NovelToon NovelToon
One Night With The Emperor

One Night With The Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Anak Genius
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Reyarui

Cattleya tak menduga pesta kemenangan saat timnya menjuarai kejuaraan akan membuatnya meninggalkan dunianya. Ia terbangun di tubuh seorang antagonis dalam sebuah novel yang dibacanya.

Cattleya yang diketahui mengandung anak kaisar diangkat menjadi selir. Dia tak bisa menjadi permaisuri karena sudah ada Adelle seorang putri Duke yang memang digadangkan jadi calon permaisuri.

Namun bisikan-bisikan yang datang ke telinganya yang mengatakan bahwa dirinya lebih pantas menjadi permaisuri membuat gadis pemalu itu menjadi berambisi. Terlebih Kaisar juga tak pernah mengacuhkan dirinya. Hingga pada akhirnya Cattleya meracuni Adelle dan dirinya dieksekusi mati.

Mengetahui hal tersebut, Cattleya pun memilih jalur aman, dia kabur dan bersembunyi. Namun plot novel tersebut tetap saja membuat dirinya ditemukan.

"Plot novel sialaaaan!!!"

Akankah Cattleya bisa mengubah plot novel tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyarui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

One Night 12

"Astaga!"

"Catty, ada apa?"

Dini hari, Cattleya memang biasa terbangun. Namun kali ini dia terbangun karena sebuah mimpi yang buruk. Hatinya menjadi tidak tenang dan firasat nya juga tidak baik tentang hari esok.

"Kenapa Catty?" tanya Lucien lagi. Lucien nampak khawatir melihat wajah Cattleya yang berkeringan dingin dan juga ketakutan.

Cattleya masih terdiam. Dia tengah mencerna apa yang tadi dilihatnya dalam tidur.

"Itu seperti ingatan pemlik tubuh ini? Tapi aku kan hanya merasuk di sebuah tokoh novel," ucapnya dalam hati.

Cattleya mengusap wajahnya kasar. Apa yang dilhatnya tadi saat tidur bukan seperti sebuah mimpi, melainkan sebuah kenangan masa lalu.

Peristiwa bagaiamana dirnya bisa tidur dengan Lucien, semua adalah atas perintah Cale yang merupakan kakaknya. Cattleya yang memang naif, bodoh, dan haus akan kasih sayang, selalu menurut dan melakukan apapun yang dikatakan oleh sang kakak.

Bagi Cattleya, Cale adalah dunianya. Cale adalah satu-satunya orang yang menyayanginya dan juga bisa melindunginya. Terlebih dia hanyalah anak di luar nikah yang lahir dari ibu yang merupakan seorang pelayan.

Cattleya yang diberi fasilitas oleh Cale dan diperlakukan seperti putri bangsawan, menjadikan Cale segalanya. Hingga pada akhirnya dia ditebas lehernya oleh Lucien, Cattleya baru sadar bahwa dirinya hanyalah sebuah alat.

"Aku harus pergi," ucap Cattleya sambil berdiri.

"Tunggu Catty, sebenarnya ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba berkata hendak pergi? Bukannya kamu di sini punya kehidupan yang baik?"

Lucien benar-benar tidak mengerti, ada apa dengan wanita ini. Wajah Cattleya masih tampak tegang dan juga ketakutan.

"Tuen Cienlu, sepertinya kita harus berpisah. Anda silakan lanjutkan perjalanan Anda. Saya harus pergi, sekarang juga."

Cattleya berkata demikan sambil mengemas barang yang bisa dibawanya. Ia juga membangunkan Leoric, memakaikan beberapa pakaian kepada putranya. Dia tak memiliki baju hangat yang tebal, sehingga membuat pakaian Leoric berlapis, akan cukup membuat putranya itu hanya.

"Ibu, tita mau temana?"

"Kita akan berlibur sayang. Sekarang waktunya pergi hmm. Leo mau kan pergi berlibur bersama Ibu."

Leoric menganggukkan kepalanya. Dia mendekat erat Cattleya.Cattleya pun mengencangkan kain lebarnya untuk menggendong Leoric. Satu tangannya cukup untuk membuat bundelan kain yang ia isi beberapa pakaian dan tentunya uang yang dimilkinya.

"Tunggu Catty, kamu sungguh akan pergi? Meninggalkan rumah mu ini?"

"Iya Tuan, saya akan mencari tempat tinggal lain. Tempat ini agaknya sudah tidak pas untuk saya. Selamat tinggal Tuan Cien."

Di tengan gelapnya langit dini hari itu, Cattleya berjalan dengan cepat bahkan setengah berlari. Sedangkan Lucien, dia jelas tak tinggal diam. Dia pun mengkuti Cattleya. Lucien meraih tubuh Leoric dan menggendongnya. Dia juga menggandeng tangan Cattleya lalu keduanya berlari bersama.

"T-tuan, apa yang Anda lakukan? Jika Anda ikut dengan saya, Anda akan terseret bahaya."

Lucien hanya tersenyum. Cattleya tidak tahu saja bahwa bahaya yang lebih besar adalah pria yang menggenggam tangannya.

"Aku rasa aku akan baik-baik saja karena ada kamu. Aku yakin kamu bisa melindungiku, dari pada aku pergi sendiri kan?"

Cattleya hanya tersenyum simpul. Dia tak mengerti, mengapa bersama pria ini terasa begitu tenang. Rasa takut yang membelenggunya pun juga sirna saat pria ini terseyum padanya.

"Benar, setidaknya aku tidak sendirian," ucap Cattlleya lirih.

Mereka berjalan dengan sangat cepat. Saat berada di tengah hutan, terdengar suara kaki kuda yang saling bersautan. Lucien langsung menarik tubuh Cattleya ke balik pohon besar. Dia juga menutupi tubuh Cattleya.

"Siapa mereka?" tanya Lucien.

"Beruntung aku sudah pergi dari rumah itu," ucap Cattleya pelan.

Lucie melihat ke arah Cattleya, perbedaan tinggi tubuh mereka membuat Lucien bisa melihat pucuk kepala Cattleya.

"Apa kau mengenalnya, apa gara-gara orang-orang itu kamu kabur?"

Lucien memberikan tatapan menyelidik. Tapi dia bisa memperhalus nada bicaranya agar tak terkesan memaksa.

"Iya, dia adalah kakak tiriku. Dia past akan merusak hidupku dengan membawaku kembali ke rumah. Aku tidak mau. Aku hanya ingin hidup tenang dengan anakku."

Jawaban Cattleya membuat Lucien mengerutkan alisnya. Sebuah kesimpulan diambil olehnya, yakni hubungan Cattleya dengan sang marquis tengah tidaklah baik.

"Kalau begitu, ayo pergi ke tempat yang aman. Ke tempat dimana tak ada yang bisa menemukan mu dan tak ada yang berani mengusikmu."

"Adakah tempat seperti itu?"

Cattleya menatap ke arah Lucien dengan kedua alinya yang berkerut. Dia tentu penasaran dengan tempat yang dikatakan oleh Lucien. Dan muncul satu pertanyaan di benaknya, adakah tempat seperti yang dikatakan oleh pria ini.

"Ada, aku jamin itu. Jika benar ada, maukan kau ikut dengan ku?"

Tanpa ragu, Cattleya langsung menganggukkan kepalanya. Dia tak berpikir dua kali lagi. Jika benar ada tempat yang tak dapat ditemukan dan tak ada yang berani mengusiknya, maka ia akan ikut kemana pun itu.

Hidup dalam pelarian jelas tidak mudah. Terlebih dia hanya bersama dengan putranya yang masih kecil. Jika sungguh ada teman seperti yang dikatakan oleh pria asing yang belum lama dikenalnya, maka Cattleya akan langsung setuju untuk ikut.

"Aku akan ikut, dimana tempat itu?"

"Ada, kamu tak perlu khawatir. Jawaban mu yang setuju sudah cukup bagiku."

Setelah suara kuda-kuda itu menjauh, Lucien kembali memimpin perjalanan mereka. Entah sudah berapa jauh mereka berjalan, hingga sebuah sungai ditemui. Matahari juga sudah mulai menampakkan sinarnya, Cattleya meminta untuk istirahat.

"Lelah?" tanya Lucien.

"iya, dan Leo juga terlihat lelah meski di gendong. Kita istirahat di sini dulu ya. Kita lanjutkan perjalanan saat malam nanti."

Lucien menganggukkan kepalanya. Dia melhat sekeliling.

"Ada sebuah pondok, mari istirahat di sana. Leo juga bisa makan dan tidur dengan nyaman."

"Baiklah, tapi sejak kapan ada pondok di situ. Tadi sepertinya tidak ada."

Lucien hanya diam, ia menggandeng Cattleya dan menuntunnya ke pondok yang ada di tepi sungai. Tempat itu sepeti ssebuah rumah yang terbengkalai, di luar nampak kotor dan berantakan. Akan tetapi saat pintu di buka, di dalamnya lebih bagus dari yang Cattleya duga.

"Rumah siapa ini?" tanyanya lirih.

"Kita tidurkan Leo di sini dulu. Apa kamu bisa membuat makanan, terus terang aku lapar dan aku tak bisa membuat makanan selain memanggang daging dan ikan pada api unggun," ucap Lucien.

Cattleya tersenyum, dia lalu menuju ke bagian lain dari pondok itu yang ternyata sebuah dapur. Sederhana memang namun peralatannya lengkap.

"Maag jika saya lancang, apa mungkin Anda bisa mencarkan ikan di sungai, saya akan membuatkan makanan dari ikan."

"Bisa tunggulah."

Lucien bergegas keluar untuk menangkap ikan. Cattleya menatap punggung Lucien, ia lalu berkata pelan, "Apa sebuah anugrah aku bertemu dengan pria ini. Hush Catty, jangan mulai ngaco. jangan mentang-mentang dia tampan. Ck, dasar lemah terhadap wajah tampan."

TBC

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
aku yakin itu caty cucumu
GiZaNyA
nahhh jangan2 Catty ada hubungannya d3ngan Duke Winter yaa...
Pelangi Jingga
kurang bnyk up nya tor 😂🙏🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
waah kita tunggu saja ap yg cocok
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
baru bgtu ajh dah malu gmn NNT KLO tau km cm mimpi
GiZaNyA
hohoho... sekarang semua orang tau kan kalo Adelle cuma ngibul... 🤣🤣
GiZaNyA
yaampuuunnn... pedeee kebangeten yaaa si Adelle sama Bapakke.... ckckck.... coba cari kaca dulu sana... udah bikin gosip deket sama Kaisar lhaaa malah cewe gak dibolehin masuk... keki gak tuhhh..? 🤣🤣🤣
Pa Muhsid
kok melempem katanya ketua sekaligus pelatih beladiri tapi mental anak mamih
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahaha 🤣🤣🤣🤣 mng enk di usir secara g lngsng
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh,sayangnya g akan mungkin pede sekali anda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya ya ya akan tiba waktunya km malu semalu malu ny
Pelangi Jingga
kurang bnyk tor 😂
GiZaNyA
hahahaha ngarep beneerrr si Adelle ini... ckckck.... keep manaaaa ngirinyaaaa dia pas tau Sang Kaisar udah punya Permaisuri ples Putra Mahkota... serius kalah langkah sangaaatttt jauh si Adelle... 🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
🤣🤣🤣🤣🤣mimpimu ketingian awas jatuh sakit loh
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
mengundang kali ka,typo itu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
yang pasti 22nya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
km loh penyebab shock ny catty
Wahyuningsih
thor klau up jgn lma2 tk iiinaaak menunggu upnya yg buanyk thor n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp 💪💪💪 dlm upnya
GiZaNyA
heh Lucien.. kamu kan terkenal sebagai kaisar sadeesssss... ya jelas takut lah si Cattleya... ada2 aja...
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
trauma terbesar ternyata kamu loh lucien
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!