NovelToon NovelToon
Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Perjalanan Menuju Pendekar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:141k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini harus menghadapi pendekar kuat yang datang dari alam lain. Seorang pendekar yang bahkan tidak ia temui di kehidupan pertamanya.

Jalan takdir telah berbeda akibat dirinya yang telah banyak membuat perubahan sejarah.

Apakah kali ini ia akan mampu bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tolong Maafkan Kami

Luan Feng tertegun ketika mendengar nama Boqin Changing.

Ia menoleh perlahan ke arah pemuda yang berdiri di belakang Wang Tian. Matanya membesar, seolah baru saja menyadari sesuatu yang sulit dipercaya.

"Boqin Changing?"

Nama itu tentu tidak asing baginya. Pendekar dengan julukan Dewa Kematian merupakan salah satu dari Lima Raja Dunia, sosok yang namanya telah menggema di seluruh dunia persilatan. Banyak pendekar menganggapnya sebagai keberadaan yang tidak boleh diprovokasi sembarangan.

Namun, selama perjalanan bersama pemuda itu, Luan Feng sama sekali tidak pernah menghubungkan pemuda itu dengan sosok terkenal tersebut. Sejak pertemuan mereka di rumah makan, Chang selalu bersikap santai dan ramah. Ia bahkan bersedia membantunya ketika mengetahui bahwa dirinya kehilangan seluruh harta benda dan tidak memiliki uang untuk membeli makanan.

Luan Feng sempat mengira Chang adalah seorang tuan muda dari keluarga bangsawan yang beruntung menjadi murid Tetua Agung Wang Tian. Ia menganggap pemuda itu sebagai murid biasa yang mungkin memiliki latar belakang keluarga cukup baik.

Siapa sangka, kenyataan justru jauh melampaui dugaannya. Orang yang selama ini ia anggap sebagai pemuda biasa ternyata merupakan salah satu pendekar terkuat di dunia persilatan! Dewa Kematian, Boqin Changing!

Luan Feng kembali teringat pada kematian pendekar Sekte Gua Hantu yang terjadi beberapa saat lalu. Pria itu telah mencapai ranah pendekar suci, tetapi bahkan tidak sempat melancarkan serangan sebelum nyawanya direnggut.

Kini, ia mulai memahami mengapa Wang Tian begitu tenang sejak awal. Dengan keberadaan Boqin Changing di sisinya, keenam anggota Sekte Gua Hantu memang tidak layak dianggap sebagai ancaman.

Di sisi lain, Boqin Changing justru tertawa kecil ketika melihat perubahan ekspresi kelima anggota sekte tersebut.

"Oh, ternyata kalian mengenaliku juga."

“Itu bagus...”

Nada suaranya terdengar santai, seolah ia baru saja bertemu dengan beberapa kenalan lama. Namun, senyum tipis di wajahnya tidak membuat kelima orang itu merasa lega. Sebaliknya, keringat dingin mulai membasahi punggung mereka.

Boqin Changing melangkah maju beberapa langkah. Ia melirik mayat yang tergeletak di tanah, kemudian kembali menatap mereka.

"Tadi aku mendengar kalian mengatakan bahwa kami bertiga tidak beruntung."

Ia berhenti sejenak sebelum tersenyum semakin lebar.

"Jadi, menurut kalian, siapa sebenarnya yang tidak beruntung sekarang?"

Kelima anggota Sekte Gua Hantu langsung membeku. Tidak seorang pun berani menjawab pertanyaan tersebut.

Mereka sebelumnya mengira sedang menghadapi tiga orang yang bisa dengan mudah mereka rampok. Bahkan, mereka sempat menertawakan Luan Feng dan mengancam Wang Tian tanpa mengetahui identitas lawan mereka.

Kini, mereka baru menyadari bahwa orang yang berdiri di hadapan mereka adalah sosok yang bahkan membuat banyak ahli dunia persilatan enggan mencari masalah. Mereka telah menyinggung salah satu raja dunia.

"Pe-Pendekar Chang..., mohon ampuni kami!"

Pemimpin kelompok itu segera membungkuk. Wajahnya yang sebelumnya penuh kesombongan kini terlihat pucat pasi. Keempat rekannya yang masih hidup segera mengikuti tindakannya.

"Kami benar-benar tidak mengetahui identitas Pendekar Chang. Jika sejak awal kami tahu siapa dirimu, kami tidak akan pernah berani menghadang perjalananmu!"

"Benar! Semua ini hanyalah kesalahpahaman. Mohon beri kami kesempatan untuk menebus kesalahan!"

Mereka berbicara dengan suara gemetar. Tidak ada lagi sedikit pun kesombongan yang tersisa.

Pria yang telah mencapai pendekar suci tujuh gerbang terbuka itu bahkan menundukkan kepalanya lebih rendah daripada sebelumnya.

Sebagai seorang pendekar yang telah lama berkecimpung di dunia persilatan, ia memahami betapa mengerikannya pendekar berjuluk Dewa Kematian itu. Jika Boqin Changing benar-benar berniat membunuh mereka, kemungkinan besar tidak seorang pun dari mereka akan mampu melarikan diri.

Ia segera mengambil keputusan.

"Pendekar Chang, kami bersedia menyerahkan seluruh harta yang kami miliki sebagai kompensasi atas kesalahan kami. Kami hanya memohon agar kau berkenan membiarkan kami pergi!"

Keempat rekannya langsung mengangguk berulang kali.

"Benar, Pendekar Chang! Kami akan menyerahkan semuanya!"

Boqin Changing mengangkat alis, berpura-pura terkejut.

"Oh? Kalian bersedia menyerahkan seluruh harta kalian?"

Ia melirik mereka satu per satu sebelum melanjutkan.

"Termasuk harta milik Tetua Feng yang kalian rampas beberapa hari lalu?"

Mendengar pertanyaan itu, pemimpin kelompok tersebut seolah mendapatkan secercah harapan.

"Ten... tentu saja! Kami akan mengembalikan semuanya kepada Tetua Feng. Cincin ruangnya juga akan kami serahkan. Kami tidak akan menyimpan satu barang pun!"

Ia buru-buru mengangguk, takut Boqin Changing akan berubah pikiran jika dirinya terlambat menjawab.

Luan Feng yang berdiri tidak jauh dari mereka langsung menatap kelima orang tersebut.

Mendengar mereka bersedia mengembalikan cincin ruangnya, ia tidak bisa menyembunyikan kegembiraan di dalam hatinya. Lukisan yang menggambarkan dirinya bersama mendiang istrinya mungkin masih tersimpan di dalam cincin tersebut. Jika berhasil mendapatkannya kembali, ia tidak perlu lagi kehilangan kenangan berharga yang dimilikinya.

Namun, Boqin Changing tidak langsung menyetujui permintaan mereka. Ia hanya tersenyum tipis.

"Kalau aku melepaskan kalian hari ini, bukankah kalian akan kembali merampok orang lain di masa depan?"

Kelima orang itu saling berpandangan. Mereka segera menggelengkan kepala dengan penuh semangat.

"Tidak, Pendekar Chang! Kami bersumpah tidak akan melakukan hal seperti ini lagi!"

"Benar! Kami berjanji. Mulai sekarang, kami tidak akan merampok siapa pun lagi!"

Pemimpin kelompok itu bahkan mengangkat tangannya seolah hendak bersumpah di hadapan langit.

"Kami bersedia mengubah jalan hidup kami. Mohon Pendekar Chang memberi kami kesempatan untuk memperbaiki kesalahan!"

Boqin Changing memandang mereka dengan ekspresi tenang.

"Begitukah?"

"Benar! Kami bersumpah!"

Mereka kembali mengangguk. Sayangnya, Boqin Changing hanya menggelengkan kepala.

"Aku tidak percaya kepada orang-orang seperti kalian."

Senyum di wajahnya perlahan menghilang.

"Jika kalian benar-benar memahami kesalahan kalian, kalian tidak akan menjadikan kelemahan orang lain sebagai alasan untuk merampas harta mereka. Kalian bahkan menertawakan seseorang yang sudah kalian lukai, lalu mengancam orang lain yang tidak bersalah."

Tatapannya menyapu kelima orang tersebut.

"Orang seperti kalian hanya menyesali perbuatan ketika berhadapan dengan seseorang yang lebih kuat. Begitu mendapatkan kesempatan, kalian akan kembali melakukan hal yang sama."

Kelima anggota Sekte Gua Hantu terdiam. Mereka akhirnya memahami bahwa permohonan maaf mereka tidak akan mengubah keputusan Boqin Changing.

Pemimpin kelompok itu menggertakkan gigi. Ia menyadari bahwa mereka mungkin tidak akan dibiarkan pergi begitu saja.

Ia bertukar pandang dengan keempat rekannya. Tanpa perlu berbicara, mereka memahami maksud satu sama lain.

“Semuanya kabur!”

Selama bisa menjauh dari Boqin Changing, mereka masih memiliki kesempatan untuk bertahan hidup.

Pria bertubuh kekar itu tiba-tiba mengerahkan tenaga dalamnya. Tubuhnya melesat ke samping, berusaha menerobos pepohonan di tepi jalan. Keempat rekannya segera bergerak ke arah yang berbeda.

Namun, mereka baru saja mengambil beberapa langkah ketika Boqin Changing mengangkat tangannya.

"Cahaya Penghancur Raga."

1
Nanik S
Lanjut terus Tor
Nanik S
Jun Wung apakah berasal dari Dunia atas yang ingin menguasai Dunia bawah .
Nanik S
Nawarin hasil rampasan yang seperti pasir pada Cang"er... mimpi saja dan terima menghadap raja Neraka dari Dewa Kematian🤣🤣🤣
Nanik S
Mau Kabur... belum sampai mimpi sudah bangun kali🤣🤣🤣🤣
Xiao Shuxiang
JOSSS LGSG BINTANG 5
Nanik S
Sehat selalu untukmu Tor
Nanik S
Sudah Tumbang satu dengan mudah.. dan yang Lima baru sadar jangan jangan itu Boqin Canging🤣🤣🤣
ibarumbung
jung wu...??? hmmm....
ibarumbung
💛💛💛💛💛
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Nti klo ketemu Dewa Kematian br sadar 🌽🔥
Jeffie Firmansyah
perlu di bantai nih yg namanya Juan Wu, seharus nya kalau mau jadi raja Dunia lihat2 dulu sekte mana yg harus di bantai..... ngapain juga sekte kecil di bantai.( hanya sekedar ingin tersohor sih)... semoga secepatnya ketemu babang changing 💪💪💪💪💪
Putri K
apakah jungwu ini datu alam sama wu xing dan long aotian,, kalau iya apakah mereka pernah beetemu sebelumnya,, semakin menarik,, kalau bisa merek adu kekuatan sekalian😍😍😍
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Hancur jd debu, kecuali cincin penyimpanan 🌽🔥
Raju
juan wu 1x1 dg paman nou. terlalu lama hidup... 🤣🤣 sementara bg bogin , sdh hidup 2x...
Raju
jika masih memberi ampun... bukan DEWA KEMATIAN namaanya...
mbono keling
👍💪👍💪👍💪👍💪👍👍💪👍💪👍👍👍👍
mbono keling
👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍👍👍👍👍
Eko🍤
owh Juan Wu yang ingin menguasai dunia 👍🤣🤣 bantaaaaaaaiiiiii
syarif ibrahim
waduh siapa sih Juan wu ini.... 🤔🤔🤔
Eko🍤
hehehehe...mereka mencoba kabur🤣🤣ga akan ada yg bisa kabur dr boqin 🤣👍👍 bantaaaaaaaiiiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!