NovelToon NovelToon
Mantan Tuan Muda

Mantan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:338
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Ini bukan sekadar cerita tentang cinta beda kasta. Ini adalah perjalanan tentang sebuah nama besar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

golden tiket

Langkah kaki sang manajer terdengar mantap saat berjalan mengekor di belakang Bayu. Wajahnya yang semula tegang sengaja diubah menjadi seramah mungkin, lengkap dengan senyuman profesional yang tampak dipaksakan.

Tak lama, Bayu dan manajer restoran pun datang ke hadapan meja sudut VIP tersebut. Sang manajer langsung membungkuk hormat dengan tangan bertumpu di depan perut.

"Ada yang bisa saya bantu, Nona?" tanya sang manajer dengan nada suara yang sengaja dilembutkan.

"Ya... saya minta dia menemaniku makan," kata Mita dengan tenang tanpa beban, sambil menunjuk ke arah Bayu menggunakan garpu peraknya.

Raut wajah sang manajer langsung berubah sedikit kaku. Dia berdehem kecil sebelum mencoba memberikan pembelaan atas aturan tokonya.

"Maaf, Nona... Peraturan kami memang tidak memperbolehkan hal itu. Karena pada jam kerja, seluruh pelayan harus tetap fokus melayani semua pelanggan yang ada," kata sang manajer, mencoba terdengar tegas demi mempertahankan wibawanya yang sempat terancam kemarin malam.

Hm... mendengar jawaban itu, sepertinya Mita menemui jalan buntu. Aturan restoran yang kaku itu seolah membatasi keinginannya.

Namun, sebagai seorang direktur sekaligus pemilik perusahaan besar di kota ini, cara berpikir Mita tentu saja berbeda dengan kebanyakan orang biasa. Di dunia bisnisnya, tidak ada jalan buntu yang tidak bisa dibeli atau dihancurkan dengan sebuah keputusan taktis.

Mita meletakkan garpunya, lalu menatap lurus ke arah mata sang manajer. "Apa dia ada kontrak?" tanya Mita menyelidiki status kepegawaian Bayu.

Sang manajer sempat tertegun dengan pertanyaan yang tidak biasa itu. "Maaf, Nona... untuk saat ini semua pelayan di sini masih sebatas pekerja harian. Kami tidak mengikat mereka dengan kontrak resmi."

"Dengan gaji pas-pasan," kata Mita menyambung kalimat sang manajer dengan nada menyindir yang sangat telak. Manajer itu hanya bisa menelan ludah, tidak berani membantah fakta tersebut.

Mita kemudian mengalihkan pandangannya kembali kepada Bayu.

"Duduk," kata Mita mengulang kata-katanya dari awal dengan penekanan yang jauh lebih dingin dan mutlak.

Manajer itu langsung melirik tajam ke arah Bayu dengan tatapan mengancam, seolah memberi kode keras agar Bayu menolak. Dan di posisi itu, Bayu merasa sangat serba salah. Di satu sisi dia butuh pekerjaan harian ini, di sisi lain dia tidak ingin menyinggung wanita berkuasa di depannya.

"Maaf, Nona Mita... tolong ampuni saya," ucap Bayu mencoba mencairkan ketegangan, suaranya terdengar sangat tulus. "Bukan aku tidak mau menemani Anda... tapi..."

"Duduk," kata Mita kembali mengulang, memotong kalimat pembelaan Bayu tanpa ragu. "Dan kamu berhenti saja dari sini," kata Mita meneruskan perkataannya dengan santai, seolah memecat seseorang dari pekerjaan harian adalah hal sekecil membalikkan telapak tangan.

Jantung Bayu berdegup kencang.

"Lalu...?" tanya Bayu menggantung kalimatnya, meminta kepastian atas nasib hidupnya esok hari.

"Kerja sama aku," jawab Mita singkat, padat, dan penuh keyakinan.

Mendengar kata-kata sakti itu keluar dari bibir sang direktur muda, insting bisnis Bayu yang sempat mati suri setahun terakhir langsung menyala hebat. Tanpa tahu apa pekerjaan yang akan datang ataupun berapa gaji yang akan dia terima kelak, Bayu langsung menarik kursi dan duduk dengan tegas di hadapan Mita.

Dia melepaskan seragam pelayan harian seratus ribu rupiahnya dalam hitungan detik.

Tentu saja sang manajer terlihat sangat marah melihat pembangkangan terang-terangan di depan matanya sendiri. Wajahnya memerah menahan geram karena harga dirinya diinjak-injak oleh pelayan baru. Namun... mana berani dia berkata-kata atau memaki di hadapan Nona Mita? Manajer itu akhirnya hanya bisa mengepalkan tangan setinggi pinggang, berdiri mematung dengan napas memburu, menyaksikan bagaimana pelayan yang paling sering dia tindas itu kini telah melangkah masuk ke dalam lingkaran kaum elit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!