NovelToon NovelToon
Pesonaku Menarik Duda Samping Rumah

Pesonaku Menarik Duda Samping Rumah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

Merantau selama enam tahun di Kalimantan sebagai operator buldoser besar dan ekskavator pengeruk nikel—itulah profesi tangguh seorang Tara Pratiwi. Selama itu pula, ia bekerja keras menjadi "pesuruh" andalan bagi bos-bos asing bermata sipit di area pertambangan.

​Tara pikir, saat ia pulang kampung nanti, semuanya akan tetap sama seperti saat ia tinggalkan dulu. Oh, tentu saja dugaan itu salah besar! Rupa-rupanya, kompleks perumahan tempat tinggal kedua orang tuanya kini sudah sangat padat, berimpitan dengan tetangga-tetangga baru di sisi kanan dan kiri rumah.

​Hingga akhirnya, takdir mempertemukannya dengan Cakrawala—seorang duda cerai mati dengan satu anak laki-laki super bandel yang siap mengusili hari-hari tenang Tara.

​Tara mengacak rambutnya frustrasi. "Haduh, pusing, pusing! Alamat aku pergi nunggang ekskavator lagi ini mah kalau begini caranya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semoga Sampai Pelaminan.

Cakra menahan cepat tubuh Tara, dengan ciuman masih menyatu, pria itu berusaha sekuat tenaga menahan gejolak dalam dadanya agar tak berlanjut lebih jauh.

​"Ada Cctv Tar." Ucap pria itu rendah, berbisik tepat di depan bibir Tara.

​Tara tersadar dari histeria sesaatnya. Wanita itu melepaskan pagutannya, lalu dengan cepat menoleh, melihat pada sudut atas garasi yang menampilkan kamera CCTV milik ayahnya... yang kemungkinan sedari tadi merekam semua aksi nekat mereka di bawah lampu remang.

​Tubuh Tara seketika menegang kaku, wajahnya pucat pasi membayangkan jika rekaman itu sampai ditonton ayahnya.

​"Layar pantaunya dimana?" Tanya Cakra rendah tapi sigap.

​Tara menoleh dengan mata membulat panik. "Di dalam." Ucap Tara.

​"Ayo masuk... kita lihat." Ajak Cakra memutus kepanikan itu.

​Tara mengangguk cepat. Dengan langkah tergesa keduanya bergerak menuju dalam rumah. Setelah membuka kunci pintu dengan tangan gemetar, Tara segera merangsak menuju laci meja TV. Di dalam tersimpan tablet besar 11 inci yang biasa dipakai ayahnya untuk memantau rekaman CCTV seluruh sudut rumah.

​Tara memberikannya pada Cakra. Pria itu dengan lincah menggerakkan jarinya di atas layar sentuh. Entah membuat apa, tapi yang jelas Cakra mengoperasikan sistem itu untuk menghapus jejak rekaman... jangan sampai Pak Anton atau Buk Hayati sampai melihat adegan panas anak gadisnya di garasi.

​"Sudah! Mereka tidak akan tau." Ucap Cakra akhirnya, mengembuskan napas lega seraya menyerahkan kembali tablet itu.

​Tara menghela nafas panjang, merasa nyawanya baru saja kembali ke tubuh. Setelah menyimpan kembali tab itu kedalam laci, keduanya lantas berjalan menuju ruang tamu dengan langkah gontai. Tara dan Cakra terduduk lemas bersisihan di sofa, membiarkan keheningan pasca-panik melingkupi mereka.

​"Maaf Mas tadi Khilaf." Ucap Tara merasa tidak enak. Dia jadi malu luar biasa untuk sekadar melihat wajah Cakra di sebelahnya.

​Cakra tersenyum kecil, mengusap tengkuknya. "saya Juga, Minta Maaf.... Tapi, semuanya gak akan sama lagi dengan kata Maaf." Ucap Cakra rendah.

​Memang benar, semuanya terasa berbeda sekarang. Seolah ada rasa tak nyaman, malu, dan emosi yang sulit dijelaskan berkecamuk di dalam hati Tara. Sentuhan tadi mengubah jalan cerita mereka.

​"Tapi kita bisa memperbaikinya." Lanjut Cakra. Pria itu memperbaiki posisi duduknya, kini sepenuhnya menghadap pada Tara.

​"Apa bisa, kalau mulai malam ini, saya memilih untuk lebih mengenal kamu...." ucapnya blak-blakkan tanpa penutup kata lagi.

​Tara mendongak, menatap mata Cakra. Dia kurang reti dengan kata-kata Cakra yang tiba-tiba berarah ke sana.

​"Jujur saja, saya sebagai pria punya pilihan. Tidak mungkin saya menyentuhmu, jika saya tidak tertarik denganmu. Bisa di bilang, mungkin saya menyukai kamu." Tutur pria itu rendah, tapi bagi Tara, itu seperti kata-kata penuh kepastian yang menghujam dadanya.

​Tara tetap bungkam, menata detak jantungnya yang kembali riuh. Sampai, tangan Cakra memberanikan diri menggenggam jemari Tara yang terasa dingin.

​"Apa Boleh tar?" Tanya Cakra pelan, menantikan persetujuan.

​"Mas Cakra kenapa jadi bicara begini?" Jawab Tara lirih, dia tertawa canggung menutupi kegugupannya.

​"Gini gimana? Saya serius. Bagi kamu mungkin saya cuma Duda tua, 1 anak, dan biasa saja,.... Tapi."

​Kata-kata Cakra terpotong saat jemari lentik Tara terangkat menahan bibir Cakra agar berhenti berbicara merendahkan diri.

​"Kalau mas gak main-main.... serius saja! Jangan bicara sembarangan." Pinta Tara menatap lurus ke dalam manik mata Cakra.

​"Kita bisa kenal lebih dekat. Aku juga lagi coba buka hati, bingung! Dan gak nyaman... tiap waktu di rong-rong ibuk kapan punya Pacar, kapan Nikah." Keluh Tara menumpahkan ganjalan hatinya.

​Cakra tersenyum lebar, Binar matanya menyala terang. "Jadi boleh?..... gak maksud ku, bisa punya hubungan lebih?" Tanya pria itu memastikan sekali lagi.

​Tara mengangguk samar, memberikan sinyal hijau.

​'Duh nasib apa ini Gusti, baru berapa hari pulang kampung, sudah dapet Laki.' Batinnya menjerit pasrah sekaligus merasa geli dengan takdir singkat ini.

​Cakra tersenyum senang, menggenggam erat tangan Tara. "Semoga sampai Pelaminan" ucapnya berharap lirih dari dasar hati.

​Tara mendengarnya. Wanita itu hanya menggelengkan kepala sembari menahan senyum geli di bibirnya, tak menyangka malam yang berawal dari ban bocor bisa berakhir seperti ini.

1
Siti Musyarofah
bikin malam pertama yg panas thor
Ummi Sulastri Berliana Tobing
slamat berbahagia buat mas Cakra dan mbak Tara, langgeng trus y😍😍😍
falea sezi
lanjut🤣
rurry Irianty
sengaja d kempesin pak Anton tuh tar😄
rurry Irianty
mungkin Candra bukan anak kandung Cakra,anak selingkuhan istrinya mungkin
Ummi Sulastri Berliana Tobing
cerita nya bagus dan menarik
sukses slalu y 🫶🫶🫶
Siti Musyarofah
lanjut
Ummi Sulastri Berliana Tobing
ya aku mau 🤭🤭🤭
partini
aku salfok ada kata nunggang di sinopsis nya
partini: bahasa ngapak sejati ora ngapak ora kepenak 🤭
total 2 replies
Rian Moontero
mampiiirrr
Ummi Sulastri Berliana Tobing
lanjut 😊😊
Dewiendahsetiowati
Hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!