NovelToon NovelToon
SEESAW

SEESAW

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta bersama Arthur Bond, Rexana Nycekerh hidup bagai pajangan mahal di dalam sangkar emas. Demi menyelamatkan perusahan ayahnya yang terancam runtuh, Rex terpaksa menelan bulat-bulat dinginnya penghinaan dan tuduhan atas rahasia masa lalu yang enggan ia bocorkan. Namun, ketika kembali ke New York, takdir memainkan lelucon paling kejam.

Lexana, kakaknya sendiri, secara terang-terangan memamerkan kekasih barunya—Diedrick Glodereus Ashford.
Pria itu adalah pemilik masa lalu Rex, cinta pertamanya yang kini hadir kembali membawa dendam dan kepahitan.

Di tengah kepungan tuntutan keluarga yang tak berhati dan intrik kekuasaan, Rex harus berdiri sendirian di antara dua pria yang membencinya.

Akankah rahasia di balik perpisahan masa lalu mereka terkuak, atau justru Rex akan benar-benar hancur dalam permainan pembalasan dendam ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

Di dalam ruangan tersembunyi Mansion Mewah Bond, keheningan malam berganti menjadi neraka yang membakar. Bau alkohol pekat dan tembakau menyengat di udara, beradu dengan aroma amis darah yang menetes dari jemari Arthur Bond.

Pria itu berdiri gemetar di tengah ruangan yang dindingnya dipenuhi foto-foto wajah Rexana.

Layar monitor raksasa di hadapannya masih memperlihatkan berita skandal yang terus bergulir, namun efek yang diharapkannya—kehancuran total Diedrick—malah berubah menjadi bumerang yang menghancurkan jiwanya sendiri.

Foto-foto pernikahan masa lalu, potret tawa Rexana saat remaja, hingga dokumen perjanjian bisnis berserakan di atas karpet setelah dihancurkan secara brutal.

"AAAARRGGHHH!"

Jeritan histeris meluncur dari kerongkongan Arthur, memecah keheningan mansion bagaikan lolongan iblis yang terluka.

Dengan mata merah padam dan tubuh terhuyung-huyung, ia menyambar vas kristal berukir dan menghantamkannya ke cermin besar hingga hancur berkeping-keping.

"Kenapa, Rexana?! KENAPA?!" teriak Arthur histeris, suaranya pecah oleh kemurkaan dan keputusasaan yang menyayat hati.

"Aku memberimu segalanya! Aku membelikan gaun termahal, membiayai hidupmu, memboyongmu ke Swiss agar melupakan Masalalu! Aku gila karenamu! Kenapa mata itu tidak pernah menatapku?! Kenapa hanya pria brengsek itu yang ada di pikiranmu?!"

Arthur berlutut di antara pecahan kaca, meremas rambutnya sendiri dalam tangis yang mengerikan.

Pria itu kini hancur oleh obsesinya sendiri.

Cinta yang terdistorsi menjadi rasa memiliki yang gila telah membakar akal sehatnya. Ia tidak pernah menginginkan kematian Rexana; ia hanya ingin wanita itu berlutut, memohon padanya, dan memanggil namanya dengan tatapan penuh kepasrahan.

Namun detik ini, ia tahu Rexana telah terbang terlalu jauh—bahkan kembali ke pelukan pria yang paling dibencinya.

"Nycekerh..." desis Arthur, napasnya memburu kencang saat kesadaran baru merayapi otaknya.

Matanya menyala oleh dendam yang liar.

"Keluarga penipu sialan itu..."

Arthur bangkit mendadak, menyambar ponselnya yang bernoda darah dari atas meja. Dengan jemari gemetar, ia menekan nomor tim hukum dan kepala kepolisian New York yang berada di bawah pengaruh kekuasaannya.

"Laporkan seluruh keluarga Nycekerh atas pasal penipuan tingkat tinggi dan pemalsuan identitas aliansi bisnis!" gertak Arthur dengan suara dingin yang mencekam.

"Mereka menjual anak angkat tanpa keabsahan dokumen keluarga, memalsukan latar belakang untuk mengeruk ratusan miliar uangku selama empat tahun! Seret pria tua di kursi roda itu beserta istri dan putrinya ke sel tahanan detik ini juga! Jangan biarkan satu pun dari mereka lolos!"

***

Kurang dari satu jam kemudian, sirine mobil polisi meraung-raung membelah ketenangan kawasan Mansion Mewah Nycekerh.

Pintu utama mansion didobrak secara paksa oleh belasan petugas bersenjata lengkap.

Di ruang makan, tempat keluarga itu baru saja merayakan kabar bohong kemenangan Lexana atas Ashford, ketakutan mendadak melumpuhkan mereka.

Uang kertas ratusan dolar sisa peninggalan Rexana masih berserakan di atas meja marmer.

"Tuan dan Nyonya Nycekerh, Anda kami tahan atas tuduhan penipuan, pemalsuan dokumen sipil, dan tindak pidana penjualan orang yang dilaporkan oleh Arthur Bond!" tegas kepala divisi kepolisian sembari membentangkan surat penangkapan resmi.

"A-apa?! Penipuan?!" jerit sang Mommy histeris, wajah penuh riasannya mendadak pucat pasi. "Ini salah! Kami mertua sah Arthur Bond! KAMI KELUARGA TERHORMAT!"

"Lepaskan aku! Rahangku baru saja dioperasi! Kalian tidak tahu siapa calon suamiku?!" histeris Lexana berteriak kaku di balik penyangga lehernya saat borgol besi mengunci kedua pergelangan tangannya.

Sang Dad yang berada di atas kursi roda hanya bisa terbatuk-batuk hebat, selang oksigennya terlepas saat dua petugas mendorong kursi rodanya secara kasar keluar dari mansion.

Rumah megah yang mereka bangun di atas penderitaan orang lain kini disita penuh oleh negara.

Tameng palsu itu telah hancur, menyeret mereka ke dalam kubangan hukum yang akan mengurung sisa hidup mereka dalam kehinaan.

***

Sementara itu, di lorong luar ruang rapat utama lantai dasar gedung penthouse, atmosfer mencekam masih melingkupi keluarga Ashford dan keluarga Whitmore.

Tuan Kaetos Ashford berdiri kaku di depan pintu, menatap tajam ke arah dua putra kembarnya yang lain.

"Dominic! Draxler! Dengarkan aku baik-baik! Jika salah satu dari kalian berani memberi fasilitas, uang, atau bantuan sekecil apa pun pada Diedrick... detik itu juga aku akan mencoret nama kalian dari hak waris Ashford!"

Dominic dan Draxler meringis pelan, menatap Diedrick dengan tatapan prihatin namun tak sanggup membangkang dari titah mutlak sang Ayah.

Di sudut lorong yang lain, perdebatan hangat antara Jasper Whitmore dan Rexana berada di ujung keputusan.

Jasper menggenggam erat bahu putri kembarnya yang baru saja ditemukan, matanya berkaca-kaca menatap Rexana.

"Ikutlah pulang bersama Dad dan Shopia ke Zurich, Rexana," bujuk Jasper dengan nada memohon yang sangat lembut.

"Mommy-mu menunggu di sana. Kau tidak perlu menanggung noda skandal kota ini lagi. Keluarga Whitmore memiliki segalanya untuk melindungimu."

Rexana menatap mata Jasper yang hangat, lalu beralih menatap Shopia yang tersenyum penuh keharuan.

Untuk pertama kalinya dalam dua puluh tahun, dadanya dibasahi oleh rasa aman yang nyata. Namun, wanita berambut pendek itu perlahan menggelengkan kepalanya dengan tegar.

"Dad... Shopia..." bisik Rexana dengan suara bergetar namun mantap.

"Terima kasih... terima kasih karena telah mencariku dan memberikanku kenyataan bahwa aku memiliki keluarga yang mencintaiku. Tapi aku tidak bisa lari ke Zurich hari ini."

"Rexana, kenapa?" tanya Shopia cemas, melangkah mendekat.

"Masalah ini dimulai di New York, dan namaku dihancurkan di kota ini," tegas Rexana, matanya melirik ke arah Diedrick yang berdiri membisu beberapa meter di belakangnya.

"Diedrick mengorbankan seluruh nama besar dan kekayaannya demi berdiri di sampingku. Jika aku lari sekarang, aku hanya akan membuktikan bahwa semua tuduhan media dan Arthur adalah kebenaran. Biarkan aku menyelesaikan skandal ini di sini. Setelah semuanya tuntas... aku berjanji akan datang ke Zurich untuk memeluk Mommy."

Jasper menatap putrinya lekat-lekat. Keberanian dan keteguhan di mata Rexana mengingatkannya pada sosok Beau di masa muda.

Meski berat dan dadanya teriris, Jasper akhirnya menghembuskan napas panjang, merestui keputusan putri kembarnya.

"Baiklah..." ujar Jasper lirih. Pria paruh baya itu merogoh saku jasnya, mengeluarkan sebuah kartu Black Card tanpa batas milik dinasti Whitmore, lalu menyelipkannya ke jemari Rexana.

"Gunakan ini untuk seluruh kebutuhanmu. Kau adalah putri kandung Jasper Whitmore; tidak ada seorang pun di kota ini yang berhak membuatmu hidup menderita."

Jasper lalu melangkah dua pijakan menuju Diedrick yang berdiri kaku.

Tanpa peringatan—

BUK!

Sebuah pukulan mentah melayang cepat dari kepalan tangan Jasper, menghantam telak pipi kanan Diedrick hingga kepala pria itu terdorong ke samping!

"Diedrick!" pekik Rexana kaget.

Diedrick mengusap sudut bibirnya yang kembali mengeluarkan darah, lalu mendongak menatap calon ayah mertuanya tanpa rasa marah sedikit pun.

"Itu hukuman atas kelakuan sombongmu di meja rapat tiga bulan lalu!" gertak Jasper dengan mata menyala.

"Jaga putriku! Jika sampai kulihat sehelai rambutnya terluka lagi karena skandal murahanmu... aku sendiri yang akan menerbangkan seluruh armada perang bisnis Eropa untuk meratakanmu!"

Tanpa menunggu balasan, Jasper memutar tubuhnya.

Setelah memeluk erat Rexana sekali lagi bersama Shopia, kedua anggota keluarga Whitmore itu melangkah pergi meninggalkan koridor, dikawal oleh para pengawal pribadi mereka.

Kini, di lorong lantai dasar yang kembali sunyi setelah rombongan Kaetos dan Jasper melangkah pergi, hanya tersisa dua manusia yang berdiri mematung.

Diedrick dan Rexana.

Suasana hening melingkupi mereka.

Hujan di luar kaca gedung menetes kian deras, memantulkan pendar remang lampu jalanan New York.

Diedrick menghembuskan napas panjang, menyandarkan punggung tegapnya ke dinding marmer.

Pria yang tadinya memegang kendali atas miliaran dolar itu kini benar-benar tak memiliki apa-apa: jabatannya dicabut, fasilitasnya dibekukan, dan nama besarnya dicemarkan oleh siaran berita jam sepuluh pagi tadi.

Rexana melangkah pelan, mendekati Diedrick. Jemari tangannya yang halus terulur, mengusap bekas darah di sudut bibir Diedrick dengan kelembutan yang teramat sangat.

"Sakit?" bisik Rexana lirih, menatap mata elang Diedrick yang kini meredup hangat.

Diedrick tersenyum miring, menangkup tangan Rexana yang berada di pipinya, lalu mengecup telapak tangan wanita itu dengan penuh pemujaan.

"Pukulan ayahmu tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa takutku saat melihatmu hampir dibawa pergi ke Zurich," gumam Diedrick dengan suara serak yang seksi.

Rexana menundukkan kepalanya sedikit, meremas kartu kredit hitam pemberian ayahnya.

"Kau kehilangan segalanya hari ini, Diedrick... namamu, jabatanku di Ashford, dan uangmu. Semua karena aku."

Diedrick merendahkan tubuhnya, melingkarkan kedua lengan tegapnya di pinggang ramping Rexana, menarik wanita itu merapat hingga tak ada celah di antara tubuh mereka.

Pria itu menenggelamkan wajahnya di leher jenjang Rexana, menghirup aroma alami yang selalu menjadi candunya selama bertahun-tahun.

"Aku tidak kehilangan apa-apa, Bellerina," bisik Diedrick di telinga Rexana, hembusan napas hangatnya membakar kulit dingin wanita itu.

"Uang bisa kucari lagi dalam semalam, jabatan bisa kubangun kembali. Tapi kau... empat tahun aku hidup bagaikan mayat tanpa jiwa karena kehilanganmu. Detik ini, saat kau memilih untuk tetap tinggal bersamaku di New York... aku merasa menjadi pria paling kaya di dunia."

Rexana melingkarkan kedua tangannya di leher tegap Diedrick, menyandarkan dagunya di bahu pria itu.

Pengakuan jujur dan kehangatan dekapan Diedrick menghapus seluruh sisa rasa dingin dan ketakutan yang membeku di dalam jiwanya.

"Lalu... bagaimana dengan skandal itu?" tanya Rexana pelan, menatap pendar lampu di luar.

"Arthur menyebarkan foto ranjang kita ke seluruh media. Seluruh New York menganggapku wanita tidak benar dan kau sebagai perusak rumah tangga."

Diedrick menegakkan tubuhnya, menatap lurus ke dalam mata bulat Rexana. Tangannya mengusap helai rambut pendek Rexana dengan penuh kasih.

"Biarkan Arthur menari di atas api yang diciptakannya sendiri untuk beberapa jam ke depan," desis Diedrick dengan senyum miring yang tajam dan beracun.

"Asistenku—Mark sudah mengumpulkan seluruh rekaman CCTV Penthouse saat Arthur menjualmu, bukti transfer transaksi bisnisnya dengan keluarga Nycekerh, serta rekaman medis yang membuktikan bahwa kau tidak pernah disentuh oleh pria itu selama empat tahun."

Diedrick menundukkan kepalanya, menyapu bibir merah Rexana dengan ciuman lembut, dalam, dan sarat akan janji perlindungan yang tak terpisahkan.

"Besok pagi, Bellerina... kita akan menggelar konferensi pers terbesar di Manhattan. Kita bukan hanya akan membersihkan namamu dan membongkar kebusukan Arthur Bond ke hadapan hukum... tapi aku juga akan mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa kau adalah calon tunggal Nyonya Ashford yang tak akan pernah bisa digantikan oleh siapa pun."

1
Mei TResna Rahmatika
banyak bgtt tantangan hubungan mereka thor
Yusry Ajay
lanjut Thor 🤗
winpar
smngt kk 💪
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
terus semangat berkarya Thor 💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak reader 🫶 sehat selalu Dimana pun berada 😍
total 1 replies
Yusry Ajay
ya gpp thor dimaklumi 🤗🤗🤗
Yusry Ajay
up lg Thor kurang...
Rosdianah 🌷: huhu maafkan author 🙏🏻 beberapa hari ini author sibuk dunia nyata
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
ugal"an bangettt cinta nya pria ashford satu ini😍
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Baru kali ini keturunan asford jd gembel,, 😌
Rosdianah 🌷: ya Tuhan nggak jadi dramatis saya🤣🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
🤣 diedrick malang sekaliii
Rosdianah 🌷: author baru update 🤭🙏🏻
total 1 replies
Yusry Ajay
menegangkan thor bacanya 🤗🤗
Yusry Ajay
lanjut Thor 🤗🤗🤗
Mei TResna Rahmatika
nanggung kak, penasaran 🤣
Rosdianah 🌷: siap kak, Ma'aciww sudah stay baca cerita ku🌷
total 3 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh gercep ini sophi,pliss kak jangan pisahin rexana sama diedrick lagi kesian banget kisah mereka 😭
Mei TResna Rahmatika: keturunan ashford yg kisah cintanya gak banyak hura hara cuma leander sama pearl
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
dari berita ini semoga kembarannya rexana tau keberadaan rexana🤭
Mei TResna Rahmatika: udah mulai klimaks ini ceritanya, tambah penasaran apakah deidrick bakalan dapet bogeman dari kaetos🤭
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
ceritanya agak mirip sama kisahnya aurora,braxley sama jonathan bedanya disini ternyata Arthur terobsesi sama rexana, lanjut kak penasaran 🤭
Mei TResna Rahmatika: soalnya aku udah baca semua karya mu kak jadi inget🤣
total 2 replies
Mei TResna Rahmatika
gak pernah gagal karya" mu kak
love sekebon
Rosdianah 🌷: Lopyuu Setaman kak🤭🌷
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
kisah cinta rexana dan diedrick kaya nya penuh liku nih kaya kisahnya emak bapaknya
Mei TResna Rahmatika: banyak bangett yg perlu di bahas di kisah mereka🤭selalu nunggu up nya kak😍
total 2 replies
Debu Nakal
bunga n like q kirimkan sebagai ucapan terimakasih krn dikau sdh mbuat karya yg woowwww
happy graduation eh happy birthday mksdnya
Rosdianah 🌷: Uhuuuuuiii ma'aciww kak reader 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
up lagi thor kurang ihh🤭
Asriani Rini
Arthur yg bodoh kamu sudah trrlambat rexena sudah kembali kepelukan diedrick kamu tidak akan parrnah ada lagi kesempatan untuk memilikinya
Rosdianah 🌷: Nah Arthur terlambat 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!