Alena tidak pernah menyangka akan dinikahi oleh Aditya Pradana, CEO dingin yang juga mantan kakak iparnya.
Tujuannya satu: menjadi ibu untuk Sean, anak tiri berandal yang membencinya setengah mati.
Sean melakukan segala cara untuk mengusir Alena.
Balapan liar, berkelahi, membolos.
Tapi Alena yang berjilbab ini tidak takut.
Ia lawan balik Sean di arena balap dan di lapangan futsal.
Hingga Sean diam-diam kagum dan berbisik, "Siapa sebenarnya kamu, Bunda?"
Di sisi lain, Aditya Pradana yang dibantu Rendra, mulai menyadari...
Adik iparnya yang dulu pendiam itu, kini menjadi wanita yang tidak bisa ia lepaskan.
Pernikahan kontrak ini, apakah akan berakhir dengan cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
1 bulan lebih 2 minggu berlalu sejak Naya pertama kalinya dikenalkan dengan kluarga Sean.
Sekarang kandungan Alena sudah 20 minggu 3 hari.
Baby bump-nya sudah bukan tonjolan kecil lagi, tapi sudah bulat, besar, cantik banget. Kalau Alena pakai dress hamil sage green ketat pemberian Aditya, sudah jelas banget perutnya yang besar, sudah tidak bisa ditutupin lagi. Kalau jalan, sudah agak ngangkang dikit, badannya sudah mulai pegel-pegel apa lagi bagian pinggang.
Ngidam aneh jam 2 pagi sudah mulai hilang,namun bukan berarti tidak nyidam tapi ganti jadi ngidam manis-manis terus. Es krim, coklat, kue lapis. Kata Dokter Tania, baby 20 minggu lagi butuh banyak gula.
Sean dan Naya makin lengket. Hampir tiap hari Naya main ke Pondok Indah.Kadang Naya membantu Bi Ijah masak, kadang ikut tidur siang di sofa taman sama Alena. Mereka lebih terlihat seperti Kaka adik dibanding ibu mertua dan calon menantunya.
Hari ini, hari besar.
Jam 09.00 pagi, jadwal USG 20 minggu, USG paling penting. USG anomaly scan + gender reveal. Hari ini sudah bisa melihat jenis kelamin baby biru pink Pradana.
Aditya sengaja libur dari Pradana Tower, tidak ada meeting, semua meeting dicancel. Sean izin tidak masuk kuliah hari ini, Naya juga izin tidak kuliah ,bahkan Bi Ijah, Sinta ,Wulan, semua ikut ke RS karna ingin tau hasil USG hari ini.
Rudi satpampun tak kahal ketinggalan,dia ikut nunggu di parkiran.
Pondok Indah Hospital lantai 5 VIP, jam 09.30, ruang USG 5.
Alena tiduran di ranjang , perutnya mulai dioles gel dingin,kali ini perutnya benar-benar terlihat sudah membesar.
Di sekeliling ranjang, ada Aditya menggenggam tangan kiri, Sean menggenggam tangan kanan, Naya di sebelah Sean pegang tangan Sean, Bi Ijah di ujung bawa tisu, Dokter Tania sampai tersenyum melihat mereka semua.
"Bu A, Pak A, sudah siap lihat jenis kelamin baby biru pink kita? Sudah 20 minggu 3 hari,ini sudah terlihat begitu jelas," kata Dokter Tania sambil gerakin alat USG di perut bulat Alena.
Layar besar hitam putih sudah dinyalakan
Bayi Alena sudah terlihat besar, panjangnya sudah 25 cm, kepala ,tangan,kaki dan organ yang lainnya sudah lengkap.
Semua orang di ruangan diam, menatap layar.
Dokter Tania mulai menggerakan alat ke bawah perut.
"Nah ini... lihat Bu..."
Di layar kelihatan jelas.
"Selamat Bu A, Pak A, Kak Sean, ini..."
Dokter Tania tersenyum lebar.
"BABY GIRL! Baby cewek Bu! Cantik dan sangat Sehat!"
Ruang USG 5 langsung meledak.
Alena terharu sampai air matanya menetes,
"Mas Allhmdulillah baby girl Mas... anak kita perempuan Mas..."
Aditya tak kalah bahagianya,matanya hampir meneteskan air mata namun ia tahan karna malu.
"Baby girl sayang Allhmdulillah, akkirnyab kita punya anak cewek sayan,Sean papa punya anak cewek.
kebahagiaan terlihat jelas diwajah kk Sean,"ADEK CEWEK! ADEK CEWEK! SEAN PUNYA ADEK CEWEK BUN! BUKAN ADEK COWOK BUN! ALHAMDULILLAH.."
Naya tersenyum,ikut merasakan kebahagiaan yang mereka dapatkan ."Selamat Bunda! Baby girl Bunda cantik pasti Bun!"
Bi Ijah di ujung juga tersenyum bahagia, "Alhamdulillah Bu Alena akhirnya ada Alena Junior ya Bu."
Setelah dokter Tania print hasil USG mereka keluar dengan senyum mengembang diwajahnya.
Jam 10.00, acara belum selesai. Aditya sudah siapkan gender reveal kecil-kecilan di taman belakang Pondok Indah Hospital, private garden lantai 5 yang hanya untuk VIP.
Di taman itu sudah ada balon besar hitam, di dalamnya ada confetti pink, sudah disiapkan Aditya semalam lewat EO.
Alena,Sean dan Aditya berdiri dengan memegang balon hitam besar,sudah siap dengan jarum kecilnya.
Dalam hitungan satu sampai tinggal mereka meletuskan balon besar itu.
"Satu...dua...tigaa..."
DUAR!
Confetti pink meledak keluar, terbang di taman lantai 5 Pondok Indah Hospital.
PINK! BABY GIRL!
Semua perawat VIP lantai 5 tepuk tangan, "Selamat Bu A atas kehadiran baby girlnya!"
Sean,Alena dan aditya saling berpelukan.
Naya yang melihat itu tak mau meninggalkan momen indah itu kemudian Naya pun fotoin mereka bertiga.
Jam 12.00, pulang ke rumah Pondok Indah, mobil Alphard penuh confetti pink.
Sampai di rumah, di taman belakang sudah dihias Bi Ijah sama Sinta dan Wulan: taman dihias dengan tulisan "WELCOME BABY GIRL PRADANA" semua berwarna pink, balon pink putih lengkap dengan kue besar bertulisan "It's a Girl!"
Makan siangpun heboh.
Tapi jam 14.00, ada drama baru, bukan dari Clarissa, tapi dari Sean.
Sean tiba-tiba berdiri di tengah taman, pegang tangan Naya, tarik Naya ke tengah taman, di depan balon pink "It's a Girl!"
Alena, Aditya, Bi Ijah, Sinta Wulan semua kaget melihat Sean.
Mendadak muka sean merah, tapi tetap memberanikan diri, pegang tangan Naya dengan erat, lututnya pelan-pelan ditekuk, berlutut 1 kaki di atas rumput taman, di depan confetti pink yang masih berserakan.
Naya langsung kaget,dan menutup mulutnyq dengan tangan "Sean... Sean kamu mau ngapain?"
Alena juga terkejut melihat itu namun ia hanya diam dan menunggu apa yang akan anaknya lakukan.
Adityapun langsung berdiri,rahangnya mengeras namun sebisa mungkin tetap ia tahan agar amarhnya tidak meledak.
Sean, dengan suara gemetar, dari saku celananya mengeluarkan kotak kecil beludru hitam, bukan kotak mahal, kotak 200 ribu dari Shopee, di dalamnya ada cincin perak kecil harga 500 ribu, dari uang tabungannya sendri.
"Naya..."
"Yang... tadi di RS... aku lihat adek aku cewek... aku terharu banget Yang... aku lihat Bunda sama Ayah bahagia banget punya baby girl... aku juga pengen bahagia kayak Ayah Bunda Yang..."
"Aku tau kita masih 18 tahun Yang... masih semester 1 Yang... masih kecil Yang... aku belum bisa beliin kamu cincin berlian kayak Ayah beliin Bunda Yang... cuma cincin perak 500 ribu ini yang mampu aku beli..."
"Tapi Yang... mau gak Yang... kamu janji... habis lulus UI nanti 4 tahun lagi... kamu nikah sama aku Yang..."
" Di depan semua orang aku melamar kamu Naya buat jadi calon istriku 4 tahun lagi.
Taman belakang Pondok Indah hening total.
Naya menangis, air matanya jatuh begitu saja.
Alena terharu dan tak menyangka jika putranya sudah meminang seorang gadis tepat didepannya.
Sementara Aditya yang awalnya mau marah justru terharu melihat keberanian putranya yang melamar seorang gadis dengan cincin didepan keluarganya meskipun cincin itu ia beli dari hasil tabungannya.
Naya mengangguk pelan, masih menangis, "Iya Sean... iya aku mau Sean... 4 tahun lagi Sean... aku mau nikah sama kamu Sean..."
Sean langsung pasang cincin perak itu ke jari manis Naya, kebesaran dikit, tapi Naya tetap tersenyum.
Sean kemudian berdiri dan memeluk Naya di tengah taman pink.
Alena berteriak," Sean kamu keren nak." ucapnya.
Aditya tertawa, detik berikutnya Aditya mendekati Sean dan Naya memeluk keduanya.
"Sean, Naya, Ayah setuju, tapi janji ya, 4 tahun lagi, kalian harus lulus kuliah dulu, IPK harus di atas 3,5 dua-duanya, baru nikah,jaga batasan jangan sampau hamil duluan, Ayah belum siap jadi kakek."
Naya dan Sean teretawa sekaligus menangis bareng, "IYA AYAH!"
Malam jam 19.00 mereka semua makan malam bersama,malam ini Naya sudah resmi jadi calon mantu keluarga Pradana.
Aditya melihat sekeliling dia meras bahagia, hidupnya mulai terasa lengkap.Ada Alena dan calon buah hatinya bukti cinta Alena dan aditya ada Sean dan kini ada Naya calon menantunya.
Bersambung