NovelToon NovelToon
Balasan Untuk Keluarga Parasit Suamiku

Balasan Untuk Keluarga Parasit Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Hampir tiga tahun menikah, Laras dan Robby belum juga memiliki anak. Hingga suatu hari, terjadi kesalahpahaman. Robby dan Soraya, ibu Laras mengira jika Laras mengalami masalah kesuburan.

Robby memanfaatkan kekurangan Laras untuk berpura-pura menjadi suami setia yang mau menerima Laras apa adanya. Ia bahkan mengajak Laras untuk mengadopsi anak.

Hal itu membuat Robby mendapat nilai plus dari Soraya. Ia bahkan menjanjikan jabatan tinggi untuk Robby di perusahaan.

Tentu, Robby sangat senang. Ia lalu mengajak keluarga dan selingkuhannya untuk bekerjasama merebut harta dan perusahaan milik keluarga Laras.

Tapi sayangnya, Laras mengetahui semuanya. Dan kali ini, Laras tidak akan menjadi korban. Justru, Laras yang akan memastikan keluarga parasit itu kehilangan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Berani Melawan

Hari itu, Laras menghabiskan waktu di apartemen Salsa untuk menenangkan diri sejenak.

Ia berusaha mengumpulkan kembali kekuatan yang seolah hilang setelah mendengar pengkhianatan suami dan keluarga mertuanya.

Laras tahu, ia tidak bisa terus bersembunyi dari kenyataan. Cepat atau lambat, ia harus kembali ke rumah itu dan menghadapi orang-orang yang selama ini sudah mempermainkannya.

Menjelang malam, setelah merasa dirinya cukup tenang, Laras akhirnya memutuskan untuk pulang. Salsa yang sejak tadi menemaninya segera bersiap mengantarkannya.

Tapi, sebelum Laras masuk ke mobil, Salsa kembali bertanya dengan nada khawatir.

"Kamu yakin tidak ingin tinggal di apartemenku dulu? Kamu bisa beristirahat di sini sampai keadaanmu benar-benar membaik."

Laras menggeleng pelan. "Bagaimanapun, aku masih istri Robby. Aku tidak bisa seenaknya meninggalkan rumah tanpa alasan yang jelas." Ia menarik napas sejenak. "Lagi pula, mereka belum tahu kalau aku sudah mengetahui semua kebusukan mereka. Jadi, aku harus kembali agar mereka tidak curiga."

Salsa menghela napas. Ia sebenarnya tidak rela Laras kembali ke rumah yang kini justru menjadi sumber penderitaannya. Tapi, ia juga tahu, jika Laras memiliki pertimbangan sendiri.

"Kalau begitu, aku akan menemanimu masuk. Aku ingin memastikan kamu baik-baik saja."

"Tidak perlu, Sa. Aku bisa menghadapi mereka sendiri. Aku juga tidak ingin kamu ikut terseret dalam masalah keluargaku."

"Tapi, Ras ..."

"Aku bisa sendiri, Sa. Percaya padaku."

Salsa menatapnya beberapa saat, mencoba memastikan jika Laras benar-benar sudah memikirkan keputusannya. Pada akhirnya, ia menghembuskan napas pasrah.

"Baiklah. Tapi, kalau terjadi sesuatu, segera hubungi aku. Jangan mencoba menghadapi semuanya sendirian kalau kamu merasa tidak sanggup."

Laras mengangguk. "Iya. Aku janji."

Mobil Salsa akhirnya meluncur membelah jalanan malam menuju kediaman keluarga Adiguna.

Sepanjang perjalanan, Laras lebih banyak diam. Kedua tangannya saling menggenggam di atas pangkuan, sementara matanya menatap lurus ke depan.

Beberapa menit kemudian, mobil itu akhirnya berhenti di depan kediaman keluarga Adiguna.

Laras membuka sabuk pengaman, lalu menoleh pada Salsa.

"Terima kasih sudah mengantarku.”

Salsa mengangguk. Tapi, rasa khawatir masih terlihat jelas di wajahnya.

"Kamu yakin tidak ingin aku temani?"

"Iya, aku yakin." Laras tersenyum tipis. "Kamu pulang saja. Nanti aku kabari kalau ada sesuatu."

Dengan berat hati, Salsa mengangguk.

Laras turun dari mobil, lalu melambaikan tangan pada sahabatnya. Ia berdiri di tepi jalan, memperhatikan mobil Salsa yang perlahan menjauh hingga menghilang di ujung jalan.

Setelah itu, ia mengalihkan pandangan ke arah rumah besar di depannya.

Ia menarik napas panjang, lalu melangkah melewati pagar.

Setiap langkah terasa begitu berat. Dadanya kembali sesak, sementara bayangan percakapan yang ia dengar tadi siang terus terngiang di telinga.

"Bersikaplah biasa, Laras. Jangan sampai mereka tahu."

Laras tidak ingin gegabah. Ia harus menyembunyikan apa yang sudah ia ketahui sampai dirinya benar-benar siap mengambil langkah berikutnya.

Sesampainya di depan pintu, ia berhenti sejenak. Kedua tangannya mengepal, berusaha meredam amarah yang kembali bergolak.

Ia menarik napas dalam-dalam, menghembuskan nya perlahan berulang kali hingga merasa sedikit lebih tenang.

Setelah yakin bisa mengendalikan ekspresinya, Laras membuka pintu dan melangkah masuk.

"Wah, lihat siapa yang datang!"

Suara Diah langsung menyambutnya dengan nada ketus.

Laras menghentikan langkahnya. Ia tidak langsung menoleh, melainkan memejamkan mata sejenak untuk menahan amarah yang muncul.

"Enak sekali kamu, Laras!" lanjut Diah. "Bisa pergi dan pulang sesuka hati tanpa menghiraukan anak dan suami sendiri!"

Laras menghembuskan napas pelan sebelum akhirnya berbalik. Ia memasang senyum tipis yang sama sekali tidak mencerminkan perasaannya.

"Bukankah ada Ibu dan Maya yang mengurus Mas Robby dan Bara?" jawabnya tenang. "Lalu, kenapa aku harus khawatir?"

Diah sontak mendelik. "Kamu ...!"

Wanita itu mendengus kasar. "Robby itu suamimu dan Bara anakmu! Kamu tidak bisa mengabaikan tanggung jawabmu sebagai seorang istri dan ibu hanya karena ingin bersenang-senang di luar sana."

Laras menatap ibu mertuanya tanpa berkedip. Ada banyak hal yang ingin ia katakan, tetapi ia berusaha agar tidak terpancing emosi.

"Aku mengabaikan tanggung jawabku?" ulang Laras, lalu tersenyum sinis. "Ibu dan keluarga Ibu tinggal di rumahku sesuka hati. Kebutuhan rumah juga tetap aku penuhi. Dan, aku membayar Maya untuk membantu mengasuh Bara. Apa semua itu masih kurang?"

Wajah Diah seketika berubah. Wanita itu membuka mulut, tetapi tidak segera menemukan jawaban.

Selama ini, ia terbiasa melihat Laras mengalah dan menerima setiap ucapannya tanpa banyak membantah. Kali ini, ia tidak menyangka menantunya itu mulai berani melawan.

"Kamu ... Kamu keterlaluan, Laras! Apa begini caramu berbicara dengan orang yang lebih tua? Dulu kamu sangat penurut. Tapi, sekarang kamu berani membantah ibu mertuamu sendiri?"

Laras terdiam.

Benar. Dulu, ia memang selalu berusaha menjadi menantu yang baik. Ia menuruti keinginan Robby, menghormati kedua mertuanya, dan berusaha memenuhi keinginan mereka.

Tapi, apa yang ia dapatkan sebagai balasan?

Penghinaan, pengkhianatan, dan rencana licik untuk menguasai harta keluarganya.

"Seharusnya, kamu bersyukur, Robby masih mau mempertahankan wanita mandul seperti mu!" seru Diah kembali melontarkan hinaan.

Seketika, tubuh Laras menegang. Kedua tangannya mengepal erat hingga kukunya menekan telapak tangannya.

Ia ingin membalas perkataan Diah, tapi sebelum satu kata pun keluar, suara langkah kaki terdengar dari arah tangga.

"Ada apa ini? Kenapa ribut sekali?"

Robby muncul dan menghampiri mereka. Ia menatap ibunya yang berdiri dengan ekspresi marah, sementara Laras tampak tegang.

Laras melirik suaminya dengan tatapan tajam. Ia ingin sekali menampar wajah Robby dan menuntut penjelasan. Tapi, ia segera mengalihkan pandangan, berusaha mengendalikan ekspresinya.

"Ada apa, Bu?" tanya Robby.

"Itu istrimu!" Diah menunjuk Laras dengan wajah kesal. "Dia berani membantah ibu."

Robby mengalihkan pandangan pada Laras, memperhatikan wajah istrinya sebelum kembali menoleh pada Diah.

"Bu, Laras baru pulang. Dia pasti lelah. Sebaiknya Ibu biarkan dia beristirahat dulu."

Diah mendengus kesal, tetapi tidak langsung menyahut.

Sementara itu, Robby melangkah mendekati Laras. Ia mengulurkan tangan dan menyentuh kedua bahu istrinya dengan sikap penuh perhatian.

"Sekarang, kamu mandi dulu sana. Aku akan meminta Bi Asih menghangatkan makanan untukmu. Kamu pasti belum makan, kan?"

Laras terdiam. Tatapannya perlahan turun, menatap kedua tangan Robby yang bertengger di bahunya.

Sentuhan itu terasa begitu asing sekarang.

Ia ingin menepis tangan Robby, lalu mencaci maki pria tidak tahu diri itu. Tapi, ia menahan diri. Ia tidak boleh membiarkan emosi menguasainya.

Akhirnya, ia mengangkat wajah, lalu memaksakan untuk tersenyum kecil.

"Iya, Mas. Kalau begitu, aku ke kamar dulu."

Robby membalas senyum itu tanpa sedikit pun rasa curiga.

"Iya, Sayang. Istirahatlah. Nanti aku panggil kalau makanannya sudah siap."

Laras mengangguk pelan, kemudian melepaskan diri dari sentuhan Robby dengan gerakan yang terlihat wajar.

Ia berbalik dan mulai menaiki anak tangga menuju kamar mereka. Punggungnya tetap tegak, meskipun hatinya terasa remuk.

Sementara itu, Robby memperhatikan kepergian istrinya dengan tatapan biasa tanpa rasa curiga sedikitpun.

Sesampainya di kamar, Laras segera menutup pintu. Ia menyandarkan punggungnya pada daun pintu, lalu memejamkan mata sambil menghembuskan napas panjang.

Air matanya kembali menggenang, tetapi kali ini ia buru-buru mengusapnya.

Ia tidak boleh terus menangis.

Ia berjalan perlahan menuju meja rias, menatap pantulan dirinya di cermin. Wajahnya tampak lelah, matanya sembap, tetapi di balik semua itu, perlahan tumbuh tekad untuk tidak lagi membiarkan siapa pun mempermainkannya.

"Bersabarlah, Laras. Kamu harus tetap tenang." Ia menarik napas dalam-dalam. Tatapannya berubah tajam. "Aku akan membuat kalian mempertanggungjawabkan semua yang sudah kalian lakukan kepadaku. Itu janjiku."

1
Ma Em
Ayo Laras kamu hrs gercep jgn sampai Robby menguasai semua harta yg Laras punya .
Ayudya
ayo Laras buat keluarga Robby menderita🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Laras lebih cepat kamu cerai dari Robby itu lebih bagus kamu harus tegas dan badas biar Robby dan keluarga tau siapa laras🤣🤣🤣🤣🤣
Ma Em
Laras hrs cerdik jgn sampai bisa dirayu Robby dan masalahmu jgn dipendam sendiri Laras lbh baik kasih tau Aryan dan minta tolong pada Aryan
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap🫡🫡
total 1 replies
Fey mldn
mungkinkah Laras menelepon Aryan, untuk meminta bantuan masalah perceraiannya🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Dia telp aku, kak🤭
total 1 replies
Fey mldn
Roby......... penghianat yang berkedok cinta
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Mokondoh😆
total 1 replies
Ma Em
Laras cepatlah buka kedok Robby yg sdh selingkuh dgn Maya dan lbh baik Laras minta tolong sama Aryan saja kalau Aryan pengacara agar bisa cepat lepas dari para benalu .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ya Allah, efek ngantuk. ku baca Kodok 🤧 Maaf, kak.
total 1 replies
Muft Smoker
si Robby harus ny kmn2 bawa kaca ,, biar bisa bercermin dlu kalo mau bicara ,, biar gx malu2in diri sndrii🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker: siiip kak🤭🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
Muft Smoker
suami masa depan pak robby
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🫣
total 2 replies
Muft Smoker
hei mokondoo ,, ad gx sadar apa amnesia dadakan ,, situ juga sering menanam jagung di kebun nona ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,, km siapa???km manusia kah??

POV Maya : 😒😒😒😒😒😒😒😒
total 6 replies
Fey mldn
benar Laras apa kata hatimu,kamu minta tolong Aryan untuk membantu semua masalah yang kamu hadapi 🤔🤔
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Gass/Determined/
total 1 replies
Muft Smoker
bnr2 keluarga benaluu ,,
😒😒
Muft Smoker: jadiin gelandangan kak ,, udh cukup mereka nikmati hidup mewah ny
total 2 replies
Ma Em
Ayo Laras kumpulkan bukti perselingkuhan Robby dgn Maya lalu buat mereka menyesal karena sdh membohongi Laras , cepatlah usir para benalu itu .
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Siyap, laksanakan 🫡
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker: lngsung mampir kak
total 2 replies
Kustri
tes dna ras
Kustri
hahaaa... roby buaya ternyata dikadalin maya🤣🤣🤣
Kustri
gelang aryan pasti dr laras, yakan thor✌
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Ah, kakak bisa aja🤭
total 1 replies
Kustri
maya baru datang qu sdh menduga pasti selingkuhan roby
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
total 1 replies
Kustri
aryan yg akhir'a jd suami laras✌

itulah klo othor tdk tidur, pasti akan terbongkar wlo blm semua terbukti
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Setiap malam, aq tidur lho, kak 🤧
total 1 replies
Kustri
iiih ngapain jg diah ngurusin laras, numpang aja ngatur"👊
✯أزلان 💜 أديتيا✯ Mutzaquarius: Sok iye dia, kak🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!