NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali : Era Baru Kehidupan

Terlahir Kembali : Era Baru Kehidupan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Mars Is Blue

Monitor medis di sudut kamar VVIP sebuah rumah sakit modern di Manhattan berdetak dengan irama yang semakin lambat. Beep... beep... beep...

​Di atas ranjang pesakitan, terbaring sesosok pria tua berusia delapan puluh tahun. Rambutnya telah memutih sepenuhnya, kulitnya mengeriput dimakan usia, namun sorot matanya di balik kacamata baca masih menyiratkan ketajaman yang luar biasa.

Namanya Arthur Sterling.
Di dunia bisnis internasional dan bursa Wall Street, namanya adalah legenda—seorang taipan yang mengendalikan gurita bisnis raksasa dari balik layar, pria yang namanya selalu menghiasi halaman utama majalah Forbes sebagai orang terkaya nomor satu di muka bumi.

​Namun, di detik-detik terakhir hidupnya, harta triliunan dolar, gedung-gedung pencakar langit di distrik finansial utama dunia, dan kekuasaan mutlak atas pasar keuangan global terasa tidak ada artinya.

​Bagaimana kelanjutan ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mars Is Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Sabtu, 5 November 2016 — Queens, New York

Pukul tujuh pagi, Arthur Sterling sudah duduk di depan laptopnya.

Di layar terdapat tiga dokumen yang terbuka bersamaan: laporan keuangan pribadinya, catatan operasional usaha kecilnya bersama Daniel Brooks, dan analisis investasi Aurelia Therapeutics.

Ketiganya memiliki satu kesamaan.

Tidak ada yang bisa memberinya jaminan bahwa masa depannya akan berjalan sesuai rencana.

Arthur menatap laporan keuangan pribadinya selama beberapa saat sebelum membuka spreadsheet usaha mereka. Ia mulai menyadari bahwa membangun perusahaan tidak sesederhana menemukan peluang, memperoleh pelanggan, lalu mengumpulkan keuntungan.

Ada banyak biaya kecil yang mudah diabaikan.

Waktu untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Biaya transportasi. Perangkat lunak yang mungkin perlu dibayar. Waktu yang dihabiskan untuk memperbaiki kesalahan. Bahkan pekerjaan yang tidak menghasilkan uang secara langsung tetap memiliki biaya karena mengurangi waktu yang tersedia untuk mengerjakan sesuatu yang lain.

Dalam kehidupan sebelumnya, Arthur memiliki staf keuangan yang dapat menghitung semua itu untuknya.

Sekarang, ia harus melakukannya sendiri.

Dan justru itulah yang membuat pengalaman ini berharga.

Ia menambahkan beberapa kolom baru ke dalam spreadsheet: waktu pengerjaan, biaya langsung, pendapatan, serta perkiraan keuntungan sebelum memperhitungkan seluruh waktu yang digunakan.

Setelah selesai, ia mengirimkan salinan dokumen kepada Daniel.

Pesannya singkat.

Mulai proyek berikutnya, kita catat waktu dan pengeluaran dengan lebih teratur. Aku ingin tahu apakah layanan kita benar-benar menghasilkan keuntungan yang layak.

Beberapa menit kemudian, Daniel membalas.

Baik. Tapi kalau kau mulai menghitung berapa menit yang kuhabiskan untuk membuat kopi, aku akan mengajukan protes.

Arthur tersenyum.

Kalau kopinya bisa dijual kepada pelanggan, kita akan memasukkannya ke dalam laporan.

Daniel mengirimkan balasan berupa beberapa tanda tanya.

Arthur menutup percakapan itu sambil tertawa kecil.

Hari masih panjang, dan mereka memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

Pukul sembilan pagi, Arthur tiba di kedai kopi tempat ia dan Daniel biasa bertemu.

Daniel sudah berada di sana dengan laptop terbuka. Di sampingnya terdapat dua lembar proposal dan sebuah buku catatan.

"Aku punya kabar baik," kata Daniel begitu Arthur duduk.

Arthur meletakkan tasnya.

"Thomas Miller menyetujui proposal?"

Daniel menggeleng.

"Belum. Dia mengatakan akan memberikan keputusan setelah akhir pekan."

"Kalau begitu, kabar baik yang mana?"

Daniel mendorong selembar kertas ke arahnya.

"Pemilik bengkel mobil yang kita hubungi kemarin membalas pesanku. Namanya Robert Hayes. Dia bersedia bertemu dengan kita pada Senin sore."

Arthur membaca pesan yang dicetak Daniel.

Robert mengelola bengkel kecil di Queens. Sebagian besar pelanggannya berasal dari rekomendasi pelanggan lama. Ia tidak memiliki situs web sendiri, sedangkan informasi mengenai jam operasional dan layanan bengkelnya tersebar di beberapa halaman daring yang tidak selalu akurat.

Namun, yang paling menarik perhatian Arthur adalah satu kalimat dalam pesan Robert.

Saya tidak keberatan memiliki situs web, tetapi saya tidak ingin membayar sesuatu yang hanya terlihat bagus tanpa membawa manfaat bagi bisnis saya.

Arthur tersenyum tipis.

"Setidaknya, dia tahu apa yang ingin dihindarinya."

"Dia juga tampaknya tidak mudah diyakinkan," tambah Daniel.

"Itu bukan hal buruk."

Daniel menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Kau selalu mengatakan begitu. Sepertinya kau menyukai pelanggan yang banyak bertanya."

"Aku menyukai pelanggan yang tahu bahwa uang mereka memiliki nilai."

Arthur menunjuk pesan Robert.

"Kalau kita bisa menjelaskan pekerjaan yang akan kita lakukan, alasan pekerjaan itu diperlukan, dan cara mengevaluasinya, kita tidak perlu mengandalkan janji yang berlebihan."

Daniel mengangguk.

Mereka kemudian membahas kemungkinan layanan yang dapat ditawarkan kepada Robert. Untuk tahap awal, mereka tidak akan langsung membuat situs web lengkap.

Mereka dapat memeriksa informasi bisnis yang tersedia, memperbaiki jam operasional, memastikan nomor telepon benar, dan membantu Robert menampilkan layanan yang benar-benar disediakan bengkelnya.

Jika Robert ingin situs web, mereka akan menghitung kebutuhan dan biaya secara terpisah.

Arthur juga mengingatkan Daniel bahwa keberadaan situs web tidak otomatis mendatangkan pelanggan baru.

Bengkel yang melayani pelanggan lokal mungkin lebih terbantu oleh informasi yang akurat, ulasan pelanggan yang diperoleh secara wajar, dan cara menghubungi mereka yang mudah digunakan. Namun, mereka harus mengetahui kondisi bisnis Robert sebelum menyarankan strategi tertentu.

"Kita perlu bertanya lebih banyak daripada berbicara," kata Arthur.

Daniel menghela napas.

"Baiklah. Aku akan berusaha tidak menjelaskan seluruh fitur internet kepada seseorang yang hanya ingin memperbaiki informasi jam buka."

"Itu kemajuan besar."

"Jangan terlalu senang. Aku masih punya banyak fitur yang ingin kujelaskan."

Mereka tertawa.

Setelah menyelesaikan pembicaraan, Arthur membuka daftar pelanggan mereka. Samuel Carter telah membayar proyek pertama mereka sebesar $200. Peter Lawson masih menjadi pelanggan aktif dengan proyek terbatas yang sedang berjalan. Thomas Miller belum memberikan persetujuan akhir, sedangkan Robert Hayes baru bersedia bertemu.

Mereka masih jauh dari target lima hingga tujuh pelanggan berbayar dalam tiga bulan.

Namun, Arthur tidak merasa perlu mempercepat semuanya.

Lebih baik memiliki tiga pelanggan yang memahami nilai layanan mereka daripada sepuluh pelanggan yang merasa telah dijanjikan sesuatu yang tidak dapat diberikan.

Setidaknya, itulah prinsip yang ingin ia bangun sejak awal.

Menjelang siang, Arthur pergi ke toko bahan makanan milik Peter Lawson bersama Daniel.

Peter sedang memeriksa beberapa kotak barang yang baru dikirim pemasok ketika mereka tiba. Ia menyapa keduanya, kemudian membawa mereka ke ruang kecil di belakang toko.

"Aku meminta pegawai mencatat transaksi dengan lebih teratur selama dua hari terakhir," katanya. "Tidak sempurna, tetapi seharusnya lebih baik daripada catatan sebelumnya."

Arthur menerima buku tersebut.

"Ini sudah sangat membantu, Pak Lawson."

Daniel membuka laptop dan mulai memasukkan angka-angka ke dalam spreadsheet.

Mereka membandingkan jumlah transaksi pada beberapa rentang waktu, nilai penjualan, serta catatan barang yang tidak tersedia.

Setelah hampir dua puluh menit, Daniel berhenti mengetik.

"Ada sesuatu yang menarik."

Peter segera mendekat.

"Apa itu?"

Daniel menunjuk beberapa baris data.

"Pada salah satu hari, jumlah transaksi setelah pukul empat memang lebih sedikit. Namun, pada hari berikutnya, jumlah transaksi tidak turun sebanyak itu, sementara total penjualan tetap lebih rendah."

Peter mengerutkan kening.

"Artinya pelanggan membeli lebih sedikit?"

"Mungkin," jawab Arthur. "Tetapi kita belum bisa memastikannya. Kita perlu membandingkan rata-rata nilai pembelian dan memastikan catatan penjualan tidak memiliki perbedaan dengan transaksi yang tercatat."

Arthur kemudian melihat daftar barang yang tidak tersedia.

Beberapa barang mengalami keterlambatan pengiriman dari pemasok. Ada pula produk yang habis lebih cepat daripada perkiraan.

"Kapan barang-barang ini biasanya tiba?" tanyanya.

Peter memeriksa catatan pemasok.

"Biasanya pada pagi hari. Tetapi dua pengiriman minggu ini terlambat."

"Apakah pelanggan sering mencari barang tersebut pada sore hari?"

"Saya tidak tahu pasti. Pegawai saya mungkin bisa menjawabnya, tetapi kami belum mencatat permintaan yang tidak terpenuhi."

Arthur mengangguk.

Itu informasi penting, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa keterlambatan pasokan merupakan penyebab utama penurunan penjualan.

"Kita bisa menambahkan catatan sederhana setiap kali pelanggan mencari barang yang tidak tersedia," katanya. "Kita juga perlu mencatat apakah barang penggantinya dibeli atau pelanggan memilih pergi tanpa membeli apa pun."

Peter mengusap dagunya.

"Apakah itu tidak menambah pekerjaan pegawai saya?"

"Memang akan menambah sedikit pekerjaan. Karena itu, kita harus menjaga pencatatannya sesederhana mungkin. Kalau prosesnya terlalu merepotkan, datanya justru akan menjadi tidak konsisten."

Daniel memperlihatkan formulir sederhana yang baru mereka buat.

Pegawai cukup menuliskan nama atau kategori barang, waktu permintaan, dan apakah pelanggan membeli pengganti. Mereka tidak perlu mencatat nama pelanggan atau informasi pribadi lainnya.

Peter memeriksanya.

"Ini masih masuk akal."

Arthur menjelaskan bahwa mereka ingin mengumpulkan data selama beberapa hari lagi sebelum membuat rekomendasi.

Peter mengangguk, meskipun ekspresinya menunjukkan bahwa ia berharap persoalan itu dapat diselesaikan lebih cepat.

Sebelum mereka pergi, Peter mengajukan satu pertanyaan.

"Kalau ternyata masalahnya adalah harga, apakah kalian akan menyarankan diskon?"

"Jika data menunjukkan bahwa harga merupakan faktor penting, kita bisa mengevaluasinya," jawab Arthur. "Namun, kita harus menghitung dampaknya terhadap margin keuntungan terlebih dahulu."

"Jadi, menurunkan harga belum tentu meningkatkan keuntungan."

"Benar. Penjualan bisa meningkat, tetapi keuntungan justru menurun jika tambahan jumlah transaksi tidak cukup untuk menutupi pengurangan margin."

Peter mengangguk perlahan.

"Baiklah. Kita lanjutkan pencatatannya."

Ketika mereka keluar dari toko, Daniel mengembuskan napas panjang.

"Aku mulai memahami mengapa kau tidak ingin langsung membuat promosi."

Arthur memasukkan buku catatan ke dalam tas.

"Promosi bukan masalah. Masalahnya adalah menggunakan promosi untuk menutupi persoalan yang belum kita pahami."

Daniel memandangnya.

"Kadang-kadang aku merasa kita menghabiskan lebih banyak waktu mencari tahu masalah daripada menyelesaikannya."

"Karena saat ini kita belum tahu masalah mana yang harus diselesaikan."

Daniel mengangguk.

Mereka masih belum memiliki jawaban untuk persoalan Peter Lawson. Namun, setidaknya sekarang mereka memiliki cara yang lebih baik untuk mencari jawaban tersebut.

Sore harinya, Arthur kembali ke kampus.

Ia berencana menghabiskan waktu di perpustakaan sebelum pulang, tetapi sebuah pesan dari Clara Vance muncul di ponselnya.

Apakah kau punya waktu sebentar hari ini? Aku ingin berbicara.

Arthur segera membalas.

Tentu. Aku berada di kampus. Kita bisa bertemu di perpustakaan kalau kau mau.

Clara menjawab beberapa menit kemudian.

Baik. Aku akan datang sekitar pukul empat.

Arthur meletakkan ponsel dan mencoba kembali membaca bukunya.

Namun, pikirannya sesekali melayang kepada percakapan mereka sehari sebelumnya.

Clara telah mengungkapkan bahwa keluarganya mengharapkan dirinya menerima sebuah keputusan yang sudah direncanakan. Ia belum menjelaskan bentuk keputusan itu, siapa yang mengusulkannya, atau mengapa penolakannya dapat mengubah banyak hal dalam hidupnya.

Arthur tidak ingin menebak-nebak.

Dalam kehidupan sebelumnya, ia pernah melihat bagaimana sebuah kesimpulan yang terbentuk dari informasi tidak lengkap dapat merusak hubungan dan keputusan bisnis. Ia tidak akan melakukan kesalahan yang sama terhadap seseorang yang penting baginya.

Pukul empat tepat, Clara tiba di perpustakaan.

Ia membawa sebuah map tipis dan duduk di hadapan Arthur.

"Aku tidak akan mengganggu waktumu terlalu lama," katanya.

"Kau tidak mengganggu."

Clara membuka map tersebut.

"Aku sudah membuat versi akhir tabel keuangan untuk Samuel. Aku juga menambahkan petunjuk singkat agar dia bisa menggunakannya tanpa harus membaca penjelasan panjang."

Arthur memeriksa dokumen itu.

Clara telah menyederhanakan beberapa bagian dan memisahkan catatan harian dari evaluasi mingguan. Ia juga menambahkan penjelasan bahwa perubahan penjualan dalam satu atau dua hari belum tentu menunjukkan adanya tren.

Arthur mengangguk.

"Ini bagus. Kita bisa meminta Samuel mengujinya selama beberapa hari dan melihat bagian mana yang masih membingungkan."

"Aku ingin dia benar-benar menggunakannya, bukan hanya mengatakan bahwa tabel ini bagus."

"Itu pendekatan yang tepat."

Clara tersenyum kecil.

"Aku belajar dari seseorang yang selalu bertanya apakah sebuah gagasan bisa diterapkan dalam praktik."

Arthur mengangkat alis.

"Orang itu pasti sangat menyebalkan."

"Kadang-kadang."

Mereka tertawa pelan.

Setelah membahas dokumen tersebut, Clara menyimpan mapnya. Namun, ia tidak langsung berdiri.

"Ada sesuatu yang ingin kuceritakan," katanya akhirnya.

Arthur menunggu tanpa menyela.

"Beberapa hari terakhir, keluargaku terus menanyakan jawabanku. Mereka mengatakan bahwa waktu yang mereka berikan sudah cukup."

Arthur memperhatikan perubahan ekspresi Clara. Ia terlihat lelah, meskipun berusaha menyembunyikannya.

"Apakah mereka menjelaskan mengapa keputusan itu harus dibuat sekarang?" tanyanya.

"Mereka mengatakan bahwa ada kepentingan keluarga yang harus dipertimbangkan. Mereka juga mengatakan bahwa semakin lama aku menunda, semakin sulit semuanya diatur."

"Apakah kau sudah diberi kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya kau inginkan?"

Clara tersenyum hambar.

"Mereka mendengarkan. Tetapi terkadang aku merasa mereka hanya menunggu sampai aku selesai berbicara sebelum mengulangi apa yang sudah mereka putuskan."

Arthur merasakan dorongan untuk bertanya lebih jauh. Ia ingin mengetahui siapa orang yang menemui Clara beberapa waktu lalu. Ia ingin tahu apakah keputusan tersebut berkaitan dengan pernikahan, perusahaan keluarga, atau sesuatu yang sama sekali berbeda.

Namun, ia menahan diri.

"Aku tidak akan mengatakan bahwa keluargamu pasti salah," katanya. "Aku tidak tahu seluruh situasinya. Tetapi menurutku, mendengarkan pendapat keluarga tidak berarti kau harus menyerahkan seluruh keputusan kepada mereka."

Clara memandangnya.

"Bagaimana kalau mereka benar-benar percaya bahwa mereka sedang melindungiku?"

"Kalau begitu, mungkin mereka perlu memahami bahwa perlindungan juga berarti memberi seseorang kesempatan untuk belajar membuat keputusan dan menanggung konsekuensinya sendiri."

Clara terdiam cukup lama.

Kemudian, ia mengangguk perlahan.

"Aku ingin mencoba menjelaskan itu kepada mereka."

"Kalau kau merasa siap."

"Dan kalau mereka tidak setuju?"

Arthur tidak memberikan janji bahwa semuanya akan berjalan baik.

"Kalau mereka tidak setuju, kau masih bisa memikirkan langkah berikutnya. Kau tidak harus menyelesaikan seluruh persoalan dalam satu percakapan."

Clara menarik napas panjang.

"Aku rasa itulah yang paling sulit. Semua orang berbicara seolah-olah aku hanya memiliki satu kesempatan untuk menentukan masa depanku."

Arthur menatapnya dengan tenang.

"Kadang-kadang keputusan memang memiliki konsekuensi yang besar. Tetapi itu tidak berarti kita harus membuatnya tanpa memahami semua pilihan yang tersedia."

Clara tersenyum tipis.

"Terima kasih, Arthur."

"Kau tidak perlu berterima kasih."

"Aku tetap ingin melakukannya."

Arthur tidak membantah.

Mereka meninggalkan perpustakaan bersama-sama dan berjalan menuju pintu keluar kampus. Di luar, udara mulai dingin dan angin membawa dedaunan kering melintasi trotoar.

Sebelum mereka berpisah, Clara menoleh kepadanya.

"Aku belum bisa menjanjikan apa pun tentang masa depanku."

Arthur merasakan sesuatu bergerak di dalam dadanya, tetapi ia tidak membiarkan perasaan itu memengaruhi jawabannya.

"Aku tidak memintamu menjanjikan apa pun."

Clara memandangnya sejenak, seolah-olah mencoba memastikan bahwa ia benar-benar bersungguh-sungguh.

Kemudian, ia tersenyum.

"Kalau begitu, sampai bertemu lagi."

"Sampai bertemu."

Arthur memperhatikannya berjalan menuju halte, lalu berbalik ke arah jalan yang lain.

Ia ingin berada lebih dekat dengan Clara. Ia ingin mengenalnya lebih dalam dan suatu hari mengungkapkan perasaannya.

Namun, ia tidak ingin menjadikan keinginannya sebagai alasan untuk mendesaknya mengambil keputusan.

Jika ia benar-benar ingin membangun hubungan yang berbeda dari kehidupan sebelumnya, ia harus memulai dengan menghormati kebebasan Clara.

Malam itu, Arthur kembali ke apartemennya dan memeriksa email.

Ada pesan baru dari Richard Coleman.

Richard menanyakan apakah Arthur sudah mulai menyusun catatan investasi yang lebih sistematis. Ia juga mengatakan bahwa mereka mungkin dapat membahas beberapa prinsip pengelolaan risiko dalam pertemuan berikutnya, jika jadwal memungkinkan.

Arthur membalas bahwa ia sedang menyusun dokumen tersebut dan akan mengirimkannya setelah selesai.

Ia tidak meminta pertemuan lebih cepat. Ia juga tidak mencoba memanfaatkan hubungan itu untuk mendapatkan akses ke informasi yang tidak tersedia bagi publik.

Richard mungkin dapat menjadi mentor yang berharga, tetapi Arthur harus membuktikan bahwa dirinya mampu belajar dan berpikir secara mandiri.

Setelah membalas email, ia membuka kembali laporan keuangan pribadinya.

Ia mencatat biaya transportasi, makanan, dan pengeluaran kecil lainnya. Kemudian, ia memperbarui daftar pekerjaan yang harus diselesaikan bersama Daniel.

Proyek Peter Lawson masih berjalan. Proposal Thomas Miller menunggu keputusan. Robert Hayes bersedia bertemu pada Senin sore. Samuel Carter akan menguji versi baru tabel keuangan.

Semuanya adalah langkah kecil.

Tetapi Arthur mulai melihat pola yang lebih besar.

Jika mereka dapat memahami persoalan pelanggan, menyusun layanan yang jelas, memberikan hasil yang layak, dan mempertahankan kepercayaan, mereka mungkin bisa membangun usaha yang lebih kuat daripada sekadar bisnis kecil yang bergantung pada keberuntungan.

Kelak, usaha itu mungkin berkembang menjadi perusahaan konsultasi bisnis, teknologi, atau investasi.

Namun, ia tidak perlu memutuskan semuanya malam ini.

Arthur menutup spreadsheet dan menatap jendela apartemennya.

Ia masih mengingat kehidupan pertamanya dengan sangat jelas. Ia mengingat gedung-gedung tinggi yang dibangun atas namanya, perusahaan-perusahaan yang tunduk pada keputusannya, dan jumlah kekayaan yang membuat banyak orang menganggapnya hampir tidak terkalahkan.

Namun, ia juga mengingat kesunyian yang menyertainya.

Kali ini, ia ingin membangun sesuatu yang tidak hanya besar, tetapi juga memiliki fondasi yang kuat.

Ia ingin menjadi kaya tanpa kehilangan kemampuan untuk mempercayai orang lain. Ia ingin sukses tanpa menjadikan semua hubungan sebagai transaksi. Dan ia ingin mendekati Clara tanpa menganggap bahwa masa depan mereka telah ditentukan oleh ingatannya.

Arthur mematikan lampu meja.

Besok, ia akan kembali menghadapi pelanggan, angka, dan persoalan yang belum memiliki jawaban.

Ia tidak tahu apakah semua usahanya akan berhasil.

Namun, ia tahu satu hal: kesempatan yang berharga bukanlah kesempatan yang menjanjikan keuntungan terbesar, melainkan kesempatan yang layak diperjuangkan tanpa harus kehilangan prinsip yang membuatnya berarti.

1
Fauziah Daud
trusemangattt
Fauziah Daud
mantap
Fauziah Daud
trusemangattt
saras
keren siiib ceritanya👍👍👍
saras
👍
saras
semangaaaaaat💪💪💪💪💪👍
saras
ssemangat tor
saras
🙏🙏💪
saras
👍
saras
👍💪
saras
👍
saras
novel yang bagus. lanjutkan tor semangat bikin cerita yang keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!