NovelToon NovelToon
Happy In Sin - Dosa

Happy In Sin - Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Patahhati
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vienbluu

“Sikapmu sekarang sama seperti wanita murahan.”

“Kau yang membuatku terlihat seperti itu, jadi jangan salahkan aku.”

•••

Giselle Uchiyama tak pernah tahu apa arti sebenarnya dari kebahagiaan sebelum ia bertemu dengan seorang pria yang anehnya dapat membuat Giselle bertingkah gila hanya untuk mendapat perhatian.

Namun…

Bagi Jio Pratama, Giselle hanyalah iblis berparas bidadari yang siap menghancurkan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vienbluu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

•••

"Dari mana? Bertemu Giselle?"

"Bukan bertemu, tapi gadis itu yang menempel padaku."

Yoshi sebagai sahabat yang baik hanya bisa menertawakan kekesalan sahabat karibnya tersebut.

Yoshi akui Giselle adalah satu-satunya gadis yang berhasil membuat Jio selalu kesal dan tidak sabaran jika sudah menyangkut dirinya juga sikap gadis itu.

Selama ini Jio seakan membangun dinding setinggi angkasa untuk para gadis yang berusaha mendekatinya, dia memang sangat menghargai seorang wanita jika mengingat akan Ibu serta Adiknya, tapi pengecualian untuk Giselle.

Bagi Jio gadis itu hanyalah iblis berparas bidadari yang siap menghancurkan hidupnya.

"Bagaimana caranya membuat gadis itu menjauh dariku?"

"Sepertinya tidak akan mudah.”

“Bukankah selama ini kau selalu mendorongnya menjauh? Tapi lihat bukannya menjauh justru dia semakin menempel padamu seakan tak peduli."

"Gadis itu benar-benar keras kepala."

Yoshi menyeringai, "Kau sama keras kepalanya seperti dia. Kurasa benteng pertahananmu akan hancur dalam waktu dekat."

Jio mendengus menatap datar sahabatnya tersebut, sudah cukup Giselle saja yang menyebalkan kenapa Yoshi jadi ikut-ikutan.

Dia tak terima.

•••

Jam menunjukkan pukul lima sore, ini sudah waktunya pulang. Jio dan Yoshi membereskan buku-buku materi serta laptopnya ke dalam tas kemudian beranjak menuju parkiran.

Disengaja atau tidak keduanya bertemu dengan Giselle dan dua orang temannya di area parkir tersebut.

'Hah, gangguan berikutnya akan segera dimulai.'

Benar saja Giselle yang memang sengaja menunggu Jio di parkiran segera melangkah antusias menuju ke arah Jio berada yang diikuti Karina dan Yesha.

"Selamat sore Kak Jio..." Sapa Giselle.

"Hanya Jio yang disapa?"

Karina refleks melambai dengan cengiran di bibirnya.

"Hai Yoshi... kita bertemu lagi."

"Oh, hai...?"

"Ah, aku belum memberitahu namaku waktu itu. Aku Karina dan ini Yesha, aku tak perlu mengenalkanmu pada Giselle juga, kan?"

Yoshi tersenyum kikuk. “Iya tidak perlu, Karina..."

Yesha mendengus sebal mendengar ucapan Karina, ia langsung membekap mulut sahabatnya itu saat dia akan kembali bersuara. Kemudian tersenyum canggung pada Yoshi juga Jio yang menatap aneh.

"Kak Jio antarkan aku pulang ya..."

Atensi Jio beralih kepada Giselle, sedetik kemudian melengos pergi tanpa menanggapi ucapan si gadis.

Giselle tak tinggal diam dia langsung berlari mengejar Jio yang berjalan menuju motornya.

"Berhenti mengikutiku!"

"Antar aku pulang."

"Tidak."

Giselle menahan lengan Jio, "Ayolah sekali saja antarkan aku pulang..."

"Aku ada urusan."

"Selalu saja begitu, tidak ada jawaban lain?"

Jio meliriknya, lalu melepas tangan Giselle dari lengannya.

"Urusan apa yang membuatmu begitu tak peduli pada kekasihmu ini?!" Teriak Giselle lantang yang dapat didengar oleh orang-orang di sekitar parkiran.

"Jika semua orang tahu apa urusanmu itu, kau yakin masih bisa mengabaikan aku?"

Jio mendongak, menghela nafas panjang gadis pembuat masalah ini kembali berulah. Jio lupa Giselle masih memegang kendali atas dirinya, rahasianya sedang dipertaruhkan dan bisa terbongkar saat ini juga.

Berbalik, berjalan kembali kehadapan Giselle, benar tak semudah itu lepas dari gadis gila ini.

Jika menurut Jio, Giselle adalah gadis pembuat masalah, maka dengan senang hati Giselle tunjukkan sebesar apa masalah yang bisa ia berikan untuknya.

Menarik tengkuk pria yang saat ini berada tepat di hadapannya guna mengecup sekilas bibir pria tersebut, yang mana membuat sang pria membatu seketika.

Yesha serta Yoshi terperangah akan kejadian yang mereka saksikan itu. Bahkan Karina yang masih dibekap tangan Yesha sempat menggigit tangan itu, dia tak tahan untuk tidak berteriak histeris akan apa yang Giselle—sahabat gilanya itu lakukan.

Kejadian tersebut tak luput disaksikan oleh orang-orang di sekitar sana, beberapa langsung mengabadikannya dalam bentuk potret.

Berlomba-lomba untuk memposting foto tersebut ke laman sosial media universitas mereka. Ini bahan gosip panas yang pasti membuat geger seluruh kampus.

Tersadar Jio mendorong Giselle menjauh memberi jarak antara dirinya dan si gadis. Otaknya tadi seakan mati fungsi. Giselle benar-benar memberinya masalah sekarang.

Menarik gadis itu menuju motornya dan menyuruhnya segera naik, kemudian melajukan motor itu menuju apartemen Giselle.

Sebelum benar-benar menjauh dari area parkir, Giselle melempar kunci mobilnya pada Yesha yang masih tercengang.

"Yesha… titip kunci mobilku! Aku pulang bersama kekasihku dulu, bye..." Teriak Giselle seraya mengedipkan sebelah matanya.

"Karina... temanmu itu benar-benar gila..."

Karina mengangguk, "Benar, tapi dia temanmu juga."

Yoshi terkekeh, "Hah... sahabatku yang malang. Bentengmu benar-benar runtuh sekarang..."

Karina dan Yesha menoleh bersamaan ke arah Yoshi yang juga masih setia berdiri di tempatnya memandang Jio juga Giselle yang semakin jauh dari pandangan.

Sadar jika dirinya sedang ditatap dua gadis di sebelahnya, Yoshi mengalihkan atensi terhadap mereka berdua.

"Oh, jangan pedulikan ucapanku."

•••

"Kau sadar apa yang kau lakukan tadi?"

"Masuklah, tak baik bicara di depan pintu begini."

Jio menurut dengan terpaksa, saat ini keduanya sudah ada di apartemen Giselle. Duduk berhadapan di ruang tamu apartemen tersebut.

"Dengar–“

"Sebentar aku ambilkan minum."

Apa ini, pria itu sedang tak membutuhkan minuman sekarang.

Dia bukan berkunjung layaknya seorang tamu yang harus dihormati, dia hanya ingin meluruskan beberapa hal yang keliru. Itu saja kemudian dia akan segera pergi.

Jio tak tahan berlama-lama dengan gadis ini.

Ditariknya tangan gadis itu untuk kembali duduk di hadapannya, Jio ingin menyelesaikan ini segera.

"Aku perlu bicara." Tukasnya.

"Katakan..."

"Apa maksudmu melakukan hal itu?”

“Sebenarnya apa tujuanmu melakukan ini semua? Mengirimiku pesan, meneleponku berulang kali, mengancamku dengan foto yang kau ambil di underground.”

“Jelaskan padaku apa yang kau inginkan?"

Giselle menatap kagum, pria di hadapannya ini bisa bicara sepanjang itu juga rupanya.

"Jawab Giselle!"

"Wah... aku tak salah dengar, kan? Setelah sekian lama baru kali ini aku mendengarmu menyebut namaku."

‘Astaga ini sama sekali tidak penting sekarang. Kenapa susah sekali bicara serius dengan gadis gila ini.’

"Jawab. Pertanyaanku."

"Aku ingin kau berkencan denganku."

"Jawaban macam apa itu?"

"Aku sungguh-sungguh, aku ingin kau berkencan denganku. Aku menyukaimu..."

"Aku tak sebodoh itu untuk tidak mengerti niatmu yang sebenarnya.”

“Kau hanya bermain-main bukan? Aku hanya butuh penjelasan langsung darimu, apa kau selalu begini saat menarik perhatian para pria di luar sana? Bersikap seperti gadis murahan, begitu?!"

Jio tersentak saat sadar akan ucapannya sendiri, ia termakan emosi. Ucapannya ini pasti menyakiti perasaan gadis tersebut.

Tapi gadis itu hanya tersenyum manis mendengar kalimat kasar yang terucap dari mulut Jio.

Giselle sudah kebal mendengar orang lain bicara seperti itu padanya.

"Hm... Orang-orang selalu menganggapku gadis murahan, memandangku rendah, yang terparah mereka memanggilku jalang.”

“Tapi aku tidak peduli. Mereka bebas mencaciku, bahkan saat mereka tidak tahu aku yang sebenarnya."

"Aku... tidak, maksudku–"

"Emh... aku mengerti.”

“Tapi kau tahu? Aku selalu mendapat apa yang aku inginkan. Kau, akan tetap berkencan denganku dan kau tak bisa menolaknya." Final Giselle sembari menggoyangkan ponsel di tangannya.

Siapapun tolong ingatkan Jio bahwa gadis yang di hadapinya ini adalah Giselle Uchiyama. Tentu tidak semudah itu pastinya.

Jio menyesal karena sempat berempati terhadapnya, harusnya Jio sadar jika gadis ini benar-benar iblis berkedok bidadari dengan paras rupawan.

"Mari buat perjanjian.”

“Mulai sekarang turuti apapun keinginanku, atau aku tidak akan segan untuk langsung memberikan ini pada komite kampus. Kau sudah tahu sebesar apa masalah yang bisa kuberikan padamu jadi jangan pernah macam-macam padaku..."

Pria tersebut meraih kasar tas ransel yang dibawanya tadi, pergi dengan segenap emosi yang berusaha ditahannya agar tidak meledak saat itu juga.

"Hati-hati Kak Jio... Siapkan mentalmu menghadapi orang-orang di kampus besok!" Teriak Giselle pada Jio yang berjalan keluar dari apartemennya.

"Permainan sebenarnya akan segera dimulai."

•••Vienbluu (annavienbluu)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!