NovelToon NovelToon
Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Permaisuri Genius Mengguncang Istana.

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: aldolado

Bagaimana jadinya jika seorang dokter bedah dan ahli toksikologi jenius dari abad ke-21 bertransmigrasi ke tubuh seorang Permaisuri yang lemah dan dibuang?

Anran, seorang dokter genius masa depan, tewas dalam insiden laboratorium dan terbangun di tubuh Permaisuri Kerajaan Great Yan. Tak hanya dibuang ke Istana Dingin karena fitnah kejam, tubuh Permaisuri ini juga diracuni secara perlahan oleh musuh-musuhnya di istana belakang.

Permaisuri lama yang penakut dan mudah menangis telah lenyap. Kini, Anran bangkit membawa kecerdasan medis modern, keahlian racun yang mematikan, dan keberanian tanpa batas!

Satu per satu racun dibongkar, fitnah selir licik dipatahkan, dan intrik politik kerajaan dihancurkan. Seluruh istana dibuat gempar oleh perubahan drastis sang Permaisuri yang kini anggun, cerdas, dan tidak bisa diintimidasi oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lanjut bab 6

saja dimulai. Selir Mei dan para sekutunya tidak akan tinggal diam setelah rencana mereka malam ini berantakan."

Anran mendongak, menyambut tatapan mata sang kaisar dengan binar percaya diri yang tak tergoyahkan.

"Biarkan mereka datang, Yang Mulia," bisik Anran dengan senyum memikat yang dingin. "Saya akan memastikan... siapa pun yang mencoba menyentuh Istana Fengyi akan meminum racun mereka sendiri."

Kaisar Tian menatap Anran untuk beberapa detik yang terasa sangat panjang, seolah berusaha menembus tabir di balik perubahan drastis wanita yang berdiri anggun di hadapannya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun lagi, sang kaisar memutarkan tubuhnya, mengibaskan jubah naga hitam bersulam benang emas, lalu melangkah lebar meninggalkan kamar Istana Dingin yang pengap. Kasim Zhao dan para pengawal bergegas mengiringi langkah junjungan mereka di sepanjang lorong berdebu.

Begitu derap langkah rombongan kaisar menghilang di kegelapan malam, Lian seketika tersungkur bersujud di atas ubin batu. Air mata kelegaan menetes membasahi lantai yang kusam.

"Yang Mulia Permaisuri... Hamba... Hamba mengira malam ini adalah akhir dari kehidupan kita," bisik Lian dengan suara serak menahan tangis. "Bagaimana mungkin Anda bisa begitu berani menantang Yang Mulia Kaisar dan mengungkap racun itu?"

Anran melangkah mendekati Lian, berlutut mengulurkan tangannya yang halus untuk membimbing pelayan setianya berdiri. "Berdirilah, Lian. Mulai hari ini, tidak ada lagi yang boleh bersujud ketakutan seperti ini. Kita sudah melewati batas kematian, dan tidak ada alasan bagi kita untuk gemetar di hadapan siapa pun."

Lian menatap junjungannya dengan tatapan takjub. Ada kehangatan dan ketegasan dalam sorotan mata Anran yang membuat hati pelayan muda itu dipenuhi rasa percaya.

Tak lama kemudian, beberapa pengawal kerajaan dan pelayan istana bertandu mewah tiba di depan pintu Istana Dingin. Tandu berhiaskan kain sutra merah dan ukiran naga-feniks emas yang dulu menjadi simbol kehormatan permaisuri kini telah disiapkan di bawah pendar obor malam.

Anran melangkah keluar dari tempat kumuh itu tanpa menoleh kembali. Dengan kepala tegak dan langkah anggun, ia menaiki tandu kerajaan yang membawanya kembali menembus malam menuju Istana Fengyi—kediaman resmi Permaisuri Kerajaan Great Yan.

Gerbang kayu jati berukir milik Istana Fengyi terbuka lebar saat rombongan tandu Anran tiba. Puluhan pelayan wanita dan kasim yang sebelumnya bersikap acuh tak acuh dan memandang rendah sang permaisuri kini berbaris rapi di sepanjang pelataran istana. Mereka berlutut menundukkan kepala hingga menyentuh lantai marmer yang dingin, ketakutan setengah mati setelah mendengar kabar bahwa sang permaisuri telah memulihkan posisinya hanya dalam waktu satu malam.

Anran turun dari tandu dengan gerakan yang tenang dan penuh wibawa. Gaun sutranya yang agak berdebu tak sedikit pun mengikis pesona dan aura superioritas yang memancar dari dirinya.

"Hamba menyambut kembalinya Yang Mulia Permaisuri!" seru para pelayan secara serempak dengan suara bergetar.

Anran menghentikan langkahnya di tengah pelataran. Pandangan matanya yang tajam mengabsen satu per satu wajah para pelayan yang berlutut di depannya. Dalam ingatan pemilik asli tubuh ini, beberapa pelayan di Istana Fengyi telah dibeli oleh Selir Mei untuk menjadi mata-mata dan membantu menyusupkan racun ke dalam makanan permaisuri.

Anran mengulas senyum tipis yang mematikan. "Bangunlah," ujarnya halus namun memotong hening malam. "Aku

Lanjut baca bab berikutnya oke di jamin bagus

1
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
nah kan, sekalian aja itu si kaisar meninggoy mendadak
✩̣̣̣̣̣ͯ┄•͙elle◥
kaisar pikun yg kebanyakan selir sih ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!