NovelToon NovelToon
Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Gawat! Aku Punya Anak Dari Musuh Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Karena terlalu lelah dengan urusan skripsi, Ayara pingsan dan saat terbangun Ayara mendapati dirinya berada dikehidupan dimasa depan.

Dimasa depan Ayara menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak laki-laki tampan, tetapi yang membuat Aya ingin pingsan kembali adalah Ayara menikah dengan musuhnya saat di bangku kuliah, pria tampan bernama Guzelar adalah suaminya dimasa depan.

Guzelar pria tampan yang suka menghinanya dan mengatainya wanita tidak benar karena saat di bangku kuliah Ayara suka gonta-ganti pacar hampir setiap hari, bagaimana bisa dimasa depan Guzelar menjadi pria yang lembut dan manja serta bucin padanya?.

Bagaimana Ayara bisa mengatasi semuanya dimasa depan? Menghadapi Guzelar versi bucin dan menerima fakta jika mereka sudah memiliki anak? Ikuti terus perjalanan Ayara dimasa depan! Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cari Anak Lain

Guzelar sebenarnya sudah mengetahui secara persis di mana letak persembunyian putra nakalnya itu. Berkat laporan singkat dari sang pengawal setia yang mengawasi gerak-gerik Gabriel dari kejauhan, langkah kaki pria tegap itu akhirnya membawanya tiba di area pekarangan belakang mansion.

​Hanya saja, Guzelar sama sekali tidak menyangka bahwa ia akan disuguhi sebuah tontonan super menggelikan begitu tiba di sana.

​Di balik pagar kawat kandang kelinci yang luas, Gabriel duduk bersila di atas rumput. Bocah laki-laki itu tengah asyik berbicara serius dengan dua ekor kelinci peliharaannya, si hitam legam dan si abu-abu berbulu lebat sambil sesekali mengusap hidungnya yang basah karena habis menangis.

​"Pokoknya mulai sekarang, Iel resmi jadi anak kalian, ya... Ayah Kelinci dan Ibu Kelinci," ucap Gabriel dengan nada suara memelas dan mata berkaca-kaca.

"Kalian berdua tidak boleh meninggalkan Iel sendirian di sini, ya? Janji, ya?" pintanya merengek sambil terisak kecil.

​Melihat drama tingkat dewa putranya, Guzelar yang berdiri mengawasi dari balik pagar spontan menarik napas berat. Pria itu mati-matian menahan dorongan kuat untuk tertawa terbahak-bahak. Namun, ia tahu persis risikonya jika ia ketahuan tertawa saat sang anak sedang merajuk hebat, Gabriel dijamin akan mengamuk semakin menjadi-jadi.

"​Ibu dan anak memang sama saja, hobi sekali bermain drama kalau sedang ngambek," gumam Guzelar dalam hati, mendadak teringat pada kebiasaan istrinya, Ayara. Saat Ayara sedang sebal padanya, wanita itu selalu mengancam akan menikah dengan idol K-Pop favoritnya. Rupanya, gen dramatis itu menurun deras pada sang buah hati.

​"Ehemm!"

​Guzelar sengaja berdehem sekali untuk memecah keheningan.

​Suara bariton itu sontak membuat Gabriel terperanjat kaget. Bocah lima tahun itu mendongak cepat, mendapati papanya sudah berdiri tegak di luar kandang dengan tatapan lurus ke arahnya.

​Gabriel langsung memalingkan wajahnya sinis, memeluk lututnya erat-erat. "Kamu siapa?!" tanya Gabriel ketus, sengaja berpura-pura tidak mengenali ayahnya demi mempertahankan gengsi.

​Guzelar menyunggingkan senyuman miring penuh arti. Pria itu sengaja melangkah mendekat, melipat tangan di dada dengan gaya santai namun penuh wibawa.

​"Entahlah... Sepertinya aku sedang mempertimbangkan rencana untuk mengadopsi seorang anak laki-laki baru saja," ucap Guzelar dengan nada bicara yang dibuat-buat serius.

"Soalnya, anak kandungku sendiri tiba-tiba kabur dari rumah dan dengan sukarela memilih sekelompok kelinci sebagai orang tuanya. Buat apa aku punya anak durhaka seperti itu, ya kan?"

​Mendengar ancaman telak tersebut, bola mata Gabriel kontan membelalak lebar. Sisa-sisa isakannya mendadak tertahan di tenggorokan.

​"Yasudah sana, pergi saja adopsi anak lain! Aku tidak peduli!" balas Gabriel mati-matian mempertahankan harga dirinya, meskipun jauh di dalam lubuk hatinya ia mulai diserang rasa panik yang teramat sangat.

​Guzelar tidak kehabisan akal. Pria itu memasang ekspresi dingin, lalu merogoh saku celananya, mengeluarkan ponsel pintar berwarna hitam legam.

​"Baiklah kalau itu maumu. Tadinya sih, papa ke sini berniat tulus minta maaf dan membujuk mu pulang. Tapi karena Iel bersikap ketus dan tidak mau, ya sudah, keputusan papa sudah bulat," ucap Guzelar tanpa dosa. Ia langsung mengetik layar ponselnya seolah sedang melakukan panggilan darurat.

​"Halo, Vandra..." ucap Guzelar dengan suara lantang yang sengaja dikeraskan agar terdengar jelas oleh putranya.

"Segera temukan seorang anak laki-laki yang baik, penurut, dan tidak suka merajuk untuk dijadikan anak angkat olehku dan istriku. Soalnya, anak kandung kami yang bernama Gabriel lebih memilih sepasang kelinci sebagai orang tuanya. Besok pagi, pastikan anak itu sudah ada di..."

​"Tidaaaak mauuu! Huwaaaa!" potong Gabriel histeris. Pertahanan bocah itu langsung runtuh seketika dalam waktu kurang dari lima detik.

​Tangisan Gabriel pecah sejadi-jadinya. Tanpa memedulikan harga dirinya lagi, bocah itu melompat bangkit dari rumput, menerobos pintu kecil kandang, dan langsung berlari kencang menghambur keluar menghampiri ayahnya.

​"Papa tidak boleh cari anak lain! Huaaa, Iel tidak mau!" teriak Gabriel histeris, memeluk erat kedua kaki sang papa sambil menangis sesenggukan.

​Guzelar menatap putranya dengan sorot mata serius yang dibuat-buat, pertanda ia ingin memberikan pelajaran tegas agar Gabriel tidak suka sembarangan melontarkan kata-kata saat marah.

​"Bukannya tadi Gabriel sendiri yang bilang di hadapan dua kelinci itu kalau Gabriel mau diadopsi dan dibuang saja dari kartu keluarga, hm?" tanya Guzelar sengaja memperjelas, menundukkan pandangannya menatap sang anak.

​Gabriel mendongak, wajah kecilnya sudah basah oleh air mata dan sisa debu rumput. Hidungnya memerah padam.

"Iel tadi cuma tidak serius, Huaaa! Mana ada kelinci di dunia ini yang punya anak berwujud manusia sepertiku?! Jelas-jelas itu tidak masuk akal! Iel tidak mau, Papa jahat!" isaknya sesenggukan semakin kencang, benar-benar ketakutan setengah mati mendapati ayahnya berniat mendepaknya.

​Melihat putranya sudah benar-benar jera dan ketakutan, Guzelar akhirnya melunak. Pria itu menghela napas panjang, lalu berlutut di atas rumput hijau agar posisi wajahnya sejajar dengan Gabriel.

​"Baiklah, kalau begitu. Papa maafkan," ucap Guzelar lembut.

"Tapi ada syaratnya, kamu harus berjanji untuk meminta maaf langsung pada Mama, dan tidak boleh lagi berucap kasar atau kabur seperti anak nakal tadi. Mengerti, Gabriel?" tegas Guzelar penuh wibawa.

​Gabriel mengangguk cepat berulang kali, air matanya masih menetes deras di pipi chubby-nya.

"Iya, Iel janji akan minta maaf sama Mama... Tapi janji ya, Papa jangan pernah cari anak lain, ya?" pinta Gabriel memelas, mengaitkan jari kelingking mungilnya dengan jari besar sang ayah.

​Melihat kepolosan putranya, Guzelar tersenyum kecil. Hatinya yang tadinya gemas kini berubah menjadi hangat. Dengan penuh kelembutan, tangan besar Guzelar terulur mengusap sisa-sisa air mata di pipi putranya.

​"Anak pintar... Sudahlah, jangan menangis lagi. Mata Sembab begitu nanti tidak tampan lagi," bujuk Guzelar sabar.

"Yuk, sekarang kita masuk ke dalam rumah. Mama pasti merasa sedih dan cemas kalau melihat Gabriel bersikap seperti tadi di kamar."

​Gabriel mengendus pelan, menghapus hidungnya dengan lengan baju. Mendengar nama mamanya disebut, rasa bersalah tiba-tiba menyergap hatinya yang masih kekanak-kanakan.

​Namun, rasa lelah dan kantuk akibat terlalu banyak menangis mendadak menyerang tubuh kecilnya. Gabriel menatap sang ayah dengan sorot mata sayu, merentangkan kedua lengan pendeknya ke udara.

​"Gendong..." pinta Gabriel dengan suara manja yang khas, memohon agar ayahnya membawanya masuk.

​Mau tidak mau, Guzelar mengembuskan napas geli. Pria itu menuruti permintaan sang anak, merengkuh tubuh Gabriel dan mengangkatnya ke dalam gendongan.

​"Dasar anak manja..." goda Guzelar sambil bangkit berdiri, menopang tubuh putranya dengan mantap.

"Sudah besar dan tinggi begini masih saja minta digendong terus. Malu nanti kalau sudah besar dan punya istri, mau digendong terus juga, hm?" ejek Guzelar jahil.

​Gabriel mengerucutkan bibirnya, menyandarkan dahi serta kepalanya di bahu bidang sang ayah dengan nyaman.

"Iel masih kecil! Belum boleh punya istri!" bantah Gabriel sewot dengan suara serak.

​"Iya, iyaa... Gabriel anak kesayangan Papa masih kecil," balas Guzelar mengalah, mengusap punggung putranya dengan penuh kasih sayang.

"Sekarang kita masuk, lalu makan malam bersama, ya. Perutmu pasti kosong setelah merajuk."

​Saat menggendong putranya berjalan kembali menuju mansion, Guzelar sempat merasa sedikit terkejut. Tubuh Gabriel ternyata jauh lebih tinggi dan berat dibanding anak-anak seusia pada umumnya, mungkin karena faktor genetik tubuh tinggi menjulang yang diturunkan darinya dan sang kakek, Frederic.

​Namun, beban itu sama sekali tidak terasa berat bagi Guzelar. Toh, selama bertahun-tahun ia sudah terbiasa menggendong dan memanjakan istrinya sendiri, sehingga menggendong bocah berusia lima tahun yang sedang manja seperti ini rasanya sudah menjadi makanan sehari-hari baginya.

Bersambung...

1
Ita Putri
mike
Hadi Mulyono
biadab banget ayah ayara ..jadi kuat ayara balas dendam .aku kok pingin ayara bisa bela diri .hajar keluarganya yg jahat
mimief
ternyata yg bikin dia hancur bukan mike.
tapi dari orang yg paling dia cintai .
yg dikira jadi pelindung dia
😔🥹🥹🥹
Anbu Hasna
ketiduran di ruang laundry 🫣🫣
mimief
saudara tirinya ya?🥹🥹🥹
mimief
sering Thor...
sayang akal sehat selalu mengalah. Karena jajan nya aku banyak. kalau kabur susah ntar jajan nya🤣🤣🤣🫣
It's me Ri🥕
Wkwkwk... Ayara emang suka benget ngerjain orang, tapi ga boleh ditiru yaa🤭
It's me Ri🥕
Tania nya belom mau cuti kak😭
mimief
dasar Ayana...kasian bapak bapak dikerjain.
nanti suaminya marah besar itu istri kesayangan nya main ditarik ajaa🫣🫣🤣
Anbu Hasna
kirain beneran jadi sekertaris. kasihan Tania lagi hamil besar disuru kerja
Mia Camelia
banyak rahasia ingatan yg belum terungkap nih🤔
Hadi Mulyono
guziler perlu di bawa ke uya kiya biar di hipnotis tar kan jujur ngomongnya😄
mimief
iy kan,laki laki tuh aneh. buat nyari perhatian kita tuh ngelakuin segala cara🤣🤣🤣.
seenggaknya dia inget akyu
eh ..kok cyiin nya kebawa lagi thor🤣🤣
mimief
masa lalu adalah cerminan masa depan kita
mimief
kyk dihipnotis kl yaaa....🥹🥹🥹
biar trauma nya terputus
Mia Camelia
mungkin duanda nyiksa ayara pas lagi hamil muda 🤔🤔🤔
Hadi Mulyono
emang nanti Gabriel mati?
Hadi Mulyono
ayara ayo semangat balas lah dendammu
mimief
pantesan mereka sebegitu benci nya.
anak pertama mereka??🥹🥹🥹
mimief
kalau kata di didrakor fix me..
meminta pertolongan adalah langkah pertama kita mau sembuh
jadi ga usah takut dan malu...
ayo kita sembuh bersama
It's me Ri🥕: Benar kak, semakin bungkam maka akan semakin sulit untuk sembuh 🥺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!