NovelToon NovelToon
Petualangan Raja Dunia

Petualangan Raja Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:179.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Boqin Changing

Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.

Perlahan ia mulai menuju ke kekuatan aslinya di kehidupan pertamanya. Kini bahkan ia dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Seseorang dengan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa.

Petualangannya terus dimulai. Ia kini menuju sebuah pulau misterius yang berisi harta karun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggung Pertunjukkan Siap Dimulai

Taichu Wuji nampak semakin bersemangat.

"Serahkan semuanya kepadaku, Tuan Muda. Aku akan membuat berita mengenai kehancuran Sekte Darah Bulan Hitam tersebar luas di seluruh Kota Chiyou."

Ia bahkan mulai membayangkan bagaimana berita tersebut akan disampaikan.

"Aku akan mengatakan bahwa Sekte Darah Bulan Hitam telah melakukan kesalahan besar karena berani menantang seorang Raja Dunia."

Taichu Wuji mengangkat tangannya dengan penuh semangat.

"Sekte itu memiliki ribuan anggota, banyak tetua, dan bahkan seorang patriak yang berada di ranah pendekar bumi. Namun di hadapan Tuan Muda, semua itu tidak berarti apa-apa!"

Wajahnya semakin bersemangat.

"Aku akan mengatakan bahwa dalam hitungan menit saja, seluruh sekte tersebut telah dihancurkan!"

Taichu Wuji bahkan mulai berjalan kecil di dalam ruangan sambil membayangkan cerita yang akan ia sebarkan.

"Bangunan-bangunan mereka hancur, tanah bergetar, dan semua anggota sekte tidak mampu melakukan perlawanan sedikit pun. Bahkan patriak mereka tidak mampu bertahan dari satu serangan Tuan Muda!"

Semakin lama, ceritanya terdengar semakin berlebihan.

"Dan aku akan mengatakan bahwa seluruh penduduk Kekaisaran Houran harus bersyukur karena Tuan Muda datang ke wilayah ini. Jika tidak, Sekte Darah Bulan Hitam mungkin masih akan terus melakukan kejahatan!"

Ada kebanggaan yang sangat jelas di mata Taichu Wuji. Seolah-olah dialah yang baru saja menghancurkan Sekte Darah Bulan Hitam. Padahal, ia bahkan tidak berada di sana ketika sekte tersebut dihancurkan.

Taichu Wuji kemudian menambahkan dengan penuh keyakinan,

"Orang-orang pasti akan membicarakannya selama berhari-hari. Mereka akan tahu betapa hebatnya Tuan Muda. Nama Dewa Kematian akan semakin terkenal!"

Setelah mengatakan semua itu, Taichu Wuji akhirnya berhenti. Ia menoleh kepada Boqin Changing dengan wajah penuh harapan.

Ia seakan sedang menunggu pujian dari orang yang dikaguminya. Namun Boqin Changing hanya menatapnya dengan wajah datar.

"......"

Taichu Wuji berkedip.

Boqin Changing menghela napas pelan.

"Jangan terlalu berlebihan."

Taichu Wuji langsung terdiam.

"Terlalu berlebihan?"

Boqin Changing menyandarkan tubuhnya pada kursi.

"Ya. Cukup sebarkan berita bahwa Sekte Darah Bulan Hitam telah hancur."

"Tidak perlu menyebutkan bahwa aku yang menghancurkannya."

Taichu Wuji langsung mengangkat kepala.

"Tidak menyebutkan nama Tuan Muda?"

Boqin Changing mengangguk.

"Benar."

Ekspresi Taichu Wuji langsung berubah sedikit. Jelas sekali ia kurang berkenan dengan keputusan tersebut. Namun ia tidak berani membantah.

Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya ia berkata,

"Tuan Muda..."

"Ini adalah hasil kerja Tuan Muda dalam memberantas kejahatan. Bagaimana mungkin aku tidak menyebutkan siapa pelakunya?"

Nada suaranya terdengar sedikit kecewa.

"Jika kita hanya mengatakan Sekte Darah Bulan Hitam telah hancur, suatu saat nanti pasti akan ada orang yang berpura-pura menjadi pelakunya. Mereka bisa saja mengaku bahwa merekalah yang menghancurkan sekte tersebut."

Boqin Changing tertawa kecil.

"Tenang saja."

Ia sama sekali tidak terlihat khawatir.

"Saat aku menghancurkan sekte itu, ada seseorang yang melihat semuanya."

Taichu Wuji terkejut.

"Seseorang?"

Boqin Changing mengangguk.

"Ya."

Ia mengingat sosok yang bersembunyi di balik pepohonan di bukit tidak jauh dari Sekte Darah Bulan Hitam.

"Dari pakaian dan penampilannya, aku merasa orang itu adalah seorang pendekar dari sebuah biro informasi."

Taichu Wuji mengerutkan kening.

"Biro informasi?"

Boqin Changing tersenyum tipis.

"Benar."

"Dia melihat seluruh kejadian dari awal sampai akhir. Jadi masalah mengenai siapa yang menghancurkan Sekte Darah Bulan Hitam akan terkuak dengan sendirinya."

Taichu Wuji perlahan memahami maksudnya. Jika orang tersebut memang berasal dari biro informasi, kemungkinan besar berita mengenai kehancuran sekte itu memang akan sampai kepada banyak pihak. Bahkan tanpa bantuan Toko Paviliun Teratai Naga sekalipun.

Boqin Changing kemudian melanjutkan,

"Namun untuk saat ini, aku hanya ingin berita mengenai kehancuran sekte itu yang terdengar."

Taichu Wuji mengangguk pelan.

"Jika boleh tahu... apa alasannya, Tuan Muda?"

Boqin Changing terdiam sejenak. Kemudian sebuah senyum misterius muncul di wajahnya.

"Karena..."

Ia berdiri dari kursinya dan berjalan perlahan menuju jendela. Tatapannya menembus kaca, memandang lampu-lampu Kota Chiyou yang berkelap-kelip di kejauhan.

"Panggung pertunjukan yang sudah kususun segera akan dimulai."

Taichu Wuji membeku. Ia menatap punggung Boqin Changing. Pertunjukan? Apa yang sebenarnya sedang direncanakan oleh Tuan Muda? Taichu Wuji tidak tahu.

Namun melihat senyum tipis di wajah Boqin Changing, ia tiba-tiba merasa bahwa sesuatu yang besar akan segera terjadi di Kota Chiyou. Mungkin kehancuran Sekte Darah Bulan Hitam hanyalah awalnya.

...******...

Hari telah berganti. Keesokan harinya berlalu tanpa kejadian besar. Hingga malam kembali tiba di Kota Chiyou, lampu-lampu mulai menerangi jalanan dan suara keramaian terdengar dari salah satu bagian kota.

Di sebuah kawasan yang tidak terlalu jauh dari pusat kota, sebuah pasar malam baru saja mulai diadakan. Pasar malam tersebut sebenarnya baru dibuka sekitar satu minggu terakhir, tetapi dalam waktu singkat sudah berhasil menarik perhatian banyak penduduk Kota Chiyou.

Malam itu, suasananya sangat ramai. Jalanan dipenuhi orang-orang yang datang untuk menikmati malam.

Berbagai pedagang membuka lapak di sepanjang jalan. Ada yang menjual makanan, minuman, pakaian, perhiasan, mainan, hingga berbagai barang kecil yang menarik perhatian para pengunjung.

Aroma makanan yang dimasak di tempat bercampur dengan suara para pedagang menawarkan dagangan mereka.

"Silakan lihat! Kue madu baru saja matang!"

"Buah-buah segar dari Pegunungan Timur!"

"Datang dan lihat! Ada gelang batu berkualitas bagus!"

Di tengah keramaian tersebut, dua orang wanita berjalan berdampingan. Mereka adalah Hang Xue dan Qian Ling. Keduanya terlihat menikmati suasana pasar malam. Sesekali mereka berhenti di salah satu lapak untuk melihat barang-barang yang dijual.

"Saudari Xue, lihat gelang itu."

Qian Ling menunjuk sebuah gelang kecil yang terbuat dari batu giok. Hang Xue ikut melihatnya.

"Cukup bagus."

Akhirnya mereka membeli gelang tersebut.

Tidak lama kemudian, mereka kembali berhenti di lapak lain. Kali ini mereka membeli beberapa makanan ringan. Sesekali mereka juga tertawa ketika melihat tingkah para pedagang atau pengunjung lain.

Malam itu terasa jauh lebih santai dibandingkan hari-hari sebelumnya. Hingga ketika keduanya berjalan melewati salah satu pedagang kaki lima, Qian Ling tiba-tiba berhenti.

"Eh?"

Hang Xue yang berjalan di sampingnya ikut berhenti.

"Ada apa?"

Qian Ling tidak langsung menjawab. Tatapannya justru tertuju pada seseorang yang berdiri di depan pedagang kaki lima beberapa langkah dari mereka.Ada seorang pemuda.

Pemuda itu mengenakan pakaian sederhana namun tetap terlihat berkelas. Ia sedang berdiri santai di depan pedagang yang menjual kacang rebus. Sepertinya menunggu pesanannya selesai.

Qian Ling langsung mengenalinya. Bukankah dia pemuda yang kemarin makan bersama mereka? Tanpa berpikir panjang, Qian Ling langsung tersenyum.

"Tuan Muda Chang!"

Suara Qian Ling terdengar di tengah keramaian. Pemuda itu menghentikan gerakannya dan ia menoleh.

Pemuda itu Boqin Changing. Ketika melihat Hang Xue dan Qian Ling berdiri tidak jauh darinya, Boqin Changing nampak sedikit terkejut. Ia seperti tidak menyangka akan bertemu dengan mereka lagi.

Namun kejutan itu hanya berlangsung sesaat. Boqin Changing segera tersenyum.

"Sungguh kebetulan kita bertemu lagi, Nona Xue dan Nona Ling."

1
Wak Jon
Lanjut...
Mr. Error
keren bang boqin 🫡
bogel
teyuzken
bogel
lanjutken
Mamat Stone
😈👻😈
Mamat Stone
👻😈👻
Mamat Stone
/Shhh/
Mamat Stone
/Bye-Bye/
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
budiman
satu mawar 🌹 lagi
budiman
satu mawar 🌹
tariii
keluargamu lah yang akan binasa, Feng Zhuang.../Tongue//Tongue//Tongue/
tariii
/Good//Good//Good//Good//Good//Good/
tariii
kereeeeeeennnn buangettttt....❤️❤️❤️❤️❤️❤️👍👍👍👍👍👍
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
Mahayabank
Yaudah lanjuuuut lagi 🔁🔁👀👀
tariii
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
iyuz
salah satu cara mendekatkan diri kepada YAMA
Markinyo
sha nuo & lan suya thor, pst seru & kocak
Mahayabank
Mantap Lanjuuuut lagi.. 🔁👍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!