Karin terbangun dalam novel medioker sebagai istri idiot CEO dingin, Arlan. Mengetahui nasib tragis tokoh aslinya, Karin memutuskan berpura-pura tetap idiot agar tidak diceraikan dan dibuang.
Namun, tingkah konyolnya justru membuat Arlan yang biasanya kaku mulai merasa bingung sekaligus tertarik.
Di tengah intrik keluarga besar dan ancaman pelakor, Karin harus menyeimbangkan aktingnya yang absurd dengan rasa cinta yang mulai tumbuh nyata.
Apakah rahasia transmigrasinya akan terungkap, ataukah ia akan selamanya menjadi istri kesayangan sang CEO dalam topeng kebodohan yang lucu dan menggemaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Madame Tania wajahnya memerah padam. "Kau! Wanita tidak sopan! Ini teh putih Himalaya seharga ratusan juta! Hidungmu itu hidung apa? Hidung anjing?!"
"Tapi Mbak, coba deh dicium lagi," protes Karin, mendorong cangkir itu kembali ke arah Madame Tania. "Kalau teh asli, baunya itu segar kayak rumput. Kalau ini baunya nyengat banget, kayak bahan kimia. Terus lihat deh daunnya. Kalau teh putih asli, bentuknya utuh dan ada bulu-bulu halusnya. Ini kok bentuknya kayak serutan kayu yang dicelup pewarna? Mbak Tania, jangan-jangan Mbak ditipu sama tukang teh di pasar loak!"
"Kau berani menuduhku penipu?!" Madame Tania berdiri, napasnya memburu. "Helena, lihatlah istrimu! Dia tidak punya sopan santun sama sekali!"
Helena hendak memarahi Karin, tapi Arlan tiba-tiba mengangkat tangannya. "Tunggu, Bu. Biarkan Karin menyelesaikan kalimatnya."
Arlan menatap istrinya. "Karin, kenapa kau bilang itu pembersih lantai?"
"Karena tadi pas Mbak Tania buka kotaknya, aku lihat ada serbuk putih yang jatuh ke meja," jelas Karin, menunjuk meja. "Serbuk putih itu nggak larut pas kena air panas. Kalau teh, kan harusnya larut atau ngambang. Terus, coba Mbak Tania aduk tehnya pakai sendok perak itu. Kalau ini teh asli, airnya bakal bening kekuningan. Tapi kalau ini teh palsu yang dicampur perisa lemon buatan, airnya bakal jadi keruh dan muncul busa kecil di pinggir cangkir kayak air sabun."
Madame Tania dengan gemetar mengambil sendok perak dan mengaduk teh di dalam teko.
Perlahan, air di dalam teko itu berubah warna. Bukan menjadi kekuningan yang jernih, melainkan keruh kehijauan. Dan di pinggir teko, muncul busa-busa kecil yang sangat mencurigakan. Aroma lemon sintetis yang menyengat langsung memenuhi ruangan, persis seperti pembersih lantai murah.
Wajah Madame Tania seketika pucat pasi. Ia langsung menutup kotak teh itu dan menyembunyikannya di dalam tasnya. "A-Aku... aku harus pergi. Tiba-tiba perutku sakit."
Tanpa menunggu izin, Madame Tania hampir berlari keluar dari ruang tamu.
Helena menatap pintu yang tertutup, lalu menatap teko berisi "teh" palsu itu, dan akhirnya menatap Karin. Wanita tua itu terdiam cukup lama. Ia baru saja hampir meminum air karbol, dan lebih parah, ia hampir meminumnya di depan tamu-tamu elitnya nanti sore. Istrinya yang "idiot" baru saja menyelamatkannya dari penipuan tingkat tinggi dan rasa malu yang fatal.
"Karin," ucap Helena pelan, suaranya kehilangan ketajamannya.
"Iya, Ibu?" jawab Karin, memasang wajah polos sambil memainkan sendok garpu yang ukurannya aneh itu. "Ibu marah? Aku nggak sengaja ya. Tapi Mbak Tania memang curang. Nanti aku laporin ke polisi mall."
Helena menghela napas panjang. Ia menatap Arlan, lalu kembali ke Karin. "Tidak. Kau tidak perlu melaporkannya. Tapi... hidungmu ternyata berguna juga. Terima kasih, Karin."
Itu adalah pertama kalinya Helena mengucapkan terima kasih pada Karin.
Arlan menatap istrinya dengan tatapan penuh kekaguman. Di bawah meja, kaki Arlan menyentuh kaki Karin, sebuah sentuhan ringan yang membuat jantung Karin berdegup kencang.
Langkah keenam belas berhasil! Ibu mertua boss level akhir berhasil dikalahkan dengan indra penciuman tingkat dewa! batin Karin bersorak.
Tapi tunggu... kenapa Kak Arlan kakinya nyentuh kakiku di bawah meja?! Fokus, Karin! Jangan baper!
Pipi Karin begitu merah padam, entah harus bagaimana dengan Arlan yang kelihatannya mulai menyukainya?.
lanjut kn thor💪