NovelToon NovelToon
Bangkitlah Jingga: Badai Akan Berlalu

Bangkitlah Jingga: Badai Akan Berlalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Ibu Tiri
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Jingga pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Rangga Cendana adalah kisah cinta yang sempurna. Namun, setelah kehilangan putra kecil mereka, Jingga justru kehilangan suami yang dahulu begitu mencintainya. Ia baru menyadari bahwa selama ini dirinya hanyalah alat bagi Rangga untuk membuat Dira, istri mendiang kakak Rangga, merasa cemburu.

Pengkhianatan, penghinaan, dan kehilangan membuat Jingga hancur. Puncaknya, ia dituduh mencelakai Varel, keponakan yang begitu disayangi Rangga, hingga sebuah tamparan menyadarkannya bahwa sudah cukup baginya menjadi wanita yang terus tersakiti.

Jingga pun bangkit dan memilih mengakhiri pernikahan yang hanya menyisakan luka. Ia akan membuktikan bahwa dirinya bukan wanita lemah yang bisa diinjak sesuka hati.

Ketika Jingga mulai menata hidup dan menemukan cinta baru yang tulus, penyesalan Rangga dan keluarganya datang terlambat. Jingga telah memilih jalannya sendiri, sebab tidak semua luka harus disembuhkan dengan memaafkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Kabar itu membuat Rangga membeku. Suara percakapan pengunjung lain terdengar jauh, seolah seluruh ruangan mendadak kehilangan bunyi.

“Apa?!” Hanya itu yang mampu keluar dari mulutnya.

“Aku sudah melakukan tes dua kali.” Dira membuka tas dan mengeluarkan foto hasil tes serta lembar pemeriksaan awal. “Aku juga pergi ke rumah sakit. Dokter bilang aku perlu menjalani pemeriksaan lanjutan, tapi kemungkinan besar aku memang hamil.”

Rangga menatap benda-benda di atas meja tanpa menyentuhnya. Kepalanya dipenuhi hitungan waktu, pertemuan rahasia mereka, dan keputusan bodoh yang terus mereka ulang meski tahu risikonya.

“Kamu yakin ini anakku?”

Wajah Dira langsung berubah dingin. “Teganya kamu bertanya begitu!”

“Aku sedang mencoba memahami situasi ini.” Rangga menekan suaranya agar tidak menarik perhatian. “Kita harus memastikan semuanya sebelum mengambil keputusan.”

“Aku tidak datang untuk meminta uang atau memerasmu, Rangga. Aku datang karena kamu ayah dari anak ini dan harus bertanggung jawab.”

Rangga tertawa pendek tanpa humor. “Bertanggung jawab bagaimana? Kamu tahu keadaan keluargaku sekarang. Skandal kita saja belum selesai. Kalau Mama dan Papa tahu, semuanya akan hancur.”

“Jadi kamu hanya memikirkan keluargamu?”

“Aku memikirkan akibat dari semua ini!”

Dira tersentak, lalu menunduk. Matanya mulai berkaca-kaca. “Aku juga takut, tapi aku nggak mungkin menghadapi ini sendirian. Aku tak memintamu menikahiku besok pagi. Aku hanya ingin tahu apa yang akan kamu lakukan.”

Rangga berdiri, berjalan beberapa langkah, lalu kembali duduk. Ia ingin menyalahkan Dira, tetapi ia tahu dirinya bukan korban. Ia telah memilih hubungan terlarang itu berulang kali, bahkan setelah mengetahui betapa besar kerusakan yang mereka timbulkan.

“Untuk sementara, jangan katakan kepada siapa pun,” ujarnya akhirnya. “Kita pastikan dulu kondisi kehamilanmu. Aku akan mengurus biaya pemeriksaan.”

Dira mengamati wajahnya. “Lalu setelah itu?”

“Aku belum tahu.”

“Aku tidak bisa terus bersembunyi tanpa kepastian.”

“Kamu pikir aku punya jawaban sekarang?” Rangga menatapnya tajam, kemudian segera menurunkan suara. “Beri aku waktu.”

Dira menyeka air matanya. Ia tidak mendapatkan janji yang diinginkan, tetapi setidaknya Rangga tidak meninggalkannya malam itu. Ia mengangguk dengan berat, lalu menyimpan kembali dokumen pemeriksaannya.

Ketika mereka berpisah, Rangga pulang dengan kepala berdenyut. Ia merasa terperangkap oleh perbuatannya sendiri. Ia ingin mempertahankan rahasia itu, menjaga nama keluarga, dan menghindari kehancuran yang lebih besar. Namun, ada seorang anak yang mungkin akan lahir, dan ia tak bisa berpura-pura bahwa masalah ini akan lenyap jika diabaikan.

Pagi berikutnya, Rangga datang ke kantor dengan wajah kusut. Pekerjaannya menumpuk, tetapi ia tidak mampu berkonsentrasi. Setiap kali ponselnya menyala, ia berharap bukan pesan dari Dira. Setiap kali tidak ada pesan, ia justru gelisah memikirkan apa yang akan dilakukan perempuan itu.

Di rumah, Bu Farah menyadari perubahan sikap putranya ketika Rangga datang terlambat untuk sarapan.

“Kamu sakit?” tanyanya.

“Tidak, Ma. Hanya kurang tidur.”

“Kalau ada masalah, jangan selesaikan dengan membuat masalah baru.”

Rangga menegang. Ia tidak tahu apakah ibunya mencurigai sesuatu, tetapi kalimat itu terasa seperti peringatan. Ia segera berpamitan, menghindari tatapan Bu Farah yang semakin lama semakin sulit ia hadapi.

Sementara itu, Jingga menjalani pagi yang jauh lebih ringan. Setelah menyelesaikan tugasnya, ia menerima foto dari Samudera. Dalam foto itu, Arka mengangkat beruang cokelatnya dengan bangga.

Samudera: [Dia bersikeras menunjukkan bahwa beruangnya sudah dijahit kembali. Katanya, kamu yang paling mengerti soal itu.]

Jingga tersenyum dan membalas bahwa jahitannya memang terlihat rapi. Tak lama kemudian, Samudera mengirim pesan lain, mengajaknya makan malam bersama Arka di rumahnya akhir pekan nanti jika Jingga tidak memiliki jadwal.

Jingga membaca pesan itu beberapa kali. Ia ingin datang, tetapi masih ada sedikit ketakutan untuk membiarkan dirinya terlalu dekat dengan kebahagiaan baru.

Jingga: [Aku mau, Mas. Asal tidak merepotkan kalian.]

Samudera: [Kamu tidak merepotkan, kami akan senang kalau kamu datang.]

Jingga tersenyum sepanjang sisa pagi.

Siang harinya, Leo menghampirinya di dekat ruang perawat. “Aku dengar kamu semakin dekat dengan Samudera.”

Jingga mengangkat alis. “Sejak kapan kamu mengurus kehidupan pribadiku?”

“Aku tidak mengurusnya, aku hanya bertanya.”

“Kalau begitu, jawabannya bukan urusan pekerjaan.”

Leo menerima teguran itu tanpa tersinggung. “Baik, aku nggak akan memaksamu. Tapi aku masih berharap kamu bersedia makan malam denganku suatu hari nanti.”

“Aku tidak ingin memberi harapan yang salah, Leo.”

Senyum pria itu meredup sesaat, lalu ia mengangguk. “Aku menghargai kejujuranmu.”

Percakapan itu disaksikan Rangga yang kebetulan datang ke rumah sakit untuk menemui salah satu dokter. Ia melihat Leo mundur dari Jingga, lalu melihat Jingga kembali bekerja dengan tenang. Rasa cemburu menggerogotinya, tetapi ia tidak bisa mendekat tanpa mengakui bahwa dirinya sudah tidak punya tempat di sisi perempuan itu.

Rangga pergi sebelum Jingga menyadari kehadirannya. Ponselnya bergetar saat ia mencapai parkiran, pesan dari Dira hanya berisi satu kalimat:

Dira: [Aku sudah membuat janji pemeriksaan lanjutan kandunganku. Kamu harus ikut.]

Rangga memejamkan mata, menggenggam ponselnya erat-erat. Di satu sisi, Jingga perlahan membangun kehidupan yang tidak lagi melibatkannya. Di sisi lain, rahasia yang ia pelihara bersama Dira kini tumbuh menjadi tanggung jawab yang tak bisa ia hindari.

Saat ini, Rangga merasa masa depannya bukan lagi sesuatu yang bisa ia kendalikan dengan perintah atau uang. Setiap pilihan buruk yang ia buat kini menuntut balasan, dan ia harus menghadapinya sendiri.

1
Sarmini Isang
good Leo buktikan km mampu dan lebih baik dr rangga,rangga hanya modal dukungan dr papanya tp kemampuan minus,cuma mampu mengumbar nafsu dan arogan,sekarang tinggal menikmati hasilnya rangga,dl km selalu menyakiti jingga dan mengabaikan anakmu demi anak orang lain,nikmati hidup seperti di neraka dengan dira yg tidak becus ngurus anak,semoga keguguran dan rahimnya diangkat,walaupun anaknya lahir akan cacat dan dira tidak bisa punya anak lg,sedangkan jingga sedang menyambut kebahagiaan dimasa depan bersama samudra
Mundri Astuti
Dira anak have juga ternyata...tapi kelakuannya minus yak
Mundri Astuti
tanggung jawab lah kau Rangga, kamu yg memulai
Sarmini Isang
setelah skandal rangga dan dira pasangan sampah menjijikan itu diketahui oleh keluarga besar cendana,rangga bakal hancur karirnya didepak dr perusahaan dan digantikan Leo,hudup miskin dan br sadar dia sangat mencintai jingga,apa jin dasim dira masih mau sama rangga,setelah diusur keluarganya
Sarmini Isang
mampus km rangga,balan hancur hidupmu,karirmu dan masa depanmu hancurrrr
Mundri Astuti
biar rasa ...cihhh sok lemah si Dira itu...di depan jingga keluar aslinya
Mundri Astuti
diiihhhh dari awal kamu nikahin jingga aja niatnya dah jelek Rangga ...skrg kamu dah dpt apa yg kamu inginkan malah masih ngerecokkin jingga
Mundri Astuti
ga sabar ...segala kebusukkan Rangga dan Dira terbongkar didepan keluarga besarnya Rangga termasuk papanya rangga
Nani Haryatiyati
bolehkah aku bahagia di atas masalah mu Rangga?🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nani Haryatiyati
ada kemauan,and i like it☺️
Rohmi Yatun
Ohh berarti yg benar Samudera ya Thor.. okeeyyy..
lanjut Thor👍
𝓡𝓡: Iyesss kak😘
total 1 replies
Rohmi Yatun
Ohh ternyata dewangga dan samudra itu orang yg sama.. kemarin sempat agak bingung sih....
Nani Haryatiyati: iya kak, sama. smpat heran dan spekulasi sendiri,mngkin namanya Samudra Dewangga. Krn formalitas d panggilnya dokter dewangga...gituuu
total 4 replies
Agunk Setyawan
ayo gebukin kak biar otaknya sadar😆😆
𝓡𝓡: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Mundri Astuti
Leo kamu ke nya jangan terlalu berharap deh sama jingga, kamu masih ada embel" sama masa lalu kelamnya jingga, mending jingga sama dewangga yg sama" pernah nikah
𝓡𝓡: Nah iya, semoga jg gk terobsesi s Leo ini takutnya jd jahat 😳
total 1 replies
Mundri Astuti
dasar biang kerok tu org berdua...pake nyalahin org lain ...sok paling tersakiti...enek banget dah
Venty Imama
aduh songong itu si rangga ngapain baru sekarang setelah bercerai, setelah rumah tangganya hancur baru kepoin mantan kemana sebelumnya ketika istrinya kesusahan,kemana ketika istri dan anaknya yang sekarat membutuhkannya...manjain wanita dan anak orang lain meski itu keponakannya setelah ditinggal baru tahu rasa sukurin
𝓡𝓡: laki laxknat baru cemburu lah gmn Jingga yagg serasa mau ikut mati pas anaknya meninggal tp dia gak peduli 😬
total 1 replies
Mundri Astuti
biarin aja foto itu sampai pada Rangga, biar ga sombong tu org...jingga berhak bahagia dng org baru, yg lebih baik dari mantan, lebih menghargainya ...

thor ngomong" masa ga ketauan si yg nyebarin berita ga bertanggung jawab itu, biar keluarganya Rangga tau seberapa manipulatif nya mantan menantunya yg sblah itu
Sarmini Isang
situ waras rangga,laki2 gak tau diri...masa dr segitu banyaknya keluargamu semuanya bodoh,harusnya ada yg pinter dong cari tau siapa dalang penyebaran berita itu
Agunk Setyawan
lanangan edan
Mundri Astuti
katanya keluarga kaya dan terpandang...masa gitu aja ga bisa cari pelaku penyebaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!