jadian. Jadi lebih baik memutuskan nya sekarang. Meski hatiku juga masih sayang dia. Tapi dia membunuhku, meski itu Leonor yang merancang semuanya. Ah sudahlah, kalau ada kesempatan lebih baik aku minta uang yang banyak dulu kali ya ke Leonor baru putusin hubungan sama Cedric" tawa Evelyn memenuhi kamarnya. "Tapi gak deh, aku yakin karma itu ada jadi biarlah. Dan mungkin aku bisa minta tolong Matthew, dengan kedudukannya bisa bantu aku balas Leonor."

Evelyn kemudian berdiri dari kasur empuknya dan berjalan mendekati meja belajar, menyalakan lampu meja, lalu menatap kalender dinding yang melingkari tanggal hari ini.

3 Oktober.

Di kehidupan sebelumnya, hari ini adalah hari di mana dia baru menyadari kenyataan pahit: Cedric sebenarnya sudah bertunangan dengan Samantha, adik dari Matthew. Evelyn hanyalah sekadar pelarian dan mainan yang dimanfaatkan Cedric untuk melampiaskan kekesalannya atas pernikahan politik keluarga Ashworth. Namun dulu, karena rasa takut dan ketidakberdayaan, Evelyn memilih menutup mata dan membiarkan dirinya terus dimanfaatkan. Bukan dimanfaatkan juga sih, dicintai dan mencintai, pasangan bucin abad ini. Tapi sayang, nasib tragis membayangi nya di hutan pinus saat keduanya berencana kawin lari dan memulai hidup baru di Paris.

"Kali ini beda," gumam Evelyn pelan pada dirinya sendiri. Dia menarik napas dalam-dalam, menguatkan jemarinya yang sempat gemetar. "Aku nggak akan biarkan diriku dijadikan pelarian atau diinjak-injak lagi. Kali ini aku pacar Matthew. Hah apa iya beneran ya"

Ponselnya di atas kasur mendadak berdering nyaring, menampilkan nama yang sangat ingin dia hapus dari memorinya: Cedric.

Evelyn menatap layar itu dingin. Tidak ada lagi rasa panik, cemas, atau sakit hati. Yang tersisa hanya rasa mual. Tanpa ragu sedikit pun, dia menggeser tombol merah dan langsung memblokir nomor tersebut, disusul seluruh akun media sosial milik pria itu.

Sementara itu, di dalam mobil yang melaju membelah malam, Matthew sedang mendengarkan laporan dari balik earpiece-nya.

"Mobil SUV putih milik Cedric Ashworth baru saja berputar balik, Tuan Muda. Tampaknya dia menyerah setelah sadar kami terus mengapit jalurnya."

"Jangan kendurkan pengawasan," balas Matthew singkat, matanya tetap lurus menatap jalanan yang basah. "Pantau juga pergerakan ibunya. Wanita itu cukup berbahaya, jadi kita harus waspada."

"Baik, Tuan Muda."

Matthew mematikan sambungan telepon. Dia tahu betul, keputusan Evelyn memutus hubungan secara sepihak akan memicu kemarahan Cedric. Karena bagi Cedric, Evelyn bukan cuma sekadar pelarian dari pertunangannya dengan Samantha, diluar apakah benar Cedric benar mencintai gadis itu, tapi satu hal yang Matthew tahu pasti bahwa Cedric sengaja menarik Evelyn ke dalam permainan cinta segitiga antara Samantha-Cedric-Evelyn.

Matthew sudah menyelidiki keanehan pola ini di semua regresi yang terjadi padanya. Kenapa Evelyn ? Bukan satu atau dua kali gadis itu mati terkapar di hutan pinus, tapi delapan kali Matthew melihatnya. Lokasi hutan pinus juga ada di kediaman miliknya, bukan milik keluarga Ashworth. Keanehan yang absurd. Tapi, Matthew tahu semua ini kesengajaan. Matthew tahu, Leonor sengaja membuat kematian Evelyn di tanah keluarga Pendragon karena tudingan pembunuh berdarah dingin akan jatuh ke Samantha, adiknya. Publik akan dibuat berpikir ke arah opini bahwa Samantha adalah tunangan gila, pembunuh. Dan hal tersebut akan menyeret keluarga Pendragon pelan-pelan ke jurang kehancuran.

"Leonor, My Lady, kamu bermain dengan orang yang salah. Aku gak bakalan tinggal diam" kata Matthew sambil tersenyum sinis.

Di delapan kehidupan sebelumnya, Matthew selalu terlambat menyadari seberapa nekat keluarga itu ketika terdesak. Tapi di kehidupan kesembilan ini, aturan mainnya sudah berubah. Matthew bukan lagi sekadar penonton yang berdiri di balik bayangan. Kali ini, dia akan menyelamatkan tidak hanya Evelyn tapi juga Samantha.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!