NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:787.7k
Nilai: 5
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Tiana Kembali Masuk RS

     Nepa masih belum menyerah, telponnya masih berdering. Tapi, Nayra tetap tidak mau mengangkat panggilan itu.

     Panggilan itu akhirnya berhenti. Namun, tidak lama dari itu, pesan WA dari Nepa datang.

     Nayra tetap tidak mau membuka chat itu, hatinya terlanjur hancur.

     "Nay, aku minta maaf. Aku tidak tahu kamu punya masalah apa dengan suami kamu. Tapi, perlu kamu tahu bahwa aku tidak tahu kalau Kakak aku punya hubungan dengan suami kamu. Aku juga nggak tahu kalau suami kamu adalah mantan kekasih Kakakku dulu. Aku benar-benar tidak tahu."

     Pesan itu sudah terkirim dan Nepa masih menatap layar ponselnya. Menunggu balasan dari Nayra. Namun sayang, sampai pesan itu berlalu setengah jam, tidak ada tanda-tanda balasan dari Nayra. Bahkan pesan itu belum dibaca oleh Nayra, terlihat masih centang abu-abu dua.

     "Nay, kamu harus percaya kalau aku tidak pernah mendukung Kakak aku. Aku tidak berpihak pada cara yang salah sekalipun dia adalah Kakakku." Nepa membatin.

     "Keluarga pasien Nyonya Tiana!" panggil seorang Perawat dari ruang IGD.

     Nepa bangkit lalu menghampiri. "Iya, Mas."

     "Ini benar Kakak Anda?" Perawat itu mencoba meyakinkan.

     "Betul."

     "Kakak Anda akan dibawa ke poli obgyn, sebab ada sedikit masalah di bagian kandungan," seru perawat itu sambil mendorong brankar yang sudah ada Tiana di atasnya.

     Tiana sudah tiba di ruang obgyn, di sana ia dibaringkan di atas bed pasien dan mendapat pemeriksaan. Tiana dalam keadaan sadar, akan tetapi ia sangat lemas karena merasakan sakit di perut bawahnya.

     Nepa yang sedang menunggu di luar, merasa resah. Sebab kejadian ini berawal dari perdebatan dirinya dengan Tiana tadi.

     "Ya ampun, kenapa harus seperti ini? Mbak Tiana selalu kambuh kalau mendapat tekanan. Sepertinya perdebatan tadi yang menyebabkan dia merasa tertekan. Lantas aku harus gimana? Membiarkannya merusak hubungan rumah tangga orang, padahal orang itu jelas-jelas bukan penyebab sakitnya Mbak Tiana, terlebih pria itu adalah suaminya Nayra."

     Beberapa saat mendapat penanganan di ruang obgyn, dua orang perawat kembali mendorong brankar keluar.

     Nepa bangkit dan penasaran mau dibawa kemana Tiana.

     Sementara, Tiana yang berada di atas brankar sedang dalam keadaan sadar. Ia menyebut-nyebut nama Arda sejak tadi.

     Dokter Tifany muncul dari ruangannya seraya berkata pada dua perawat yang mendorong brankar itu. "Antarkan pasien ini ke ruang kejiwaan. Dia harus mendapat pembinaan dan pemulihan serta terapi psikis."

     "Baik dokter."

     Dua perawat itu patuh, lalu mendorong kembali brankar menuju ruang perawatan kejiwaan.

     "Suster, mau dibawa kemana Kakak saya?" Nepa bertanya keheranan.

     "Kakak Anda akan kami bawa ke ruang kejiwaan. Sebab keadaannya kembali terguncang," jawab salah satu perawat.

     Sepanjang perjalanan menuju ruang kejiwaan, Tiana terus memanggil Ardana.

     Tiana kini sudah berada di ruang yang sama seperti sebelum-sebelumya. Dia segera dipasang selang infus di lengan kirinya. Setelah dipasang infus, keadaan Tiana mulai tenang, dia tidak menyebut nama Ardana lagi, sebab dalam labu infus sudah dimasukan cairan penenang untuk pasien.

     Nepa sedikit lega, ia bisa bernapas lebih leluasa ketimbang tadi. Namun, ia kembali harus menghela napas dalam dan menelan ludah, sebab pesan WAnya sama sekali belum dibaca Nayra.

     "Nay, baca dong Nay. Kamu harus tahu kalau aku sama sekali nggak dukung kakak aku. Gara-gara Mbak Tiana, persahabatan aku sama Nayra hancur," keluhnya sedih.

     Beberapa saat kemudian, seseorang datang ke ruang rawat Tiana. Nepa menoleh ke arah pria itu. Dia terkejut kenapa lagi-lagi pria itu datang kesini, sementara dia di rumah memiliki seorang istri, yakni Nayra.

     "Mas, tunggu sebentar. Mas pasti mau ke ruangan Kakak saya, kan? Sebaiknya jangan, biarkan saya yang menunggunya. Saya keluarganya."

     Ardana mengerungkan keningnya dalam, ia merasa heran. Kedatangannya kesini adalah tugas yang sudah dilimpahkan padanya dari tim, atas permintaan khusus Tiana.

     "Tapi, saya kesini hanya tugas Mbak."

     "Saya tahu, Mas. Tapi... Kakak saya hanya ingin ditungguin Mas saja kan dan tidak mau sama orang lain? Sebelum saya panjang lebar, saya mau bertanya, Mas di rumah punya istri bukan? Apakah Mas sudah mendapat izin darinya kalau Mas akan bertugas menunggu perempuan lain di RS ini?" cecar Nepa seraya menatap Ardana dalam.

     "Iya, betul. Saya memang punya istri di rumah. Tapi, pekerjaan ini saya rasa tidak perlu mendapat persetujuan istri. Ini tugas kemanusiaan dan mulia," jawab Ardana heran.

     "Saya tahu ini kemanusiaan dan tugas mulia. Tapi, apakah Mas tahu kalau istri Mas itu siapa?"

     Ardana mendekat, ia jadi penasaran kenapa Nepa mempertanyakan istrinya siapa, seperti mengetahui siapa Nayra.

     "Siapa istri saya?"

     "Mas harus tahu, kalau istri Mas adalah sahabat saya, dia Nayra. Lalu, kenapa saya melarang Mas menunggui kakak saya, meskipun Mas bilang ini bagian tugas Mas dari tim, tapi Mas harus sadar bahwa Kakak saya bukan sekedar ingin ditungguin Mas semata, melainkan dia ingin Mas nikahi sebab dia merasa sakitnya ini adalah gara-gara Mas," terang Nepa membuat Ardana tercengang.

     "Jadi, kamu adalah sahabat Nayra?"

     Nepa langsung mengangguk. "Sebelum terlambat, lebih baik Mas mundur dari tim terapis Kakak saya. Bukankah terapis tidak Anda saja?"

     "Saya tahu. Saya kesini hanya karena tugas. Dan dokter Arka sudah memberi mandat kalau tugas saya adalah untuk membuat psikis pasien tenang dan kembali normal."

     "Kenapa Anda tidak coba menenangkan istri Anda saja supaya dia tidak salah paham dengan saya? Sebab sejak Nayra tahu bahwa saya adik dari Mbak Tiana, saya dianggap mendukung apa yang diinginkan Mbak saya. Persahabatan saya jadi hancur gara-gara kesalahpahaman ini. Saya bersumpah, bahwa saya tidak pernah mendukung Mbak saya untuk menikah dengan Anda, sekalipun itu siri. Gara-gara ini semua, hubungan saya dan Nayra hancur."

     "Maka, sebelum Anda menyesal, lebih baik Anda mengundurkan diri dari tim terapis Mbak saya. Saya mohon," lanjut Nepa memohon.

     "Baiklah. Kalau itu mau Mbak. Tapi, jika saya tidak melakukan tugas ini, maka saya akan kena sanksi. Apakah Mbak mau menanggung sanksi untuk saya?" Ardana membalikkan sebuah pertanyaan yang membuat Nepa dilanda bingung.

     Di tengah kebingungan dan keheningan yang beberapa saat tercipta, tiba-tiba suara Tiana terdengar dan menjerit.

     "Aku ingin dia mati. Biarkan dia matiii...." jeritnya diiringi isak tangis dan kedua tangan yang berontak.

     Nepa dan Ardana terperanjat, dua Perawat di ruang jaga ikut bangkit dan segera menuju ruangan Tiana.

     "Aku ingin dia mati. Mas Arda...aku ingin dia mati." Kini nama Arda disebut lagi oleh Tiana.

     Ardana dan Nepa saling lempar tatap. Dengan terpaksa ia membiarkan Ardana kembali ke ruangan Tiana.

Masih menunggu Nayra pergi? Tungguin ya, bab selanjutnya masih ada hal yang akan mencengangkan....

1
Deera__
sabar ya... mending ama si San San itu atau semoga bertemu jodh yg baik yg lain kamu Tama.
Deera__
untung Nayra bertemu dengan ibu Ghina orang yang sngat baik dan tulus
Deera__
aamiin. semoga kak othor dan keluarga besar maupun kecilnya sehat, panjang umur dunia akhirat, dikelilingi orng baik dn selalu dalam lindungan-Nya aamiin.
Deera__
pasti Hamil itu kamu Nay, akibat ulah nakalll colongan si Ardan pas Nay demam kemarin² /Slight//Slight//Shy//Shy/
Deera__
waduuhh saingan Ardan nihh bosss. senggol bossquueee/Casual//Casual//Proud//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Deera__
wah enak tuh Coto Makassar 🤤🤤😍😋
Deera__
Makassar.. kota yang ingin ku datangi... rindu pada kakakku tercinta nan jauh disna.
Lina Zascia Amandia: Masya Allah, smg cpt bertemu kembali ya Kak... 🥰🥰
total 1 replies
Deera__
Nayra pasti dilindungi kakknya Kak Nayma.
Deera__
gilaaa udh nakall banget kau Tiana dulu. emng kebanyakan pilot itu kang selingkuh, kang modus dan hobbi modal manis doang. banyak intrik dikehidupan Pilot. karna kesibukan kerjanya itu dan sering dikelilingi wanita² cantik lagi seorang pramugari atau pilot wanita
Deera__: curcol aku kak🤣🤣🤭
total 2 replies
Deera__
miris hidupmu Nay 😢😢😢😓😓😓
Deera__
Ya Allah ya Rabb... jika sudh lelah dengan semua. GK sanggup bersama ma istrimu lebih baik pulangkan saja Nayra dengan baik² ke kedua orangtua dan kakaknya. Jangan terlalu dalam menggores luka dihati dan hidup istrimu. GK punya hati dan perasaan sedikit saja kamu.
Deera__
astaghfirullah ini namanya udh selingkuh. kurang ajar kau Ardana /Smug//Smug/
Deera__
diihh hueekk.. sok lembut dan perhatian. ma istri dingin cuek angkuh.. ku getok ya kau 🤣🤣🤣/Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
Agustinar Agustinar
semoga mereka bersatu kembali dan tidak ada masalah
Deera__
emang suamimu itu gendeng dan aneh bin idiot Nay. jadi gk ush dimasukin ke hati. Cukup sekarang btasi diri. jangan berharap lebih. berharaplah dan serahkan semua pada Allah. ku jamin hidupmu tenang dan bahagia.
Deera__
kau waras kan? aneh dipeluk istri kok risih ilfeel. /Slight//Drowsy//Drowsy/
Ririn Danayanti
lanjut dan semangat KK author
Lina Zascia Amandia: Makasih Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Ari Sawitri
kaos kaki hitam warna navy???🤔🤔🤔 kok bingung ya?? jadinya ini kaos kaki warna hitam atau navy?😅😅
Lina Zascia Amandia: Wkwkwkwk.... nanti revisi Kak. Makasih atas kejeliannya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ari Sawitri
tolol emang.. itu lagi si Tama sok sok mau jd pahlawan kesiangan. egois semua. ya jelas lah klu aku jd mertua nayra akan berpikir itu suami dan anak mereka 🤨🤨😕 bodoh banget
Ari Sawitri
harusnya nayra tegas menolak Tama utk menemani smp bandung .. jd tambah runyam kan😔🤔 kecewa dg sikap nayra yg egois
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!