NovelToon NovelToon
Takdir Kedua Pernikahan Kontrak Istri Mafia

Takdir Kedua Pernikahan Kontrak Istri Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Time Travel
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Laksmi Harsa

kecelakan tragis itu merenggut nyawa Kiara, setelah mengetahui fakta bahwa dia dikhianati suaminya.

Tetapi Tuhan selalu memberi plot twist yang tidak pernah bisa kita tebak. Kiara mendadak terbangun kembali ke lima tahun lalu tepat di hari pertama pernikahan kontrak mereka dimulai.

Menyadari bahwa dia kembali mengulang waktu, kali ini Kiara bertekad untuk mengumpulkan uang lalu kabur demi menyelamatkan nyawanya. Akan tetapi, Kiara justru dibuat syok oleh perubahan drastis Dante, sang mafia kejam yang tiba-tiba berubah menjadi super bucin, posesif, dan memanjakan Kiara dengan uangnya yang tidak akan pernah habis itu. Kiara tidak pernah tahu bahwa suaminya yang kejam itu ternyata juga ikut bereinkarnasi dari masa depan, membawa rasa bersalah dan sejuta penyesalan yang siap melakukan apa saja agar sang istri tidak pernah pergi lagi dari pelukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laksmi Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Atita yang tlah usai, kisah lama pelan sirna. smrti tentangmu kini lenyap, mukti dari bayangmu. Kau hanyalah sepi purba, wismrta selamanya, takkan kuingat lagi.

...----------------...

Matahari baru saja naik setinggi galah ketika limosin hitam milik Dante Belmont bergerak meninggalkan halaman mansion menuju kantor. Kiara berdiri di balik jendela besar lantai dua, mengawasi kepergian suaminya dengan tatapan datar. Begitu mobil itu menghilang di balik gerbang besi yang kokoh, Kiara berbalik menuju meja riasnya. Ia menyambar tabletnya, memeriksa pergerakan pasar saham.

Kiara memang hanya lulusan SMA, akan tetapi berbekal ingatan masalalu dia mempelajari semuanya secara otodidak.

Ting!

Sebuah notifikasi dari 'Phoenix' muncul di layar.

["BioTech Global mulai menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan di pasar pra-pembukaan, Nona. Sentimen negatif menyebar dengan cepat. Jika ini berlanjut hingga penutupan sore nanti, prediksi Anda akan menjadi kenyataan."]

Kiara tersenyum tipis. Jemarinya dengan cepat mengetik balasan. "Tetap awasi posisiku. Jangan biarkan ada satu sen pun yang lolos dari sistem pelacak."

Sebelum ia sempat meletakkan tabletnya, suara gaduh samar-samar terdengar dari arah lantai bawah. Ketukan panik di pintu kamarnya segera menyusul. Kiara melangkah membuka pintu dan menemukan Siska berdiri di sana dengan wajah pucat pasi.

"Ada apa, Siska? Wajahmu tampak seperti melihat hantu?" tanya Kiara tenang.

"Nyonya... di bawah... ada tamu yang memaksa masuk," jawab Siska dengan suara bergetar. "Para penjaga di gerbang depan sempat menahannya, tetapi dia mengamuk dan mengaku sebagai kakak kandung Anda. Dia... dia Nona Sora, Nyonya."

Jantung Kiara berdesir pelan. "Di mana dia sekarang?"

"Para pengawal menahannya di ruang tamu utama, Nyonya. Mereka tidak berani bertindak terlalu kasar karena Tuan Dante belum memberikan instruksi, dan dia terus membawa-bawa nama keluarga Anda," jelas Siska.

"Biarkan dia di sana. Aku akan menemuinya," kata Kiara datar. "Dan Siska, jangan hubungi Dante, Leo atau Marcus. Biarkan aku menyelesaikan ini sendiri."

"Tapi, Nyonya—"

"Ini perintah, Siska."

Kiara melangkah menuruni tangga mansion dengan anggun. Dress rumahan sutra berwarna krem yang dikenakannya melambai pelan, kontras dengan tekad yang membakar dadanya. Di ruang tamu utama yang megah, Sora sedang duduk di atas sofa beludru merah dengan menyilangkan kaki. Wanita itu mengenakan gaun berwarna merah menyala, dengan kacamata hitam yang bertengger di atas hidungnya. Wajahnya tampak angkuh, mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan dengan tatapan penuh kedengkian.

Begitu mendengar suara langkah kaki Kiara, Sora melepas kacamata hitamnya dan berdiri. Sebuah senyum kemenangan yang palsu terukir di bibirnya.

"Ah, lihat siapa yang akhirnya keluar dari sarang emasnya," sapa Sora, dengan nada merendahkan. "Adik kecilku yang malang. Akhirnya kita berjumpa, Kiara."

Kiara tidak membalas sapaan itu. Ia berjalan dengan tenang dan duduk di kursi tunggal di seberang Sora, melipat kedua tangannya di atas pangkuan. "Hi... Salam kenal, nona muda Daichi. Jadi... untuk apa kau datang ke sini, Sora? Aku tidak ingat pernah mengundangmu ke rumah suamiku."

Sora tertawa renyah, sebuah tawa yang terdengar sangat hambar di telinga Kiara. Ia kembali mengempaskan tubuhnya ke sofa, menatap Kiara dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Rumah suamimu? Oh, Kiara, kau benar-benar menggemaskan. Kau sebut tempat terkutuk ini sebagai rumah? Dan Dante... kau sebut dia suamimu dengan begitu bangga?"

"Dia suamiku yang sah secara hukum dan agama, Sora. Apakah ada bagian dari fakta itu yang membuat telingamu panas?" sahut Kiara dingin.

Sora mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya menyipit penuh bisa. "Sah? Jangan naif, Kiara! Kau tahu betul kenapa kau bisa berada di sini. Dante tidak pernah menginginkanmu? Kau hanya peran pengganti untuk sementara, Kiara! Sebuah barang mainan yang bisa dibuang kapan saja!"

Kiara menatap mata kakak seayahnya itu. Ingatan tentang penyiksaan yang dia alami saat berada dirumah ayahnya berputar di kepalanya. Manusia di depannya ini adalah sumber utama kenapa dia bisa masuk ke dalam neraka berkedok mansion milik Dante dan berakhir mati mengenaskan.

Namun sekarang, setelah melewati satu siklus kematian, Kiara hanya melihat seorang wanita menyedihkan yang sedang mengemis perhatian.

"Jika aku hanya peran pengganti yang tidak berharga," Kiara menaikkan satu alisnya, suaranya tetap datar tanpa emosi, "lalu kenapa semalam kau menangis di telepon, memohon-mohon padanya agar dia menemuimu di bandara?"

Senyum di wajah Sora seketika lenyap. Wajahnya memerah karena malu disertai amarah yang memuncak. "Kau... kau menguping?!"

"Aku tidak perlu menguping untuk tahu bahwa suamiku membentakmu dan menyuruhmu membusuk di luar sana," tukas Kiara tajam. "Jadi, katakan padaku, Sora. Siapa di antara kita yang pada akhirnya di buang seperti sampah?"

Sora mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih "Jangan berlagak sombong, Kiara! Kau tidak tahu apa-apa tentang Dante! Dia hanya berpura-pura manis padamu karena dia masih membutuhkanmu untuk di jadikan budak! Aku mengenalnya jauh lebih lama darimu! Dialah yang membiayai sekolahku di luar negeri, dialah yang selalu datang setiap kali aku memanggilnya!"

"Itu dulu, Sora. Kisah masalalu yang sudah basi," potong Kiara. "Dan jika kau datang ke sini hanya untuk memamerkan sisa-sisa kejayaan masa lalumu dengan suamiku, pintu keluar ada di sebelah kananmu. Silakan angkat kakimu sebelum para pengawal menyeretmu keluar."

Sora berdiri dengan sentakan kasar, matanya melotot penuh kebencian. "Kau pikir kau sudah menang hanya karena memakai berlian di lehermu?! Dengar baik-baik, Kiara! Dante Belmont adalah mafia berdarah dingin. Pria seperti dia tidak memiliki hati untuk mencintai siapa pun! Suatu hari nanti, ketika dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, dia akan mengurungmu di menara dingin sampai kau mati membusuk tanpa ada seorang pun yang peduli! Dia memanipulasimu! Dia memberikanmu kemewahan ini hanya untuk membuatmu lengah sebelum dia menghancurkanmu!"

Kata-kata Sora tentang 'mengurungmu di menara dingin sampai kau mati membusuk' menimbulkan trauma yang sangat hebat di kepala Kiara. Napas Kiara sempat tertahan sejenak. Bayangan tentang menara barat yang gelap, rasa lapar yang menyiksa, dan pandangan mata kejam Dante di kehidupan pertama mendadak berkelebat cepat di depan matanya.

Sora yang melihat perubahan ekspresi Kiara langsung tersenyum penuh kemenangan. "Lihat? Kau ketakutan, kan? Kau sendiri tahu bahwa apa yang kukatakan adalah kebenaran! Kau hanya boneka pajangan yang malang, Kiara!"

Kiara memejamkan matanya sejenak, menarik napas dalam-dalam untuk menstabilkan detak jantungnya. Ketika ia membuka mata kembali, kilatan dingin di matanya jauh lebih tajam dan mematikan daripada sebelumnya.

"Kau selesai berbicara?" tanya Kiara, suaranya begitu tenang hingga terdengar mengerikan di ruangan yang luas itu.

Sora tertegun sejenak oleh ketenangan adiknya. "Apa?"

Kiara berdiri dari kursinya, melangkah perlahan mendekati Sora. Aura yang terpancar dari tubuhnya membuat Sora secara refleks mundur satu langkah.

"Kau bilang Dante memanfaatkanku? Kau bilang dia mengurungku?" Kiara tersenyum dingin, menatap lurus ke dalam manik mata Sora. "Kalaupun semua perkataanmu itu benar, itu adalah urusanku dengan suamiku. Aku tidak butuh wanita jalang yang frustrasi karena dicampakkan untuk datang ke rumahku dan mengajari cara menjalani hidupku. Kau ingin tahu kenapa Dante memberikan semua kemewahan ini padaku? Karena aku adalah istrinya. Dan kau? Kau hanyalah sampah masa lalu yang bahkan tidak diizinkan melewati gerbang depan jika aku tidak mengizinkannya."

Byuuurrr!

Kiara menyiram wajah Sora dengan segelas teh yang tadi sempat disuguhkan pelayan.

"Kiara! Berani-beraninya kau—" Sora mengangkat tangannya, bersiap untuk melayangkan tamparan ke wajah Kiara.

Namun, sebelum tangan Sora sempat bergerak lebih jauh, sebuah suara bariton yang sangat berat dan dingin terdengar dari arah pintu masuk. "Turunkan tanganmu, Sora. Atau aku pastikan kau akan kehilangan tangan itu sebelum matahari terbenam."

Dante Belmont berdiri di ambang pintu. Pria itu masih mengenakan setelan jas, namun raut wajahnya tampak begitu mengerikan. Rahangnya mengeras sempurna, dan sepasang mata elangnya menyala penuh amarah, siap membakar siapa saja di hadapannya. Di belakangnya, ada Leo, Marcus dan empat pengawal bertubuh kekar berdiri dengan posisi sigap.

...----------------...

Author Notes!

Kasih aku semangat please... ☹️

1
Dhisha
lanjut Thor... suka banget kalau papa Dante mode sangar
Laksmi Harsa: ikutin terus mama papa dante ya kak
total 1 replies
Dhisha
hari ini agak telat update ya Thor? aku nungguin dari tadi loh
Laksmi Harsa: hari ini agak sibuk di dunia fana 🤭 tapi masih berusaha buat sempetin update walau agak telat. btw... makasih udah selalu mampir yaa kak 😍
total 1 replies
Dhisha
hayoo siapa yang telpon mama Kiara gw
Laksmi Harsa: penasaran yaa.... stay tune ok 🤭
total 1 replies
Dhisha
yaah... tanda² nggak jadi ikut mama Kiara kabur deh
Laksmi Harsa: kita culik mama Kiara aja apa gimana nih kak, paksa kabur 🤣
total 1 replies
Dhisha
nah kaaan, mama Kiara mending urungin deh niat kaburnya. papa Dante kan sekarang udah mode jinak 🤣
Dhisha: aku juga mau kali Thor... bagi napa, jangan diambil sendiri 😄
total 2 replies
Shaqueena Wibowo
maaf ngelunjak thor... bisa kali double up 🤭
Laksmi Harsa: peregangan otot dulu kak 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
ciee... mama kiara, udah mulai khawatir 😍
Laksmi Harsa: mama Kiara udah mulai kecantol pesona papa Dante 😄
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
nggak bisa... aku udah nahan diri buat nabung bab, eh pas ada notif update dari mama kiara langsung gatel pingin baca 🤭
Shaqueena Wibowo: siap kawal Belmont family sampe punya anak cucu nih thor
total 2 replies
Dhisha
Nah kaaan... mama Kiara udah kepelet sama pesona papa dante🤣 Thor... bisa kali satu bab lagi 🤭
Dhisha: ditunggu bab selanjutnya thor💪
total 2 replies
Shaqueena Wibowo
penasaran sih.. rahasia apa yang di simpan dante. please thor... lanjut 😍🤭
Laksmi Harsa: ikutin terus ya kak... jangan lupa like, dan beri ulasannya. jadi makin semangat aku nulisnya 😍🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
my hero dante 😍
Laksmi Harsa: love papa Dante
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
kairo ini minta di masukin selokan kyaknya
Laksmi Harsa: ayo kak... aku temenin 🤣
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
kusebut kau si tampan dan perkasa dante 😍
Laksmi Harsa: ikutin terus ya kak... jangan lupa beri ulasan 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
jujur... keren banget ceritanya, minim typo dan bahasanya mudah dimengerti. 👍
Laksmi Harsa: kak... terimakasih 😍
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
cuma kiara yang tau rasanya dante 🤭
Laksmi Harsa: gurih pasti ya kak 🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
dante mode sugar daddy 😍
Laksmi Harsa: mau yang kyak Dante ya kak? 🤭
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
menjijikan sekali sora sama ayahnya ini
Laksmi Harsa: masukin karung aja nggak sih?
total 1 replies
Shaqueena Wibowo
ada kalanya, orang tualah yang berdosa terhadap anak. semangat kiara.... 💪
Laksmi Harsa: follow Kiara terus yaa😍
total 1 replies
Dhisha
si mama Kiara masih gengsi guys... padahal berbunga² banget tuh hatinya 🤭
Laksmi Harsa: mama Kiara mode gengsi 🤭
total 1 replies
Dhisha
Dante junior comingsoon sih inii
Laksmi Harsa: Tungguin yaa onty 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!