NovelToon NovelToon
Cinta Kedua Di Atas Luka

Cinta Kedua Di Atas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Serina Nirmala harus kehilangan suaminya, secara tragis tepat di hari ulang tahun putra mereka. Saat hendak membeli kue, Riki tewas tertabrak mobil Jovan Narendra, seorang pembalap muda yang saat itu kehilangan kendali akibat pengaruh obat yang diam-diam diberikan oleh seseorang yang ingin mencelakainya.

Dihantui rasa bersalah, Jovan berniat menebus kesalahannya dengan menikahi Serina, seorang wanita yang lima tahun lebih tua darinya. Awalnya Serina menolak, tetapi demi masa depan putranya dan karena Jovan bersedia bertanggung jawab atas kehidupan mereka, ia akhirnya menerima pernikahan tersebut.

Namun, pernikahan yang dimulai dari rasa bersalah perlahan berubah menjadi cinta bagi Jovan. Sementara Serina masih bergulat dengan luka kehilangan suaminya, sebuah pertanyaan terus menghantuinya.

Mampukah ia mencintai pria yang menjadi penyebab kematian suaminya, atau pernikahan ini justru menyimpan tujuan lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Sore itu, Serina baru saja selesai merapikan pakaian Farel ketika terdengar suara sebuah mobil berhenti di depan rumah kontrakan. Ia mengernyitkan keningnya.

Sejak kepergian Jovan beberapa hari yang lalu, Serina memang tidak ingin berurusan dengan siapa pun dari keluarga Narendra. Namun suara ketukan di pintu membuatnya mau tidak mau keluar dari kamar.

Tok... tok... tok...

"Serina."

Tubuh wanita itu seketika menegang. Suara itu... Adalah Darren. Serina membuka pintu perlahan.

Dan benar saja. Pria dengan seragam kepolisian itu berdiri di hadapannya. AKBP Darren Narendra.

"Kak Darren?"

Darren mengangguk. "Maaf mengganggu."

Serina tidak langsung mempersilakannya masuk.

"Ada apa?"

Darren terdiam sejenak. "Aku ingin berbicara denganmu."

"Kalau soal Jovan, aku tidak ingin membicarakannya."

"Justru karena itu aku datang."

Tatapan Serina berubah dingin. "Aku tidak percaya lagi dengan keluarga kalian."

Darren menatapnya. "Serina..."

"Kalian semua pasti akan membela Jovan."

Darren menarik napas panjang. "Aku datang bukan sebagai kakaknya Jovan."

Serina tertawa hambar. "Tapi kau tetap kakaknya."

"Aku datang sebagai penyidik yang menangani kasus kecelakaan Riki."

Kalimat itu membuat Serina terdiam.

Darren melanjutkan. "Dan aku ingin kau mengetahui apa yang sebenarnya terjadi malam itu."

Serina menggenggam gagang pintu lebih erat. "Aku sudah tahu apa yang terjadi."

"Suamimu tertabrak mobilnya Jovan."

"Dan suamiku meninggal!" Suara Serina bergetar. "jadi jangan datang ke sini untuk mengatakan Jovan tidak bersalah!"

Darren menahan napas. "Aku tidak mengatakan dia tidak bersalah."

Serina terdiam.

"Aku hanya ingin kau tahu bahwa kejadian malam itu tidak sesederhana yang selama ini kau pikirkan." Darren kemudian mengeluarkan sebuah map. "Aku membawa beberapa bukti."

Serina menatap map tersebut dengan ragu. "Aku tidak ingin melihatnya."

"Tidak apa-apa." Darren meletakkan map itu di atas meja teras. "Tapi setidaknya dengarkan dulu penjelasanku."

Serina akhirnya membiarkannya masuk. Mereka duduk berhadapan. Darren membuka laptop yang dibawanya.

"Ini rekaman CCTV dari beberapa jam sebelum kecelakaan." ia memutar rekaman tersebut. Terlihat Jovan berada di sebuah klub malam bersama Acong.

Serina memperhatikan layar tanpa berkata-kata.

"Di sini Jovan hanya minum satu sloki." Darren menunjuk layar. "Setelah itu, seorang pelayan mendekati mejanya."

Rekaman diperbesar. Terlihat seorang perempuan menuangkan sesuatu ke dalam gelas Jovan. Mata Serina mulai menyipit.

"Itu..."

"Perhatikan tangannya." Darren menghentikan video.

"Dia memasukkan sesuatu ke dalam minuman Jovan."

Serina masih diam.

Darren kemudian menunjukkan hasil pemeriksaan laboratorium. "Setelah kecelakaan, Jovan diperiksa. Ditemukan zat psikoaktif dalam tubuhnya."

Serina menatap lembar hasil pemeriksaan itu. "Tapi..."

ia menggeleng. "Ini bisa saja dibuat."

Darren menatapnya. "Karena aku polisi?"

Serina tidak menjawab.

"Karena aku kakaknya Jovan?"

Serina menunduk.

Darren melanjutkan dengan tenang. "Aku mengerti kenapa kau berpikir begitu."

Ia membuka rekaman lain. Kali ini tampak seseorang berjalan menuju mobilnya Jovan di area parkir. Pria itu bertubuh atletis. Ia melihat ke kanan dan kiri. Kemudian berjongkok di dekat bagian kendaraan.

Serina menatap layar.

"Dia melakukan apa?"

"Awalnya kami menduga dia hanya memeriksa mobil."

Darren memperbesar rekaman.

"Tapi hasil pemeriksaan forensik kendaraan menunjukkan sistem pengereman mobil Jovan mengalami kerusakan yang tidak sesuai dengan kerusakan akibat tabrakan."

Serina mulai terdiam.

Darren menunjuk layar. "Pria ini terlihat berada di dekat mobil sebelum Jovan meninggalkan lokasi."

"Siapa dia?"

"Kami menemukan keterkaitan dengan Gio."

Serina menatap Darren.

"Gio?"

Darren mengangguk. "Dan ini belum semuanya."

Ia mengeluarkan beberapa lembar dokumen.

"Ada transaksi pembayaran kepada perempuan yang memasukkan zat ke dalam minuman Jovan."

Serina membaca dokumen tersebut. Tangannya mulai gemetar.

"Pembayaran ini..."

"Terhubung dengan jaringan yang berkaitan dengan Gio."

Darren kemudian menunjukkan hasil pemeriksaan komunikasi. "Dan ada komunikasi antara Gio, Jenika, dan Jesika."

Mata Serina membesar. "Jesika?"

"Ya."

Serina menatap Darren dengan tidak percaya. "Jadi..."

Suaranya mengecil.

"Mereka memang sengaja mencelakai Jovan?" Darren tidak langsung menjawab. "Kami menemukan rangkaian bukti yang mengarah ke sana. Tetapi seluruhnya tetap harus diproses dan diuji melalui prosedur hukum."

Serina menatap layar laptop. Untuk pertama kalinya, keyakinannya mulai goyah. Selama ini ia mengira Jovan sepenuhnya bersalah. Namun ternyata pria itu juga menjadi sasaran seseorang.

"Kalau begitu..." Air mata perlahan menggenang di matanya. "Jovan juga korban?"

Darren mengangguk perlahan. "Dia memang pengemudi kendaraan yang menabrak Riki. Itu fakta yang tidak berubah."

Serina menunduk.

"Tapi kondisi yang menyebabkan kecelakaan itu ternyata bukan sepenuhnya berada dalam kendalinya."

Serina menggigit bibirnya. "Kenapa kau baru memberitahuku sekarang?"

"Aku tidak ingin datang kepadamu hanya membawa dugaan." Darren menatapnya serius. "Aku ingin memastikan bukti-buktinya cukup kuat terlebih dahulu."

Serina terdiam.

Darren kemudian menutup laptop. "Aku tidak meminta kau langsung memaafkan Jovan."

Tatapan Serina terangkat.

"Aku juga tidak meminta kau melupakan Riki." Darren menarik napas panjang. "Aku hanya ingin kau mengetahui kebenarannya."

Air mata Serina akhirnya jatuh.

"Riki tetap meninggal."

"Iya."

"Anakku tetap kehilangan ayahnya."

"Iya."

"Dan aku tetap harus menjalani hidup tanpa suamiku."

Darren mengangguk.

"Iya."

Serina menutup wajahnya. "Tapi kenapa sekarang semuanya terasa semakin rumit?"

Darren memandangnya dalam diam.

Karena di hadapannya kini bukan hanya wanita yang menjadi istri dari korban kasus yang sedang ia tangani.

Bagi Darren... Serina adalah gadis yang pernah menjadi cinta pertamanya. Gadis yang dulu sering ia lihat berjalan melewati koridor sekolah. Gadis yang pernah membuatnya menunggu di gerbang hanya untuk melihat senyumnya.

Dan meskipun bertahun-tahun telah berlalu, perasaan itu ternyata tidak pernah benar-benar hilang. Dadanya Darren kembali berdebar. Namun ia segera menahannya. "Bukan sekarang,dia sedang berduka.

Dan aku datang sebagai seorang polisi.Bukan sebagai lelaki yang masih menyimpan perasaan.

Serina kemudian menghapus air matanya.

"Kak Darren..."

"Ya?"

"Apa Jovan benar-benar tidak tahu kalau dia sudah dijebak?"Darren menggeleng.

"Tidak."

"Dia juga korban?"

"Secara fakta, Jovan adalah orang yang mengalami efek dari zat yang diberikan kepadanya dan kendaraan yang sistem pengeremannya diduga telah dirusak."

Serina terdiam. Ia teringat kedatangan Jovan. Pria itu tidak pernah memaksanya untuk memaafkan. Tidak pernah berusaha membela diri. Ia hanya datang membawa mainan untuk Farel. Dan sekarang Serina mulai memahami mengapa Jovan terus mengatakan bahwa dirinya tidak akan lari dari tanggung jawab.

Darren berdiri. "Aku tidak akan memaksamu menerima semua ini sekarang."

Ia mengambil laptopnya. "Tapi aku berharap mulai hari ini kau tidak lagi menganggap Jovan sebagai satu-satunya orang yang harus kau salahkan atas kejadian itu."

Serina menundukkan kepalanya."Aku belum bisa memaafkannya."

"Aku tahu."

"Dan aku belum bisa melupakan Mas Riki."

"Aku juga tidak pernah memintamu melakukannya."

Darren berjalan menuju pintu.

Namun sebelum keluar, ia berhenti.

"Serina."

Wanita itu menoleh. "Apa?"

Darren menatapnya beberapa detik. Ada begitu banyak hal yang ingin ia katakan tentang masa lalu. Tentang perasaannya. Tentang bagaimana ia sebenarnya masih mengingat gadis yang dulu pernah menjadi cinta pertamanya. Namun semuanya ia simpan.

"Aku harap kau dan Farel baik-baik saja." Hanya itu yang keluar dari bibirnya.

Serina mengangguk. "Terima kasih, Kak Darren."

Darren tersenyum tipis. "Sama-sama." Ia kemudian melangkah pergi.

Begitu pintu tertutup, Darren berhenti beberapa saat di depan rumah kontrakan itu. Ia menghela napas panjang. Dadanya masih berdebar. Bahkan setelah bertahun-tahun... kenapa perasaan ini belum benar-benar hilang?

Darren memejamkan mata sejenak. Kemudian ia tersenyum getir. "Tapi sekarang dia bukan gadis yang dulu." Ia menatap pintu rumah Serina. "Dia adalah seorang ibu yang baru kehilangan suaminya." Darren menggeleng pelan. "Dan aku harus menghormati itu."

Sementara di dalam rumah, Serina masih berdiri di dekat meja. Matanya tertuju pada dokumen-dokumen yang ditinggalkan Darren.

Untuk pertama kalinya sejak kematian Riki, keyakinannya terhadap kejadian malam itu mulai berubah. Ia masih terluka, masih marah dan masih belum mampu memaafkan Jovan. Namun kini ada satu pertanyaan yang terus berputar di dalam kepalanya.

Kalau Jovan memang dijebak... lalu siapa sebenarnya" yang paling bertanggung jawab atas kematian Mas Riki?"

Dan pertanyaan itu perlahan membuka pintu menuju kebenaran yang jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan.

Bersambung...

1
Teh Yen
aku ragu kalau Marcella bisa berubah sih 🤔
Teh Yen
ternyata dalangnya ibunya Darren sendiri yah
Nar Sih
semagat serina ,alm suami mu sdh memberi izin padamu ,jemput bahagia mu dan farel bersama jovan
Teh Yen
siapa lagi orang yg ingin menghancurkan hidup Jovan yah
Teh Yen
wah farel sudha mengagumi om Jovan yah ,,kl ibunya gmn tuh??? 😁
fatmawati (pipit)
jovan udah ada bibit jatuh cinta nih, tinggal perjuangan jovan untuk membuka hati serina untuk menerima dirinya (jovan)
benar kata leo bahwa kamu sudah mulai mencintai serina dan farel sebagai orang tercinta🤭🤭🤭🤭
fatmawati (pipit): /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Serina, bukalah hatimu untuk Jovan, demi Farel 🥰🥰
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Syukurlah ngga sampai nikah paksa saat itu juga. Yawda Jovan, kamu harus cepat pulang ya... besok apel lagi 😅
Nar Sih
untung nya pejelasan mu berhasil diterima warga dan pk rt ya jovan,dan ngk jdi di nikahin dadakan
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: selamet mereka berdua🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
nah kan pasti bntr lgi di nikahin dadakan
fatmawati (pipit)
jovan harus tegas dong sama orang orang yg suka julid jangan sampai farel mendengar omongan yg tidak baik.....
mungkin setelah kamu menikah dengan serina adakah nanti kamu akan menggantikan mendiang riki🤔🤔🤔🤔🤔
fatmawati (pipit)
itu ada tetangga julidnya seharusnya pak RT tegas kepada warga jangan hanya dengar dari desas desus gosip murahan dong kayak serina itu apa. bapak Rt gk pernah tahu apa yg dialami serina, farel dan jovan setelah riki meninggalkan jadi coba pikir bagaimana serina ingin memberikan terbaik buat farel
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
kebiasaan bgt asal labrak,bisa mikir dlu ngk sih sebelum bertindak,pantesan ngk maju2 pemikirannya pada kuno
fatmawati (pipit)
jovan ingin mengungkapkan perasaan kepada serina namun dia masih bergelut dengan luka yang ditinggal riki.
untuk darren hatimu sakit wanita yang menjadi cinta pertama akan menikah dengan saudara kandung sendiri namun dirimu kuat untuk tidak mengahancurkan adik kamu.
nanti apa kebenaran tentang masa lalu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Abang adik jadi saingan nih untuk dapatkan Serina
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Hadir disini Thor 👍🥰
Awal cerita sudah sedih .... 😭
aroem
bagus
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terima kasih, kak
total 1 replies
Nar Sih
kasihan dareen ya ,cinta pertama nya kandas sblm terungkap ,telat sih ngomong nya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak, telat mulu dia 🤣🤣🤣
total 1 replies
fatmawati (pipit)
posisi darren tidak mudah dia masih mencintai wanita cinta pertamanya sedangkan jovan ingin menikahi karena fitnahan dari mommy tirinya dan juga hatinya mulai ada benih benih cinta namun blm disadari 🤣🤣🤣🤣
Nar Sih
kmu kurang gercep sih pak polisi daren jdi keduluan kan oleh adik mui
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!