Dulu ia Kaisar Pil Jiwa Bintang. Penguasa Sembilan Benua.
Tetapi, satu tusukan dari murid kesayangannya, membuat ia mati. Sekarang, Murid itu naik tahta menjadi Dewa Alkemis yang disembah seluruh benua.
500 tahun kemudian, Lin Xuan terbangun.
Bukan di singgasana. Tapi di tubuh seorang sampah. Tubuh dari Tuan Muda Keluarga Lin yang meridiannya hancur, menjadi bahan tertawaan se-Kota Awan Merah. Tunangannya menghina, pamannya meracuni dan semua orang menunggu ia mati.
Mereka salah besar.
Karena di dalam jiwanya, Kuali Naga Hitam yang berkarat ikut bangkit. Di kepalanya, ingatan 500 tahun teknik alkimia bertarung yang bisa membakar langit tidak hilang.
Lin Xuan tidak mau sekadar bangkit. Ia mau berburu 18 Api Surgawi. Mengubah tubuh cacatnya menjadi kuali hidup.
Mengubah bahan sampah menjadi pil dewa. Dan naik lagi ke Benua Ke-9 untuk satu hal:
Menagih darah dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35: Pembantai Bayangan
Satu bulan berlalu sejak insiden Penatua Gu di depan Paviliun Jiwa Bintang.
Dalam sebulan saja, keseimbangan perdagangan Kota Bintang Jatuh berubah drastis.
Setiap pagi, antrean kultivator telah mengular hingga luar kota. Pil Pemusat Roh Murni enam cincin seharga lima ratus Batu Roh Menengah menjadi rebutan. Kultivator pengembara, tentara bayaran, hingga murid sekte berlomba membelinya.
Di ruang bawah tanah paviliun, Lin Xuan duduk bersila di tengah ribuan Batu Roh Menengah yang cahayanya telah meredup.
Fondasi Singgasana Kaisar membutuhkan Qi dalam jumlah mengerikan. Lima ratus ribu Batu Roh Menengah yang dikumpulkan Shen Fugui selama sebulan telah habis. Namun, kultivasinya baru mencapai pertengahan Pembentukan Fondasi.
"Fondasi ini terlalu rakus."
Lin Xuan membuka matanya.
"Batu Roh Menengah mulai tak berguna. Untuk menerobos lebih cepat, aku membutuhkan Batu Roh Tinggi atau urat nadi spiritual."
Tok. Tok.
Pintu diketuk.
Shen Fugui masuk dengan napas terengah-engah. Wajahnya tampak cemas.
"Tuan Mo! Kabar buruk!"
Ia membungkuk.
"Asosiasi Alkemis Bintang Jatuh akhirnya bergerak. Pemimpin Utama He mengeluarkan perintah boikot. Semua pemasok herbal, sekte dan petani dalam radius seribu li dilarang menjual herbal tingkat tiga ke atas, kepada kita."
Shen Fugui menyeka keringat dinginnya.
"Siapa pun yang melanggar akan dihukum Pasukan Penegak Hukum. Persediaan herbal tingkat rendah kita masih banyak. Namun, para pelanggan mulai mencari pil tingkat empat untuk menerobos Inti Emas. Tanpa herbal tingkat tinggi, kita tidak bisa menjangkau pasar itu."
Lin Xuan hanya tersenyum sambil mengetukkan kipas ke telapak tangannya.
"Pemimpin Utama He akhirnya keluar dari persembunyiannya."
Ia terkekeh.
"Jadi mereka mengira pil tingkat tiga harus dibuat dari herbal tingkat tiga?"
Lin Xuan menggelengkan kepalanya.
"Mereka benar-benar tidak memahami alkimia."
"T-Tuan, apa yang harus kita lakukan? Pelanggan dari sekte dalam mulai mencari Pil Tingkat Empat. Kalau kita tidak memilikinya, Paviliun Jiwa Bintang akan kehilangan pamornya."
"Siapa bilang Pil Tingkat Empat harus dibuat dari herbal tingkat empat?"
Lin Xuan bangkit. Jubahnya bergerak perlahan.
"Shen Fugui, kau masih ingat tulang dan inti monster Inti Emas yang kubeli dari Tie Zang?"
Mata Shen Fugui melebar.
Tentu saja ia ingat. Bagian tubuh monster yang rusak atau tercemar racun biasanya dibuang karena tak ada alkemis yang mau memurnikannya. Namun, Tuan Mo justru membelinya dengan harga murah.
"Bawa semuanya kemari. Siapkan juga sepuluh ribu porsi herbal murahan yang kita timbun."
Lin Xuan tersenyum tipis.
"Asosiasi ingin memutus pasokan herbal? Biarkan saja."
Ia mengangkat kipasnya.
"Aku akan menggunakan racun monster dan rumput liar untuk meracik Pil Inti Emas Pembakar Darah. Kita akan menghancurkan pasar mereka dengan pil yang jauh lebih kuat."
Shen Fugui menelan ludahnya
Menggunakan bahan busuk dan racun monster untuk membuat Pil Tingkat Empat?
Hanya Tuan Mo yang bisa mengatakan hal segila itu dengan tenang.
Ia segera berlari keluar untuk melaksanakan perintah.
Tak lama kemudian, pintu ruang bawah tanah kembali terbuka.
Xiao Ya masuk sambil membawa kotak kayu cendana yang disegel lapisan es.
"Tuan Muda."
Ia menggunakan panggilan aslinya karena hanya mereka berdua yang berada di ruangan.
"Ada kiriman rahasia dari kafilah dagang lintas benua. Ini dari Nona Su Yue'er."
Lin Xuan mengangkat alisnya. Ia menerima kotak itu lalu mematahkan segelnya .
Di dalamnya terdapat sebuah cincin penyimpanan dan sepucuk surat bertinta emas.
Dari dalam cincin itu mengalir aura Yin dan Yang yang sangat murni.
Lin Xuan membaca surat tersebut dalam sekejap.
"Kepada Tuan Muda Lin Xuan.
Ibukota Langit Angin kini berada di bawah kendali Keluarga Su. Asosiasi Alkemis Bintang Bawah juga telah tunduk.
Aku telah mencapai Inti Emas Awal berkat Fondasi Harmoni Yin-Yang. Di dalam cincin ini ada seratus ribu Batu Roh Menengah dari sisa harta Ouyang serta beberapa bahan Yin-Yang langka.
Pasukan Bayangan sedang kulatih.
Jika pedangmu membutuhkan sarung atau Benua Tengah terlalu berisik, panggil aku. Aku akan membawa lautan darah untukmu.
**Su Yue'er."
"Inti Emas Awal hanya dalam sebulan."
Lin Xuan tersenyum puas.
"Gadis itu memang jenius. Tidak sia-sia usahaku membangun fondasinya."
Namun, senyumnya segera menghilang.
Telinganya bergerak.
Domain Penekan Naga Sejati menangkap dua riak Qi di atas Paviliun Jiwa Bintang.
"Inti Emas Akhir. Dua orang."
Lin Xuan menyipitkan matanya
"Mereka menyembunyikan aura dengan jubah tingkat bumi. Bahkan Tie Zang tidak menyadarinya."
Xiao Ya langsung menghunus Belati Bulan-Matahari.
"Orang Asosiasi?"
"Bukan."
Lin Xuan menyimpan kotak cendana ke dalam cincin penyimpanan nya.
"Aura mereka mengandung Api Suci. Rupanya Sekte Api Suci sudah mencium jejak kita."
Ia tersenyum tipis.
"Pertumbuhan paviliun ini terlalu cepat. Wajar kalau menarik perhatian."
Di atas Paviliun Jiwa Bintang, dua sosok berjubah hitam menyatu dengan bayangan malam.
Mereka adalah Pembantai Bayangan. Dua pembunuh elit yang disewa Sekte Api Suci untuk memburu Lin Xuan.
"Nomor Tiga. Kau yakin ini tempatnya?" bisik salah satunya.
"Api di sini sangat kuat. Orang yang mampu membuat pil enam cincin sebanyak itu pasti menyimpan rahasia besar. Bisa jadi dia memiliki Api Surgawi."
Pembunuh satunya menatap paviliun.
"Target Ketua Sekte Yan memiliki api putih. Kita periksa sarjana bernama Tuan Mo itu. Jika bukan Lin Xuan, bunuh saja dia dan ambil seluruh harta paviliunnya."
Ia menyeringai.
"Lima puluh ribu Batu Roh Menengah sehari. Cukup untuk hidup nyaman seumur hidup."
Keduanya terkekeh.
Tubuh mereka perlahan menyatu dengan bayangan. Mereka menembus atap tanpa meninggalkan sedikit pun kerusakan.
Mereka tidak tahu bahwa sejak langkah pertama menginjak atap paviliun, keberadaan mereka sudah berada dalam genggaman Lin Xuan.
Kedua pembunuh itu turun menuju ruang bawah tanah.
Saat menembus langit-langit, mereka tidak menemukan sarjana yang tertidur.
Di tengah ruangan yang hanya diterangi cahaya lilin, Lin Xuan duduk bersila sambil menyesap teh.
"Menembus atap orang tanpa izin adalah kebiasaan buruk."
Kedua pembunuh tersentak. Namun, niat membunuh segera memenuhi mata mereka.
"Ketahuan! Bunuh!"
Dua belati beracun melesat menuju leher dan jantung Lin Xuan. Kecepatan ahli Inti Emas Akhir begitu cepat hingga udara bergetar.
Lin Xuan bahkan tidak bangkit. Cangkir tehnya tetap di tangannya.
Ia hanya menghela napas pelan.
"Kalian datang jauh-jauh hanya untuk mengotori lantai rumahku?"
Lin Xuan mengangkat telunjuk kirinya.
Sebuah teratai kecil muncul di ujung jarinya. Bagian luarnya putih murni dengan inti biru kehijauan.
Teratai Kemurkaan Langit.
Bunga itu berputar perlahan.
Dalam sekejap, ruang di sekitarnya membeku.
Kedua pembunuh berhenti di udara. Tubuh mereka tak mampu bergerak sedikit pun. Tekanan mengerikan dari teratai kecil itu bahkan membuat ruang di sekitar mereka bergetar.
"A-Apa ini?!"
Nomor Tiga memucat.
"Domain?! Kau ahli Transformasi Roh?!"
Lin Xuan tidak menjawab. Ia hanya menjentikkan jarinya.
Teratai Kemurkaan Langit melayang melewati belati yang membeku di udara lalu menyentuh dada salah satu pembunuh.
Tidak ada ledakan.
Hanya terdengar desisan pelan.
Sss...
Tubuh pembunuh itu memutih dari dada hingga kaki. Dalam sekejap, tubuhnya berubah menjadi debu. Api Teratai melahap sisa tubuhnya hingga tak meninggalkan jejak.
Seorang ahli Inti Emas Akhir lenyap tanpa sempat melawan.
Pembunuh kedua gemetar hebat.
"T-Tidak! Ampun! Kami hanya menjalankan perintah Sekte Api Suci!"
"Aku tahu."
Teratai itu berbalik menuju pembunuh kedua.
Sss...
Dalam dua tarikan napas, pembunuh terakhir pun lenyap. Hanya dua cincin penyimpanan yang jatuh ke lantai.
Lin Xuan menarik kedua cincin itu dengan Kekuatan Jiwa lalu memeriksa isinya.
"Sekte Api Suci mulai tidak sabaran."
Ia menyesap sisa tehnya.
"Identitas Tuan Mo cepat atau lambat akan menarik perhatian para petinggi sekte. Aku tidak bisa terus menunggu."
Lin Xuan berdiri.
Aura yang selama ini ia tekan perlahan bangkit. Nyala lilin di ruangan langsung bergoyang liar.
"Besok aku akan meracik seribu Pil Inti Emas Pembakar Darah."
Tatapannya menjadi dingin.
"Setelah pasar Asosiasi Alkemis Bintang Jatuh runtuh dan kekayaan mereka jatuh ke tanganku, aku akan menerobos ke Pembentukan Fondasi Akhir."